Free YouTube Transcribe

Video transcript

Kapita

Pusat Pengembangan Pendidikan · 16,850 words · 77 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

0:00Sudah.

0:02Oh, sik.

0:05Silakan mahasiswa menggunakan PB ya.

0:09PB-nya yang sudah di-share.

0:15Halo. Asalamualaikum. Iya, Mas.

0:17Oh, sik.

0:18Nggih.

0:20Silakan mahasiswa

0:22nggih.

0:33Oh, ini ini sebentar.

0:35Widi itu virtual backgroundnya.

1:16ini yo

1:23apa itu

1:35seluruh jurusan

1:37ee Bapak Ibu koordinator ee mata kuliah

1:40apakah Aku kan muridnya cuman

1:43Apakah mahasiswanya sudah pada hadir

1:46yang di dalam kelas?

2:26Baik. Asalamualaikum warahmatullahi

2:28wabarakatuh.

2:33Selamat

2:35siang eh selamat pagikumsalam

2:37seluruh mahasiswa dan narasumber Bapak

2:42ada belum

2:43yang sudah bergabung. Mohon mahasiswa

2:46unmute terlebih dahulu.

3:05Silakan mahasiswa menggunakan VIBI yang

3:08sudah diberikan panitia

3:10dan selama kegiatan berlangsung mohon

3:15untuk on kamera

3:18dan menutup atau untuk mikrofonnya

3:23di-mute

3:25ya. Silakan. Ini masih ada yang belum on

3:30kamera.

3:31On kameranya tidak VIB-nya ya, sama

3:35orang-orangnya. I monggo teman-teman

3:38semuanya.

3:42Sebentar lagi kita akan mulai untuk

3:46perkuliahan

3:48pada pagi hari ini. Narasumber sudah

3:51hadir di Zoom. Silakan mahasiswa

3:56untuk

3:56mohon izin

3:58eh untuk TRP Weg Semarang kami izin off

4:02karena kami di sebelah dan sinyalnya

4:04terbatas. Terima kasih. Siap.

4:20Masih ada yang belum menggunakan PB,

4:25Mas. Purwokerto nih, Mas Abian.

4:29Monggo silakan.

4:34Baik, kita mulai ngih. Asalamualaikum

4:37warahmatullahi wabarakatuh.

4:40Selamat pagi ee teman-teman semuanya,

4:46Bapak Ibu pengelola di prodi

4:49masing-masing. Kemudian juga yang

4:51terhormat Bapak narasumber yang sudah

4:55bersedia hadir pada pagi hari ini. Mohon

4:59izin dulu. Ee asalamualaikum Bapak

5:02Nasir.

5:07Waalaikumsalam, Bu.

5:09Ngih. Matur nuwun sudah ee bergabung

5:14pada pagi hari ini di sela-sela

5:15kesibukan Bapak ngih. Mohon izin kita

5:18mulai nih Bapak untuk kegiatan pagi hari

5:21ini untuk Kapita Selekta ee program

5:26kesehatan ee Kementerian Kesehatan. Ee

5:29baik Bapak ee untuk pagi hari ini ee

5:33sudah bergabung mahasiswa. Kalau di Zoom

5:35ini memang hanya 200 tetapi sebagian ada

5:39yang bergabung secara langsung di aula

5:42atau di kelas nggih. Ee jadi yang

5:47bergabung ini hanya 260-an ya gitu. Tapi

5:52insyaallah sebagian sudah bergabung

5:53semuanya. Baik, ee mohon izin sebelum

5:56kegiatan dimulai saya ee akan membacakan

6:00CV dari beliau Bapak narasumber yang ee

6:05sedianya sudah ee [berdehem]

6:07bergabung. Ee nama Dr. Ahm Mukhtar

6:12Nasir,

6:13Magister epidomologi.

6:16Ee tempat lahir beliau di Tanjung Redep,

6:2112 Juni tahun 1980.

6:24Kemudian

6:26ee jabatan beliau adalah adminkes ahli

6:30madia sebagai katimker metabolik dan

6:33surveilance.

6:35Kemudian beliau juga bekerja di unit

6:38kerja ee di ee di PTM Kementerian

6:42Kesehatan

6:43yang ada di Kuningan. ee untuk

6:46pendidikan dan pelatihan beliau, beliau

6:50telah mengikuti TOT surveilance

6:52epidemiologi

6:54bagi petugas Puskesmas. Kemudian juga

6:57TOT TGZ, kesiapsiagaan, kewaspadaan

7:00deteksi dini dan respon menghadapi

7:02penyakit infeksi emergency di pintu

7:06masuk negara dan wilayah.

7:09Kemudian juga beliau sebagai ee sudah

7:12melakukan pelatihan fundamental

7:14epidemiologi

7:16eh kesehatan dan juga pelatihan public

7:19health emergency management eh kemudian

7:23juga epidemiological intelligency

7:25management program.

7:27Pengalaman beliau ini sangat banyak

7:29melatih dan mengajar sebagai fasilitator

7:32TOT TGZ kesiapsiagaan kewaspadaan.

7:36Juga sebagai fasilitator pelatihan

7:39asisten epidemiologi lapangan dan juga

7:43sebagai dosen tamu surveilance

7:45epidemiologi di FKM USU dan Universitas

7:49Esa Unggul.

7:51juga sebagai fasilitator pelatihan ee

7:54fasteni untuk FKTP dan lainnya. Nggih.

7:58Ee demikian untuk kurikulum [berdehem]

8:01VIT dari beliau Bapak Dr. ee Mukhtar

8:05Nasir. Ee terima kasih Mbak Kiat sudah

8:09men-share. Ee monggo bisa ditutup Mbak

8:12Kiat. Nggih.

8:17Baik. Ee untuk waktunya kami persilakan

8:21kepada Bapak Muhammad Nasir untuk

8:23memberikan perkuliahannya pada pagi hari

8:26ini atau ilmunya kepada mahasiswa kami

8:29selama 2 jam ke depan. Ini jam 09.30

8:33berarti 11.30 insyaallah sudah ee

8:37beserta tanya jawab sudah bisa

8:39dielesaikan dengan baik. Terima kasih.

8:42Monggo kami persilakan waktunya Pak Asir

8:44Pak Dokter. Monggo.

8:46Baik, terima kasih Bu Widi atas

8:48kesempatannya. Asalamualaikum

8:50warahmatullahi wabarakatuh. Selamat

8:52pagi.

8:52Waalaikumsalam warahmatullahi

8:53wabarakatuh.

8:54Saya panggil teman-teman aja ya biar

8:56akrap.

8:57Iya. Ee ya ee baik, terima kasih. Jadi

9:01pada kesempatan hari ini saya ditugaskan

9:04oleh Bu Direktur ee Penyakit Tidak

9:06Menular untuk ee menyampaikan beberapa

9:10informasi atau mungkin ya sharing

9:12knowledge ya ee terkait dengan kebijakan

9:16juga. Kemudian ada informasi-informasi

9:18terkait dengan eh pendekatan life cycle

9:23ya, cycle approach gitu ya. Nah, mungkin

9:26ee [berdehem] mudah-mudahan di waktu

9:27yang ee cukup sempit ini bisa

9:30menyampaikan ee materi yang ee apa

9:33namanya? Cukup padat nih kayaknya. Ee

9:36kemarin saya coba cari-cari ini ya,

9:39cari-cari em kompilasi datanya,

9:42kompilasi bahan gitu ya. Ternyata kok

9:44banyak banget ya. Tapi ya mudah-mudahan

9:46nanti bisa cukup nanti kita bisa ee

9:48freskan. Saya enggak enggak akan

9:51menyampaikan secara detail masing-masing

9:53slide mungkin ya. Nanti kita ee

9:56teman-teman bisa baca sendiri barangkali

9:59karena memang ada yang tidak perlu

10:01dijelaskan secara detail. Ee saya skip

10:04nanti bisa di anu apa namanya bisa

10:07disampaikan kalau misalnya ternyata ada

10:09yang mau diklarifikasi

10:11ya. Oke, kita bebas aja nanti ee kalau

10:15misalnya di tengah-tengah mungkin ada

10:16yang mau bertanya terkait dengan slide

10:18yang ee tayang nanti itu bisa langsung

10:22ee

10:23apa namanya bisa langsung disampaikan.

10:26Kalaupun misalnya mau dituliskan dulu di

10:29chat itu akan lebih baik biar ee apa

10:32lebih kita bisa runut gitu ya yang mau

10:35disampaikan. Em, baik, sebelumnya ee

10:39teman-teman boleh panggil saya nanti ee

10:41saya biasa dipanggil Nasir di ee nama

10:44belakang saya. Nama belakang saya bukan

10:46bukan nama orang tua tapi memang nama

10:48saya full ya, eh Mukhtar Nasir ya. Jadi

10:51ee teman-teman bisa panggil saya Nasir.

10:54Baik, saya ee

10:57share screen sebentar ya.

11:01Saya mulai dengan em

11:06bukan saya tidak akan sampaikan yang

11:08kebijakan dulu karena mungkin ini jadi

11:11satu apa ya namanya ee satu awalan ya

11:15untuk bisa kita membuka membuka wacana

11:18kenapa kenapa ada nanti ada kebijakan

11:20itu jadi kan kebijakan itu kan nanti ada

11:23berbasis data dan sebagainya. Saya akan

11:25memulai dengan yang ini.

11:30Enggak apa-apa ya ee teman-teman

11:32dibolak-balik ya sama aja sebetulnya

11:35yang penting ee apa namanya nanti

11:37informasinya bisa tersampaikan dan alur

11:38pikirnya bisa kita pahami bersama.

11:43Baik ee jadi materi yang diminta untuk

11:47disampaikan itu ada dua sebetulnya. Yang

11:50pertama adalah pendekatan life cycle

11:51dalam kesehatan ibu, anak dan gizi yang

11:54juga nanti ada di apa namanya disinggung

11:57juga terkait dengan imunisasi dan

11:58sebagainya. Nah, di sini ee kalau enggak

12:01salah saya saya mendapat informasi bahwa

12:03nanti mahasiswa yang ikut hadir dalam

12:06perkuliahan ini ada dari beberapa prodi

12:09ya, ada di Politeknik Kesehatan ya, di

12:11Politeknik Semarang. Nah, mungkin yang

12:14saya rangkum di sini informasinya ada

12:16dari teknikal radiologi keperawatan ya,

12:18terus ada rekam medik dan eh apa TLM ya,

12:22teknologi Rab medicnya. Mungkin nanti

12:24kalau misalnya ada yang ee apa namanya

12:25belum disebut nanti mohon diinfokan aja

12:27l ya. Oke.

12:30Em berikutnya, jadi ini yang akan kita

12:33bahas ee pertama konsepnya ya, konsep

12:38pendekatan life cycle dalam kesehatan

12:39itu seperti apa dan juga nanti peran

12:41dari lintas protesi kesehatan. Kemudian

12:43ee bagaimana masalah kesehatan ibu, ibu

12:46dan anak ya. bedan anak ee situasinya

12:49seperti apa, tantangannya bagaimana,

12:51kemudian ee di program KIA dan gizi ya,

12:54strateginya saat ini seperti apa dan

12:56juga imunisasi kita nyolek juga ke CKG

13:00dan ee terkait integrasi layanan primer

13:03ini merupakan satu upaya terkait dengan

13:05pencegahan dan mendeteksi dini penyakit

13:07sejak awal. Nah, ee kurang lebih ee ini

13:11nanti yang akan didapatkan ya.

13:14bisa mahasiswa itu nanti bisa

13:15menjelaskan konsep pendekatan life cycle

13:18dan pelayanan kesehatan. Kemudian

13:19mengidentifikasi masalah kesehatan ibu

13:21anak dan gizi di Indonesia. Menguraikan

13:22strategi program KIA gizi dan adisasi.

13:25Kemudian juga menghubungkan ke peran

13:27profesinya gitu ya. Jadi ee manfaat

13:31setiap materi itu mungkin terutama yang

13:33ee dibawakan oleh

13:35ee apa ya namanya dosen tamu gitu ya

13:37dari luar gitu bisa dihubungkan dengan

13:40profesinya masing-masing gitu ya. apa

13:43sih yang harus di di apa namanya

13:45diperankan oleh ee saya gitu ya ee dalam

13:48dalam hal kegiatan ee kesehatan gitu ya

13:52dalam upaya promotif preventif terutama

13:54ya. Kemudian ee menjelaskan keterkaitan

13:57ee CKG dengan deteksi dini penyakit

13:59sepanjang siklus hidup dan juga

14:00menjelaskan keterkaitan kebijakan ILP

14:03atau integrasi dan perim. Nah,

14:07jadi mengapa pendekatan ee life sosial

14:09ini penting? Ee karena begini, kesehatan

14:12itu merupakan hasil akumulasi ya,

14:15kondisi sejak dalam kandungan sampai

14:17lanjut usia gitu kan. Jadi em apa

14:20namanya seseorang itu bisa

14:23ee sehat gitu ya kalau misalnya dari

14:26sejak awalnya itu memang sudah sudah

14:28terbiasa ee melakukan sesuatu hal

14:31tertentu sehingga mempengaruhi ke

14:32berikutnya. Kalau ternyata di fase

14:35sebelumnya itu ada sesuatu hal ya, entah

14:37itu fasenya itu sebelum sebelum ee

14:40prakonsepsi dan sebagainya itu akan

14:43mempengaruhi fase berikutnya. Jadi,

14:44makanya intervensinya harus dilakukan

14:46secara kesinambungan supaya ee apa

14:49namanya? Bisa saling apa ya namanya?

14:53Bisa saling terhubung gitu ya satu sama

14:55lain. Jadi layanannya itu dari mulai ee

14:58balita gitu, dari mulai justru dari

15:00mulai hamil gitu ya, itu harus diikuti

15:03gitu ya, harus ada pohotnya supaya nanti

15:05bisa diketahui kesehatan ke depannya.

15:08Kemudian bagaimana promotif dan

15:09preventifnya itu bisa terfokus gitu ya,

15:13bisa terfokus seseorang itu harus

15:15melakukan apa supaya ee supaya tetap

15:18sehat dan sebagainya gitu ya. Kemudian

15:20juga dia berbasis kelompok sasaran. Nah,

15:22artinya

15:23ee layanan kesehatannya ini itu

15:26betul-betul difokuskan ke ee sesuai

15:29kelompok sasarannya. Jadi tidak bisa

15:31disamaatakan ketika kita melakukan ee

15:34intervensi kesehatan ke dewasa itu sama

15:37dengan yang anak-anak itu enggak bisa.

15:38Jadi harus apa namanya ee secara secara

15:43apa namanya? Sesuai dengan life

15:45cycle-nya gitu ya, sesuai dengan usianya

15:47gitu ya. Oke. Apalagi kalau misalnya di

15:51situ ternyata ada disabilitas dan

15:52sebagainya itu karena kan memang akan

15:54berbeda pelayanannya gitu ya. Nah. Nah,

15:58jadi ini untuk ee definisinya kurang

16:00lebih yang bisa didapatkan adalah

16:02pendekatan pelayanan kesehatan yang

16:04memandang manusia secara utuh sepanjang

16:06rentang kehidupannya gitu ya. Dari mulai

16:09ee mulai kehamilan gitu ya, mulai

16:11kehamilan atau mungkin sebelum kehamilan

16:13atau bahkan sebelum sebelum jadi janin

16:16gitu ya. Mungkin pada saat ee konsepsi

16:19prakonsepsi. Nah, itu sudah sudah mulai

16:21dipikirkan seperti apa gitu ya. Nah,

16:23dari mulai itu sampai ke lanjut usia

16:25gitu ya. nanti intervensinya disesuaikan

16:28pada setiap tahap perkopangan. Nah, jadi

16:30nanti sifat pendekatan ini em holistik

16:33ya di holistik ee terintegrasi dan juga

16:37dia berpusat pada kelompok sasaran. Nah,

16:39itu di sini tujuannya adalah supaya

16:42semua orang Indonesia itu melewati fase

16:44kehidupannya dengan kondisi sehat ya.

16:47Jadi tidak apa namanya tidak

16:49terpisah-pisah gitu ya. ee masing-masing

16:51itu sudah punya sudah punya layanannya

16:54tersendiri ee yang itu akan di akan

16:58disambungkan dengan fase berikutnya gitu

17:01ya. Oke. Nah, selanjutnya ini tahapan di

17:05siklus manusia itu tadi ya ee dari mulai

17:07ibu hamil gitu ya, dari mulai ibu hamil

17:10kemudian juga ee bayi lahir terus ee

17:14balita gitu prasekolah, kemudian begitu

17:17sekolah ee dan remaja sampai ke dewasa

17:20lanjut usia. Nah, ini itu setiap

17:22tahapannya itu saling berkaitan gitu ya.

17:24Saling berkaitan. Bahkan ketika dibilang

17:27kondisi kesehatan ibu mempengaruhi

17:29bayinya itu itu sudah jelas. Salah satu

17:32contoh yang gampang ee gampang

17:34dimengerti ketika ibunya itu punya ee

17:37apa namanya? Punya riwayat DM gitu ya.

17:39Itu nanti akan nurun kan ke anaknya ya.

17:42Akan nurun ke anaknya. Anaknya juga akan

17:43berpotensi untuk terjadi DM juga

17:46hipertensi gitu ya. atau mungkin ibunya

17:48misalnya ee apa namanya? Tertular

17:51penyakit ee menular yang

17:53sifatnya diturunkan melalui janin

17:57misalnya gitu ya, seperti HIV atau

17:58mungkin penyakit e menular seksual itu

18:01nanti ke anaknya juga kan akan ada apa

18:04ada efeknya gitu ya. Entah itu cachatan

18:06ataupun apa gitu. Nanti akan berlanjut

18:08ya di sini setiap tahap saling berkaitan

18:10gitu ya. terutama kondisi kesehatan ibu

18:12mempengaruhi bayi, kondisi bayi

18:14mempengaruhi anak dan seterusnya ya

18:16sampai ke lanjut usia gitu ya. Nah, ini

18:19makanya di apa di sangat diperhatikan ee

18:22terkait dengan siklus hidup siklus

18:25hidupnya gitu ya. Nah, kemudian eh

18:28continuum care dalam pelayanan kesehatan

18:30ya saling berkesinambungan. Nah, ini

18:32mulai berkesinambungan waktu. Jadi

18:34pelayanan itu dimulai dari sebelum

18:36hamil, kehamilan, kemudian persalinan

18:38sampai lansia ya. Kemudian tempatnya

18:41juga sama ee harus bisa saling

18:43terhubung, tidak ada lagi terotak-kotak

18:45yang namanya pelayanan itu harus di

18:47Puskesmas saja atau hanya di rumah sakit

18:48saja. itu di rumah dimulai dari rumah

18:51sudah mulai ada continuum of jadi harus

18:53ada perawatan ee apa namanya sekarang

18:57kan sudah sudah banyak dikenal ya

18:59namanya perawatan rumah gitu ya komfisit

19:01segala macam itu dengan eh kontinue

19:03dengan konsisten itu sudah dilakukan

19:05jadi dari rumah kemudian juga ee ada

19:08posiandu di sana kemudian juga ee

19:10puskesmas itu saling berkesinambungan,

19:12saling terhubung semua karena

19:14kadang-kadang kita bisa perhatikan ee

19:17kesehatan sosok seorang itu dari

19:19keluarganya gitu ya, keluarganya ada di

19:21rumah. Ee ada siapa saja yang di rumah

19:23dan sebagainya, ada berapa orang di

19:25rumah itu nanti kesinambungan saling

19:27mempengaruhi gitu. Kemudian juga

19:29kesinambungan ee ee pelaku ya ee

19:32kesinambungan pelaku itu tidak cuma

19:34dengan apa namanya tidak cuma ee tenaga

19:38kesehatan atau tenaga medis dengan

19:39pasien, tapi juga antar tenaga

19:42kesehatan. Antar tenaga medis itu saling

19:45terintegrasi. Jadi tidak tidak sendirian

19:47kan ketika misalnya seseorang datang ke

19:50ke tempat layanan kesehatan mengeluhkan

19:52sesuatu kesehatannya itu beberapa

19:54beberapa profesi itu akan saling

19:56terhubung ya. Saling terhubung dan ini

19:58harus saling ee apa namanya melimpahkan

20:01tanggung jawabnya. Artinya bukan

20:02melimpahkan tanggung jawabnya kemudian

20:04lepas tangan bukan maksudnya ee

20:06menginformasikan gitu ya men-sharingkan

20:09bahwa seseorang ini punya penyakit

20:10gini-gini gini dia harus dilakukan ee

20:13apa penanganan seperti ini dan

20:14sebagainya. itu ada kesinambungan gitu

20:16ya, jadi saling terkait

20:20ini. Nah, kalau lihat di situasi

20:23kesehatannya memang ee apa namanya beban

20:26masalah kesehatan itu sudah terjadi pada

20:28seluruh siklus kehidupan dari mulai

20:31bayi, balita, dan anak kep sekolah

20:32misalnya eh informasi terkait dengan

20:34stunting ya. stunting ini kan sudah eh

20:38saat ini angkanya lumayan tinggi nih

20:39dari dari SK 2023 itu masih cukup tinggi

20:42eh 21,5 gitu ya. Nah, ini ee harapannya

20:47bisa terus ditekan e di

20:502030 kalau enggak salah ya itu penginnya

20:52ditekan sampai ke angka 12 gitu ya. Nah,

20:55ini kita belum tahu kalau misalnya

20:56seperti apakah bisa bisa ditekan sampai

21:00segitunya gitu ya ee dalam waktu 7 tahun

21:02dari mulai 2023 atau mungkin banyak

21:06tantangannya pasti. Nah, kemudian di

21:08anak sekolah juga sama banyak ee

21:09kasus-kasus anemia. Kemudian juga bahkan

21:12ya anak sekolah dan remaja itu sudah

21:14mulai banyak yang ee terkena apa namanya

21:18ee kesehatan jiwanya gitu ya. Ya,

21:21terkena gangguan jiwanya. Ini juga jadi

21:22jadi permasalahan, jadi petantangan.

21:24tersendiri. Ada apa gitu ya ee di

21:27anak-anak muda sekarang gitu ya. Kok

21:29bisa ada ee yang terkena gangguan atau

21:33kesehatan jiwanya ee mulai terakh gitu.

21:35Kudian di dewasa lansia, nah ini

21:37biasanya paling banyak itu di obesitas

21:40kemudian hipertensi dan juga ee gula ya

21:42ee gula darahnya tinggi. Nah, masalahnya

21:46ini masih sedikit yang ee melakukan

21:49screening terutama untuk yang penyakit

21:51tidak menular gitu. Jadi ini menjadi

21:54tantangan kita ya, jadi tantangan kita

21:55untuk bisa melakukan ee apa namanya

21:58promosi ke masyarakat ee bagaimana

22:00mereka itu bisa melakukan screening-nya

22:03gitu ya untuk e penyakit-penyakit di

22:05masing-masing tahapan ee siklus

22:07kehidupan tersebut. Nah, karena kalau

22:10misalnya bisa melakukan screening

22:11tentunya bisa terdeteksi lebih awal dan

22:14bisa dikelola lebih awal supaya ee

22:16terhindar dari kekarahan ee kematian

22:18yang ee mungkin lebih cepat k gitu ya.

22:21Nah, ee ada beberapa ee 10 besar ya

22:25beban kesakitan dan kematian yang ee

22:28setiap siklusnya ini

22:32di setiap siklusnya ini ada tercatat

22:33gitu ya. Padahal sebetulnya 10 beban

22:37besar ini itu bisa dicegah gitu ya. Ini

22:39masing-masing nih masing-masing ee usia.

22:41di balita ada gitu dan di anak-anak ee

22:44di remaja ada, di dewasa juga bahkan

22:47lanse itu ada dan masing-masing ini yang

22:49mungkin yang datanya cukup ee apa

22:52namanya yang jadi sangat

22:54em apa namanya yang merah-merah itu ya.

22:57Itu yang perlu jadi persoalan yang

23:00benar-benar perlu di apa namanya

23:02dihatikan betul ya penyakit menular

23:05kemudian juga malnutrisi dan sebagainya.

23:08Kemudian

23:09ee

23:11ini semuanya bisa dicegah, bisa dicegah

23:13sebetulnya. Jadi

23:15ini menjadi PR buat kita bagaimana cara

23:17mencegahnya ke masyarakat.

23:20Nah, selanjutnya, [berdehem] nah ini

23:22sedikit apa namanya mengingatkan terkait

23:25dengan peran dari platform profesi yang

23:28ada di Poltekes ini gitu ya.

23:30Kolaborasinya seperti apa sih sebetulnya

23:31gitu ya. Jadi di teknik radiologi itu

23:34tentu ee nanti akan membantu pencitraan

23:36diagnosis ya untuk deteksi dini,

23:39kelainan tumbuk kembang dan penyakit ya

23:41ee misalnya eh apa namanya streaming TV

23:45gitu kan pasti ada radiologinya gitu ya.

23:46Nah ini juga perlu dibantu bagaimana ee

23:49membuat imaging-nya yang sangat ee apa

23:53namanya yang akurat gitu ya. jangan

23:55sampai salah baca atau mungkin salah

23:57salah angle e pengambilan foto dan

23:59sebagainya dan juga termasuk nanti

24:01radiasinya juga harus di dijaga.

24:03Berikutnya keperawatan. Nah, keperawatan

24:05tentu di asuhan keperawatannya. Nah,

24:07yang apa namanya? Yang menarik kalau di

24:10keperawatan itu dia mulai ee apa nam

24:12menerima pasien melakukan asuhan

24:14keperawatan itu sambil melakukan edukasi

24:17bagaimana pendekatan ke pasiennya gitu

24:19ya. ee sambil melakukan pemantauan ya,

24:22pemantauan kesehatan itu melakukan

24:24edukasi terus gitu. Jadi ee sejauh ini

24:27bisa dibilang keperawatan itu yang

24:29paling dekat dengan pasien gitu ya. Bisa

24:31dibilang seperti itu karena memang itu

24:33yang melakukan asuhan ya ee asuhan

24:35keperawatan dari mulai dia datang ee dia

24:39datang apa namanya mengelukan sakitnya

24:41sampai kemudian dia diberikan pengobatan

24:43dan akhirnya keluar. Bahkan pemantauan

24:45berikutnya pun, kontrol rutin berikutnya

24:47pun pasti akan terus dilanjutkan.

24:50asuhan keperawatan. Kemudian di RMIK

24:52dengan rekam medik. Ini penting nih

24:54karena suatu apa kegiatan kalau misalnya

24:57tidak di dikelola ee

25:00perekamanpereekamannya atau pencatatan

25:02laporan itu akan useless gitu ya, tidak

25:05akan berguna. Nah, jadi kita tidak bisa

25:08mantau seseorang gitu ya. N kalau

25:09misalnya ini bagus pencatatannya dari

25:12mulai awal sampai akhir tidak ada yang

25:14bolong. Bahkan kalau misalnya ada yang

25:16bolong nih ee rekam mediknya misalnya

25:18itu ya. ada bolong nih e misalnya ada

25:20analisis yang tidak lengkap atau

25:21misalnya obat yang mungkin belum input

25:23atau mungkin ICD10 yang belum di-update

25:26itu mereka medik itu berhak untuk bisa

25:29mengingatkan eh apa namanya tim yang

25:32berwenang atau punya punya kepentingan

25:34untuk mengisi itu, untuk melengkapi itu.

25:36Itu harus diingatkan supaya nanti data

25:39rekam medik ini harus betul-betul

25:40lengkap gitu ya. Harus betul-betul

25:42lengkap dan ini menjadi arsip sepanjang

25:44masa ya. ee bahkan kan katanya tidak

25:46boleh dihancurkan ya. Ee kalau yang

25:49waktu itu apa namanya? Reka medik yang

25:51sifatnya kertas itu enggak boleh

25:52dihancurkan selama berapa tahun? 5

25:54sampai 10 tahun gitu. Sekarang kan udah

25:57udah dalam bentuk elektronik semuanya.

25:59Sudah dalam bentuk elektronik semua itu

26:01pasti akan disimpan terus gitu selama

26:04servernya masih cukup gitu kan. Jadi

26:06tidak akan dihapus. Jadi tentu harus

26:08bagus gitu ya supaya kita bisa

26:10beranalisis. Saat ini tantangannya

26:13adalah di reka medik yang memang masih

26:15masih apa ya namanya masih manut-manut

26:17aja pokoknya terserah dokternya lah yang

26:19ngisi seperti itu gitu ya. Ee padahal

26:21ternyata pas begitu kita cek analisis ya

26:24kebetulan saya epidemiolog cek analisis

26:26banyak yang bolong-bolong yang harus

26:27dikonfirmasi ulang itu kan jadi PR

26:29banget gitu ya jadi PR banget nanti

26:31ngulang lagi pelacakan lagi itu

26:32benar-benar repot banget. ini pentingnya

26:34untuk ee teman-teman ee RMIK nih eh

26:37tantangannya seperti itu kira-kira satu.

26:39Kemudian di teknologi laboratorium medik

26:41ini juga pemeriksaan laboratorium

26:42penunjangnya untuk melakukan screening,

26:44deteksi penyakit ini betul-betul

26:46dibutuhkan sekali ya ee konsentrasi dari

26:49teman-teman ini teman-teman ee TLM

26:51karena saat ini semuanya berbasis

26:53laboratorium. Jadi laboratoriumnya

26:55akurat, ee reagen yang tepat, kemudian

26:58alat yang tepat, bagaimana cara ee apa

27:01nam mempelajari cara kerja alat itu

27:03betul-betul harus dikuasai ini

27:05teman-teman. ee tel ini kurang lebih ini

27:08supaya bisa nanti ee dari semua usia

27:11gitu ya, dari semua usia itu bisa

27:13betul-betul terdeteksi dengan tepat

27:15karena kan pasti akan apa namanya

27:17perlakuan setiap setiap siklus hidup

27:20pasti akan berbeda gitu ya untuk bisa

27:22pengambilan ee apa sampelnya gitu. Oke.

27:26Nah, sekarang kita masuk ke sini ke

27:28masalah kesehatan ibu, anak, dan

27:30Nah, jadi ee saat ini kita tahu bahwa

27:33angka kematian ee apa namanya? Angka

27:36kematian ibu di Indonesia itu masih

27:38masih besar ya, tantangannya masih ee

27:42besar, bahkan angkanya itu tergolong

27:44tinggi di kawasan AS Sean. Nah, jadi

27:47bahkan ee apa namanya? Di sini ada angka

27:51kelahiran apa ya namanya?

27:54Angka kelahiran,

27:56angka kematian maternya, angka angka

27:58kematian ibunya itu masih cukup tinggi

28:00ya, 197,3 per1.000 kelahiran hidup itu

28:03di global. Kalau di Indonesianya 140,5

28:07ini masih tinggi juga gitu ya. Masih

28:09tinggi juga. Nah, ini padahal sebetulnya

28:12bisa dicegah gitu ya, bisa dicegah ee

28:15dengan deteksi dini dan penanganan yang

28:17tepat waktu ini sebenarnya betul-betul

28:20bisa dicegah kematian ibu itu. Nah,

28:22biasanya ada empat faktor yang terlalu

28:25ya. Nikah terlalu muda atau bahkan

28:28mungkin terlalu tua gitu ya untuk bisa

28:30hamil gitu ya. Kemudian ee jarak yang

28:32terlalu sering ya jarak ee jarak apa?

28:36Sering hamil gitu ya atau mungkin

28:38terlalu dekat jaraknya. Nah, itu juga

28:40sangat sangat ee berkontribusi untuk ee

28:42terjadinya angka kematian tibu yang ee

28:44meningkat gitu. Kemudian akses juga sama

28:47akses dan kualitas layanan ANC eh anten

28:50care serta persin menjadi kunci

28:51penjagaan juga. Nah, ini ya ini

28:53kondisinya seperti ini kira-kira. Jadi

28:55tantangannya memang masih cukup tinggi.

28:57Ee ini PR kita semua sebetulnya. Bahkan

29:01kalau misalnya silakan di apa namanya ee

29:03kalau misalnya di dipikirkan

29:06peran masing-masing masing-masing ee

29:09teman-teman yang ini gitu ya yang hadir

29:11sekarang poetes itu pasti akan ada

29:13kebayangnya kira-kira orang yang mau ANC

29:16gitu untuk yang hamil itu kira-kira apa

29:17saja sih peran saya gitu. Peran saya

29:20masing-masing itu apa? Kalau kalau

29:21keperawatan sudah jelas ya. Terus

29:23misalnya ee apa namanya ee radiologi itu

29:28kan pasti nanti sudah mulai USG-nya

29:30seperti apa. Kemudian juga ee hal-hal

29:32yang berkaitan terkait dengan kehamilan

29:34itu pasti akan sangat terlibat termasuk

29:36juga yang laboratoriumnya biasanya. Nah,

29:40itu itu sangat-sangat ee apa namanya?

29:44Ee saling saling terlibat gitu ya untuk

29:47bisa melihat dan mengamankan situasi

29:50kesehatan ibu ini. Nah, berikutnya ini

29:53ya yang utama biasanya masalah kesehatan

29:55ibu itu perdarahan ya. Penyebab kematian

29:58ibu paling sering itu ada perdarahan.

30:00Perdarahan yang ee apa namanya? Yang

30:03cukup masif misalnya karena plasentopia

30:06ataupun apa gitu ya. ee pada saat

30:09persalinan itu menjadi masalah gitu ya.

30:11Kalau misalnya ternyata plasent

30:12perapiannya total gitu ya, menutupi

30:14jalan itu kalau misalnya ternyata salah

30:16diagnosis gara-gara USG-nya salah dan

30:19sebag itu akan sangat ee mempengaruhi

30:21terjadinya perdarahan ini. Kemudian ada

30:23hipertensi ya, hipertensi atau

30:25terjadinya eh preeklamsi atau eklamsi

30:28gitu ya. Ee itu juga sangat

30:30berkomplikasi ya ee berisiko untuk

30:33terjadinya komplikasi berat. Kemudian

30:35infeksi. Nah, ini juga penting kalau

30:37misalnya kita tidak memperhatikan

30:39masalah infeksi terutama pada saat ni

30:42akan ee apa namanya menjadi masalah

30:46besar buat ibunya gitu ya. Padahal pada

30:49saat lahir ee normal-normal saja tapi

30:52karena penanganan ee persalinannya tidak

30:54optimal gitu ya misalnya karena ee tidak

30:57steril dan sebagainya itu akan

30:58menyebabkan kematian pada ibu. Ya, itu

31:00jadi masalah besar. Kemudian anemia ini

31:03juga masalah ya ee kurang gizi kronis.

31:06Anemia meningkatkan risiko komputasi

31:07kehamilan. Nah, ini ada catatan di SK

31:11itu 27,7%

31:14ibu hamil mengalami anemia atau 3 dari

31:1610 ya 3 dari 10 ee orang hamil itu ya

31:20ibu hamil itu mengalami anemia. ini kan

31:22jadi masalah juga ya 3 dari 10 gitu

31:25berarti kan banyak gu ya berarti kan

31:27tidak tidak tertangani dengan dengan

31:29cukup baik atau mungkin tidak terdeteksi

31:30dari sejak awal atau bisa jadi karena

31:32memang ANC-nya yang kurang jadi tidak

31:34tidak apa namanya tidak terawasi dari

31:37awal ini penting aplikasinya.

31:41Nah kemudian situasi kesehatan anak nih

31:43di Indonesia atau kematian bayi juga ee

31:46bisa menggambarkan kualitas pelayanan

31:48kesehatan ibu dan anak sebetulnyaitu ya.

31:50Nah, dan ini sebagian besar terjadi pada

31:53periode neonatal ini 28 hari ee pertama

31:56kehidupan ya. Begitu lahir 28 hari itu

31:59kan dilihat tuh si bayi kan sangat

32:01rentan gitu. Si bayi sangat rentan.

32:04Nah, ini sekarang angkanya itu masih ee

32:08di atas 16 ya. Di atas 16 ee apa

32:11namanya? Per1 ser 1000 kelahiran hidup

32:13ya. 16% per 1000 kelahiran hidup.

32:16ini masih cukup tinggi. Nah, masih cukup

32:19tinggi. Nah, ee kalau dilihat dari angka

32:22kunjungan neonatalnya itu ternyata yang

32:25lengkap itu yang lengkap ee ada riwayat

32:29kunjungan yang lengkapnya itu cuman

32:31enggak nyampai 50% ya, masih rendah

32:34sekali gitu. Jadi yang anak-anak balita

32:36yang ee apa namanya di ditacing ke

32:39belakang gitu ya, terutama yang misalnya

32:42dia sakit gitu ya ee setelah setelah 28

32:46hari pertama kehidupan itu ternyata yang

32:48kunjungannya lengkap juga enggak nyampai

32:50ee apa namanya masih banyak maksudnya

32:53kunjungan yang tidak lengkap itu masih

32:54banyak gitu ya. Yang lengkap itu baru

32:56dikur ini penting sekali. Nah, yang

33:00masalah itu yang paling besar adalah ini

33:03ya. Jadi BBLR ya, berat bayi lahir

33:06rendah gitu ya. Ee apa kondisi gizinya

33:09pada saat hamil itu tidak diperhatikan

33:11sehingga dia berat bayinya lahir rendah

33:13gitu. Nah, ini kalau sudah BBLR atau

33:16bayi-bayi prematur segala macam itu bisa

33:18meningkatkan risiko pesakitan dan

33:20kematian pada bayi. Makanya kan

33:22betul-betul diawasi ketat ya ketika

33:25ternyata lahirnya itu BBHR. Kemudian ada

33:27lagi pneumonia. Nah, pneumonia ini kan

33:29penyebabnya juga banyak ya. Infeksi

33:31saluran nafas ini bisa jadi karena

33:33memang ee apa namanya pada saat lahir ee

33:36itu ada infeksi gitu. Ada bisa juga

33:39karena ada ee pengaruh dari orang

33:41sekitarnya misalnya orang tuanya merokok

33:43dan sebagainya itu penyebab kematian

33:45tersering juga. Kemudian diare ini juga

33:48jadi masalah gu ya terkait sanitasi dan

33:50gizinya ya. Ini orang kalau lagi kalau

33:54diare terus-terus ya bisa menyebabkan

33:56dehidrasi yang sangat parah dan akhirnya

33:58menyebabkan kematian. Stunting. Nah, ini

34:01yang tadi yang dari awal sudah di sudah

34:03di ee apa namanya? disinggung ya. Jadi

34:05gangguan tubuh kembang akibat ukuran

34:07yang kronis. Jadi masalah yang sangat

34:09besar di Indonesia. Sehingga di sini

34:11kita bisa melihat bahwa penyebab

34:13kematian itu angkanya juga sangat

34:15tinggi. Ya, kalau di sini kita

34:17bandingkan di kanan kiri penyebab

34:19kematian ibu kebanyakan di komplikasi

34:21nonobstetrik tadi ya. Ee kemudian

34:23hipertensi, kemudian juga perdarahan.

34:25Ini ee sangat relevan dengan tadi yang

34:27saya sampaikan di awal datanya sangat

34:29tinggi. Kemudian di penyebab bayi

34:31gangguan respirasi kardiovaskular tadi

34:33ya, pneumonia ya. Kemudian juga mungkin

34:35ee gangguan jantung dan sebagainya dan

34:38BLR prematur. Kemudian juga infeksi ini

34:41ee cukup tinggi ya ee cukup tinggi ee

34:44angkanya ya. Ini yang menyebabkan

34:45kematian ibu dan bayi.

34:48Nah, jadi Indonesia saat ini menghadapi

34:50triple burden of malnutrition gitu ya.

34:52Jadi bisa apa namanya anak balita gitu

34:56ya. Eh untuk kekurangan zat fizi makro

34:59ini jadi 19,8% balita mengalami

35:02stunting. Nah, kemudian juga ada

35:04underweight ya. Kemudian juga ini

35:08biasanya dimulai dari ibu hamil. Ibu

35:09hamilnya kekurangan gizi ya. Nah,

35:12kemudian yang kedua ada kekurangan zat

35:14gizi mikro. Kalau tadi makro ini mikro

35:15yang vitamin dan mineral itu ee dimulai

35:18dari wanita usia subur ya, dari wanita

35:20yang belum nikah nih. Jadi satu dari

35:22lima wanita usia subur mengalami anemia.

35:24Ini aja sudah jadi masalah. Begitu nikah

35:26ya dia tetap ee kalau tidak tidak

35:28ditahan dia tetap anemia sampai hamil

35:30anemia gitu kan. Kemudian nanti

35:32anak-anaknya juga akan terjadi anemia

35:34gitu karena memang diawali dari bayi

35:36dari orang tuanya ibunya sudah anemia ee

35:40gitu. Tapi ini bukan berarti keturunan

35:42ya belum tentu jadi keturunan ee karena

35:45kita pandemia itu kan banyak macam ya

35:49banyak macamnya gitu ya. Apakah dia

35:50memang kekurangan ee apa rendah HB atau

35:53mungkin dari ada masalahasalah di

35:55pembentukan sel darah merah ini jadi

35:58masalah juga kan kalau misalnya dia

36:00kurang vitamin dan mineral ya gizi mikro

36:02tentu akan mengalami hal-hal seperti

36:04itu. Ditambah lagi sekarang yang yang

36:06jadi lagi tren gitu ya, overweight

36:07obesitas

36:10trend nih ya. Balita overweight.

36:12Kemudian juga remaja mulai remaja sudah

36:14mulai overweight bahkan ada remaja yang

36:16sudah obesitas gitu kan. Ini jadi

36:18masalah sebetulnya ya. Ee laki-laki

36:22ee juga overweight. Paling banyak

36:23perempuan ya paling banyak perempuan

36:25yang overweight. Ini yang jadi persoalan

36:28ya overwight dan obesitas ya maksudnya

36:30yang perempuan itu paling banyak. Jadi

36:32nanti obesitas itu ada dua ya

36:33teman-teman. ada obesitas sentral yaitu

36:36ukuran lingkar perut. Silakan diukur

36:38lingkar perutnya ya. Ee apakah sudah

36:41mulai mengalami apa namanya obesitas

36:44atau tidak dari lingkar perut dan juga

36:46dari IMT ya. IMT itu indeks massa tubuh

36:50ya. Indeks massa tubuh itu BB/TB ya.

36:53Berat badan perting tinggi badan. Ee

36:55tinggi badannya dikuadratkan dalam cm.

36:58Nah, ini menjadi eh sori dalam meter.

37:01Nah, ini jadi jadi satu ukuran juga

37:03supaya orang itu punya apa? Punya

37:06masalah nutrisinya enggak gitu.

37:08Nutrisinya kurang salah, kelebihan juga

37:11salah. Ya, itu yang jadi yang harus

37:13diperhatikan. Dan ini ketiganya bisa

37:16terjadi bersamaan dalam satu populasi,

37:19bisa terjadi bersamaan. Ini jadi ee apa

37:22namanya ee apa ya istilahnya

37:27jadi tantangan buat kita ya untuk bisa

37:30diperhatikan. Bisa jadi kan ada yang

37:32underweight juga anemia gitu ya. Ini

37:34juga harus diperhatikan.

37:36Nah ini ya eh sedikit menghighlight aja

37:39bahwa stunting ini sekarang ancaman

37:41kualitas. J kondisi gagal tumbuh ya

37:45karena kekurangan gizi pronis jadinya

37:47jadinya badannya jadi pendek gitu ya ee

37:50dan sering terjadi infeksi berulang.

37:52Kemudian juga stimulasi dari sejak awal

37:56ee sejak lahir itu tidak memadai sejak

37:58dari kandungan sampai usia 2 tahun. Jadi

38:00pada saat periode emas itu enggak

38:01memadai itu terancam untuk ee terjadinya

38:04stunting. Kalau dampak jangka pendeknya

38:06sih jelas daya taat tukur rendah, mudah

38:08sakit. yang panjangnya udah kognitif dan

38:11kognitivitasnya pasti menurun. Orang

38:13yang stunting itu biasanya ee apa

38:15namanya? Karena daya tahan turunnya

38:18rendah gitu jadi produktivitas belum

38:19gampang sakit soalnya kan jadi enggak

38:21bisa kerja, enggak bisa melakukan

38:22aktivitas yang ee cukup melelahkan itu

38:25tidak bisa dan ini irreversibel kalau

38:27tidak cepat-cepat di tangan. Ini ee

38:30masalah di 1000 hari pertama kehidupan

38:32ya. Jadi sejak konsepsi sampai anak usia

38:352 tahun atau diiden period ini. Nah,

38:38berikutnya di program KIA dan program

38:40gizi ya. Ee ini ee apa namanya? Hampir

38:44sama sebetulnya dengan yang tadi. Nah,

38:46jadi ini perlu berkesinambungan dari

38:48sejak sebelum hamil sampai anak berusia

38:505 tahun. Ya, ini tujuannya kita ingin

38:53menurunkan ee angka kematian ibu dan ee

38:56bayi. Kemudian juga ee akses pasien

38:59gasnya untuk diperluas dan didekatkan

39:02gitu ya. didekatkan dengan masyarakat

39:04dan pemantauannya bisa berkelanjutan

39:06yaitu dengan ee menggunakan buku KIA.

39:09Ini ini menjadi apa namanya satu

39:12ee apa namanya ide juga buat teman-teman

39:14rekam medik ya untuk membantu yang bisa

39:16dibawa pulang gitu. Jadi kan catatannya

39:18bisa tersambung ya antara yang ee

39:21catatan yang Ibu bawa pulang gitu ya ee

39:25dengan buku KIA tadi dengan catatan

39:27rekam medik itu harus sama. Jadi

39:29betul-betul berkesinambungan pemantauan.

39:32Nah, ini jadi pelayanan KIA sepanjang

39:33siklus hidup mulai dari masa kehamilan

39:35ya, minimal 6 kali pemeriksaan kehamilan

39:37itu ya termasuk dilakukan USD

39:40pemeriksaan laboratorium, kemudian juga

39:42persalinan ya itu harus ditolong oleh

39:44tenaga terlatih, kemudian ee massa nifas

39:48ya untuk mencegah komplikasi itu harus

39:49dipantau betul dari infeksi dan kemudian

39:52neonatal dan balita. Nah, ini ee 1000

39:55pertama kehidupan ya, 1000 hari pertama

39:57kehidupan ini betul-betul harus dipantau

39:59ee apa namanya kesehatannya sampai

40:02pemantauan tubuh kembangnya.

40:04Oke. Nah, saat ini yang ee apa namanya?

40:08Yang jadi tantangan itu

40:11orang yang ibu hamil yang melakukan ANC

40:14ya, antenat care itu yang betul-betul

40:16komplit gitu ya. Ee en kali kontak

40:19minimal gitu itu masih ee 17,6%. Jadi

40:23masih rendah gitu, masih rendah, masih

40:25banyak yang bolong-bolong. Nah, ini

40:26gimana gimana PR-nya buat kita supaya

40:29bisa mengingatkan kepada masyarakat

40:30kalau lagi hamil ya berkunjunglah

40:32minimal en kali selama periode kehamilan

40:36gitu ya.

40:389 bulan kan ee 9 bulan nanti di

40:40akhir-akhir itu kan itu biasanya sudah

40:42mulai sering ini minimal 6 bulan atau en

40:46kaliah gitu harus ada kunjungan ke

40:49tenaga kesehatan supaya bisa diperiksa

40:52kehamilan jangan sampai ada yang

40:54kecolongan.

40:56Oke. Nah, program perbaikan gizi

40:58masyarakat ya itu dimulai dari ee apa

41:02namanya untuk menanggulangi masalah gizi

41:03kurang itu dimulai dari ibu hamil ya.

41:06Jadi bukan cuman anak-anak saja nih,

41:08apalagi sekarang ada ada program MBG ya,

41:11merupakan salah satu ee PHTC juga

41:13program hasil terbaik cepat presiden

41:15juga gitu kan. Tapi bukan cuman itu

41:17gitu, tapi mulai dari ibu hamil

41:18sebetulnya untuk memperbaiki masalah

41:21gizi kurang karena nanti akan

41:22mempengaruhi stantri kalau cuman dimulai

41:25dari anak sekolah itu sebetulnya sudah

41:27terlambat ya. Jadi perhatian perhatian

41:30makanan, pemberian makanan tambahan itu

41:31sejak ibu ibu hamil, terutama ibu hamil

41:34yang kurang ee gizi ya, yang kurang gizi

41:37dan balita gizi kurang. Nah, sementara

41:39yang disasar oleh MBG kan anak-anak

41:41sekolah ya. Nah, untuk balitanya itu

41:44belum nih. Nah, ini jadi PR nih buat ee

41:46buat kita semua kira-kira nanti ke depan

41:47seperti apa supaya si balita ini bisa

41:49terjaga dari mulai ibu hamil juga

41:51terjaga. Kemudian suplementasi gizi ee

41:54tentu untuk ibu hamil pemberian tablet

41:56tambah darah ya vitamin A ya kemudian

41:59juga taburiah. Kemudian juga pemantauan

42:01status gizinya penimbangan rutin di

42:03Posiandu setiap bulan. Ini juga penting

42:05untuk bisa dilakukan ee apa namanya ee

42:10untuk pemantauan yang lebih rutin gitu

42:12ya. Jadi kalau misalnya ada hamil yang

42:15ini ya yangu hamil gitu ya atau imbalita

42:17itu harus betul-betul dipantau

42:20diyakinkan mereka itu bisa hadir di pos

42:22gandu secara rutin ya melakukan

42:24penimbangan, kemudian juga ee pemberian

42:27ee suplementasi jika diperlukan dan

42:29pemberian makan ini prioritasnya.

42:33Nah, jadi intervensinya sepanjang 1000

42:35hari pertama kehidupan itu dimulai tadi

42:36dari masa kehamilan. Kemudian ee masa

42:39kehamilan itu betul-betul dipantau ya. E

42:41kalau misalnya kurang berarti harus

42:43dilakukan PMT. Ee kurang kurang gizi

42:45lakukan PMT. Kemudian juga kalau

42:47misalnya ternyata di anemia langsung

42:48diberikan tablet tambah darah dan

42:50dipastikan pemeriksaan ANC-nya harus

42:52rutin. Begitu lahir 0 sampai 6 bulan

42:55anaknya harus langsung dilakukan

42:56inisiasi menyusulin ini dan AS

42:58eksklusif. Nah, ini penting nih. Nah, 6

43:01bulan jangan ditambah-tambah yang lain.

43:03Nah, kemudian setelah 6 bulan diberikan

43:06indikasi

43:08bisa kok bisa masuk

43:12to

43:12dengan secara berkala ya. Nah, sampai

43:15saat ini teman-teman ee apa namanya?

43:18diketahui bahwa eh untuk capaian aksi

43:22eksklusif itu masih masih kurang ya,

43:24masih 66% ya, masih 66,4%

43:28bahkan ee ini tercatat mengalami

43:31penurunan dibandingkan SKI 2023. Nah,

43:33ini kan jadi ee apa namanya? Jadi

43:36problem ya buat kita tantangan buat kita

43:38gitu ya. ee bagaimana caranya

43:40mempromosikan kepada masyarakat supaya

43:44bisa meningkatkan eksklusif ya ee kepada

43:47ibu yang baru melahirkan ee kepada

43:51anaknya gitu ya ee balitanya terutama 6

43:54bulan pertama lah paling enggak gitu kan

43:56ee maksimum sampai 24 bulan.

43:59Nah, berikutnya masalah imunisasi. Nah,

44:01ini konsep konsep imunisasi ya ee

44:03teman-teman. Jadi e konsep dasar

44:06imunisasi itu teman-teman mungkin paham

44:07imunisasi itu upaya membentuk kekebalan

44:09tubuh secara aktif terhadap suatu

44:10penyakit. Ee supaya nanti kalau misalnya

44:15terpapar gitu ya, terpapar itu tidak

44:17akan mudah sakit. Kalaupun dia sakit

44:19paling ya gitar-ringan aja gitu. Ini ini

44:21ee konsep dasarnya ya. Konsep dasarnya.

44:23Jadi melindungi seseorang individu dari

44:26penyakit yang bisa dicegah dengan

44:27imunisasi. Jadi ada beberapa penyakit

44:29yang bisa dicegah dengan imunisasi. Nah,

44:33nanti ee kumpulan orang-orang yang sudah

44:35diimunisasi itu akan ee akan menjadikan

44:40cakupan imunisasi yang akan menjadikan

44:43cakupan imunisasi dan menjadi

44:45orang-orang yang orang-orang dengan

44:47kelompok yang sudah terimunisasi atau

44:49kekebalan kelompok atau kita bisa

44:51katakan head immunity. Nah, ini ya jadi

44:54head immunity itu adalah melindungi

44:55kelompok rentan yang belum atau tidak

44:58dapat imunisasi. Kalau misalnya

44:59diilustrasikan di contoh yang sebelah

45:01kanan itu bisa dilihat teman-teman di

45:04sini.

45:21Nah, jadi teman-teman di sini bisa bisa

45:23lihat bahwa misalnya yang ee apa

45:27namanya? Yang biru ini adalah orang yang

45:29sehat tapi dia tidak ikut imunisasi.

45:32Nah, sementara yang merah ini adalah

45:33yang dia tidak ikut imunisasi tapi

45:35sakit. Nah, ketika misalnya ada ada yang

45:40ee dia apa ya? Tidak ada yang ikut

45:42imunisasi sama sekali gitu ya, tidak ada

45:44ikut imunisasi sama sekali ini dari

45:46orang-orang yang sehat ini tapi tidak

45:48ikut imunisasi. Orang yang sakit ini

45:50akan menyebarkan penyakitnya ya dengan

45:53cepat gitu ya. Dengan cepat gampang

45:55banget ya ketularan.

45:57Apalagi mereka anak-anak itu kan saling

45:59bermain gitu ya, saling bermain maka

46:01nanti akan jadi lebih banyak yang sakit.

46:02Ini kan sangat merugikan ya,

46:04Teman-teman. Nah, merugikan. Tapi coba

46:06kalau misalnya kita tambahkan. Nah, kita

46:08tambahkan ada sebagian orang yang

46:10mungkin ee apa namanya

46:13yang di sini ada beberapa yang dia ikut

46:15imunisasi ya, ikut imunisasi dan sehat

46:18ya. Ada empat orang lah, katakanlah

46:19seperti itu. Dan di sini yang sakitnya

46:21dan masih banyak yang belum ee di

46:24diimunisasi. Nah, ketika misalnya ee

46:27sebagian orang yang empat ini ada yang

46:29ikut sori yang lima ini ada ikut

46:31imunisasi, nah nanti

46:34apa penyebarannya mulai tidak sebanyak

46:36yang di atas ini. Artinya yang sudah

46:38imunisasi itu tidak akan kena sakit.

46:41Nah, ya tidak tidak akan kena sakit tapi

46:43yang sakit mungkin yang tidak

46:45diimunisasi.

46:46Nah, akan lebih menguntungkan ketika

46:48misalnya lebih banyak lagi yang

46:49diimunisasi. Nah, ya seperti ini. Jadi

46:52lebih sedikit yang mungkin yang ee apa

46:54namanya? Yang tidak sakitnya. Nah,

46:57ketika misalnya ada si ini apa namanya?

47:00Si yang sakit ini mulai ee menginfeksi

47:03gitu ya, akan mulai menularkan itu nanti

47:06benar-benar akan terhambat. Jadi tidak

47:08akan menularkan gampang menularkan ke

47:10yang lain. Jadi mulai sedikit yang

47:13sakitnya gitu ya. Bahkan kalau misalnya

47:15ternyata dia jaraknya jauh gitu katakan

47:18seperti itu ya, rumahnya mungkin jauh

47:19itu tidak akan gampang kena gitu ya.

47:21Kalau misalnya di sebagian besar yang

47:23ada di sekeliling orang yang sakit itu

47:25ternyata sudah dias.

47:27Nah, ini kekebalan kelompok ya. Nah,

47:29tinggal teman-teman mau pilih yang mana

47:31ya. Pilih pilih yang bawah pastinya kan

47:33tidak ingin ada anak-anak yang banyak

47:35yang kena sakit. Nah, ini menjadi PR

47:36juga buat kita karena masih banyak di

47:39luaran sana apa namanya ee komunitas

47:42yang memang sulit sekali untuk bisa

47:45divaksin gitu ya. Masih masih banyak

47:47sampai sekarang masih ada lah ya. Nah,

47:50nah ini [berdehem] kurang lebih ya ee

47:51imunisasi lengkap pada bayi. Jadi begitu

47:54lahir itu ada namanya HB0 hepatitis P eh

47:57sejak bayi lahir atau 0 bulan. Kemudian

48:00begitu umur 1 bulan itu diberikan BCG

48:02dan poliotetes ya. KPP 1 2 sampai 4

48:05bulan DPT, HB HIP ya, polio ee itu

48:09biasanya ee nanti menggunakan injeksinya

48:11itu pentavalen biasanya langsung 4 gitu

48:14ya PP. Nah, secara bertahap ya polio 1 2

48:183 gitu ya. Kemudian 9 bulan itu campak

48:20rubela dan 18 sampai 24 bulan itu

48:23biasanya ada indunisasi lanjutan yang

48:25lain gitu ya. Utamanya itu lengkap dulu

48:27yang ini nih yang empat pertama. Nah,

48:29pastikan empat langkah pertama ini di

48:32satu balita itu lengkap. Jadi kalau

48:34misalnya teman-teman ee mendapati ee apa

48:37namanya? pasien anak kecil itu harus

48:39selalu dicek imunisasinya sudah lengkap

48:41atau belum. Terutama yang anak-anak di

48:43bawah umur di bawah umur 9 bulan itu

48:46harus cek lengkap atau enggak gitu ya.

48:48Itu harus dicek. Nah, terus apa namanya?

48:52Tidak cuman tentu tidak cuman perawat.

48:54coba di ee yang lain juga harus tahu

48:56harus tahu ee apalagi kalau misalnya

48:58punya anak kan nanti kan itu harus harus

49:00juga bisa e aware terhadap ee jadwal

49:03imunisasinya.

49:04Oke. Nah, ini manfaat imunisasi dan juga

49:07peran dari tenaga kesehatan jelas ya,

49:09imunisasi itu mencegah penyakit berat

49:10tadi menurunkan risiko kesakitan,

49:12kematian, dan kecatatan kemudian juga

49:16efisiensi biaya kesehatan. Tentunya

49:17kalau namanya mencegah itu pasti lebih

49:19murah dibandingkan kalau misalnya

49:20mengobati komplikasi penyakit tentunya

49:22kan. Kemudian juga pencatatan dan

49:23edukasi. Nah, ini penting. Jadi, rekam

49:26medik harus betul-betul mencatat

49:27cakupannya ya. Mencatat cakupannya

49:30setiap anak itu harus dibetul-betul

49:31dicatat ee apa namanya? Imunisasinya.

49:35Jadwal imunisasinya itu harus dicatat

49:36apakah dia sudah mengikuti imunasi semua

49:38atau belum. Kemudian perawat dan tenaga

49:40kesehatan yang lain bisa membantu

49:42mengedukasi masyarakat gitu ya, supaya

49:43memastikan semuanya bisa mengikuti.

49:47Oke, berikutnya kita masuk ke sini ee

49:50cek kesehatan gratis ya. saat ini apa

49:52sih cek kesehatan gratis itu? Ini kan

49:54istilahnya program yang bisa dikatakan

49:57sebutannya baru. Sebutannya baru. Tapi

49:59kalau mau dicek kesehatannya sebenarnya

50:00sudah lama bentuknya screening ya kan

50:03screening. Tapi tidak dikatakan cek

50:04kesehatan bahkan digratiskan mungkin

50:06tidak.

50:08Nah ini adalah program hasil terbaik

50:10cepatnya Pak Presiden ya Presiden

50:12Prabowo saat ini ee kemudian ee masuk

50:15sebagai program kesehatan Kementerian

50:16Kesehatan mulai jalan sejak Februari

50:192025 ya. ee pemeriksaan kesehatannya

50:22gratis. Artinya gratis itu hal-hal yang

50:24berhubungan dengan ee apa namanya?

50:27Fasilitas kesehatan seperti

50:31bahan medis habis pakainya, kemudian

50:33juga ee apa semuumnya tidak ada tidak

50:36ada yang dikenakan pembiayaan gitu ya.

50:39Dan ini melibatkan seluruh kelompok usia

50:41pendekatan siklus hidup dari sejak bayi

50:43baru lahir sampai lanjut usia. Ini

50:45tujuannya apa? Untuk mengidentifikasi

50:47faktor risiko supaya masyarakat ee tetap

50:49sehat ya. jadi tidak berkembang menjadi

50:51sakit. Jadi sudah ketahuan duluan lah

50:52gitu ya sakitnya apa dan bisa langsung

50:54diberikan ee apa namanya diberikan ee

50:57edukasi supaya bisa menghindari faktor

50:58risiko tersebut. Kemudian kalau misalnya

51:00ternyata ee apa namanya?

51:04Ada kondisi para penyakit itu bisa

51:05terdeteksi lebih awal supaya tidak

51:07berkembang menjadi penyakit yang serius.

51:09Dan juga kalau ternyata sudah ada gitu

51:12ya, sudah ada ee penyakitnya itu sudah

51:14bisa dideteksi lebih awal dan bisa

51:16diberikan penanganan lebih lebih awal

51:17supaya bisa terhindar dari ee apa

51:20namanya penyakit yang lebih parah,

51:22komplikasi dan catatanya. Ini ini tujuan

51:25dari dari CKG sebetulnya walaupun

51:27mungkin ee idenya itu ide CKG itu tambah

51:31gratisnya aja. Kalau cek kesehatannya

51:33itu sudah udah udah udah lama ya kan ada

51:35MCU juga ya medik enggak ada mungkin

51:38eing tapi tidak tidak apa namanya tidak

51:42ee mungkin tidak

51:45komprehensif gitu. Nah, kalau dicek

51:46kesehatan gratis bisa dikatakan

51:48komprehensif dan mulai dari pendekatan

51:50siklus hidup dari mulai bayi baru lahir

51:52itu sudah ada cek kesehatan gratis.

51:56Nah, ini ya jadi ee kesehatannya sesuai

51:57dengan hidup dari mulai bay lahir sampai

52:00dewasa dan maksiat gitu ya dengan

52:02masing-masing ee apa namanya jenis

52:05skriningnya gitu ya. Jenis

52:06pemeriksaannya misalnya bayi-bayur lahir

52:08itu ada hipotiroid gitu kan. Ee penyakit

52:11jantung bawaan satu imunisasinya gitu

52:14ya. Kemudian balita dan prasekolah ada

52:16kelainan bawaan, pertumbuhan,

52:17perkembangan anak. Ini kan pentingnya

52:19untuk ee apa namanya? Menilai stunting

52:21lebih awal gitu ya. Sting lebih awal.

52:24Kemudian usia sekolah dan remaja bisa

52:26dilihat status gizinya bagaimana di ania

52:28atau enggak. Ada kesehatan indra gigi,

52:31kesehatan jiwa. Ya tadi kan

52:33masalah-masalah kesehatan bisa ditemukan

52:35di usia sekolah remaja itu banyak

52:38terutama yang kesehatan jiwa kan.

52:39bahkaning rokok karena ee bisa dibilang

52:43rokok sudah mulai ada di seap usia

52:46remaja gitu ya. Dewasa lansia ini sudah

52:48lebih lebih kompleks lagi ya. Ada

52:50tekanan darah, gula darah, kolesterol,

52:52resiko jantung ya, ginjal, TBC dan eh

52:55deteksi dinikat ini yang ee lengkap.

52:58Jadi dari mulai bay lahir sampai

52:59langsung. Nah, ee keterkaitannya seperti

53:02apa? Jadi ee kita me apa namanya?

53:07membagi untuk e apa namanya? Untuk CKG

53:11itu dari mulai CKG umum, CKG sekolah,

53:13CKG khusus. Jadi, CKG, CKG itu

53:16sebetulnya untuk membantu mencapai

53:17memperkuat capaian program ee KIA,

53:22KIA, gizi dan imunisasi ya supaya

53:24menjaring kondisi-kondisinya mungkin

53:26belum terpantau. Nah, ya. Jadi kalau CKG

53:28khusus itu catin nih calon pengantin ya,

53:30calon pengantin itu juga sudah ada

53:32CKG-nya untuk bisa diperiksa apakah dia

53:35ada bakat ee apa bakat apa istilahnya ee

53:38ada risiko risiko talasemia ya kan. Nah,

53:40itu juga harus harus diperiksa atau

53:42mungkin risiko anemia dan sebagainya itu

53:43nanti diperiksa di chatin atau mungkin

53:46ee apa namanya dulu kan kalau catin itu

53:48ada imunisasi ee ini ya tentang stok ya

53:52itu juga

53:54ada ibu hamil dan sebagainya. Kemudian

53:55CKI sekolah dari mulai anak usia sekolah

53:58ya 7 sampai 17 tahun dari mulai anak SD

54:01sampai dengan SMA. Kemudian eh di CKG

54:04umum itu jelas dari mulai anak ee baru

54:06lahir ya sampai ke dewasa lansia ya. dan

54:10ini berlaku 1 tahun. Kalau dulu

54:12istilahnya ada CKG ulang tahun ya yang

54:14apa namanya bisa diklaim pada saat

54:17tanggal ulang tahun. Cuman setelah

54:18dievaluasi di akhir

54:212025 itu kemudian ee apa namanya? Banyak

54:24yang banyak yang komplain gitu ya

54:26istilahnya banyak yang komplain ketika

54:28hari ulang tahun ternyata ee di hari

54:30libur sehingga tidak bisa komplain ke ee

54:32tidak bisa ee apa mengklaim ke Puskesmas

54:34karena Puskesmas tutup gitu ya. Atau

54:37mungkin misalnya dia lahirnya di tanggal

54:3929 Februari. Nah, itu kan jadi tidak

54:41bisa diklaim. Kalau tanggal 2025 kan

54:44ganjil jadi apa munculnya lagi nanti

54:46kabisat ya. Jadi ee muncul 4 tahun

54:49sekali ya kasihan gitu ya. Nah, seperti

54:51itu kira-kira. Jadi akhirnya di tahun

54:532026 kita rubah menjadi CKG umum yang

54:56bisa diklaim kapanpun gitu ya. Diklaim

54:58kapanpun yang penting nanti diulang di

55:00ee setiap tahun ya seperti itu. Jadi

55:02tidak tidak terbatas di hari ulang

55:04tahun. Jadi nanti teman-teman kalau

55:05misalnya masih ada yang e dengar ee

55:07masyarakat ee kan saya belum ulang

55:09tahun. Nah, harus diluruskan dengan

55:11kalimat ini ya gitu ya seperti itu.

55:14Sekarang sudah ada eh Juknis-nya sesuai

55:16dengan Kepmen CAS nomor 84 tahun 2026

55:20itu sebutannya menjadi CKG umum ya bukan

55:23CKG ulang tahun. Oke berikutnya. Nah,

55:26peran mahasiswa ee Poltekes ya seperti

55:28apa itu teknik radiologi tentu mendukung

55:30pencitraan diagnostik ya untuk

55:31mendeteksi kelainan seperti SP TB ituu

55:34kan. Kemudian juga ada ee USG untuk

55:36kanker dan sebagainya. Kemudian

55:38keperawatan bagaimana? Nah itu ini

55:39keperawatan eh jauh lebih banyak ya dari

55:43screeningnya, pertanyaan-pertanyaan

55:45edukasi pendampingan peserta CKG dan

55:47sebagainya itu dilakukan lebih intensif

55:50gitu ya untuk yang keperawatan. Kalau

55:51RMIK sudah jelas datanya harus

55:54betul-betul tercatat dengan rapi ya

55:57catat dengan rapi di aplikasi yang

55:59memang sudah ditentukan baik di satu

56:01sehat maupun aplikasi Puskesmas itu

56:03harus betul-betul rapi. Nah, sekarang

56:05ini eh kebetulan saya di eh apa namanya?

56:08Di tim kerja metabolik dan surveilance

56:10CHK itu kita banyak mendapati

56:12data-datanya banyak yang kosong di e-pus

56:15gitu ya, di di Simpus di aplikasi

56:18Puskesmas itu banyak yang data yang

56:19kosong tidak bisa kita lancar bahkan di

56:22ee apa namanya pengisiannya enggak betul

56:24gitu ya. ini ini perlu perlu jadi

56:27perhatian juga ya ee teman-teman dari

56:29rekam di teknologi laboratorium medik

56:31juga sama ee kita membutuhkan apa

56:34namanya akurasi ya akurasi em

56:38pemeriksaan hasil laboratorium yang

56:39mungkin saat ini banyak yang yang

56:41terkendala. Kemarin kita menemukan ada

56:43beberapa ee alat alat pemeriksaan gula

56:46darah itu mengalami kendala gitu ya ee

56:49yang

56:51hasilnya itu lebih banyak hipoglikemia.

56:54Jadi orang yang dia punya riwayat DM

56:56gitu kan datang ke puskesmas diperiksa

56:58pakai alat itu ternyata dia hipo gitu ya

57:00hipogimia jadi masalah gitu ya. Nah ini

57:03tentu untuk yang teman-teman yang TLM

57:05itu menjadi harus aware gitu ya terhadap

57:07alat-alat yang ee apa namanya berisiko

57:10bermasalah gu ya. Jadi pada saat

57:12misalnya ee apa namanya? Ternyata ada

57:14hasil yang mungkin kurang kurang

57:18mencurigakan gitu katakanlah gitu ya,

57:19itu harus betul-betul aware harus

57:21dibandingkan dengan yang alat yang lain

57:23yang memang sudah terkalibrasi gitu ya.

57:25Nah, itu kira-kira seperti itu. Jadi

57:27awareness terhadap eh hasil-hasil

57:29laboratorium, hasil-hasil e kesehatan

57:32itu harus dibandingkan juga dengan

57:33klinisnya si pasien. Jadi harus

57:35betul-betul saling ee apa namanya?

57:37saling berbagi informasi supaya nanti

57:39hasil untuk ee penanganan pasien itu

57:42harus ee menjadi lebih akurat.

57:45Nah, sekarang kita singgung ke integrasi

57:46layanan primer. Nah, kan ee apa namanya?

57:49Saat ini Kementerian Kesehatan terus

57:52fokus ya untuk melakukan transformasi

57:54sistem kesehatan. Salah satunya fokusnya

57:56ke layanan primer. Di sini bisa dilihat

57:58teman-teman ee transformasi layanan

58:00primer ini sampai ada empat pilar coba

58:02ya. Jadi banyak ya, dari mulai edukasi

58:04kemudian juga pencegahan primer,

58:06pencegahan sekunder sampai meningkatkan

58:08kapasitas dan kapabilitas layanan primer

58:11ya. Jadi ini betul-betul lengkap gitu ya

58:13ee dari mulai hulu ke hilir gitu ya,

58:15dari mulai edukasi sampai ke

58:16meningkatkan kapasitas dan

58:18kapabilitasnya

58:20ya. Nah, ini perlu di ee perlu dukungan

58:23dari dari banyak pihak tentunya ya

58:25supaya nanti transformasi layanan

58:27terjadi ee apa namanya? menjadi pilar

58:30yang betul-betul kuat ee terutama bisa

58:33menopang ee meningkatkan kesehatan

58:36masyarakat ya ee secara ee apa namanya

58:40dari hulunya gitu ya. Nah, tiga fokus ee

58:43integrasi layanan kesehatan primer dalam

58:46ee transformasi kesehatan ini. Pertama

58:48dia siklus hidup sebagai fokus integrasi

58:50pelayanan. Jadi tadi ya kita sudah

58:53bicara dari awal pendekatannya adalah

58:55siklus hidup ya supaya bisa menjadi

58:58fokus penguatan promosi dan pencegahan.

59:00Jadi memang betul-betul ee apa ya

59:03layanan kesehatan itu dimulai dari bayi

59:06baru lahir gitu ya. Bahkan mungkin

59:08sebelum ee bayi lahir itu sudah sudah

59:11betul-betul sudah di diperhatikan gitu

59:13ya. Ee sudah diperhatikan untuk

59:15dikuatkan bagaimana promosinya,

59:17bagaimana pencegahannya baris sakit gitu

59:18ya. Kemudian juga mendekatkan layanan

59:20kesehatan tadi ee mendekatkan layanan

59:23kesehatan itu kan ee meningkatkan

59:25jejaringnya entah itu memperbanyak

59:27jumlah atau mungkin didekatkan atau

59:30mungkin misalnya menjadi home visit gitu

59:32ya. Jadi ini untuk memperkuat promosi

59:33dan pencegahan juga ya. Nah, terutama

59:36untuk masalah yang ee penyakit menular

59:38itu bisa ee apa membantu untuk bisa

59:42mengurangi risiko terjadinya pandemi.

59:44Karena memang sudah sudah bisa langsung

59:46diketahui orang-orang yang mungkin

59:48berpotensi tertular dan sebagainya gitu

59:50ya ee yang belum diimunisasi, imunisasi

59:53belum lengkap itu bisa langsung

59:54diingatkan, bisa langsung didekati, bisa

59:56langsung diberikan tindakan gitu

59:58intervensi. Kemudian juga memperkuat

1:00:00pemantauan wilayah setempat atau PWS ini

1:00:03ee melalui digitalisasi atau mungkin

1:00:05pemantauan ee situasi kesehatan perd

1:00:08desa ya, jjungan keluarga ini menjadi

1:00:11satu fokus juga ee di layanan ee primer

1:00:14gitu ya. Seperti itu.

1:00:18Nah, ini salah satu penguatannya ya.

1:00:20Dimulai dari ee apa namanya? dimulai

1:00:23dari yang saat ini Puskesmas ke unit

1:00:27pelayanan kesehatan gitu ya. Kemudian

1:00:28ada Posiandu, Posiandu ee dengan konsep

1:00:31siklus hidup ke seluruh keluarga gitu

1:00:34ya. Nah, ini juga menjadi ee fokus yang

1:00:38mau kita kuatkan gitu ya, dari mulai

1:00:39kondisi puskesmas sampai ke akhirnya dia

1:00:41kunjungan keluarga. Nah, jadi nanti ee

1:00:45teman-teman yang mungkin ee apa namanya

1:00:48di Puskesmas itu mungkin namednya ee

1:00:51namennya mungkin terbatas itu tidak ada

1:00:53masalah ya. Yang penting nanti

1:00:55jejaringnya dengan ee unit pelayanan

1:00:57kesehatan di desa kelurahan itu

1:00:58betul-betul kuat. Bahkan mungkin nanti

1:01:00ee ada konsep namanya pelimpahan

1:01:02wewenang. Nah, pelimpahan wewenang itu

1:01:04ee apa namanya? Ketika misalnya turun ke

1:01:06lapangan di situ tidak ada dokter itu

1:01:08nanti dokter bisa melimpahkan wewenang

1:01:10kepada ee nakesnya. salah satunya

1:01:12mungkin perawatnya untuk bisa memberikan

1:01:14diagnosis dan pemberian obat itu sudah

1:01:17ada mekanismenya. Nanti tinggal kalau

1:01:19misalnya ternyata si nakesnya itu

1:01:21ragu-ragu, nakesnya bisa tinggal ee

1:01:23telekonsultasi saja dengan dokternya

1:01:25gitu. Sekarang kan sudah berapa sudah

1:01:27modern ya, tinggal ee telepon WA saja

1:01:29gitu ya. Ee tidak tidak bayar paling

1:01:31potong potong apa kuota aja ya. Nah, itu

1:01:34kan sedikit kan kurang seperti itu. Jadi

1:01:36memperkuat struktur yang menjangkau

1:01:38masyarakat lebih tetap.

1:01:41Nah, ini ya. Ee jadi cara kerjanya

1:01:43kurang lebih seperti ini. Nah, sekarang

1:01:44ada kluster-kluster ya. Ada kluster ilu

1:01:46anak, kluster usia dewasa lansia,

1:01:49kluster penanggulhan penyakit mular dan

1:01:50kesehatan lingkungan. Nah, ini semuanya

1:01:52jadi terkompilasi lebih lebih apa

1:01:55namanya? Lebih komprehensif sesuai

1:01:57dengan ee siklus hidup ya. Siklus

1:01:59hidupnya. Jadi ada kluster manajemennya

1:02:01termasuk dia di dalamnya ada didukung

1:02:03oleh laboratorium, farmasi, gaurat,

1:02:04kordinar dan sebagainya. Nah, ini ya ini

1:02:06konsepnya mungkin nanti teman-teman bisa

1:02:08di dibaca lebih ee lebih detail karena

1:02:11nanti di dalamnya juga ada pemantauan

1:02:12wilayah setempatnya gitu ya untuk ee

1:02:15dashboard dari sampai ke tingkat desa

1:02:17itu nanti ee bisa disiapkan gitu ya ee

1:02:20puskesmas tingkat kelurahan gitu ya

1:02:22paling tidak gitu ya itu bisa di di apa

1:02:25namanya dibuat sehingga ee kontrolnya

1:02:27bisa langsung bisa dilihat mana saja sih

1:02:29orang-orang yang memang mungkin butuh

1:02:31butuh pemantauan

1:02:33gitu ya.

1:02:35Nah, berikutnya teman-teman. Nah, ini

1:02:37dari pengelolaan berbasis program ya.

1:02:39Jadi yang sebelum ILP itu jadi dia

1:02:41berbasis program ada P apa program apa

1:02:45gitu kan. E yang wajib wajib wajib tidak

1:02:47wajib. Sekarang enggak. Sekarang dirubah

1:02:49menjadi ee apa namanya? Konsepnya adalah

1:02:51kluster. Kenapa kok seperti ini? Jadi

1:02:53nanti eh PIC-nya adalah PIC cluster ee

1:02:57apa namanya? Bisa jadi si PIC ini dia

1:02:59bisa menguasai beberapa hal gitu ya,

1:03:03beberapa hal. Tapi bukan seperti itu

1:03:06maksudnya. Ee yang ada adalah dia saling

1:03:09terintegrasi ya kerja sama tim ya. Kerja

1:03:12sama tim. Jadi bisa jadi misalnya ee

1:03:14kelas kluster satu yang terkait dengan

1:03:16manajemen itu nanti akan berkoordinasi

1:03:17juga dengan kluster DU, kluster 3,

1:03:20kluster 4 gitu kan ee dengan e dokumen

1:03:22fungsi farmasi laboratorium eh dan

1:03:24sebagainya gitu ya. Nah, kemudian juga

1:03:26nanti yang orang ee apa namanya yang P

1:03:28kluster 3 juga nanti akan bekerja sama

1:03:30jadi tidak apa namanya tidak bekerja

1:03:32sendiri-sendiri sekarang. Jadi semuanya

1:03:34ee semuanya saling terhubung gitu ya.

1:03:36Semuanya saling terhubung. P itu cuman

1:03:38sebutan dia mengelola datanya itu secara

1:03:42ee apa secara detail. Tapi pada saat

1:03:44kerja di lapangan itu nanti akan saling

1:03:47eh apa namanya? berkoordinasi gitu ya,

1:03:49kerja sama tim. Jadi kerja sama tim

1:03:51multidisiplin, akuntabilitasnya bersama,

1:03:54pelayanan berbasis siklus hidup dan

1:03:56koordinasi pelayanan yang jadi lebih

1:03:57baik saat ini ya. Pelayanannya lebih e

1:04:00apa namanya? Lebih terintegrasi gitu ya.

1:04:05Nah, ini ee upaya standarisasinya aja

1:04:06nanti teman-teman bisa baca lebih

1:04:08lanjut. Jadi ee banyak hal ya yang di

1:04:10yang di ee apa namanya yang dibuat gitu

1:04:14kegiatan-kegiatannya

1:04:15secara standar gitu ya. Sudah

1:04:17distandarisasi seperti ini ya. Jadi ee

1:04:20disertai standarisasi paket plan

1:04:22kesehatannya dari mulai siklus hidup ya

1:04:24teman-teman. Dari mulai hamil sampai

1:04:26dengan e dewasa lansia dan juga

1:04:28penanggulangan penyakit menular danungan

1:04:31termasuk lintas klustter.

1:04:33ya dari mulai Puskesmas, Pusu, dan Pos

1:04:35Landu itu sudah ada standarnya kira-kira

1:04:38pelayanannya apa saja sih yang

1:04:39dikerjakan.

1:04:41Oke. Jadi ee kesehatan yang baik

1:04:43dibangun sejak awal kehidupan ya,

1:04:45Teman-teman. Ini yang penting ee kita

1:04:47pahami konsepnya bahwa ee kita bisa

1:04:51membangun kesehatan di di suatu wilayah

1:04:54itu konsepnya itu dilihat pada saat

1:04:57hamil itu bagaimana pelaksana apa

1:05:00pelayanannya gitu ya. Bagus enggak?

1:05:01AC-nya bagus itu nanti akan menghasilkan

1:05:04generasi yang lebih lebih baik lagi ke

1:05:06depannya gitu ya. Bisa terawasi soalnya

1:05:08gitu ya. Nah, ini bisa menyatukan semua

1:05:10layanan baik ee kesehatan ibu anak,

1:05:13gizi, ya. Kemudian juga deteksi dininya

1:05:15itu penting. Ini saya enggak tahu nih

1:05:17teman-teman di sini yang hadir di sini

1:05:19sudah pada ikut CKG belum gitu ya. Nah,

1:05:21ini penting ya ee untuk bisa melakukan

1:05:23deteksi dini dan diikuti dengan tata

1:05:25laksana. tata laksananya itu bisa

1:05:27melalui ULP supaya bisa terkoordinasi

1:05:29dan bisa terintegrasi lebih lebih bagus

1:05:32supaya upaya pencegahan dan pengendalan

1:05:33penyakitnya bisa di bisa dioptimalkan

1:05:36sepanjang siklus hidup. Nah, kemudian

1:05:39setiap profesi Poltekes punya peran

1:05:41strategis dan saling melengkapi ya. Jadi

1:05:43tidak tidak berjalan ee sendiri-sendiri

1:05:45ya. Itu harus saling ee apa? Saling

1:05:48melengkapi ya kolaborasi ya. Kolaborasi

1:05:50itu kuncian keberhasilan ya keberhasilan

1:05:53kesehatan ibu, anak, dan masyarakat. Ya,

1:05:56itu ya kira-kira teman-teman ini untuk

1:05:58yang materi pertama. Terima kasih. Ee

1:06:01mungkin teman-teman nanti bisa baca

1:06:02lebih lanjut ee daftar referensinya di

1:06:05sini saya sampaikan juga. Kemudian ee ya

1:06:08ini kira-kira ee yang bisa disampaikan

1:06:11untuk yang materi yang pertama. Ee

1:06:13sebelumnya

1:06:15apakah ada ee pertanyaan dulu?

1:06:17Barangkali boleh dipersilakan.

1:06:21Ee teman-teman ada yang mau ditanyakan?

1:06:28Atau mungkin lanjut lagi aja ya, Dok,

1:06:30untuk yang materi yang keduanya

1:06:35ya. Oke.

1:06:51Oke, Teman-teman ee kita lanjut ke yang

1:06:54materi yang kedua, ya.

1:07:10Ya, saya

1:07:28apakah sudah terlihat?

1:07:32Sudah, Dok? Sudah, ya. Ee nanti mohon

1:07:35maaf, Teman-teman, kalau misalnya ee

1:07:36penjelasan saya cepat ya, tidak

1:07:41slide gitu. Ee kita intinya saja yang

1:07:43kita dapat ee kita ambil gitu ya. Terus

1:07:46nanti teman-teman kalau misalnya ada

1:07:47yang penasaran dari slide tersebut bisa

1:07:49dicatat nanti bisa ditanya. Nah,

1:07:52sekarang kita masuk ke kebijakan. Nah,

1:07:53kalau kebijakan berarti nanti ee bawa

1:07:55nama pemerintah gitu kan. bawa nama

1:07:57perintah. Kalau tadi bawa nama ee

1:08:00istilahnya saya sebagai epidemiolog gitu

1:08:03ya menyampaikan informasi kurang lebih

1:08:05seperti itu yang yang highlight yang

1:08:07bisa di

1:08:08apa pesan untuk teman-teman di di ee di

1:08:12POTKes. Nah, ini terkait dengan

1:08:14kebijakan. Jadi, teman-teman ee di sini

1:08:16saya diminta untuk menyampaikan ee juga

1:08:18penyakit menular dan penyakit tidak

1:08:20menular ya yang prioritas tentunya. Wah,

1:08:22ini ee sayacoba coba sampaikan beberapa

1:08:26hal yang terkait dengan penyakit menular

1:08:27yang prioritas ya. Jadi, tapi saya tidak

1:08:30bisa ee apa tidak perlu dalam-dalam ya

1:08:33untuk bisa menjelaskan itu. Yang penting

1:08:35nanti teman-teman bisa tangkap apa yang

1:08:38jadi clueya gitu ya untuk penyakit

1:08:40tersebut.

1:08:42Oke, sekarang kita mulai dari penyakit

1:08:43tidak menular dulu. Eh, sor penyakit

1:08:45menular dulu. Jadi ee penyakit menular

1:08:48itu kegiatannya itu mulai dari

1:08:50pencegahan tadi ya. Ini ini

1:08:53sambil-sambil kaitkan dengan yang yang

1:08:55materi yang tadi pertama dimulai

1:08:57pencegahan kemudian deteksi dan respon.

1:08:59Nah, jadi ini yang penting revent detect

1:09:01respon ini yang perlu diingat ee untuk

1:09:04yang penyakit menular itu. Jadi

1:09:06kegiatannya itu dimulai dari

1:09:07kesiapsiagaan ya ee untuk mencegah gitu

1:09:10ya ee apa saja isinya itu ada promosi

1:09:13kesehatan, pengendalian faktor risiko ya

1:09:15baik kesehatan lingkungan dan perilaku,

1:09:16imunisasi ya tadi sudah di ini juga dan

1:09:19profilaksis ya. Kemudian untuk deteksi

1:09:23ya, deteksinya itu ya ee apa namanya?

1:09:26Melakukan deteksi dini faktor risiko dan

1:09:28penyakit, kemudian melakukan skrining

1:09:30masyarakat berisiko, melakukan

1:09:31penyelidikan epidemiologi ya untuk

1:09:33pelacakan kontak dan melakukan

1:09:35surveilance ya. Surveilance itu

1:09:36pencatatan pelaporan gitu ya. Ee dan apa

1:09:40namanya ee

1:09:43menyampaikan terkait dengan hasilnya,

1:09:45analisisnya dan sebagainya. Kemudian

1:09:46melakukan respon. Papuan respon itu ee

1:09:49terkait dengan penanganan kasus atau

1:09:51mungkin rehabilitatif dan valiaatif ya.

1:09:54Nah, ini kegiatan penanggulangan

1:09:55penyakit khususnya untuk penyakit

1:09:57menular dan ini ee apa namanya

1:10:00dipertimbangkan dengan berbagai risiko

1:10:01tadi. Risikonya adalah globalisasi,

1:10:03perubahan iklim, perilaku ya. Kemudian

1:10:06juga berbagai macam ancaman. Ancaman itu

1:10:08bisa penyakit nular yang lain ya yang

1:10:10baik yang new maupun reemerging atau

1:10:12mungkin penyakit-penyakit yang neglektif

1:10:14ya ee yang diabaikan gitu ya. dan dia

1:10:17bisnis. Tujuannya apa? Tujuannya adal

1:10:19mencegah mengendalikan KL wabah,

1:10:22melakukan reduksi, eliminasi, dan

1:10:24eradikasi. Ini yang tujuan tujuan ee

1:10:26pencegahan dan pengendalan itu kurang

1:10:29lebih ada empat ya untuk melakukan

1:10:31pencegahan dan melakukan pengendalian,

1:10:34kemudian melakukan reduksi, eliminasi,

1:10:36dan eradikasi. Ini tidak bisa berjalan

1:10:38sendiri. ini harus melalui komunikasi

1:10:41risiko dan sistem informasi dan

1:10:43koordinasi yang ee koordinasi bersama ee

1:10:46ee semua pihak dan partisipasi

1:10:47masyarakat.

1:10:49Nah, ini ada beberapa ya, ada enam ya

1:10:52kurang lebih yang dicatat di sini.

1:10:53Programnya itu ada program PI, HIV, ee

1:10:56infeksi seksual, kemudian PTVZ ya. PTVZ

1:10:59itu adalah penyakit tular vektor dan

1:11:01zonotik ya. Kemudian program hepatitis

1:11:04eh PISP ya, saluran cerna. Kemudian eh

1:11:08program antidis neglected tropical

1:11:10disease dan program ISP ya. Ee

1:11:13singkatan-singkatannya sudah paham ya

1:11:14teman-teman ya.

1:11:16ya ini ee di apa di Kemenkes umum. Tapi

1:11:20mudah-mudahan teman-teman bisa

1:11:22menyesuaikan ya. Nanti kalau misalnya

1:11:24ada yang bingung bisa ditanya.

1:11:27Oke, kita mulai dari program TB. Nah,

1:11:29catatannya adalah Indonesia menduduki

1:11:31peringkat kedua insidence eh

1:11:33tuberkulosis tertinggi di dunia. ini

1:11:35nomor dua loh, nomor dua. Nah, jadi ee

1:11:39di dunia itu ada 1 miliar kematian

1:11:41akibat tibi secara global dalam 200

1:11:43tahun terakhir ya totalnya itu. Nah, di

1:11:46tahun 2024 itu ada 10,6 juta orang sakit

1:11:49TIB dan 1,3 jutanya meninggal akibat

1:11:51TBI. Ini kan sangat tinggi ya di dunia.

1:11:54Nah, India menyumbang kasus TB sebesar

1:11:5725,8% dan Indonesia 10,1%. Nah, ini kan

1:12:01tinggi ya nomor dua gitu ya. ee tinggi.

1:12:04Bahkan Cina saja yang sama apa namanya

1:12:07ee kasus apa namanya penduduk yang ter

1:12:11tinggi di dunia itu ternyata TB-nya

1:12:13hanya 6,8% ya. Indonesia yang padahal

1:12:18Indonesia itu ee apa namanya? Penduduk

1:12:20nomor tiga kalau enggak salah ya, nomor

1:12:22tiga terbanyak di dunia itu ternyata ee

1:12:27jadi nomor dua-nya gitu ya. Dia nomor

1:12:29dua ya. Ee jadi nomor ee penduduk

1:12:32terbanyak itu teman-teman itu nomor satu

1:12:35Cina, nomor dua India, nomor tiga

1:12:37Indonesia kalau enggak salah gitu

1:12:39urutannya gitu ya. Nah eh kalau enggak

1:12:42salah ya saya lupa ingat nomor tiga ini

1:12:44kalau enggak salah apa dipegang sama

1:12:46Indonesia tapi di sini urutannya

1:12:47ternyata kebalik untuk ee menyumbang

1:12:49kasus TB-nya gitu ya. Nah, di Indonesia

1:12:53[berdehem] itu

1:12:55di tahun ee 2024 itu ada kurang lebih

1:12:581,8 juta ya dan ini naik ya naik sampai

1:13:027% dari sejak ee apa 2010. Jadi ee

1:13:08bahkan tercatat 126.000 orang meninggal

1:13:10akibat hidup. ini menjadi jadi PR buat

1:13:13kita semua ee apa namanya Indonesia

1:13:17betul-betul harus harus ee apa bisa

1:13:20dikatakan mungkin darurat tibi ya.

1:13:23Nah, jadi ini ee catatan notifikasinya

1:13:26dari kasus TIB yang ee dari kasus TBI

1:13:29dan kasus TIB yang diobati sejak 2020

1:13:31sampai 2026 dan ini capaiannya masih di

1:13:34bawah target ya, masih ee apa targetnya

1:13:37itu 90% itu masih rendah,

1:13:40masih cukup rendah. Ini estimasi

1:13:42kasusnya. Estimasi kasus ini ee

1:13:44berdasarkan data yang tadi ya. Data yang

1:13:46tadi kurang lebih ee bisa didapatkan,

1:13:49dilaporkan. Nah, ini apa namanya? Upaya

1:13:52temuannya ya, upaya temuannya itu

1:13:54ternyata masih rendah sekali ya. Masih

1:13:56rendah sekali kan tadi yang dikatakan ee

1:13:58Rp1.80 kan kurang lebih tadi di tahun

1:14:022024 ya SIM di sini. Nah, estimasi bisa

1:14:06lebih banyak. Nah, ternyata ee apa yang

1:14:09didapat itu masih kurang dari 90%. Kalau

1:14:11yang diobatinya kurang lebih sudah ada

1:14:13yang 90% tapi temuannya masih rendah.

1:14:17ini ini menjadi menjadi PR kita juga

1:14:19untuk bisa meningkatkan ee apa namanya

1:14:21tumbuhan temumuan kasus tibi di

1:14:23lapangan.

1:14:25Jadi menemukan danikasi itu yang

1:14:27penting.

1:14:29Menemukan dan notifikasi itu masih masih

1:14:31rendah. Nah, jadi ini ee apa konsep

1:14:34semestanya? Jadi indikatornya adalah ee

1:14:37ada indikator target 90% untuk penemuan

1:14:39kasus TB dan inisiasi pengobatan TIB-nya

1:14:42itu targetnya 95%. keberhasilan

1:14:44pengobatannya ee TBSO 90, TBRO 80% dan

1:14:48pemberian ee TPT-nya targetnya 80%. Nah,

1:14:51ini ee strateginya itu strateginya

1:14:54ngikutin yang tadi ya semestanya

1:14:56cegahan, deteksi, dan respon ya. Respon

1:14:59itu atau treatment gitu ya atau tata

1:15:01laksana itu kurang lebih seperti ini

1:15:02strateginya ya. dari mulai dari promosi

1:15:04dan sebagainya, kemudian deteksi itu

1:15:06penemuan kasusnya fit cas finding-nya

1:15:08seperti apa dari ee apa namanya

1:15:12investigasi di lapangan, skrining,

1:15:13kemudian diagnosis ya. Dia itu

1:15:15bakteriologis dan klinis. Nah, ini di

1:15:17dideteksi ini tentu apa namanya

1:15:20membutuhkan tenaga TLM itu yang penting.

1:15:22TLM dan juga ee apa namanya? Ahli

1:15:25radiologi ya. teknik radiologi ini yang

1:15:27penting ini teman-teman ee yang tadi

1:15:30saya sebutkan ya teknik radiologi maupun

1:15:32TLM ini sangat berperan penting ya di

1:15:34sini di di TB ini gitu ya. Sementara

1:15:37untuk yang ee apa namanya rawat mungkin

1:15:39ya perawatan itu untuk investigasi

1:15:42kontaknya tentu pencatatan pelaporannya

1:15:45itu nanti di harus didukung oleh

1:15:46teman-teman ee rekan medis.

1:15:50Pendampingan minum obatnya juga penting

1:15:51sekarang ya pting sekali. Kalau dulu kan

1:15:54memang ada ya PMO ya pendampingat ee

1:15:57yang melibatkan ee apa keluarga pasien

1:15:59kemudian juga fader dan sebagainya

1:16:02komunitas TBI ya itu juga penting sekali

1:16:05untuk bisa meningkatkan.

1:16:07Oke. Nah, selanjutnya ee penguatan

1:16:09programnya kurang lebih seperti ini.

1:16:10Jadi kita melakukan [mendengus] e

1:16:12percepatan ya dimulai dari tracing,

1:16:14tracing kontak erat, kemudian juga

1:16:16screening TB terintegrasi yang

1:16:18dimasukkan ke dalam CKG. Jadi di dalam

1:16:20CKG itu ada screening TB dan screening

1:16:23TB juga gitu ya ee dengan menggunakan eh

1:16:26apa namanya

1:16:28menggunakan ronsen ya menggunakan

1:16:29ronsen. Bahkan sekarang eh sudah

1:16:31diproduksi dan didistribusikan

1:16:34eh apa ronson portable ya yang

1:16:37menggunakan AI gitu ya dilengkapi dengan

1:16:39AI. Nah ini ini luar biasa. Jadi

1:16:41teknologinya sudah apa? Sudah merambah

1:16:44ke situ. Yang tadinya X-ray itu

1:16:46benar-benar murni hasil pembacaan ee

1:16:49manusia saja gitu ya yang kadang kala

1:16:52kadang kala salah gitu ya. Nah, sekarang

1:16:53sudah ada AI-nya. Jadi pada saat pada

1:16:56saat difoto itu sudah langsung bisa

1:16:58mencari hal-hal yang ee

1:16:59kelainan-kelainan di dalam paru ya yang

1:17:02sangat-sangat spesifik yang akan

1:17:03membantu ee tim dokter untuk bisa

1:17:06melakukan diagnosis dan memberikan

1:17:08treatmen. Inisiasi on stop ya. One stop

1:17:11service ini juga sama. Ini diberikan eh

1:17:14apa namanya?

1:17:16dikuatkan kapasitas Puskesmasnya untuk

1:17:18melakukan ee skring sampai ke

1:17:20pengobatan. Nah, ini ya alur-alurnya

1:17:23kurang lebih seperti itu ee di untuk ee

1:17:25melalui tracing.

1:17:28Nah, kemudian yang kedua itu program HIV

1:17:30ya, HIV IMS infeksi menuar seksual. Nah,

1:17:33di sini ee sampai Juni 2026 dari

1:17:37estimasi ee ODIF yang hidup ya ee itu

1:17:41557.000

1:17:43itu [mendengus] yang didapatkan datanya

1:17:46adalah 70%-nya ya 70%-nya. Jadi masih

1:17:49dicari nih yang sisanya gitu ya, masih

1:17:51mencari selisihnya bahkan targetnya 95%

1:17:56sesuai dengan ee apa target tadi di

1:17:58indikator ya. Jadi masih ada yang kurang

1:18:01sekitar 25% untuk bisa di dicari lagi

1:18:04dari estimasi tersebut. Nah, ditemukan

1:18:06kemudian eh BIP yang hidup dengan yang

1:18:10mengetahui statusnya dalam pengobatan

1:18:11dalam pengobatan itu dari

1:18:15apa namanya? dari yang dari yang ini ya,

1:18:17dari yang kiri itu ee ada sekitar

1:18:1971%-nya dari data ini. Kemudian

1:18:22[mendengus] yang apa namanya dia yang

1:18:26sudah pengobatan dan dites ee viral ya

1:18:29itu ada 47%.

1:18:31Nah, kemudian yang sudah ee pengobatan

1:18:34IRV dengan hasil viralnya tersupresi eh

1:18:39virusnya itu ada 45%. Jadi ini yang

1:18:41terselamatkanlah seperti itu ya.

1:18:44elamatkan betul-betul memang viralnya ee

1:18:46bisa ee tampak tersupresi ya. Nah, ini

1:18:50kan tujuan kita seperti ini kan tentu

1:18:51ini di sini masih datanya masih banyak

1:18:54banget tuh ya kan pelang banget gitu ya

1:18:55datanya ini e menjadi harus kita kejar

1:18:58ya harus kita kejar masih ada 60 ee 5%

1:19:02dari data yang sebelumnya yang belum

1:19:04belum betul-betul ee tercapai masih

1:19:07banyak gap-nya gitu ya. Ini tantangan

1:19:10buat kita semua. Nah, ini strateginya

1:19:12dari mulai pencegahan surveilance

1:19:14penanganan kasus dan promosi kesehatan

1:19:15gitu ya. Ini e teman-teman bisa di

1:19:18dibaca lebih lanjut. Jadi pencegahannya

1:19:19itu melalui ab C D ya. Kalau di apa

1:19:24namanya di tegat daruratan kan ABCD itu

1:19:26kan airway breeding. Nah, kalau ini gak

1:19:28abstinance ya, abstinance. Eh, kemudian

1:19:31beful ya sering setia gitu ya, kondom

1:19:35untuk ris populasi. Kemudian eh no drugs

1:19:38ya, jauhi narkoba dan edukasi edukasinya

1:19:41terus-menerus gitu ya. Ini pencegahan

1:19:43[mendengus]

1:19:44profilaksis kemudian juga ee pencegahan

1:19:47penularan ibu ke anak ya uji saring dana

1:19:49ee ee apa uji saring darah donor ee dan

1:19:53juga penerapan kaos badan standar. Ini

1:19:55apa untuk precaution ini untuk eh tenaga

1:19:58medis ya tenaga medis dan tenaga

1:19:59kesehatan. Kemudian surveilance-nya ya

1:20:01melakukan testing ya eh streaming

1:20:03mandiri dan sebagainya. nya. Kemudian

1:20:05juga bervobatan untuk bisa melihat ee

1:20:09resistensi terhadap obat ARV. Kemudian

1:20:12penanganan kasus ya, penanganan kasusnya

1:20:14seperti apa ya ini bisa dilakukan juga

1:20:16terkait dengan eh sesar eliminasi

1:20:19penular HIV dari ibu ke anak. Kemudian

1:20:21multiman dispensing ya. Jadi obatnya di

1:20:23di apa namanya? Dikasih banyak gitu ya,

1:20:26bisa beberapa bulan gitu ya, untuk bisa

1:20:29dikonsumsi terus-menerus supaya ee apa?

1:20:33Virus ini betul-betul bisa tersesi.

1:20:35Kemudian promosi kesehatan ya. Kesehatan

1:20:38juga sama terutama yang paling yang

1:20:40paling penting itu adalah mengatasi

1:20:41stigma dan diskriminasi. Ini orang-orang

1:20:44yang kayak IMS kan biasanya ee ada apa

1:20:47namanya? Ada stigma ya kena stigma dan

1:20:49juga mengalami diskriminasi. Nah, ini

1:20:51bagaimana caranya bisa ee terhindar dari

1:20:53itu kasih terus ya. Nah, ini ee

1:20:56upaya-upaya Kemen CAS ya untuk bisa

1:20:58mencapai target global 959595 HIV di

1:21:02tahun 2030. Nah, ini seperti ini. Jadi

1:21:05ee target pertama itu Odif itu paling

1:21:08enggak tahu dululah statusnya bahwa dia

1:21:09itu adalah audit. Nah, ini eh apa

1:21:12namanya caranya dengan menggunakan save

1:21:14test ya untuk daerah untuk orang-orang

1:21:16populasi kunci ya. Kemudian juga mobile

1:21:19testing ya. ada layanan ee RDT-nya untuk

1:21:22HIV ee untuk untuk orang-orang yang ee

1:21:25di populasi kunci. Kemudian juga ee

1:21:28pemberian ARV-nya gitu ya. Orang-orang

1:21:31yang sudah kena odif, orangorang yang

1:21:33kena odif itu diberikan ARV seperti apa

1:21:36gitu ya. Ee apa peributuhkan peranakes

1:21:39nih ya untuk memberikan motivasi dan

1:21:41pendampingan ya teman-teman. ee sebagai

1:21:43naks nantinya itu akan di apa akan punya

1:21:47peran untuk bisa melakukan pendampingan

1:21:49lebih intensif ke orang-orang Odif ini.

1:21:51Kemudian ODIF dengan eh ARP-nya dengan

1:21:54virus terupresi ini juga ee apa namanya

1:21:57menjadi penting karena ini terkait

1:21:59dengan kepatuhan dan obatnya juga

1:22:01pastinya kan dan juga rutin control eh

1:22:04untuk orang-orang yang ODIF yang

1:22:05ternyata memang ada yang dia tidak rutin

1:22:09ee apa minum-minum air-nya sehingga

1:22:12virusnya ini menjadi ee apa namanya

1:22:15menjadi muncul lagi gitu ya kan harus

1:22:18harus butuh pendampingan yang

1:22:20betul-betul itu intensif gitu ya.

1:22:23Nah, terus ee kita masuk ke program PTVZ

1:22:26ya. PTVZ ini kita bahas pertama malaria

1:22:30ya. Malaria ini ee 95% kasus malaria di

1:22:33Indonesia ee tahun 2025 berasal dari

1:22:35tanah Papua. Oh, luar biasa ya. Di sana

1:22:38saat ini masih endemis malaria ya,

1:22:39Teman-teman. Masih endemis malaria. Ee

1:22:42masih 94% itu di malaria apa di di Papua

1:22:48ya. Di di Papua. Papua dari seluruh ini

1:22:51ya, dari seluruh area di Papua gitu ya,

1:22:54provinsi di Papua. Nah, eh dari

1:22:58kabupaten kota yang ada di tanah Papua

1:23:00itu ada tiga yang sudah mencapai

1:23:01eliminasi. Tapi kan ee ini masih sangat

1:23:04berisiko karena wilayah sekitarnya masih

1:23:08masih merah gitu ya. Masih merah e masih

1:23:10masuk kategori endemis tinggi ya. yang

1:23:13lebih tinggi ini menjadi satu perhatian

1:23:15dan perlu dukungan ee apa namanya kita

1:23:18gitu ya supaya mereka bisa betul-betul

1:23:22ee apa berjuang untuk bisa bertahan ya

1:23:24supaya dan juga masalah masalah

1:23:27lingkungannya jadi memang harus di

1:23:29diperhatikan agak sulit sih di sana kan

1:23:31hutan belantara yang luar biasa luas ee

1:23:34sehingga ee apa namanya populasi nyamuk

1:23:37malario itu masih masih cukup tinggi di

1:23:39sana.

1:23:40Nah, di sini yang ditemukan temuan ee

1:23:43kasusnya ya, kasus positif, kasus

1:23:44diobati sesuai standar kurang lebih

1:23:46seperti ini. Jadi ee estimasi kasusnya

1:23:49di tahun 2026 itu sekitar 800-an. Yang

1:23:52kasus positifnya ee yang ditemukan ada

1:23:55346 yang yang sudah pengobatan

1:23:58standarnya segini. Ini ee masih belum

1:24:01semuanya gitu ya. Masih belum semuanya.

1:24:03Mungkin mungkin ada yang tidak ee patuh

1:24:06untuk minum obat.

1:24:08Oke, selanjutnya ee di tahun 2026 sudah

1:24:12414 kabupaten kota sudah eliminasi

1:24:14malaria di berapa provinsi ini ya

1:24:17hijau-hijau ini ini sudah cukup banyak

1:24:20ya yang ee sudah eliminasi malaria.

1:24:24Sisanya ini di wilayah timur nih.

1:24:27Wilayah timur yang masih merah-merah ya.

1:24:29Masih merah-merah tu.

1:24:32Oke. Nah, ini kebijakannya dimulai dari

1:24:34diagnostik ya. Dia. Nah, tentu ini

1:24:37teman-teman TLM nih ya ee yang perlu

1:24:39menguasai bagaimana cara mendiagnosis

1:24:41malaria gitu ya sebagai standarnya

1:24:43adalah mikroskopis ya. Kemudian

1:24:46pengobatan. Nah, pengobatannya seperti

1:24:48ini ee baik eh injeksi ya ACT plus

1:24:52primin personat insi yang malaria berat

1:24:57dan komplikasi. Kemudian ada

1:24:58surveilance-nya. Nah, tentu ini ee nanti

1:25:01dibantu teman-teman biasanya dibantu

1:25:02teman-teman PW ya untuk bisa melakukan

1:25:05penentuan kasus ya dan pengatan

1:25:07surveilance-nya, kemudian penanggulhan

1:25:09vektornya ya dan promosi kesehatan ini

1:25:12semuanya tentu tidak mungkin satu peran

1:25:15saja ini pasti harus berkontribusi

1:25:18semuanya ya.

1:25:20Oke. Nah, ini upaya eliminasinya dimulai

1:25:22dari pemetaan populasi ee ya kemudian

1:25:26strategi token di Papua ya. Kemudian

1:25:28toan itu temukan, obati dan kendalikan.

1:25:31Kemudian yang ketiga adalah peningkatan

1:25:33kegiatan malaria. Keempat penguatan

1:25:35pemberdan masyarakatnya. Kemudian kelima

1:25:37penyediaan kebutuhan logistik malarianya

1:25:39dan integrasi lintas programnya ya. Jadi

1:25:41ee tidak tadi tidak bisa sendiri ya,

1:25:44tidak bisa cuma satu program kesehatan

1:25:46saja yang ee betul-betul berperan dan

1:25:48terlibat di dalam eliminasi malaria ini.

1:25:50Jadi harus betul-betul terintegrasi

1:25:52semuanya. bahkan sini melibatkan Kem

1:25:55PNK, kemudian juga Kementerian Dalam

1:25:57Negeri dan sebagainya gitu ya untuk bisa

1:25:59ee apa namanya melakukan eliminasi

1:26:02malaria ini. Karena kan kayak tadi di

1:26:04Papua kan ee wilayahnya kan seperti itu

1:26:06ya. Jadi betul-betul ee

1:26:10sulit ya untuk mencapai itu. Kalau tidak

1:26:12karena ee koordinasi lintas sektor dan

1:26:16lintas program tentu akan sulit sekali.

1:26:19Nah, kita masuk ke denggi. Denggi ya,

1:26:21bukan dengue denggi ya. Denggi ee itu eh

1:26:26apa namanya yang disebabkan oleh nyamuk.

1:26:28Nyamuk juga tadi nyamuk malaria ini

1:26:29nyamuk dengki.

1:26:33Ee biasanya kalau nyamuk dengki itu

1:26:34berarti eh apa namanya? Ides ya. IT.

1:26:38Kalau yang tadi nanopelas ya biasanya

1:26:41yang paling banyak. Oh, yang paling ini

1:26:44[mendengus] sebaran kasusnya paling

1:26:45banyak ternyata di Jabar ini ee

1:26:47berkaitan dengan penduduk yang banyak

1:26:48ya. Jabar Jatim-jatim itu sudah

1:26:50langganan karenaang penduduknya banyak

1:26:51ya. Penduknya banyak jadi kasusnya juga

1:26:54bisa jadi banyak. Ini kalau dihitungnya

1:26:56ee apa namanya? Dihitungnya agregat ya

1:27:00agregat atau

1:27:02absolut ya. Tentu paling banyak di sana

1:27:04ya di Jabar J yang kematiannya juga

1:27:07sama. Kalau dihitung ee absolut ya

1:27:10kurang lebih gedenya juga pasti dijabat

1:27:12ya.

1:27:14Jadi insident rate-nya adalah

1:27:1520,3/100.000

1:27:17penduduk saat ini. Total kasusnya eh

1:27:20yang apa dilaporkan adalah 58.000 kasus

1:27:23yang untuk kematian CFR-nya 0,3%.

1:27:27ya sebarannya kurang lebih seperti itu.

1:27:29Paling banyak memang ee yang dilaporkan

1:27:32di di ini ya ee Jawa tentu.

1:27:37Oke. Nah, ini sebaran angka kematiannya

1:27:41ee dihasil

1:27:44hutan itu berarti di Sumatera Utara ya

1:27:46di Aceh. Kemudian di mana nih Melawi ini

1:27:49di Kalimantan ya Kalimantan Barat kalau

1:27:52enggak salah. Kemudian di Konawe Selatan

1:27:53di Sulawesi Tenggara. Berarti pemedian

1:27:55Kota Bukit ini di Sumatera Barat ini

1:27:57yang yang ee apa namanya? Yang CFR

1:28:00tertinggi ya. CFR tertinggi. Oke.

1:28:04Nah, kalau diilihat di sini yang memilih

1:28:08CFR kurang dari 0,4%. Nah, kalau tadi,

1:28:11nah ini sekarang CF-nya kan 0,3 ya

1:28:13secara nasional. Tapi ternyata masih

1:28:16banyak ya ee

1:28:19apa di atas 0,3 masih ada.

1:28:24Kemudian ee apa namanya? Upaya saat ini

1:28:28untuk mengendalikan demam tinggi gitu ya

1:28:30itu meliputi lingkungan, vektor, dan

1:28:32manusia. Ini kurang lebih hampir sama

1:28:33sih dengan malariat ya. Ee pengendalian

1:28:35modifikasi lingkungan ya, manipulasi

1:28:37lingkungan ya. Jadi ada modifikasi

1:28:39lingkungan, ada manipulasi lingkungan.

1:28:42Kemudian intervensi nyamuknya itu bahan

1:28:43kimia ya, melalui bahan kimia atau juga

1:28:47sekarang ada teknologi nyamuk e walkia

1:28:49gitu ya yang ee apa namanya ee denggi

1:28:54virus dengginya itu dimasukkan ke dalam

1:28:56nyamuk walbalkiah gitu ya untuk bisa di

1:28:59ee apa namanya bisa dimatikan melalui

1:29:02nyamuk bakia.

1:29:04Nah, kemudian perubahan perilaku dan

1:29:07tempat tinggal manusia dan juga

1:29:08memberikan vaksin denggi ya kepada

1:29:10manusianya. sekarang kan sudah ada ya

1:29:12vaksin tinggi ya. Ini beberapa

1:29:14kegiatannya banyak ya ee PSN tentunya

1:29:17gerakan satu rumah satu jumantik ya.

1:29:20Kemudian ada larpasida kemudian

1:29:23pengasapan tentunya ya yang tentu

1:29:24teman-teman sudah tahu ya foging itu

1:29:27untuk bisa menggunakan ee pengusir

1:29:29nyamuk juga semprotan gitu ya ee secara

1:29:31mandiri itu juga bisa dilakukan itu

1:29:33mungkin menggunakan kelaku itu juga bisa

1:29:35me apa namanya mengendalikan demam

1:29:38dengar.

1:29:40Terus ada intervensi manusia, ada

1:29:42komunikasi untuk dampak perilaku dan ee

1:29:45apa namanya? Vaksinasi demam berdarah

1:29:47yang dinani sendiri ya. Saat ini memang

1:29:49ee apa vaksinasi demam berdarahi itu

1:29:53belum belum ini ya belum jadi program

1:29:55pemerintah di dunia masih jadi ee dana

1:29:58sendiri di masing-masing ee kabupaten

1:29:59kota terutama yang endemis lah yang

1:30:03kasusnya banyak. Sekarang masuk di

1:30:05rabies. Nah, rabies ini ee apa namanya?

1:30:08akibat gigitan hewan penular ya, akibat

1:30:11hewan gigitan penular yang datanya itu

1:30:15saat ini ee trennya terus naik ya ee

1:30:17sejak 2021 trennya meningkat nih kalau

1:30:20lihat dari sini teman-teman ya walaupun

1:30:22sempat ada turun di 2024 tapi tetap naik

1:30:26trennya tetapus naik ini biasanya ee

1:30:30kematian akibat rabies ini karena

1:30:32terlambat datang ke vaskes atau mungkin

1:30:34pemberian PAR-nya tidak tuntas gitu ya.

1:30:37Se par itu kan harus diberikan ee kalau

1:30:38enggak salah ee itu tiga kali tiga kali

1:30:42suntik ya untuk bisa kita bisa apa

1:30:45namanya punya kekebalan tubuh dari rabia

1:30:48sih. Alhamdulillah saya juga sudah

1:30:49pernah dilakukan FAR sampai tiga kali

1:30:51ya. Ee saya sudah jup teman-teman

1:30:53sebelum waktu itu sebelum saya turun

1:30:56untuk melakukan penyelidikan

1:30:58epidemiologi rabes di Maluku waktu itu

1:31:01yang kasus kasusnya luar biasa, bahkan

1:31:04kasus ee apa namanya kematiannya itu ee

1:31:07sekitar 90% yaatiannya.

1:31:10Ee jadi dari

1:31:14beapa kasus ya gitu itu banyak sekali

1:31:16yang meninggal terutama anak-anak

1:31:18sekolah kecil yang yang tinggal. Ada

1:31:21juga anak apa namanya ee orang-orang

1:31:23dewasa yang juga meninggal gitu ya

1:31:25karena digigit oleh jing. Ee pada saat

1:31:30biasanya pada saat si anjing itu di

1:31:32dipangku gitu ya, digendong gitu ya,

1:31:33ternyata dia gigit kupingnyaah.

1:31:37Nah, ini saya alhamdulillah waktu itu

1:31:38sempat di FAR juga ya vaksinasi

1:31:43B juga waktu itu.

1:31:47Nah, kemudian ini upaya percepatan untuk

1:31:49pengendalian zonenosis ya itu ee

1:31:51meningkatkan pengetahuan bahaya dan cara

1:31:52pencegahan ee penyakit zonotik ya ee

1:31:56supaya apa namanya kasus yang terkena

1:31:59itu tidak datang terlambat gitu jadi

1:32:01cepat gitu ya. ee begitu digigit

1:32:04langsung langsung ee dibawa ke ini ke

1:32:07pasien langsung diberikan suntikan

1:32:11apa namanya suntikan ee bisa jadi ee

1:32:15serum radias atau eh par ya cepat. Oke.

1:32:21Kemudian eh pemenan logistik seperti

1:32:24bahan pemeriksaan, diagnosis ya ee

1:32:26vaksin, obat rasanya kan kalau kalau

1:32:29rabis ini kan dia ee apa namanya? agak

1:32:31sulit ya pemeriksaan laboratoriumnya ya.

1:32:33Biasanya dia kan pemeriksaannya itu ada

1:32:36nigel bodies di otak gitu kan. Yang

1:32:39paling mungkin itu bisa menegakkan

1:32:42diagnosis seseorang itu kena rabias atau

1:32:44enggak itu binatang apa hewan penular

1:32:47rabiasnya itu langsung diambil

1:32:50ee ya mau enggak mau dibunuh ya kemudian

1:32:52diambil otaknya diperiksa di bawah

1:32:54mikroskop. Kalau misalnya ada nigel

1:32:55badis nah itu positif kan ee yang

1:32:58digigitnya pun sudah pasti positif

1:33:00radius.

1:33:01seperti itu. Nah, ini saya belum belum

1:33:03tahu ya upload-nya apakah bisa lakukan

1:33:05diagnosis sebelum ee apa namanya e tanpa

1:33:09perlu membunuh membunuh si hewan penular

1:33:12penularnya atau yang gigitnya gitu.

1:33:14Kemudian pencatatan pelaporan yang saat

1:33:15ini terintegrasi ya. Jadi kita punya

1:33:19pelaporan yang terintegrasi antara

1:33:21Kemenkes kemudian eh Kementerian

1:33:23Pertanian yang ee apa namanya mengatasi

1:33:26terkait dengan eh hewan ya hewan hewan

1:33:29peliharaan terutama dan juga sehat sehat

1:33:32sat ya dengan Kementerian ee Perhutanan

1:33:34untuk eh hewan liarnya gitu.

1:33:38Jadi di Kemenkes punya SKDR, di Kementen

1:33:40punya IGNAS, di Kemen Hood ya,

1:33:43Kementerian Kehutanan itu punya Sehat

1:33:45Satle dan ini tergabung dalam satu

1:33:47aplikasi namanya CZ sistem informasi

1:33:49zonosis dan eh.

1:33:52Kemudian [mendengus] optimalisasi

1:33:53koordinasi komunikasi kolaborasi sektor

1:33:56dengan kerangka one health. Nah, ini ya

1:33:58sekarang ada namanya kerangka health.

1:34:00Jadi semua ee sektor terkait ya

1:34:04multidisiplin itu saling ee apa namanya?

1:34:07Saling berkolaborasi untuk bisa

1:34:09melakukan penanganan ee [mendengus]

1:34:11genosis ya, penyakit genosis. Bahkan

1:34:13sekarang ada tim koordinasi pencegahan

1:34:15zonosisnya dan PIB. PIB itu penyakit

1:34:17infeksi baru yang melibatkan kementerian

1:34:19dan lembaga interektor yang dipukuhkan

1:34:21dalam satu inpres gitu.

1:34:24Nah, kita masuk ke program hepatitis ya.

1:34:28E PISP atau infeksi saluran pencernaan.

1:34:31Sini

1:34:33ee apa namanya? Kita mulai dari Ibu ibu

1:34:38hamil ya. Ibu hamil yang dites ya. Ibu

1:34:40hamil yang dites di sasarannya dari ibu

1:34:42hamil kemudian yang dites HB eh

1:34:45HBSAg-nya gitu. HBSAgag-nya berapa yang

1:34:48reaktif? Ternyata dari ibu hamil yang

1:34:50dites itu ee yang reaktif itu ada 1,33%.

1:34:54Kemudian yang diperiksa ee HPDNA-nya itu

1:34:57ada ee apa 30% ya yang kemudian

1:35:01diberikan ee TDF ya itu untuk

1:35:05profilaksis yaitu ee ada 14%. Nah, jadi

1:35:09ada sekitar 98,87%

1:35:13yang diobati ya untuk ee dapatkan

1:35:18pengobatan hepatitis ketika misalnya

1:35:20pada saat hasilnya itu pada saat

1:35:23diperiksa itu hasilnya reaktif atau as

1:35:25HBE HBsgag HBS.

1:35:30[mendengus]

1:35:30Nah, kemudian tadi ibu hamilnya ya,

1:35:33sekarang bayi lahirnya nih, bayi lahir

1:35:35dari ibu hepatitisnya ee itu dipastikan

1:35:38harus mendapatkan tata laksana. Jadi ee

1:35:42bayi yang lahir dari ibu reaktif ee

1:35:45HBSAg itu 12.000. Nah, yang mendapatkan

1:35:49imunisasi HB0 ya HB0 itu kurang dari 24

1:35:52jam itu ada 98% hampir seluruhnya gitu

1:35:55kan. Kemudian ada yang ee mendapatkan

1:35:58HBIG, BIG kurang dari 24 jam itu 88%.

1:36:03Ada yang mendapatkan ee pemeriksaan ya

1:36:06tes HBSAg 9 sampai 12 bulan itu ada 70%

1:36:10dan yang ternyata yang ditemukan reaktif

1:36:12ada 3%

1:36:14ya. Jadi ini penting sekali diberikan HB

1:36:19apa imunisasi HB0 ya untuk bisa mencegah

1:36:22terjadinya reaktif eh HBSG.

1:36:25Ini penting ya. Seperti yang tadi di

1:36:26awal sudah saya sampaikan, imunisasi HP0

1:36:29itu penting dilakukan pada saat bayi

1:36:31baru lahir. Dan tentu ini harus

1:36:34dipastikan ibunya juga pada saat ee

1:36:37hamil itu ee dilakukan pemeriksaan HBS

1:36:41juga ya supaya bisa tidak supaya

1:36:44terhindar dari hepatitis.

1:36:47Oke, berikutnya. Nah, ini strateginya

1:36:49dimulai dari pencegahan penemuan kasus

1:36:51dan supervance dan sampai penanganan

1:36:52kasusnya ya. kurang lebih seperti ini ya

1:36:55ee apa namanya hampir hampir sama

1:36:58umumnya pencegahannya ada penerapan PHBS

1:37:01ya ee hidup bersih dan sehat ini yang

1:37:04betul-betul harus ee apa namanya

1:37:09bersih ya gitu ya ee dari kontak ee dari

1:37:13kontak yang berisiko ya seperti misalnya

1:37:17darah gitu ya darah yang terinfeksi itu

1:37:19harus betul-betul diterapkan gitu ya.

1:37:21kemudian pemberian kekebalan dengan

1:37:23vaksinasi eh hepatitis Bencegahan

1:37:26penularan dan sebagainya. Kemudian juga

1:37:27penemuan kasusnya juga eh lakukan

1:37:29screening ya dan ini sekarang sudah

1:37:32masuk ke dalam ee pemeriksaan eh apa

1:37:35namanya? Pemeriksaan CKG juga untuk

1:37:38pemeriksaan hepatitis ya. Di dalam CKG

1:37:40juga ada ya penanganan kasus ee untuk

1:37:44kasus-kasus hepatitis B sesuai dengan

1:37:45standar.

1:37:47Yang penting adalah promosi kesehatan ya

1:37:49e supaya bisa ee pendekatannya tidak

1:37:52cuman di sektor kesehatan saja tapi

1:37:54multisektor.

1:37:56Nah, selanjutnya kita masuk ke program

1:37:57eh entis ya atau neglected tropical

1:38:00disease.

1:38:06Nah, pertama kusta.

1:38:08J kusta itu kita melakukan eliminasi.

1:38:11Nah, ternyata eliminasinya itu pasti

1:38:15banyak tantangan.

1:38:17Nah, yang ee apa namanya? Yang sudah

1:38:19eliminasi aja baru 6 kabupaten kota dari

1:38:21514 kabupaten ya. Yang masih ada

1:38:24penularan itu masih banyak masih 406

1:38:26kabupaten kota yang masih ada ee apa

1:38:29fase transmisi. Jadi penularan ada aja

1:38:31gitu ya ee untuk.

1:38:34Nah, kalau misalnya yang baru berhenti

1:38:37ee baru berhenti sudah tidak ada

1:38:39penularan lagi. Ini kan masih masih

1:38:40dievaluasi ya. Nah, itu baru 102.

1:38:44J masih banyak teman-teman. masih apa

1:38:46namanya? PR-nya masih banyak. Apalagi

1:38:48kasusnya itu ada di kasus anak ya. Kasus

1:38:51anak itu sampai 487 kasus di 2025. 2026

1:38:55juga banyak 452 kasus. Belum yang

1:38:58disabilitas. Yang disabilitas juga

1:39:00ternyata ee lebih banyak lagi ya. Nah,

1:39:02ini dari disabilitas karena kustak ya.

1:39:06Ya. Ee kalau disabilitas kan misalnya

1:39:09dia kelemahan apa ya ini ee tidak terasa

1:39:12ya kalau di beberapa bagian tertentu ya

1:39:18akibat pustak.

1:39:20Kemudian ee notifikasinya itu juga masih

1:39:24ee apa namanya masih tidak belum terlalu

1:39:26banyak ya. Belum terlalu banyak di tahun

1:39:302026 apalagi masih masih rendah banget

1:39:32nih. Masih rendah banget sampai ke u

1:39:34masih jauh. Coba kalau misalnya di tahun

1:39:362026 setahun di Bengkulu contohnya ya

1:39:38itu notifikasi yang ee pusta itu ada 168

1:39:42tapi sampai ke TW2 saja di Bengkulu di

1:39:452026 itu ee masih 6,2.

1:39:50Ini tentu nanti ee apa namanya perlu

1:39:53dikonfirmasi ya, konfirmasi kembali

1:39:56apakah mungkin notifikasinya yang

1:39:57terlambat atau bagaimana.

1:40:00Nah, ini strateginya. Jadi strateginya

1:40:02ada ada empat. ada strategi satu itu ada

1:40:05penemuan kasus ya melalui active case

1:40:07finding dan juga integrasi dengan CKG.

1:40:09Nah, ini kan ee kusta juga ada di dalam

1:40:11CKG ya untuk ee terutama untuk

1:40:14wilayah-wilayah yang berisiko ee bernah

1:40:16kusta.

1:40:23N penatal pelaksanaan dari mulai

1:40:25pengobatan sampai rujukan bahkan di

1:40:27konseling psikologis itu merupakan tata

1:40:29laksana. Strategi tiga adalah pencegahan

1:40:31pemberian chemoprofilaksis pada kontak

1:40:34erat dan eh yang keempat adalah

1:40:37surveilance. Nah, ini penting. Makanya

1:40:39sekarang ee apa namanya? Untuk

1:40:40surveilance terkait dengan pencetatan

1:40:42pelaporan ini benar-benar benar-benar di

1:40:45apa namanya diprioritaskan ya di penting

1:40:49sekali karena memang untuk bisa

1:40:51melakukan ee apa pencegahan pengendalian

1:40:53ya tentu harus ada pencatatan yang valid

1:40:56ya dan akurat gitu ya. ini tentu

1:40:58teman-teman ee dari RK medis nih yang

1:41:01jadi tulang pelindungnya gitu ya untuk

1:41:04bisa memastikan pencatatan pelaporan

1:41:07dari setiap kasus yang ditemukan di

1:41:09pasianes itu ee

1:41:12menjadi satu apa ya menjadi satu tugas

1:41:15yang sangat penting gitu ya.

1:41:17Oke. Jadi ini ee untuk apa namanya untuk

1:41:21bisa melakukan eliminasi ya. Berikutnya

1:41:25di program ISPA. Nah, program ISPA juga

1:41:28ee yang pertama adalah pneumonia ya.

1:41:30penemuannya pada balita ini ternyata

1:41:32temuannya masih cukup banyak ya ee cukup

1:41:36banyak di

1:41:38apa namanya di masyarakat terutama di

1:41:40DKI Jakarta ini banyak banget nih ya ee

1:41:43yang di kasus pneemonianya pada balita

1:41:48ya di Jakarta kalau secara nasional

1:41:50sendiri itu ada 8,98%

1:41:53ee pemonia balita ya ke depan yang

1:41:56dilaporkan.

1:41:58Nah, berikutnya ee

1:42:00capaian pengobatannya ya sudah cukup

1:42:03baik ya, sudah cukup baik, sudah ee di

1:42:05atas 90% semua. Di atas 90% semua tapi

1:42:08memang ee kita inginnya itu adalah di

1:42:11atas 95% ya, 95%.

1:42:15Ternyata masih secara nasional pun masih

1:42:18ee hampir sedikit lagi ya, hampir

1:42:20sedikit lagi 94,91%.

1:42:23Ya, masih tantangan buat kita nih gitu

1:42:25ya. ee apa namanya untuk melakukan

1:42:28pengobatan pada kasus pneumonia pada

1:42:30balita. Ini strateginya promosi tentunya

1:42:34surveilance ya peningkatan kapasitas

1:42:37petugas medis dan kesehatan tentunya ya

1:42:39dan penibatan lintas produkas sektor dan

1:42:41pemanfaatan aplikasi ee apa aplikasi

1:42:45pencatatan pelaporan di sini NAR

1:42:46menggunakannya. Nah, ini juga menjadi

1:42:49satu apa namanya? satu strategi utama ya

1:42:53untuk bisa mempunyai sistem informasi

1:42:55pencatatan pelaporan rutin untuk program

1:42:58ISPA ini salah satunya pemonia kita juga

1:43:00sudah punya ini nih untuk surveilance

1:43:02itu banyak ya itu bisa ee dicatatkan di

1:43:05SKDR untuk bisa mengidentifikasi eh apa

1:43:08namanya kemungkinan potensi wabahnya

1:43:10gitu ya. Kemudian ada surveilance routin

1:43:12dan surveilance Sentinel ili Sari ya.

1:43:15Sentinel ili itu di Puskesmas, Sentinel

1:43:17Sari di rumah sakit ya yang tersebar di

1:43:2035 provinsi.

1:43:22Oke.

1:43:24Nah, ini terakhir ee di penyakit menular

1:43:28ini menjadi satu hal yang sangat penting

1:43:30karena perilaku cuci tangan ini saat ini

1:43:32masih ee cukup rendah gitu ya, cukup

1:43:34rendah di Indonesia. Ee kita bisa

1:43:37melihat di sini Indonesia masih apa

1:43:40namanya ee masih

1:43:44apa ya masih cukup rendah ya ee 79%

1:43:49harus harus bisa ee harus bisa

1:43:51ditingkatkan kembali ya. Jadi

1:43:54kenaikannya tuh ee tidak terlalu

1:43:56signifikan hanya naik sedikit saja gitu

1:43:58ya. Kita inginnya kan sampai meningkat

1:44:01yang cukup ee tajam seperti pada

1:44:03Thailand ini naikannya itu lambat

1:44:05banget. ee dari mulai 2024 itu ee lambat

1:44:09banget untuk bisa ee tercatat perilaku

1:44:11cuci tangan pakai satu.

1:44:14Nah, kemudian penurunan BAB

1:44:15sembarangannya juga masih ee apa namanya

1:44:17saat ini masih memang masih kontrak gitu

1:44:19ya, tapi harus betul ditingkatkan supaya

1:44:23sudah tidak ada lagi yang berak

1:44:25sembarang. Akses air minumnya juga sama

1:44:28ya ee masih ada masih ada saja yang

1:44:31rumah tangga yang ee tidak memiliki

1:44:33akses ke air minum yang layak.

1:44:35ee sekitar 8,3% ini ya. Ini tentu perlu

1:44:39PR buat kita ya untuk bisa melakukan

1:44:41edukasi ke masyarakat gitu ya. Ee supaya

1:44:45akses ke apa ke air minum, kemudian

1:44:49akses sanitasi dan juga melakukan

1:44:51perilaku higiennya itu betul-betul

1:44:52ditatan.

1:44:54Oke, ini di em apa namanya? Di penyakit

1:44:57menular. Nah, sekarang kita masuk ke

1:44:59PTM. Bagaimana kebijakan di PTM? Nah,

1:45:02kalau di PTM kita coba lihat dari fakta

1:45:04dan besaran masalahnya dulu. Ini

1:45:06sekilas-sekilas saja saya saya

1:45:08sampaikan. Jadi, Indonesia itu bukan

1:45:11cuman PT ee penyakit menular yang masih

1:45:13jadi masalah kesehatan seperti yang tadi

1:45:14disampaikan di atas, tapi juga penyakit

1:45:16tidak menular mulai mengalami

1:45:17peningkatan. Ee teman-teman bisa melihat

1:45:20di sini ee kita lihat eh di tahun 2020

1:45:24itu apa namanya? Diabetes militus itu

1:45:27masih nomor 9. Begitu di 2023 ini

1:45:29posisinya naik di nomor 4 ya. Ini

1:45:32naiknya luar biasa sekali ya. Kalau

1:45:34nomor satunya masih di stroke dan

1:45:37jantung ya. Masih stroke dan jantung ini

1:45:39ee penyebab kematiannya akibat PTM ya.

1:45:43Nah, kemudian di faktor risikonya

1:45:44ternyata eh apa namanya?

1:45:47Tembakau ya. Tembakau itu berarti ee

1:45:50dalam hal rokok itu yang tadinya di 2020

1:45:53itu nomor 3 sekarang jadi naik nomor du

1:45:55ya yang eh apa namanya? yang memiliki

1:45:58kontribusi terbesar gitu ya untuk

1:46:00kematian akibat PTM di Indonesia itu ada

1:46:03tekan darar tinggi kemudian tembakau

1:46:05gitu ya kemudian juga diet berisiko ya

1:46:07dietnya sembarangan gitu ya dietnya

1:46:09sembarangan itu ee apa namanya

1:46:11menimbulkan kematian akibat PTM yang

1:46:14cukup besar juga ya risiko juga. Nah ini

1:46:16ya teman-teman ini menjadi menjadi

1:46:18perhatian yang penting ya teman-teman eh

1:46:20untuk kita mengetahui faktor risiko dari

1:46:23PTM yang menyebabkan kematian di

1:46:26khususnya di Indonesia.

1:46:28Nah, ya ini ee [berdehem] jadi PTM ini

1:46:31menyebabkan ee

1:46:34kemudian kami koordinasi sama

1:46:39ya. Jadi ternyata PTM ini besar sekali

1:46:42ya ee apa namanya sumbangan ee kebaktian

1:46:46masyarakat ya ee seperti misalnya akibat

1:46:51kardiovaskuler ini ee penyumbang paling

1:46:53banyaknya, kemudian akibat kanker yang

1:46:55keduanya dan kemudian yang ketiganya itu

1:46:57akibat ee diabetes dan gangguan atau

1:47:00penyakit ee ginjal ya. ini ee akibat

1:47:05akibat PTM

1:47:06N ini sejalan sih dengan ee tren

1:47:08kenaikan ee dari penyakit-penyakit

1:47:10tertentu seperti obesitas, diabetes, dan

1:47:12penyakit jantung gitu. Itu dari tahun ke

1:47:15tahun itu ternyata semakin meningkat ya.

1:47:18ini kalau misalnya di sini obes ee

1:47:19hipertensi terlihat ee seperti angkanya

1:47:21lebih rendah di 2023 ini karena

1:47:24perbedaannya aja perbedaan apa namanya

1:47:25ee definisi operasional tapi trennya

1:47:28secara ee absolut itu tersebut ini

1:47:30meningkat teman-teman ee meningkat.

1:47:33Kemudian obesitas juga terjadi

1:47:34peningkatan, diabetes juga terjadi

1:47:36peningkatan ee stroke juga sama ini ee

1:47:39trennya meningkat sebetulnya ya kalau

1:47:41dari absolut itu sebetulnya meningkat.

1:47:42ini ee persentase ada perbedaan ee

1:47:46definisi operasional pada dibandingkan

1:47:47dengan denominatornya gitu ya, tapi

1:47:49prinsipnya mengalami peningkatan pada

1:47:52umumnya mengalami peningkatan apalagi

1:47:54ini obesitas. Obesitas itu kan eh kita

1:47:56sebutnya adalah mother of disease kan.

1:47:58Eh jadi orang yang obesitas itu bisa

1:48:00menimbulkan berpeluang terjadinya

1:48:02penyakit yang lainnya gitu ya. Ee

1:48:04kardiometabolik lainnya seperti

1:48:05hipertensi, diabetes dan sebagainya ya

1:48:08stroke gitu ya. Nah, ini menyebabkan

1:48:10beban biaya kesehatannya juga menjadi

1:48:12meningkat gitu ya. Menjadi meningkat zat

1:48:15jantung, gagal ginjal, kanker, stroke

1:48:17gitu ya. Ee beban kesehatannya menjadi

1:48:19sangat-sangat meningkat. Ini e

1:48:21penyakit-penyakit katastrofik ya. Ee

1:48:23kalau bisa di kita ini apa singkat ada

1:48:27namanya KJSU. KJSU itu ada kanker,

1:48:29jantung, ee kemudian stroke dan ada eh

1:48:32apa? Urone nah uronefro kan ada di gagah

1:48:35ginjal gitu ya.

1:48:36Jadi betul-betul KJSU ini ee penyakit

1:48:38yang ee katastrofik yang membutuhkan

1:48:42atau menarik biaya kesehatan yang cukup

1:48:45besat ya. Sangat signifikan ya teman-

1:48:48sampai 75,4%.

1:48:51Nah, ya ini ee di Indonesia itu ternyata

1:48:54kanker menduduki peringkat nomor ya ee

1:48:57jumlah kasus dari kematiannya di ee di

1:49:00regional Pasifik ya, Pasifik cukup

1:49:04tinggi ya teman-teman ya. Ini terjadi

1:49:06peningkatan terus gitu ya. Ee ini

1:49:09proyeksinya di tahun 2020 ya kurang

1:49:11lebih seperti ini nanti ee tinggi banget

1:49:13gitu ya. Jadi terus mengalami

1:49:15peningkatan dari tahun ke tahun ya.

1:49:19Nah, ini ee empat penyakit dengan

1:49:21fatalitas dan pembiayaan tertinggi yaitu

1:49:23KJSU, kanker, jantung, stroke, dan

1:49:25uronefrok.

1:49:27Ini ee makanya sekarang ada pengampuan

1:49:28KJSU, Teman-teman, ya. Ada pengampuan

1:49:30KJSU ee karena memang ini benar-benar

1:49:33harus jadi ee apa namanya? Harus jadi

1:49:37perhatian terpenting gitu ya saat ini

1:49:39penyebab kematian tertinggi soalnya.

1:49:42Terus berikutnya, nah berikutnya ke

1:49:44rokok nih. Wah, ini luar biasa. Rokok

1:49:45ini sebagai faktor risiko ya, penyakit

1:49:47tidak melular yang masih menjadi masalah

1:49:49kesehatan utama. Ee dewasa itu ee 70,2

1:49:53juta ya ee menggunakan produk tembakau

1:49:57ya dan naik 10 kali lipat untuk yang

1:50:00pengguna nervo elektronik. Nah, dari

1:50:03mulai 2011 sampai 2021 itu naik 10 kali

1:50:05lipat. Mungkin sekarang 2026 naik lagi

1:50:07gitu ya. Masih banyak ya. kita lihat

1:50:09kanan kiri ee orang banyak pakai rokok

1:50:12elek elektron elektronik kayaknya enak

1:50:14banget gitu ya rokok elektrik apa rokok

1:50:16elektronik sih sebutnya. Nah, ini eh apa

1:50:19nam menjadi satu satu hal yang apa

1:50:22menjadi perhatian kita juga dianggapnya

1:50:24rokok elektronik itu ee rokok elektrik

1:50:27itu lebih aman gitu ya. Padahal isinya

1:50:29sama. Isinya ee isi isinya sama

1:50:32dicairkan saja. Isinya sama. Ada

1:50:33nipotin, ada tar juga. Bahkan kalau

1:50:35namanya dicairkan itu akan lebih lebih

1:50:38efeknya akan lebih besar ee risikonya

1:50:40dibandingkan yang dia dalam bentuk padat

1:50:43seperti dalam rokok ee tembakau gitu ya.

1:50:46Kemudian di anak ee remaja itu terjadi

1:50:49peningkatan gitu ya. Peningkatan dari

1:50:50mulai usia 10 sampai 18 tahun itu

1:50:53ternyata mengalami peningkatan secara

1:50:54signifikan ee dalam absolutnya ya. unsur

1:50:58itu terjadi peningkatan secara

1:50:59signifikan. Ee kita enggak enggak usah

1:51:01lihat eh persennya ternyata dalam bentuk

1:51:03absolut terjadi tingkat yang sangat

1:51:05signifikan ditambah dengan tingginya

1:51:07paparan rasa rokoknya luar biasa dalamok

1:51:10e ruangan tertutup itu betul-betul

1:51:11tinggi banget gitu ya. Apalagi kalau dia

1:51:13orang tuanya merokok e merokok di depan

1:51:15anaknya itu luar biasa sekali banyak ya.

1:51:18Ini 6 sampai en dari 10 orang anak itu

1:51:21terpapar di dalam rumah ya. tujuh dari

1:51:2310 anak

1:51:25itu terpapar di tempat umum yang ee

1:51:27kemudian satu dari dua anak terpapar di

1:51:29sekolah. Wah, ini luar biasa di sekolah

1:51:33ee apa namanya kanan kiri merokok semua

1:51:35gitu ya. Ya, Indonesia itu nomor dua ya

1:51:39untuk ee penyebab akibat rokoknya di

1:51:42dunia di Indonesia dan secara global itu

1:51:45ternyata akibat ee apa namanya faktor

1:51:49sistem merokoknya ternyata secara

1:51:51global.

1:51:52ya. Oke. Nah, berikutnya ini pengeluaran

1:51:55keluarga aja ee untuk konsumsi rokok

1:51:57tiga kali lipat lebih tinggi daripada

1:51:59pengeluaran untuk protein. Luar biasa

1:52:01sekali, Teman-teman. Bisa dilihat

1:52:02seperti ini. Ini dari tahun ke tahun ya

1:52:05ee dari tahun ke tahun di perkotaan dan

1:52:07perdesaan itu ternyata sama saja

1:52:09tingginya gitu ya. Sama tingginya. Jadi

1:52:11ee untuk beli telur aja enggak enggak

1:52:15sebanyak itu. Untuk pemberian rokok

1:52:17kreatif kita itu luar biasa besar.

1:52:21untuk remaja aja sudah ee beli rokok

1:52:23eceran itu sudah banyak ya bahkan banyak

1:52:25yang tidak dicegah pada saat ee usia

1:52:28remaja itu eh apa namanya beli rokok ini

1:52:31mestinya peran dewasa ini untuk

1:52:34betul-betul bisa mencegah bagaimana

1:52:35caranya gitu harus ketat gitu tapi

1:52:37ternyata kan ya kalau enggak dibeli ya

1:52:41uang gitu ya seperti namanya jual-jualan

1:52:44ya kan.

1:52:46Nah, ini ya ini tantangan banget ee

1:52:48perubahan perilaku tidak merokok itu ee

1:52:51mestinya sudah dimulai dari umur 15

1:52:54tahun karena 57% perokok itu ee pertama

1:52:57kali merokok dimulai usia remaja.

1:53:01Mulai papalan paparan iklan rokok dan

1:53:03sebagainya ya.

1:53:06Oke, selanjutnya ee tadi rokok, sekarang

1:53:09ke minuman berpemanis dalam kemasan atau

1:53:11MBDK atau sent. Nah, ini ternyata

1:53:13penjualannya kan semakin meningkat dan

1:53:15ini sejalan dengan peningkatan kasus

1:53:17obesitas dan diabetes melitus ya.

1:53:19Teman-teman bisa melihat dari data eh

1:53:22apa namanya eh riskes DAS 2000

1:53:25ee apa 2018 itu 21,8 dan obesitasnya

1:53:29meningkat di tahun 2023 jadi 23,

1:53:32diabetes militusnya juga sama meningkat

1:53:34ya meningkat tajam gitu ya. Nah ini ini

1:53:38kita yang bisa kita hitung kan dari

1:53:39penjualannya aja. Nah penjualannya kan

1:53:41berarti otomatis masyarakat itu

1:53:43mengkonsumsi gitu ya. Mengkonsumsi. Nah,

1:53:46ini ternyata mengalami peningkatan yang

1:53:48sangat sangat signifikan.

1:53:51Nah, apalagi di sini anak-anak juga

1:53:53sudah mulai kurang makan buah dan sayur

1:53:56ya itu. Kemudian konsumsi manisnya itu

1:53:59juga tinggi, konsumsi asinnya juga

1:54:00tinggi. Konsumsi asin itu kan sebetulnya

1:54:03campuran di makanan ya. Mungkin orang

1:54:04tuanya memberikan ee apa namanya? Garam

1:54:07itu cukup tinggi pada pada masakan gitu

1:54:09ya. Padahal mungkin ada masakan tertentu

1:54:11yang sebetulnya tidak perlu diberikan.

1:54:12Garam pun itu sudah sebetulnya sudah

1:54:14mengeluarkan asinnya.

1:54:16Nah, tapi ini tambah lagi asin, tambah

1:54:18lagi garam gitu ya sampai garamnya 1

1:54:20sendok teh gitu ya itu cukup banyak

1:54:21teman-teman padahal itu sejemput aja

1:54:24soalnya kalimat secukupnya ini bias gitu

1:54:26ya secukupnya itu e bias rasa kurang

1:54:29asin lagi lagi lagi lagi akhirnya ya

1:54:31ujung-ujungnya lama-lama belum

1:54:33diperteksi gitu kan seperti itu. Nah,

1:54:36ini ya. Jadi ee ada kebiasaan minum

1:54:38konsumsi minuman manis ya lebih dari

1:54:40satu kali sehari. Ee kebiasaan konsumsi

1:54:43makanan manis, kemudian konsumsi makanan

1:54:45asin, konsumsi ee makanan berlemak,

1:54:48konsumsi makan ee kurang makan buah dan

1:54:50sayur. Itu tinggi sekali anak-anak ya

1:54:53seperti itu. Saya aja ini minum kopi,

1:54:55kopinya kopi pahit

1:54:58tidak tidak kasih gula ya. Nah,

1:55:01berikutnya ini ee nah ini yang penting

1:55:03sekali aktivitas fisiknya. aktivitas

1:55:05fisiknya ee di seluruh kelompok usia itu

1:55:07masih kurang. Nah, ini juga yang jadi

1:55:09masalah ya, masalah terbesar. Alasannya

1:55:11apa? Alasannya tidak ada waktulah,

1:55:13kemudian juga malaslah, mager gitu ya.

1:55:15Kemudian juga mungkin sudah lansi, tidak

1:55:17ada rekan. Kadang-kadang kadang-kadang

1:55:19orang mau gerak, mau lari, mau ikut CFDN

1:55:22itu kalau ada teman aja gitu ya. Ini ee

1:55:24menjadi alasan utama untuk melakukan

1:55:26aktivitas fisik ini kan ee apa namanya?

1:55:29Jadi masalah gitu. Padahal kan namanya

1:55:31aktivitas fisik banyak caranya gitu ya.

1:55:33Banyak caranya. setidaknya 5 sampai 10

1:55:36menit sehari itu ee sebetulnya sudah

1:55:38cukup ya. Nah, ini tadi sudah sudah

1:55:43disampaikan di slide yang ee di materi

1:55:45yang pertama gitu ya. Semuanya itu

1:55:47sebetulnya bisa dicegah. Salah satunya

1:55:48adalah upaya pencegahan sekunder melalui

1:55:50screening dan deteksi dini. Sekarang di

1:55:53yang digalakkan adalah melalui CKG.

1:55:56Nah, nah di CKG teman-teman itu ternyata

1:55:59kita temukan di tahun 2025 hipertensi

1:56:01dan diabetesnya ditemukan meningkat

1:56:03seiring berdasarkan usia. ya

1:56:04dibandingkan dengan ee apa namanya ee

1:56:08kalau bisa dilihat itu di tahun 2025

1:56:12sampai 2026 itu ternyata terjadi

1:56:13peningkatan yang cukup signifikan di

1:56:15masing-masing ee golongan usia ya

1:56:18golongan usia hipertensi, diabetes,

1:56:20kanker toibat ee jadi mengalami apa

1:56:23peningkatan yang cukup signifikan. Nah,

1:56:26sekarang kita masuk di upayanya ee

1:56:28kebijakannya. Jadi kebijakan ee apa

1:56:31namanya Kemenkes itu melakukan

1:56:33transformasi kesehatan. Kalau upaya

1:56:38PTM tentunya hampir semuaah ya mulai

1:56:42primer kemudian rujukan ee apa sistem

1:56:45ketahanannya kemudian juga sistem

1:56:47pembiayaan semuanya itu ya pilarnya itu

1:56:49jadi memang ee apa penting untuk bisa di

1:56:53diperhatikan di sem pilar kalau untuk

1:56:55yang PTN tentunya terutama ee di layanan

1:56:58primer ya di edukasi ya dan juga ada

1:57:01pencegahan sekunder tadi ya sekining

1:57:03tadi. Nah, jadi kalau di peraturan

1:57:06peniti kesehatan nomor nomor 3 ya tahun

1:57:092026 itu ee penanggulhan kebijakannya

1:57:12itu ada enam ada tujuh pilar ya. Dimulai

1:57:14dari promosi kesehatan, penan faktor

1:57:16risiko, minimum khusus, deteksi

1:57:18pemanini, tata laksana dan penanganan

1:57:20kasus. Ini butuh semua koordinasi dan

1:57:22kolaborasi lintas program lintas sektor

1:57:24ya. Nah, di sini pertama yang promosi

1:57:27kesehatan kita sudah ee melakukan

1:57:28kolaborasi strategis ya in sektor dari

1:57:31mulai namanya kenali nutri level ya ini

1:57:35ee pencantuman apa namanya pencantuman

1:57:37ee level nutrisi ya di dalam makanan

1:57:41makanan minuman gitu ya. Nah, ini sudah

1:57:43launching ya sudah launching kerja sama

1:57:45dengan eh apa? Lipomal Nusantara ee

1:57:48kerja sama dengan Kemenkes. Kemudian

1:57:50juga ee pencantuman apa nutry level di

1:57:5312 mall ya, 12 mall yang eh ada digital

1:57:56digital ini apa? Digital sig gitu ya,

1:57:59signage gitu ya. Eh itu di semua mall

1:58:02itu sudah dicantumkan

1:58:04promosi melalui sosial media ya. Nanti

1:58:06teman-teman bisa dibuka di apa namanya

1:58:09di IG-nya Kemenkes gitu ya. pertama

1:58:11banyak sekali eh IG-nya eh apa Pak

1:58:14Menteri ya Pak Menteri Gunadi itu eh apa

1:58:18namanya menyampaikan terkait dengan

1:58:20promosi terkait dengan level ini. Nah,

1:58:22terus ini ya sama dengan eh Direktorat

1:58:25Promkes kampanyenya terus ya kampanye

1:58:29perubahan gaya hidup itu dari berbagai

1:58:30macam cara GERMAS, Cerdik, Siti Ringgu,

1:58:33Janji hidup sehat dan empower ya ee

1:58:35terkait dengan rokok. Nah, ini sudah

1:58:37banyak. Nah, kemudian di Kementerian

1:58:39Kesehatan juga sudah meluncurkan e level

1:58:41untuk pengendalian faktor risikonya ya.

1:58:43Jadi seperti ini nutri levelnya. Jadi

1:58:45teman-teman mau pilih mana A, B, C atau

1:58:47D gitu ya. Kalau A itu dia gulanya lebih

1:58:50sedikit ya. Gulanya lebih sedikit atau

1:58:52lemaknya lebih sedikit bahkan mungkin

1:58:54nol gitu ya. Nol hampir nol gitu ya. Ee

1:58:58cuman apa namanya? Kurang dari 0,6%

1:59:01saja. Kalau nutri levelnya untuk yang B

1:59:03itu di atas itu berarti kurang dari

1:59:05satu. Multilevelnya C itu lebih tinggi

1:59:07lagi. Kalau yang D itu di atas di atas

1:59:105% ya. Jadi tinggi banget gitu. Tinggi

1:59:12banget untuk yang eh gulanya gitu ya. N

1:59:16nanti e teman-teman bisa dibaca juga di

1:59:18dalam ee apa namanya ini ya CM CAS nomor

1:59:20301 2026 terkait dengan eh multievel ini

1:59:24dan saat ini masih sifatnya masih apa

1:59:27edukasi ya masih edukasi kepada ee apa

1:59:30namanya pelaku pelaku usaha pelaku

1:59:32usaha. Nah, ini ee apa namanya?

1:59:36Pengendalian faktor risiko lagi.

1:59:37Indonesia terus berkomitmen untuk

1:59:39memperkuat pengendalian terbakar melalui

1:59:41adokasi, penetapan regulasi ee kawasan

1:59:44ee apa tidak merokok ya, pemberian ee

1:59:47layanan berhenti merokok atau IDM gitu

1:59:49ya. Ini juga terus dilakukan.

1:59:52Oke, selanjutnya

1:59:54ee apa namanya? kita juga lagi nyusun

1:59:57ini substansi pengamanan zat aduktif ya

2:00:00ee sebagai turunan dari PP nomor 28

2:00:02tahun 2024 ya ee kita bekerja sama

2:00:05dengan ee Menko PPMK ya tentang batas

2:00:08maksimal kadar nikotin dan TAR. Kemudian

2:00:10juga ee Kementerian apa namanya ee

2:00:14perdagangan ya

2:00:17PKM ya ee kemudian ee pencantuman

2:00:21pencantuman peringatan kesehatan dan

2:00:22informasi ee dan sebagainya ya. Ini

2:00:25banyak sekali memang pengawasan iklan

2:00:28iklan di media sosial juga itu kita

2:00:30bikin beberapa beberapa KMK. Terus ee

2:00:35deteksi dini ya. Kita juga ee

2:00:37revitalisasi struktur yang tadi sudah

2:00:39dijelaskan di di materi yang pertama

2:00:41terkait dengan ILP. Kemudian ini eh CKG

2:00:45ya ini dalam upaya deteksi dini faktor

2:00:47risiko dan perumahan dini kasus. Nah,

2:00:49jadi ada 14 skining PTM yang sudah

2:00:51terintegrasi ke dalam e program CKG ya

2:00:53dari mulai siklus hidupnya yaining

2:00:56balita anak sekolah sampai dewasa dan

2:00:58maksiat. Nah, ini ada yang yang memang

2:01:01benar-benar wajib ya di diperiksa yaitu

2:01:03status gizi, tekanan darah, dan ulat.

2:01:06Nah, kemudian di sini sekarang di tahun

2:01:082026 ini CKG-nya tidak cuman e screening

2:01:10saja, tapi juga harus tuntas tata

2:01:12laksana. Jadi, orang yang sudah lakukan

2:01:14CKG itu langsung diberikan obat kalau

2:01:16ternyata ee dia ditemukan kondisi pra

2:01:18penyakit atau penyakit ya. Jadi tidak

2:01:20tidak dibiarkan atau disuruh pulang tapi

2:01:22langsung diberikan obat di tempat.

2:01:25Kalau rapor kesehatannya ternyata

2:01:26menunjukkan kondisi penyakit misalnya

2:01:28pred diabetes atau mungkin ee pre

2:01:31hipertensi itu langsung dibertang.

2:01:33Nah, ini beberapa beberapa hasil data

2:01:36ya, hasil data padanannya. Ternyata

2:01:38memang masih banyak ya ee masyarakat

2:01:40yang ee sudah ditetapkan hipertensi tapi

2:01:43yang diberikan obatnya baru dikit gitu

2:01:44ya. Baru edukasi doang gitu tidak

2:01:47diberikan obat sehingga ee orang apa

2:01:49data terkendalinya juga masih dikit

2:01:51gitu.

2:01:53dilihat di sini yang terkendalinya dari

2:01:55hensi ini dikit banget ini sayang banget

2:01:57gitu ya orang ini ke mana gitu ya ee

2:01:59apakah malah meninggal atau gitu kan

2:02:01kita enggak tahu e ternyata terjadi

2:02:03komplikasi atau enggak kita enggak tahu.

2:02:05Nah, begitu pun yang diabetes juga sama.

2:02:08diabetes juga samanya masih

2:02:11ini yang kanker bayidara juga sama yang

2:02:13terdiagnosisnya masih sedikit gitu ya

2:02:16yang padahal di awal sudah diketahui

2:02:18abnormal tapi ternyata cuman edukasi

2:02:20barisa ulang tapi tidak tidak langsung

2:02:22dirujuk karena kan di puskesmas kan

2:02:24enggak bisa kan dia harus ke rumah sakit

2:02:26gitu ya harus ke rumah sakit supaya bisa

2:02:28betul-betul terdiagnosa kanker

2:02:29terdiagnosa tumor ini pentingnya

2:02:31teman-teman juga mengetahui cara-cara

2:02:33apa namanya ee cara penanganannya ee

2:02:36seperti apa gitu Ya, kalau sudah tahu

2:02:38abnormal ya sudah langsung rujuk aja.

2:02:39Jangan cuman edukasi, periksa ulang lagi

2:02:41nanti malah yang ada malah tambah parah

2:02:43gitu. Jadi harus langsung dirujuk aja

2:02:45supaya bisa langsung diketahui itu dia

2:02:47kanker atau enggak. Nah, ini beberapa

2:02:50algoritma ya supaya bisa menghindari

2:02:52waktu follow up dari yang CKG ini

2:02:54langsung diberikan inisial terapi. Jadi

2:02:58jangan ditunda lagi langsung di di

2:03:00tempat itu yang sama langsung diberikan

2:03:02ya. Baik untuk ini yang utama dulu yang

2:03:04hipertensi DM dan disiplinia ya.

2:03:07seperti itu. Ini saya cepat aja nanti

2:03:09kalau misalnya ada pertanyaan bisa kita

2:03:11diskusi lebih kalau ada kalau cukup

2:03:13waktunya ya. Nah, ini yang tadi saya

2:03:15bilang terkait dengan pelimpahan

2:03:17kewenangan ya teman-teman. Jadi

2:03:18[berdehem] pelimpahan kewenangan ini ee

2:03:20saat ini kalau misalnya di puskesmas itu

2:03:23pasti sudah ada dokternya. Tapi kalau

2:03:24misalnya ternyata dia keluar Puskesmas

2:03:26kan mungkin dokternya enggak ikut ya ee

2:03:27karena terbatas dokternya. Tapi nanti ee

2:03:30dengan adanya pelimpahan kewenangan ini

2:03:32itu eh ada apa namanya dokter boleh

2:03:36melakukan melimpahkan kewenangan kepada

2:03:39nakes yang turun ke lapangan untuk bisa

2:03:42memberikan diagnosis dan ee pengobatan

2:03:44gitu ya ee

2:03:47langsung di tempat gitu ya. Kalau

2:03:49misalnya ragu-ragu bisa langsung

2:03:51telonsultasi langsung tinggal telepon

2:03:52aja ya ke dokter gitu ya untuk bisa apa

2:03:57namanya berkonsultasi secara singkat

2:03:59gitu ya apakah ini diberikan obat atau

2:04:01tidak dengan kondisi seperti ini dan

2:04:03sebagainya. Nanti tentu ee arahannya

2:04:05bisa diberikan oleh dokter melalui

2:04:07telepon tadi ya. Tapi kalau yang

2:04:08ringan-ringan gitu kan, oh ini baru nih

2:04:11baru ee hipertensi nih ya sudah kasih

2:04:14aja karena memang obat hipertensi

2:04:16kemudian obat ee DM yang dipilihkan yain

2:04:19untuk hipertensi kemudian eh Mformin

2:04:21untuk eh diabetes metus itu sebetulnya

2:04:24relatif aman kalau diberikan eh di awal

2:04:26gitu ya ee penurunannya tidak sangat

2:04:28signifikan ya pelan-pelan dan itu sangat

2:04:30aman makanya kita [berdehem] ee apa

2:04:33namanya kebijakannya boleh diberikan

2:04:35penimahan kewenangan kepada nak selama

2:04:37sama dia memang si pasien tersebut tidak

2:04:40ada tidak ada penyulit yang lain. Oke,

2:04:43barangkali itu yang bisa di

2:04:46sampaikan. Ee mohon maaf ini cepat ya eh

2:04:49dalam dua materi yang e hampir 100.

2:04:53Mudah-mudahan teman-emil ini enggak

2:04:56ya.

2:05:02Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak

2:05:06I. Ee terima kasih Dr. Nasir untuk

2:05:09materinya yang sangat luar biasa

2:05:10tentunya padat sekali. Oke. Ee adik-adik

2:05:14ada yang ingin ditanyakan atau

2:05:15didiskusikan dengan dr.

2:05:18kami persilakan

2:05:22atau mau e di chat room chat kalau

2:05:25misalkan ini bertanya

2:05:31bisa ra terlebih dahulu sebelum

2:05:35bertanya.

2:05:40Ee oke.

2:05:43Ee sepertinya sudah paham semua, Dok,

2:05:46dengan materinya. atau bingung

2:05:48[tertawa]

2:05:49banget. Iya. Nah, dan ee untuk materinya

2:05:53sudah kami share di link ee koordinator

2:05:58ee mata kuliah. Mungkin nanti bisa

2:06:00dibagikan ke mahasiswa dan bisa dibaca

2:06:02lagi, dipelajari lagi dan bisa jadi

2:06:07pengetahuan juga dan juga tentunya ee

2:06:09nanti akan masuk ke materi UTS adik-adik

2:06:13semua seperti itu.

2:06:15Oke, karena waktunya mungkin sudah ee

2:06:19siang dan bentar lagi juga salat

2:06:21istirahat.

2:06:22Oh, bagaimana? Ada yang bertanya?

2:06:27Eh, kamu mau langsung diwarnain

2:06:29Beni mau bertanya. [tertawa]

2:06:33Ya udah.

2:06:35Oh, oke. Mungkin bocor. Oke, Bapak.

2:06:38Terima kasih, Dr. Nasir dan Bapak, Ibu

2:06:41semua koordinator untuk ee kegiatan

2:06:43perkuliahan pada hari ini dan juga

2:06:45adik-adik semua yang sudah memperhatikan

2:06:48juga ee dari awal sampai akhir. Ee kami

2:06:53cukupkan. Kami persilakan Bapak untuk

2:06:56melanjutkan aktivitas ee selanjutnya.

2:06:59Kami tutup. Wasalamualaikum

2:07:01warahmatullahi wabarakatuh.

2:07:05Waalaikumsalam warahmatullah. Bak sudah

Recently added transcripts

Browse the whole transcript library

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com, free, unlimited, no sign-up.