Full transcript
0:00Sudah.
0:02Oh, sik.
0:05Silakan mahasiswa menggunakan PB ya.
0:09PB-nya yang sudah di-share.
0:15Halo. Asalamualaikum. Iya, Mas.
0:17Oh, sik.
0:18Nggih.
0:20Silakan mahasiswa
0:22nggih.
0:33Oh, ini ini sebentar.
0:35Widi itu virtual backgroundnya.
1:16ini yo
1:23apa itu
1:35seluruh jurusan
1:37ee Bapak Ibu koordinator ee mata kuliah
1:40apakah Aku kan muridnya cuman
1:43Apakah mahasiswanya sudah pada hadir
1:46yang di dalam kelas?
2:26Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
2:28wabarakatuh.
2:33Selamat
2:35siang eh selamat pagikumsalam
2:37seluruh mahasiswa dan narasumber Bapak
2:42ada belum
2:43yang sudah bergabung. Mohon mahasiswa
2:46unmute terlebih dahulu.
3:05Silakan mahasiswa menggunakan VIBI yang
3:08sudah diberikan panitia
3:10dan selama kegiatan berlangsung mohon
3:15untuk on kamera
3:18dan menutup atau untuk mikrofonnya
3:23di-mute
3:25ya. Silakan. Ini masih ada yang belum on
3:30kamera.
3:31On kameranya tidak VIB-nya ya, sama
3:35orang-orangnya. I monggo teman-teman
3:38semuanya.
3:42Sebentar lagi kita akan mulai untuk
3:46perkuliahan
3:48pada pagi hari ini. Narasumber sudah
3:51hadir di Zoom. Silakan mahasiswa
3:56untuk
3:56mohon izin
3:58eh untuk TRP Weg Semarang kami izin off
4:02karena kami di sebelah dan sinyalnya
4:04terbatas. Terima kasih. Siap.
4:20Masih ada yang belum menggunakan PB,
4:25Mas. Purwokerto nih, Mas Abian.
4:29Monggo silakan.
4:34Baik, kita mulai ngih. Asalamualaikum
4:37warahmatullahi wabarakatuh.
4:40Selamat pagi ee teman-teman semuanya,
4:46Bapak Ibu pengelola di prodi
4:49masing-masing. Kemudian juga yang
4:51terhormat Bapak narasumber yang sudah
4:55bersedia hadir pada pagi hari ini. Mohon
4:59izin dulu. Ee asalamualaikum Bapak
5:02Nasir.
5:07Waalaikumsalam, Bu.
5:09Ngih. Matur nuwun sudah ee bergabung
5:14pada pagi hari ini di sela-sela
5:15kesibukan Bapak ngih. Mohon izin kita
5:18mulai nih Bapak untuk kegiatan pagi hari
5:21ini untuk Kapita Selekta ee program
5:26kesehatan ee Kementerian Kesehatan. Ee
5:29baik Bapak ee untuk pagi hari ini ee
5:33sudah bergabung mahasiswa. Kalau di Zoom
5:35ini memang hanya 200 tetapi sebagian ada
5:39yang bergabung secara langsung di aula
5:42atau di kelas nggih. Ee jadi yang
5:47bergabung ini hanya 260-an ya gitu. Tapi
5:52insyaallah sebagian sudah bergabung
5:53semuanya. Baik, ee mohon izin sebelum
5:56kegiatan dimulai saya ee akan membacakan
6:00CV dari beliau Bapak narasumber yang ee
6:05sedianya sudah ee [berdehem]
6:07bergabung. Ee nama Dr. Ahm Mukhtar
6:12Nasir,
6:13Magister epidomologi.
6:16Ee tempat lahir beliau di Tanjung Redep,
6:2112 Juni tahun 1980.
6:24Kemudian
6:26ee jabatan beliau adalah adminkes ahli
6:30madia sebagai katimker metabolik dan
6:33surveilance.
6:35Kemudian beliau juga bekerja di unit
6:38kerja ee di ee di PTM Kementerian
6:42Kesehatan
6:43yang ada di Kuningan. ee untuk
6:46pendidikan dan pelatihan beliau, beliau
6:50telah mengikuti TOT surveilance
6:52epidemiologi
6:54bagi petugas Puskesmas. Kemudian juga
6:57TOT TGZ, kesiapsiagaan, kewaspadaan
7:00deteksi dini dan respon menghadapi
7:02penyakit infeksi emergency di pintu
7:06masuk negara dan wilayah.
7:09Kemudian juga beliau sebagai ee sudah
7:12melakukan pelatihan fundamental
7:14epidemiologi
7:16eh kesehatan dan juga pelatihan public
7:19health emergency management eh kemudian
7:23juga epidemiological intelligency
7:25management program.
7:27Pengalaman beliau ini sangat banyak
7:29melatih dan mengajar sebagai fasilitator
7:32TOT TGZ kesiapsiagaan kewaspadaan.
7:36Juga sebagai fasilitator pelatihan
7:39asisten epidemiologi lapangan dan juga
7:43sebagai dosen tamu surveilance
7:45epidemiologi di FKM USU dan Universitas
7:49Esa Unggul.
7:51juga sebagai fasilitator pelatihan ee
7:54fasteni untuk FKTP dan lainnya. Nggih.
7:58Ee demikian untuk kurikulum [berdehem]
8:01VIT dari beliau Bapak Dr. ee Mukhtar
8:05Nasir. Ee terima kasih Mbak Kiat sudah
8:09men-share. Ee monggo bisa ditutup Mbak
8:12Kiat. Nggih.
8:17Baik. Ee untuk waktunya kami persilakan
8:21kepada Bapak Muhammad Nasir untuk
8:23memberikan perkuliahannya pada pagi hari
8:26ini atau ilmunya kepada mahasiswa kami
8:29selama 2 jam ke depan. Ini jam 09.30
8:33berarti 11.30 insyaallah sudah ee
8:37beserta tanya jawab sudah bisa
8:39dielesaikan dengan baik. Terima kasih.
8:42Monggo kami persilakan waktunya Pak Asir
8:44Pak Dokter. Monggo.
8:46Baik, terima kasih Bu Widi atas
8:48kesempatannya. Asalamualaikum
8:50warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
8:52pagi.
8:52Waalaikumsalam warahmatullahi
8:53wabarakatuh.
8:54Saya panggil teman-teman aja ya biar
8:56akrap.
8:57Iya. Ee ya ee baik, terima kasih. Jadi
9:01pada kesempatan hari ini saya ditugaskan
9:04oleh Bu Direktur ee Penyakit Tidak
9:06Menular untuk ee menyampaikan beberapa
9:10informasi atau mungkin ya sharing
9:12knowledge ya ee terkait dengan kebijakan
9:16juga. Kemudian ada informasi-informasi
9:18terkait dengan eh pendekatan life cycle
9:23ya, cycle approach gitu ya. Nah, mungkin
9:26ee [berdehem] mudah-mudahan di waktu
9:27yang ee cukup sempit ini bisa
9:30menyampaikan ee materi yang ee apa
9:33namanya? Cukup padat nih kayaknya. Ee
9:36kemarin saya coba cari-cari ini ya,
9:39cari-cari em kompilasi datanya,
9:42kompilasi bahan gitu ya. Ternyata kok
9:44banyak banget ya. Tapi ya mudah-mudahan
9:46nanti bisa cukup nanti kita bisa ee
9:48freskan. Saya enggak enggak akan
9:51menyampaikan secara detail masing-masing
9:53slide mungkin ya. Nanti kita ee
9:56teman-teman bisa baca sendiri barangkali
9:59karena memang ada yang tidak perlu
10:01dijelaskan secara detail. Ee saya skip
10:04nanti bisa di anu apa namanya bisa
10:07disampaikan kalau misalnya ternyata ada
10:09yang mau diklarifikasi
10:11ya. Oke, kita bebas aja nanti ee kalau
10:15misalnya di tengah-tengah mungkin ada
10:16yang mau bertanya terkait dengan slide
10:18yang ee tayang nanti itu bisa langsung
10:22ee
10:23apa namanya bisa langsung disampaikan.
10:26Kalaupun misalnya mau dituliskan dulu di
10:29chat itu akan lebih baik biar ee apa
10:32lebih kita bisa runut gitu ya yang mau
10:35disampaikan. Em, baik, sebelumnya ee
10:39teman-teman boleh panggil saya nanti ee
10:41saya biasa dipanggil Nasir di ee nama
10:44belakang saya. Nama belakang saya bukan
10:46bukan nama orang tua tapi memang nama
10:48saya full ya, eh Mukhtar Nasir ya. Jadi
10:51ee teman-teman bisa panggil saya Nasir.
10:54Baik, saya ee
10:57share screen sebentar ya.
11:01Saya mulai dengan em
11:06bukan saya tidak akan sampaikan yang
11:08kebijakan dulu karena mungkin ini jadi
11:11satu apa ya namanya ee satu awalan ya
11:15untuk bisa kita membuka membuka wacana
11:18kenapa kenapa ada nanti ada kebijakan
11:20itu jadi kan kebijakan itu kan nanti ada
11:23berbasis data dan sebagainya. Saya akan
11:25memulai dengan yang ini.
11:30Enggak apa-apa ya ee teman-teman
11:32dibolak-balik ya sama aja sebetulnya
11:35yang penting ee apa namanya nanti
11:37informasinya bisa tersampaikan dan alur
11:38pikirnya bisa kita pahami bersama.
11:43Baik ee jadi materi yang diminta untuk
11:47disampaikan itu ada dua sebetulnya. Yang
11:50pertama adalah pendekatan life cycle
11:51dalam kesehatan ibu, anak dan gizi yang
11:54juga nanti ada di apa namanya disinggung
11:57juga terkait dengan imunisasi dan
11:58sebagainya. Nah, di sini ee kalau enggak
12:01salah saya saya mendapat informasi bahwa
12:03nanti mahasiswa yang ikut hadir dalam
12:06perkuliahan ini ada dari beberapa prodi
12:09ya, ada di Politeknik Kesehatan ya, di
12:11Politeknik Semarang. Nah, mungkin yang
12:14saya rangkum di sini informasinya ada
12:16dari teknikal radiologi keperawatan ya,
12:18terus ada rekam medik dan eh apa TLM ya,
12:22teknologi Rab medicnya. Mungkin nanti
12:24kalau misalnya ada yang ee apa namanya
12:25belum disebut nanti mohon diinfokan aja
12:27l ya. Oke.
12:30Em berikutnya, jadi ini yang akan kita
12:33bahas ee pertama konsepnya ya, konsep
12:38pendekatan life cycle dalam kesehatan
12:39itu seperti apa dan juga nanti peran
12:41dari lintas protesi kesehatan. Kemudian
12:43ee bagaimana masalah kesehatan ibu, ibu
12:46dan anak ya. bedan anak ee situasinya
12:49seperti apa, tantangannya bagaimana,
12:51kemudian ee di program KIA dan gizi ya,
12:54strateginya saat ini seperti apa dan
12:56juga imunisasi kita nyolek juga ke CKG
13:00dan ee terkait integrasi layanan primer
13:03ini merupakan satu upaya terkait dengan
13:05pencegahan dan mendeteksi dini penyakit
13:07sejak awal. Nah, ee kurang lebih ee ini
13:11nanti yang akan didapatkan ya.
13:14bisa mahasiswa itu nanti bisa
13:15menjelaskan konsep pendekatan life cycle
13:18dan pelayanan kesehatan. Kemudian
13:19mengidentifikasi masalah kesehatan ibu
13:21anak dan gizi di Indonesia. Menguraikan
13:22strategi program KIA gizi dan adisasi.
13:25Kemudian juga menghubungkan ke peran
13:27profesinya gitu ya. Jadi ee manfaat
13:31setiap materi itu mungkin terutama yang
13:33ee dibawakan oleh
13:35ee apa ya namanya dosen tamu gitu ya
13:37dari luar gitu bisa dihubungkan dengan
13:40profesinya masing-masing gitu ya. apa
13:43sih yang harus di di apa namanya
13:45diperankan oleh ee saya gitu ya ee dalam
13:48dalam hal kegiatan ee kesehatan gitu ya
13:52dalam upaya promotif preventif terutama
13:54ya. Kemudian ee menjelaskan keterkaitan
13:57ee CKG dengan deteksi dini penyakit
13:59sepanjang siklus hidup dan juga
14:00menjelaskan keterkaitan kebijakan ILP
14:03atau integrasi dan perim. Nah,
14:07jadi mengapa pendekatan ee life sosial
14:09ini penting? Ee karena begini, kesehatan
14:12itu merupakan hasil akumulasi ya,
14:15kondisi sejak dalam kandungan sampai
14:17lanjut usia gitu kan. Jadi em apa
14:20namanya seseorang itu bisa
14:23ee sehat gitu ya kalau misalnya dari
14:26sejak awalnya itu memang sudah sudah
14:28terbiasa ee melakukan sesuatu hal
14:31tertentu sehingga mempengaruhi ke
14:32berikutnya. Kalau ternyata di fase
14:35sebelumnya itu ada sesuatu hal ya, entah
14:37itu fasenya itu sebelum sebelum ee
14:40prakonsepsi dan sebagainya itu akan
14:43mempengaruhi fase berikutnya. Jadi,
14:44makanya intervensinya harus dilakukan
14:46secara kesinambungan supaya ee apa
14:49namanya? Bisa saling apa ya namanya?
14:53Bisa saling terhubung gitu ya satu sama
14:55lain. Jadi layanannya itu dari mulai ee
14:58balita gitu, dari mulai justru dari
15:00mulai hamil gitu ya, itu harus diikuti
15:03gitu ya, harus ada pohotnya supaya nanti
15:05bisa diketahui kesehatan ke depannya.
15:08Kemudian bagaimana promotif dan
15:09preventifnya itu bisa terfokus gitu ya,
15:13bisa terfokus seseorang itu harus
15:15melakukan apa supaya ee supaya tetap
15:18sehat dan sebagainya gitu ya. Kemudian
15:20juga dia berbasis kelompok sasaran. Nah,
15:22artinya
15:23ee layanan kesehatannya ini itu
15:26betul-betul difokuskan ke ee sesuai
15:29kelompok sasarannya. Jadi tidak bisa
15:31disamaatakan ketika kita melakukan ee
15:34intervensi kesehatan ke dewasa itu sama
15:37dengan yang anak-anak itu enggak bisa.
15:38Jadi harus apa namanya ee secara secara
15:43apa namanya? Sesuai dengan life
15:45cycle-nya gitu ya, sesuai dengan usianya
15:47gitu ya. Oke. Apalagi kalau misalnya di
15:51situ ternyata ada disabilitas dan
15:52sebagainya itu karena kan memang akan
15:54berbeda pelayanannya gitu ya. Nah. Nah,
15:58jadi ini untuk ee definisinya kurang
16:00lebih yang bisa didapatkan adalah
16:02pendekatan pelayanan kesehatan yang
16:04memandang manusia secara utuh sepanjang
16:06rentang kehidupannya gitu ya. Dari mulai
16:09ee mulai kehamilan gitu ya, mulai
16:11kehamilan atau mungkin sebelum kehamilan
16:13atau bahkan sebelum sebelum jadi janin
16:16gitu ya. Mungkin pada saat ee konsepsi
16:19prakonsepsi. Nah, itu sudah sudah mulai
16:21dipikirkan seperti apa gitu ya. Nah,
16:23dari mulai itu sampai ke lanjut usia
16:25gitu ya. nanti intervensinya disesuaikan
16:28pada setiap tahap perkopangan. Nah, jadi
16:30nanti sifat pendekatan ini em holistik
16:33ya di holistik ee terintegrasi dan juga
16:37dia berpusat pada kelompok sasaran. Nah,
16:39itu di sini tujuannya adalah supaya
16:42semua orang Indonesia itu melewati fase
16:44kehidupannya dengan kondisi sehat ya.
16:47Jadi tidak apa namanya tidak
16:49terpisah-pisah gitu ya. ee masing-masing
16:51itu sudah punya sudah punya layanannya
16:54tersendiri ee yang itu akan di akan
16:58disambungkan dengan fase berikutnya gitu
17:01ya. Oke. Nah, selanjutnya ini tahapan di
17:05siklus manusia itu tadi ya ee dari mulai
17:07ibu hamil gitu ya, dari mulai ibu hamil
17:10kemudian juga ee bayi lahir terus ee
17:14balita gitu prasekolah, kemudian begitu
17:17sekolah ee dan remaja sampai ke dewasa
17:20lanjut usia. Nah, ini itu setiap
17:22tahapannya itu saling berkaitan gitu ya.
17:24Saling berkaitan. Bahkan ketika dibilang
17:27kondisi kesehatan ibu mempengaruhi
17:29bayinya itu itu sudah jelas. Salah satu
17:32contoh yang gampang ee gampang
17:34dimengerti ketika ibunya itu punya ee
17:37apa namanya? Punya riwayat DM gitu ya.
17:39Itu nanti akan nurun kan ke anaknya ya.
17:42Akan nurun ke anaknya. Anaknya juga akan
17:43berpotensi untuk terjadi DM juga
17:46hipertensi gitu ya. atau mungkin ibunya
17:48misalnya ee apa namanya? Tertular
17:51penyakit ee menular yang
17:53sifatnya diturunkan melalui janin
17:57misalnya gitu ya, seperti HIV atau
17:58mungkin penyakit e menular seksual itu
18:01nanti ke anaknya juga kan akan ada apa
18:04ada efeknya gitu ya. Entah itu cachatan
18:06ataupun apa gitu. Nanti akan berlanjut
18:08ya di sini setiap tahap saling berkaitan
18:10gitu ya. terutama kondisi kesehatan ibu
18:12mempengaruhi bayi, kondisi bayi
18:14mempengaruhi anak dan seterusnya ya
18:16sampai ke lanjut usia gitu ya. Nah, ini
18:19makanya di apa di sangat diperhatikan ee
18:22terkait dengan siklus hidup siklus
18:25hidupnya gitu ya. Nah, kemudian eh
18:28continuum care dalam pelayanan kesehatan
18:30ya saling berkesinambungan. Nah, ini
18:32mulai berkesinambungan waktu. Jadi
18:34pelayanan itu dimulai dari sebelum
18:36hamil, kehamilan, kemudian persalinan
18:38sampai lansia ya. Kemudian tempatnya
18:41juga sama ee harus bisa saling
18:43terhubung, tidak ada lagi terotak-kotak
18:45yang namanya pelayanan itu harus di
18:47Puskesmas saja atau hanya di rumah sakit
18:48saja. itu di rumah dimulai dari rumah
18:51sudah mulai ada continuum of jadi harus
18:53ada perawatan ee apa namanya sekarang
18:57kan sudah sudah banyak dikenal ya
18:59namanya perawatan rumah gitu ya komfisit
19:01segala macam itu dengan eh kontinue
19:03dengan konsisten itu sudah dilakukan
19:05jadi dari rumah kemudian juga ee ada
19:08posiandu di sana kemudian juga ee
19:10puskesmas itu saling berkesinambungan,
19:12saling terhubung semua karena
19:14kadang-kadang kita bisa perhatikan ee
19:17kesehatan sosok seorang itu dari
19:19keluarganya gitu ya, keluarganya ada di
19:21rumah. Ee ada siapa saja yang di rumah
19:23dan sebagainya, ada berapa orang di
19:25rumah itu nanti kesinambungan saling
19:27mempengaruhi gitu. Kemudian juga
19:29kesinambungan ee ee pelaku ya ee
19:32kesinambungan pelaku itu tidak cuma
19:34dengan apa namanya tidak cuma ee tenaga
19:38kesehatan atau tenaga medis dengan
19:39pasien, tapi juga antar tenaga
19:42kesehatan. Antar tenaga medis itu saling
19:45terintegrasi. Jadi tidak tidak sendirian
19:47kan ketika misalnya seseorang datang ke
19:50ke tempat layanan kesehatan mengeluhkan
19:52sesuatu kesehatannya itu beberapa
19:54beberapa profesi itu akan saling
19:56terhubung ya. Saling terhubung dan ini
19:58harus saling ee apa namanya melimpahkan
20:01tanggung jawabnya. Artinya bukan
20:02melimpahkan tanggung jawabnya kemudian
20:04lepas tangan bukan maksudnya ee
20:06menginformasikan gitu ya men-sharingkan
20:09bahwa seseorang ini punya penyakit
20:10gini-gini gini dia harus dilakukan ee
20:13apa penanganan seperti ini dan
20:14sebagainya. itu ada kesinambungan gitu
20:16ya, jadi saling terkait
20:20ini. Nah, kalau lihat di situasi
20:23kesehatannya memang ee apa namanya beban
20:26masalah kesehatan itu sudah terjadi pada
20:28seluruh siklus kehidupan dari mulai
20:31bayi, balita, dan anak kep sekolah
20:32misalnya eh informasi terkait dengan
20:34stunting ya. stunting ini kan sudah eh
20:38saat ini angkanya lumayan tinggi nih
20:39dari dari SK 2023 itu masih cukup tinggi
20:42eh 21,5 gitu ya. Nah, ini ee harapannya
20:47bisa terus ditekan e di
20:502030 kalau enggak salah ya itu penginnya
20:52ditekan sampai ke angka 12 gitu ya. Nah,
20:55ini kita belum tahu kalau misalnya
20:56seperti apakah bisa bisa ditekan sampai
21:00segitunya gitu ya ee dalam waktu 7 tahun
21:02dari mulai 2023 atau mungkin banyak
21:06tantangannya pasti. Nah, kemudian di
21:08anak sekolah juga sama banyak ee
21:09kasus-kasus anemia. Kemudian juga bahkan
21:12ya anak sekolah dan remaja itu sudah
21:14mulai banyak yang ee terkena apa namanya
21:18ee kesehatan jiwanya gitu ya. Ya,
21:21terkena gangguan jiwanya. Ini juga jadi
21:22jadi permasalahan, jadi petantangan.
21:24tersendiri. Ada apa gitu ya ee di
21:27anak-anak muda sekarang gitu ya. Kok
21:29bisa ada ee yang terkena gangguan atau
21:33kesehatan jiwanya ee mulai terakh gitu.
21:35Kudian di dewasa lansia, nah ini
21:37biasanya paling banyak itu di obesitas
21:40kemudian hipertensi dan juga ee gula ya
21:42ee gula darahnya tinggi. Nah, masalahnya
21:46ini masih sedikit yang ee melakukan
21:49screening terutama untuk yang penyakit
21:51tidak menular gitu. Jadi ini menjadi
21:54tantangan kita ya, jadi tantangan kita
21:55untuk bisa melakukan ee apa namanya
21:58promosi ke masyarakat ee bagaimana
22:00mereka itu bisa melakukan screening-nya
22:03gitu ya untuk e penyakit-penyakit di
22:05masing-masing tahapan ee siklus
22:07kehidupan tersebut. Nah, karena kalau
22:10misalnya bisa melakukan screening
22:11tentunya bisa terdeteksi lebih awal dan
22:14bisa dikelola lebih awal supaya ee
22:16terhindar dari kekarahan ee kematian
22:18yang ee mungkin lebih cepat k gitu ya.
22:21Nah, ee ada beberapa ee 10 besar ya
22:25beban kesakitan dan kematian yang ee
22:28setiap siklusnya ini
22:32di setiap siklusnya ini ada tercatat
22:33gitu ya. Padahal sebetulnya 10 beban
22:37besar ini itu bisa dicegah gitu ya. Ini
22:39masing-masing nih masing-masing ee usia.
22:41di balita ada gitu dan di anak-anak ee
22:44di remaja ada, di dewasa juga bahkan
22:47lanse itu ada dan masing-masing ini yang
22:49mungkin yang datanya cukup ee apa
22:52namanya yang jadi sangat
22:54em apa namanya yang merah-merah itu ya.
22:57Itu yang perlu jadi persoalan yang
23:00benar-benar perlu di apa namanya
23:02dihatikan betul ya penyakit menular
23:05kemudian juga malnutrisi dan sebagainya.
23:08Kemudian
23:09ee
23:11ini semuanya bisa dicegah, bisa dicegah
23:13sebetulnya. Jadi
23:15ini menjadi PR buat kita bagaimana cara
23:17mencegahnya ke masyarakat.
23:20Nah, selanjutnya, [berdehem] nah ini
23:22sedikit apa namanya mengingatkan terkait
23:25dengan peran dari platform profesi yang
23:28ada di Poltekes ini gitu ya.
23:30Kolaborasinya seperti apa sih sebetulnya
23:31gitu ya. Jadi di teknik radiologi itu
23:34tentu ee nanti akan membantu pencitraan
23:36diagnosis ya untuk deteksi dini,
23:39kelainan tumbuk kembang dan penyakit ya
23:41ee misalnya eh apa namanya streaming TV
23:45gitu kan pasti ada radiologinya gitu ya.
23:46Nah ini juga perlu dibantu bagaimana ee
23:49membuat imaging-nya yang sangat ee apa
23:53namanya yang akurat gitu ya. jangan
23:55sampai salah baca atau mungkin salah
23:57salah angle e pengambilan foto dan
23:59sebagainya dan juga termasuk nanti
24:01radiasinya juga harus di dijaga.
24:03Berikutnya keperawatan. Nah, keperawatan
24:05tentu di asuhan keperawatannya. Nah,
24:07yang apa namanya? Yang menarik kalau di
24:10keperawatan itu dia mulai ee apa nam
24:12menerima pasien melakukan asuhan
24:14keperawatan itu sambil melakukan edukasi
24:17bagaimana pendekatan ke pasiennya gitu
24:19ya. ee sambil melakukan pemantauan ya,
24:22pemantauan kesehatan itu melakukan
24:24edukasi terus gitu. Jadi ee sejauh ini
24:27bisa dibilang keperawatan itu yang
24:29paling dekat dengan pasien gitu ya. Bisa
24:31dibilang seperti itu karena memang itu
24:33yang melakukan asuhan ya ee asuhan
24:35keperawatan dari mulai dia datang ee dia
24:39datang apa namanya mengelukan sakitnya
24:41sampai kemudian dia diberikan pengobatan
24:43dan akhirnya keluar. Bahkan pemantauan
24:45berikutnya pun, kontrol rutin berikutnya
24:47pun pasti akan terus dilanjutkan.
24:50asuhan keperawatan. Kemudian di RMIK
24:52dengan rekam medik. Ini penting nih
24:54karena suatu apa kegiatan kalau misalnya
24:57tidak di dikelola ee
25:00perekamanpereekamannya atau pencatatan
25:02laporan itu akan useless gitu ya, tidak
25:05akan berguna. Nah, jadi kita tidak bisa
25:08mantau seseorang gitu ya. N kalau
25:09misalnya ini bagus pencatatannya dari
25:12mulai awal sampai akhir tidak ada yang
25:14bolong. Bahkan kalau misalnya ada yang
25:16bolong nih ee rekam mediknya misalnya
25:18itu ya. ada bolong nih e misalnya ada
25:20analisis yang tidak lengkap atau
25:21misalnya obat yang mungkin belum input
25:23atau mungkin ICD10 yang belum di-update
25:26itu mereka medik itu berhak untuk bisa
25:29mengingatkan eh apa namanya tim yang
25:32berwenang atau punya punya kepentingan
25:34untuk mengisi itu, untuk melengkapi itu.
25:36Itu harus diingatkan supaya nanti data
25:39rekam medik ini harus betul-betul
25:40lengkap gitu ya. Harus betul-betul
25:42lengkap dan ini menjadi arsip sepanjang
25:44masa ya. ee bahkan kan katanya tidak
25:46boleh dihancurkan ya. Ee kalau yang
25:49waktu itu apa namanya? Reka medik yang
25:51sifatnya kertas itu enggak boleh
25:52dihancurkan selama berapa tahun? 5
25:54sampai 10 tahun gitu. Sekarang kan udah
25:57udah dalam bentuk elektronik semuanya.
25:59Sudah dalam bentuk elektronik semua itu
26:01pasti akan disimpan terus gitu selama
26:04servernya masih cukup gitu kan. Jadi
26:06tidak akan dihapus. Jadi tentu harus
26:08bagus gitu ya supaya kita bisa
26:10beranalisis. Saat ini tantangannya
26:13adalah di reka medik yang memang masih
26:15masih apa ya namanya masih manut-manut
26:17aja pokoknya terserah dokternya lah yang
26:19ngisi seperti itu gitu ya. Ee padahal
26:21ternyata pas begitu kita cek analisis ya
26:24kebetulan saya epidemiolog cek analisis
26:26banyak yang bolong-bolong yang harus
26:27dikonfirmasi ulang itu kan jadi PR
26:29banget gitu ya jadi PR banget nanti
26:31ngulang lagi pelacakan lagi itu
26:32benar-benar repot banget. ini pentingnya
26:34untuk ee teman-teman ee RMIK nih eh
26:37tantangannya seperti itu kira-kira satu.
26:39Kemudian di teknologi laboratorium medik
26:41ini juga pemeriksaan laboratorium
26:42penunjangnya untuk melakukan screening,
26:44deteksi penyakit ini betul-betul
26:46dibutuhkan sekali ya ee konsentrasi dari
26:49teman-teman ini teman-teman ee TLM
26:51karena saat ini semuanya berbasis
26:53laboratorium. Jadi laboratoriumnya
26:55akurat, ee reagen yang tepat, kemudian
26:58alat yang tepat, bagaimana cara ee apa
27:01nam mempelajari cara kerja alat itu
27:03betul-betul harus dikuasai ini
27:05teman-teman. ee tel ini kurang lebih ini
27:08supaya bisa nanti ee dari semua usia
27:11gitu ya, dari semua usia itu bisa
27:13betul-betul terdeteksi dengan tepat
27:15karena kan pasti akan apa namanya
27:17perlakuan setiap setiap siklus hidup
27:20pasti akan berbeda gitu ya untuk bisa
27:22pengambilan ee apa sampelnya gitu. Oke.
27:26Nah, sekarang kita masuk ke sini ke
27:28masalah kesehatan ibu, anak, dan
27:30Nah, jadi ee saat ini kita tahu bahwa
27:33angka kematian ee apa namanya? Angka
27:36kematian ibu di Indonesia itu masih
27:38masih besar ya, tantangannya masih ee
27:42besar, bahkan angkanya itu tergolong
27:44tinggi di kawasan AS Sean. Nah, jadi
27:47bahkan ee apa namanya? Di sini ada angka
27:51kelahiran apa ya namanya?
27:54Angka kelahiran,
27:56angka kematian maternya, angka angka
27:58kematian ibunya itu masih cukup tinggi
28:00ya, 197,3 per1.000 kelahiran hidup itu
28:03di global. Kalau di Indonesianya 140,5
28:07ini masih tinggi juga gitu ya. Masih
28:09tinggi juga. Nah, ini padahal sebetulnya
28:12bisa dicegah gitu ya, bisa dicegah ee
28:15dengan deteksi dini dan penanganan yang
28:17tepat waktu ini sebenarnya betul-betul
28:20bisa dicegah kematian ibu itu. Nah,
28:22biasanya ada empat faktor yang terlalu
28:25ya. Nikah terlalu muda atau bahkan
28:28mungkin terlalu tua gitu ya untuk bisa
28:30hamil gitu ya. Kemudian ee jarak yang
28:32terlalu sering ya jarak ee jarak apa?
28:36Sering hamil gitu ya atau mungkin
28:38terlalu dekat jaraknya. Nah, itu juga
28:40sangat sangat ee berkontribusi untuk ee
28:42terjadinya angka kematian tibu yang ee
28:44meningkat gitu. Kemudian akses juga sama
28:47akses dan kualitas layanan ANC eh anten
28:50care serta persin menjadi kunci
28:51penjagaan juga. Nah, ini ya ini
28:53kondisinya seperti ini kira-kira. Jadi
28:55tantangannya memang masih cukup tinggi.
28:57Ee ini PR kita semua sebetulnya. Bahkan
29:01kalau misalnya silakan di apa namanya ee
29:03kalau misalnya di dipikirkan
29:06peran masing-masing masing-masing ee
29:09teman-teman yang ini gitu ya yang hadir
29:11sekarang poetes itu pasti akan ada
29:13kebayangnya kira-kira orang yang mau ANC
29:16gitu untuk yang hamil itu kira-kira apa
29:17saja sih peran saya gitu. Peran saya
29:20masing-masing itu apa? Kalau kalau
29:21keperawatan sudah jelas ya. Terus
29:23misalnya ee apa namanya ee radiologi itu
29:28kan pasti nanti sudah mulai USG-nya
29:30seperti apa. Kemudian juga ee hal-hal
29:32yang berkaitan terkait dengan kehamilan
29:34itu pasti akan sangat terlibat termasuk
29:36juga yang laboratoriumnya biasanya. Nah,
29:40itu itu sangat-sangat ee apa namanya?
29:44Ee saling saling terlibat gitu ya untuk
29:47bisa melihat dan mengamankan situasi
29:50kesehatan ibu ini. Nah, berikutnya ini
29:53ya yang utama biasanya masalah kesehatan
29:55ibu itu perdarahan ya. Penyebab kematian
29:58ibu paling sering itu ada perdarahan.
30:00Perdarahan yang ee apa namanya? Yang
30:03cukup masif misalnya karena plasentopia
30:06ataupun apa gitu ya. ee pada saat
30:09persalinan itu menjadi masalah gitu ya.
30:11Kalau misalnya ternyata plasent
30:12perapiannya total gitu ya, menutupi
30:14jalan itu kalau misalnya ternyata salah
30:16diagnosis gara-gara USG-nya salah dan
30:19sebag itu akan sangat ee mempengaruhi
30:21terjadinya perdarahan ini. Kemudian ada
30:23hipertensi ya, hipertensi atau
30:25terjadinya eh preeklamsi atau eklamsi
30:28gitu ya. Ee itu juga sangat
30:30berkomplikasi ya ee berisiko untuk
30:33terjadinya komplikasi berat. Kemudian
30:35infeksi. Nah, ini juga penting kalau
30:37misalnya kita tidak memperhatikan
30:39masalah infeksi terutama pada saat ni
30:42akan ee apa namanya menjadi masalah
30:46besar buat ibunya gitu ya. Padahal pada
30:49saat lahir ee normal-normal saja tapi
30:52karena penanganan ee persalinannya tidak
30:54optimal gitu ya misalnya karena ee tidak
30:57steril dan sebagainya itu akan
30:58menyebabkan kematian pada ibu. Ya, itu
31:00jadi masalah besar. Kemudian anemia ini
31:03juga masalah ya ee kurang gizi kronis.
31:06Anemia meningkatkan risiko komputasi
31:07kehamilan. Nah, ini ada catatan di SK
31:11itu 27,7%
31:14ibu hamil mengalami anemia atau 3 dari
31:1610 ya 3 dari 10 ee orang hamil itu ya
31:20ibu hamil itu mengalami anemia. ini kan
31:22jadi masalah juga ya 3 dari 10 gitu
31:25berarti kan banyak gu ya berarti kan
31:27tidak tidak tertangani dengan dengan
31:29cukup baik atau mungkin tidak terdeteksi
31:30dari sejak awal atau bisa jadi karena
31:32memang ANC-nya yang kurang jadi tidak
31:34tidak apa namanya tidak terawasi dari
31:37awal ini penting aplikasinya.
31:41Nah kemudian situasi kesehatan anak nih
31:43di Indonesia atau kematian bayi juga ee
31:46bisa menggambarkan kualitas pelayanan
31:48kesehatan ibu dan anak sebetulnyaitu ya.
31:50Nah, dan ini sebagian besar terjadi pada
31:53periode neonatal ini 28 hari ee pertama
31:56kehidupan ya. Begitu lahir 28 hari itu
31:59kan dilihat tuh si bayi kan sangat
32:01rentan gitu. Si bayi sangat rentan.
32:04Nah, ini sekarang angkanya itu masih ee
32:08di atas 16 ya. Di atas 16 ee apa
32:11namanya? Per1 ser 1000 kelahiran hidup
32:13ya. 16% per 1000 kelahiran hidup.
32:16ini masih cukup tinggi. Nah, masih cukup
32:19tinggi. Nah, ee kalau dilihat dari angka
32:22kunjungan neonatalnya itu ternyata yang
32:25lengkap itu yang lengkap ee ada riwayat
32:29kunjungan yang lengkapnya itu cuman
32:31enggak nyampai 50% ya, masih rendah
32:34sekali gitu. Jadi yang anak-anak balita
32:36yang ee apa namanya di ditacing ke
32:39belakang gitu ya, terutama yang misalnya
32:42dia sakit gitu ya ee setelah setelah 28
32:46hari pertama kehidupan itu ternyata yang
32:48kunjungannya lengkap juga enggak nyampai
32:50ee apa namanya masih banyak maksudnya
32:53kunjungan yang tidak lengkap itu masih
32:54banyak gitu ya. Yang lengkap itu baru
32:56dikur ini penting sekali. Nah, yang
33:00masalah itu yang paling besar adalah ini
33:03ya. Jadi BBLR ya, berat bayi lahir
33:06rendah gitu ya. Ee apa kondisi gizinya
33:09pada saat hamil itu tidak diperhatikan
33:11sehingga dia berat bayinya lahir rendah
33:13gitu. Nah, ini kalau sudah BBLR atau
33:16bayi-bayi prematur segala macam itu bisa
33:18meningkatkan risiko pesakitan dan
33:20kematian pada bayi. Makanya kan
33:22betul-betul diawasi ketat ya ketika
33:25ternyata lahirnya itu BBHR. Kemudian ada
33:27lagi pneumonia. Nah, pneumonia ini kan
33:29penyebabnya juga banyak ya. Infeksi
33:31saluran nafas ini bisa jadi karena
33:33memang ee apa namanya pada saat lahir ee
33:36itu ada infeksi gitu. Ada bisa juga
33:39karena ada ee pengaruh dari orang
33:41sekitarnya misalnya orang tuanya merokok
33:43dan sebagainya itu penyebab kematian
33:45tersering juga. Kemudian diare ini juga
33:48jadi masalah gu ya terkait sanitasi dan
33:50gizinya ya. Ini orang kalau lagi kalau
33:54diare terus-terus ya bisa menyebabkan
33:56dehidrasi yang sangat parah dan akhirnya
33:58menyebabkan kematian. Stunting. Nah, ini
34:01yang tadi yang dari awal sudah di sudah
34:03di ee apa namanya? disinggung ya. Jadi
34:05gangguan tubuh kembang akibat ukuran
34:07yang kronis. Jadi masalah yang sangat
34:09besar di Indonesia. Sehingga di sini
34:11kita bisa melihat bahwa penyebab
34:13kematian itu angkanya juga sangat
34:15tinggi. Ya, kalau di sini kita
34:17bandingkan di kanan kiri penyebab
34:19kematian ibu kebanyakan di komplikasi
34:21nonobstetrik tadi ya. Ee kemudian
34:23hipertensi, kemudian juga perdarahan.
34:25Ini ee sangat relevan dengan tadi yang
34:27saya sampaikan di awal datanya sangat
34:29tinggi. Kemudian di penyebab bayi
34:31gangguan respirasi kardiovaskular tadi
34:33ya, pneumonia ya. Kemudian juga mungkin
34:35ee gangguan jantung dan sebagainya dan
34:38BLR prematur. Kemudian juga infeksi ini
34:41ee cukup tinggi ya ee cukup tinggi ee
34:44angkanya ya. Ini yang menyebabkan
34:45kematian ibu dan bayi.
34:48Nah, jadi Indonesia saat ini menghadapi
34:50triple burden of malnutrition gitu ya.
34:52Jadi bisa apa namanya anak balita gitu
34:56ya. Eh untuk kekurangan zat fizi makro
34:59ini jadi 19,8% balita mengalami
35:02stunting. Nah, kemudian juga ada
35:04underweight ya. Kemudian juga ini
35:08biasanya dimulai dari ibu hamil. Ibu
35:09hamilnya kekurangan gizi ya. Nah,
35:12kemudian yang kedua ada kekurangan zat
35:14gizi mikro. Kalau tadi makro ini mikro
35:15yang vitamin dan mineral itu ee dimulai
35:18dari wanita usia subur ya, dari wanita
35:20yang belum nikah nih. Jadi satu dari
35:22lima wanita usia subur mengalami anemia.
35:24Ini aja sudah jadi masalah. Begitu nikah
35:26ya dia tetap ee kalau tidak tidak
35:28ditahan dia tetap anemia sampai hamil
35:30anemia gitu kan. Kemudian nanti
35:32anak-anaknya juga akan terjadi anemia
35:34gitu karena memang diawali dari bayi
35:36dari orang tuanya ibunya sudah anemia ee
35:40gitu. Tapi ini bukan berarti keturunan
35:42ya belum tentu jadi keturunan ee karena
35:45kita pandemia itu kan banyak macam ya
35:49banyak macamnya gitu ya. Apakah dia
35:50memang kekurangan ee apa rendah HB atau
35:53mungkin dari ada masalahasalah di
35:55pembentukan sel darah merah ini jadi
35:58masalah juga kan kalau misalnya dia
36:00kurang vitamin dan mineral ya gizi mikro
36:02tentu akan mengalami hal-hal seperti
36:04itu. Ditambah lagi sekarang yang yang
36:06jadi lagi tren gitu ya, overweight
36:07obesitas
36:10trend nih ya. Balita overweight.
36:12Kemudian juga remaja mulai remaja sudah
36:14mulai overweight bahkan ada remaja yang
36:16sudah obesitas gitu kan. Ini jadi
36:18masalah sebetulnya ya. Ee laki-laki
36:22ee juga overweight. Paling banyak
36:23perempuan ya paling banyak perempuan
36:25yang overweight. Ini yang jadi persoalan
36:28ya overwight dan obesitas ya maksudnya
36:30yang perempuan itu paling banyak. Jadi
36:32nanti obesitas itu ada dua ya
36:33teman-teman. ada obesitas sentral yaitu
36:36ukuran lingkar perut. Silakan diukur
36:38lingkar perutnya ya. Ee apakah sudah
36:41mulai mengalami apa namanya obesitas
36:44atau tidak dari lingkar perut dan juga
36:46dari IMT ya. IMT itu indeks massa tubuh
36:50ya. Indeks massa tubuh itu BB/TB ya.
36:53Berat badan perting tinggi badan. Ee
36:55tinggi badannya dikuadratkan dalam cm.
36:58Nah, ini menjadi eh sori dalam meter.
37:01Nah, ini jadi jadi satu ukuran juga
37:03supaya orang itu punya apa? Punya
37:06masalah nutrisinya enggak gitu.
37:08Nutrisinya kurang salah, kelebihan juga
37:11salah. Ya, itu yang jadi yang harus
37:13diperhatikan. Dan ini ketiganya bisa
37:16terjadi bersamaan dalam satu populasi,
37:19bisa terjadi bersamaan. Ini jadi ee apa
37:22namanya ee apa ya istilahnya
37:27jadi tantangan buat kita ya untuk bisa
37:30diperhatikan. Bisa jadi kan ada yang
37:32underweight juga anemia gitu ya. Ini
37:34juga harus diperhatikan.
37:36Nah ini ya eh sedikit menghighlight aja
37:39bahwa stunting ini sekarang ancaman
37:41kualitas. J kondisi gagal tumbuh ya
37:45karena kekurangan gizi pronis jadinya
37:47jadinya badannya jadi pendek gitu ya ee
37:50dan sering terjadi infeksi berulang.
37:52Kemudian juga stimulasi dari sejak awal
37:56ee sejak lahir itu tidak memadai sejak
37:58dari kandungan sampai usia 2 tahun. Jadi
38:00pada saat periode emas itu enggak
38:01memadai itu terancam untuk ee terjadinya
38:04stunting. Kalau dampak jangka pendeknya
38:06sih jelas daya taat tukur rendah, mudah
38:08sakit. yang panjangnya udah kognitif dan
38:11kognitivitasnya pasti menurun. Orang
38:13yang stunting itu biasanya ee apa
38:15namanya? Karena daya tahan turunnya
38:18rendah gitu jadi produktivitas belum
38:19gampang sakit soalnya kan jadi enggak
38:21bisa kerja, enggak bisa melakukan
38:22aktivitas yang ee cukup melelahkan itu
38:25tidak bisa dan ini irreversibel kalau
38:27tidak cepat-cepat di tangan. Ini ee
38:30masalah di 1000 hari pertama kehidupan
38:32ya. Jadi sejak konsepsi sampai anak usia
38:352 tahun atau diiden period ini. Nah,
38:38berikutnya di program KIA dan program
38:40gizi ya. Ee ini ee apa namanya? Hampir
38:44sama sebetulnya dengan yang tadi. Nah,
38:46jadi ini perlu berkesinambungan dari
38:48sejak sebelum hamil sampai anak berusia
38:505 tahun. Ya, ini tujuannya kita ingin
38:53menurunkan ee angka kematian ibu dan ee
38:56bayi. Kemudian juga ee akses pasien
38:59gasnya untuk diperluas dan didekatkan
39:02gitu ya. didekatkan dengan masyarakat
39:04dan pemantauannya bisa berkelanjutan
39:06yaitu dengan ee menggunakan buku KIA.
39:09Ini ini menjadi apa namanya satu
39:12ee apa namanya ide juga buat teman-teman
39:14rekam medik ya untuk membantu yang bisa
39:16dibawa pulang gitu. Jadi kan catatannya
39:18bisa tersambung ya antara yang ee
39:21catatan yang Ibu bawa pulang gitu ya ee
39:25dengan buku KIA tadi dengan catatan
39:27rekam medik itu harus sama. Jadi
39:29betul-betul berkesinambungan pemantauan.
39:32Nah, ini jadi pelayanan KIA sepanjang
39:33siklus hidup mulai dari masa kehamilan
39:35ya, minimal 6 kali pemeriksaan kehamilan
39:37itu ya termasuk dilakukan USD
39:40pemeriksaan laboratorium, kemudian juga
39:42persalinan ya itu harus ditolong oleh
39:44tenaga terlatih, kemudian ee massa nifas
39:48ya untuk mencegah komplikasi itu harus
39:49dipantau betul dari infeksi dan kemudian
39:52neonatal dan balita. Nah, ini ee 1000
39:55pertama kehidupan ya, 1000 hari pertama
39:57kehidupan ini betul-betul harus dipantau
39:59ee apa namanya kesehatannya sampai
40:02pemantauan tubuh kembangnya.
40:04Oke. Nah, saat ini yang ee apa namanya?
40:08Yang jadi tantangan itu
40:11orang yang ibu hamil yang melakukan ANC
40:14ya, antenat care itu yang betul-betul
40:16komplit gitu ya. Ee en kali kontak
40:19minimal gitu itu masih ee 17,6%. Jadi
40:23masih rendah gitu, masih rendah, masih
40:25banyak yang bolong-bolong. Nah, ini
40:26gimana gimana PR-nya buat kita supaya
40:29bisa mengingatkan kepada masyarakat
40:30kalau lagi hamil ya berkunjunglah
40:32minimal en kali selama periode kehamilan
40:36gitu ya.
40:389 bulan kan ee 9 bulan nanti di
40:40akhir-akhir itu kan itu biasanya sudah
40:42mulai sering ini minimal 6 bulan atau en
40:46kaliah gitu harus ada kunjungan ke
40:49tenaga kesehatan supaya bisa diperiksa
40:52kehamilan jangan sampai ada yang
40:54kecolongan.
40:56Oke. Nah, program perbaikan gizi
40:58masyarakat ya itu dimulai dari ee apa
41:02namanya untuk menanggulangi masalah gizi
41:03kurang itu dimulai dari ibu hamil ya.
41:06Jadi bukan cuman anak-anak saja nih,
41:08apalagi sekarang ada ada program MBG ya,
41:11merupakan salah satu ee PHTC juga
41:13program hasil terbaik cepat presiden
41:15juga gitu kan. Tapi bukan cuman itu
41:17gitu, tapi mulai dari ibu hamil
41:18sebetulnya untuk memperbaiki masalah
41:21gizi kurang karena nanti akan
41:22mempengaruhi stantri kalau cuman dimulai
41:25dari anak sekolah itu sebetulnya sudah
41:27terlambat ya. Jadi perhatian perhatian
41:30makanan, pemberian makanan tambahan itu
41:31sejak ibu ibu hamil, terutama ibu hamil
41:34yang kurang ee gizi ya, yang kurang gizi
41:37dan balita gizi kurang. Nah, sementara
41:39yang disasar oleh MBG kan anak-anak
41:41sekolah ya. Nah, untuk balitanya itu
41:44belum nih. Nah, ini jadi PR nih buat ee
41:46buat kita semua kira-kira nanti ke depan
41:47seperti apa supaya si balita ini bisa
41:49terjaga dari mulai ibu hamil juga
41:51terjaga. Kemudian suplementasi gizi ee
41:54tentu untuk ibu hamil pemberian tablet
41:56tambah darah ya vitamin A ya kemudian
41:59juga taburiah. Kemudian juga pemantauan
42:01status gizinya penimbangan rutin di
42:03Posiandu setiap bulan. Ini juga penting
42:05untuk bisa dilakukan ee apa namanya ee
42:10untuk pemantauan yang lebih rutin gitu
42:12ya. Jadi kalau misalnya ada hamil yang
42:15ini ya yangu hamil gitu ya atau imbalita
42:17itu harus betul-betul dipantau
42:20diyakinkan mereka itu bisa hadir di pos
42:22gandu secara rutin ya melakukan
42:24penimbangan, kemudian juga ee pemberian
42:27ee suplementasi jika diperlukan dan
42:29pemberian makan ini prioritasnya.
42:33Nah, jadi intervensinya sepanjang 1000
42:35hari pertama kehidupan itu dimulai tadi
42:36dari masa kehamilan. Kemudian ee masa
42:39kehamilan itu betul-betul dipantau ya. E
42:41kalau misalnya kurang berarti harus
42:43dilakukan PMT. Ee kurang kurang gizi
42:45lakukan PMT. Kemudian juga kalau
42:47misalnya ternyata di anemia langsung
42:48diberikan tablet tambah darah dan
42:50dipastikan pemeriksaan ANC-nya harus
42:52rutin. Begitu lahir 0 sampai 6 bulan
42:55anaknya harus langsung dilakukan
42:56inisiasi menyusulin ini dan AS
42:58eksklusif. Nah, ini penting nih. Nah, 6
43:01bulan jangan ditambah-tambah yang lain.
43:03Nah, kemudian setelah 6 bulan diberikan
43:06indikasi
43:08bisa kok bisa masuk
43:12to
43:12dengan secara berkala ya. Nah, sampai
43:15saat ini teman-teman ee apa namanya?
43:18diketahui bahwa eh untuk capaian aksi
43:22eksklusif itu masih masih kurang ya,
43:24masih 66% ya, masih 66,4%
43:28bahkan ee ini tercatat mengalami
43:31penurunan dibandingkan SKI 2023. Nah,
43:33ini kan jadi ee apa namanya? Jadi
43:36problem ya buat kita tantangan buat kita
43:38gitu ya. ee bagaimana caranya
43:40mempromosikan kepada masyarakat supaya
43:44bisa meningkatkan eksklusif ya ee kepada
43:47ibu yang baru melahirkan ee kepada
43:51anaknya gitu ya ee balitanya terutama 6
43:54bulan pertama lah paling enggak gitu kan
43:56ee maksimum sampai 24 bulan.
43:59Nah, berikutnya masalah imunisasi. Nah,
44:01ini konsep konsep imunisasi ya ee
44:03teman-teman. Jadi e konsep dasar
44:06imunisasi itu teman-teman mungkin paham
44:07imunisasi itu upaya membentuk kekebalan
44:09tubuh secara aktif terhadap suatu
44:10penyakit. Ee supaya nanti kalau misalnya
44:15terpapar gitu ya, terpapar itu tidak
44:17akan mudah sakit. Kalaupun dia sakit
44:19paling ya gitar-ringan aja gitu. Ini ini
44:21ee konsep dasarnya ya. Konsep dasarnya.
44:23Jadi melindungi seseorang individu dari
44:26penyakit yang bisa dicegah dengan
44:27imunisasi. Jadi ada beberapa penyakit
44:29yang bisa dicegah dengan imunisasi. Nah,
44:33nanti ee kumpulan orang-orang yang sudah
44:35diimunisasi itu akan ee akan menjadikan
44:40cakupan imunisasi yang akan menjadikan
44:43cakupan imunisasi dan menjadi
44:45orang-orang yang orang-orang dengan
44:47kelompok yang sudah terimunisasi atau
44:49kekebalan kelompok atau kita bisa
44:51katakan head immunity. Nah, ini ya jadi
44:54head immunity itu adalah melindungi
44:55kelompok rentan yang belum atau tidak
44:58dapat imunisasi. Kalau misalnya
44:59diilustrasikan di contoh yang sebelah
45:01kanan itu bisa dilihat teman-teman di
45:04sini.
45:21Nah, jadi teman-teman di sini bisa bisa
45:23lihat bahwa misalnya yang ee apa
45:27namanya? Yang biru ini adalah orang yang
45:29sehat tapi dia tidak ikut imunisasi.
45:32Nah, sementara yang merah ini adalah
45:33yang dia tidak ikut imunisasi tapi
45:35sakit. Nah, ketika misalnya ada ada yang
45:40ee dia apa ya? Tidak ada yang ikut
45:42imunisasi sama sekali gitu ya, tidak ada
45:44ikut imunisasi sama sekali ini dari
45:46orang-orang yang sehat ini tapi tidak
45:48ikut imunisasi. Orang yang sakit ini
45:50akan menyebarkan penyakitnya ya dengan
45:53cepat gitu ya. Dengan cepat gampang
45:55banget ya ketularan.
45:57Apalagi mereka anak-anak itu kan saling
45:59bermain gitu ya, saling bermain maka
46:01nanti akan jadi lebih banyak yang sakit.
46:02Ini kan sangat merugikan ya,
46:04Teman-teman. Nah, merugikan. Tapi coba
46:06kalau misalnya kita tambahkan. Nah, kita
46:08tambahkan ada sebagian orang yang
46:10mungkin ee apa namanya
46:13yang di sini ada beberapa yang dia ikut
46:15imunisasi ya, ikut imunisasi dan sehat
46:18ya. Ada empat orang lah, katakanlah
46:19seperti itu. Dan di sini yang sakitnya
46:21dan masih banyak yang belum ee di
46:24diimunisasi. Nah, ketika misalnya ee
46:27sebagian orang yang empat ini ada yang
46:29ikut sori yang lima ini ada ikut
46:31imunisasi, nah nanti
46:34apa penyebarannya mulai tidak sebanyak
46:36yang di atas ini. Artinya yang sudah
46:38imunisasi itu tidak akan kena sakit.
46:41Nah, ya tidak tidak akan kena sakit tapi
46:43yang sakit mungkin yang tidak
46:45diimunisasi.
46:46Nah, akan lebih menguntungkan ketika
46:48misalnya lebih banyak lagi yang
46:49diimunisasi. Nah, ya seperti ini. Jadi
46:52lebih sedikit yang mungkin yang ee apa
46:54namanya? Yang tidak sakitnya. Nah,
46:57ketika misalnya ada si ini apa namanya?
47:00Si yang sakit ini mulai ee menginfeksi
47:03gitu ya, akan mulai menularkan itu nanti
47:06benar-benar akan terhambat. Jadi tidak
47:08akan menularkan gampang menularkan ke
47:10yang lain. Jadi mulai sedikit yang
47:13sakitnya gitu ya. Bahkan kalau misalnya
47:15ternyata dia jaraknya jauh gitu katakan
47:18seperti itu ya, rumahnya mungkin jauh
47:19itu tidak akan gampang kena gitu ya.
47:21Kalau misalnya di sebagian besar yang
47:23ada di sekeliling orang yang sakit itu
47:25ternyata sudah dias.
47:27Nah, ini kekebalan kelompok ya. Nah,
47:29tinggal teman-teman mau pilih yang mana
47:31ya. Pilih pilih yang bawah pastinya kan
47:33tidak ingin ada anak-anak yang banyak
47:35yang kena sakit. Nah, ini menjadi PR
47:36juga buat kita karena masih banyak di
47:39luaran sana apa namanya ee komunitas
47:42yang memang sulit sekali untuk bisa
47:45divaksin gitu ya. Masih masih banyak
47:47sampai sekarang masih ada lah ya. Nah,
47:50nah ini [berdehem] kurang lebih ya ee
47:51imunisasi lengkap pada bayi. Jadi begitu
47:54lahir itu ada namanya HB0 hepatitis P eh
47:57sejak bayi lahir atau 0 bulan. Kemudian
48:00begitu umur 1 bulan itu diberikan BCG
48:02dan poliotetes ya. KPP 1 2 sampai 4
48:05bulan DPT, HB HIP ya, polio ee itu
48:09biasanya ee nanti menggunakan injeksinya
48:11itu pentavalen biasanya langsung 4 gitu
48:14ya PP. Nah, secara bertahap ya polio 1 2
48:183 gitu ya. Kemudian 9 bulan itu campak
48:20rubela dan 18 sampai 24 bulan itu
48:23biasanya ada indunisasi lanjutan yang
48:25lain gitu ya. Utamanya itu lengkap dulu
48:27yang ini nih yang empat pertama. Nah,
48:29pastikan empat langkah pertama ini di
48:32satu balita itu lengkap. Jadi kalau
48:34misalnya teman-teman ee mendapati ee apa
48:37namanya? pasien anak kecil itu harus
48:39selalu dicek imunisasinya sudah lengkap
48:41atau belum. Terutama yang anak-anak di
48:43bawah umur di bawah umur 9 bulan itu
48:46harus cek lengkap atau enggak gitu ya.
48:48Itu harus dicek. Nah, terus apa namanya?
48:52Tidak cuman tentu tidak cuman perawat.
48:54coba di ee yang lain juga harus tahu
48:56harus tahu ee apalagi kalau misalnya
48:58punya anak kan nanti kan itu harus harus
49:00juga bisa e aware terhadap ee jadwal
49:03imunisasinya.
49:04Oke. Nah, ini manfaat imunisasi dan juga
49:07peran dari tenaga kesehatan jelas ya,
49:09imunisasi itu mencegah penyakit berat
49:10tadi menurunkan risiko kesakitan,
49:12kematian, dan kecatatan kemudian juga
49:16efisiensi biaya kesehatan. Tentunya
49:17kalau namanya mencegah itu pasti lebih
49:19murah dibandingkan kalau misalnya
49:20mengobati komplikasi penyakit tentunya
49:22kan. Kemudian juga pencatatan dan
49:23edukasi. Nah, ini penting. Jadi, rekam
49:26medik harus betul-betul mencatat
49:27cakupannya ya. Mencatat cakupannya
49:30setiap anak itu harus dibetul-betul
49:31dicatat ee apa namanya? Imunisasinya.
49:35Jadwal imunisasinya itu harus dicatat
49:36apakah dia sudah mengikuti imunasi semua
49:38atau belum. Kemudian perawat dan tenaga
49:40kesehatan yang lain bisa membantu
49:42mengedukasi masyarakat gitu ya, supaya
49:43memastikan semuanya bisa mengikuti.
49:47Oke, berikutnya kita masuk ke sini ee
49:50cek kesehatan gratis ya. saat ini apa
49:52sih cek kesehatan gratis itu? Ini kan
49:54istilahnya program yang bisa dikatakan
49:57sebutannya baru. Sebutannya baru. Tapi
49:59kalau mau dicek kesehatannya sebenarnya
50:00sudah lama bentuknya screening ya kan
50:03screening. Tapi tidak dikatakan cek
50:04kesehatan bahkan digratiskan mungkin
50:06tidak.
50:08Nah ini adalah program hasil terbaik
50:10cepatnya Pak Presiden ya Presiden
50:12Prabowo saat ini ee kemudian ee masuk
50:15sebagai program kesehatan Kementerian
50:16Kesehatan mulai jalan sejak Februari
50:192025 ya. ee pemeriksaan kesehatannya
50:22gratis. Artinya gratis itu hal-hal yang
50:24berhubungan dengan ee apa namanya?
50:27Fasilitas kesehatan seperti
50:31bahan medis habis pakainya, kemudian
50:33juga ee apa semuumnya tidak ada tidak
50:36ada yang dikenakan pembiayaan gitu ya.
50:39Dan ini melibatkan seluruh kelompok usia
50:41pendekatan siklus hidup dari sejak bayi
50:43baru lahir sampai lanjut usia. Ini
50:45tujuannya apa? Untuk mengidentifikasi
50:47faktor risiko supaya masyarakat ee tetap
50:49sehat ya. jadi tidak berkembang menjadi
50:51sakit. Jadi sudah ketahuan duluan lah
50:52gitu ya sakitnya apa dan bisa langsung
50:54diberikan ee apa namanya diberikan ee
50:57edukasi supaya bisa menghindari faktor
50:58risiko tersebut. Kemudian kalau misalnya
51:00ternyata ee apa namanya?
51:04Ada kondisi para penyakit itu bisa
51:05terdeteksi lebih awal supaya tidak
51:07berkembang menjadi penyakit yang serius.
51:09Dan juga kalau ternyata sudah ada gitu
51:12ya, sudah ada ee penyakitnya itu sudah
51:14bisa dideteksi lebih awal dan bisa
51:16diberikan penanganan lebih lebih awal
51:17supaya bisa terhindar dari ee apa
51:20namanya penyakit yang lebih parah,
51:22komplikasi dan catatanya. Ini ini tujuan
51:25dari dari CKG sebetulnya walaupun
51:27mungkin ee idenya itu ide CKG itu tambah
51:31gratisnya aja. Kalau cek kesehatannya
51:33itu sudah udah udah udah lama ya kan ada
51:35MCU juga ya medik enggak ada mungkin
51:38eing tapi tidak tidak apa namanya tidak
51:42ee mungkin tidak
51:45komprehensif gitu. Nah, kalau dicek
51:46kesehatan gratis bisa dikatakan
51:48komprehensif dan mulai dari pendekatan
51:50siklus hidup dari mulai bayi baru lahir
51:52itu sudah ada cek kesehatan gratis.
51:56Nah, ini ya jadi ee kesehatannya sesuai
51:57dengan hidup dari mulai bay lahir sampai
52:00dewasa dan maksiat gitu ya dengan
52:02masing-masing ee apa namanya jenis
52:05skriningnya gitu ya. Jenis
52:06pemeriksaannya misalnya bayi-bayur lahir
52:08itu ada hipotiroid gitu kan. Ee penyakit
52:11jantung bawaan satu imunisasinya gitu
52:14ya. Kemudian balita dan prasekolah ada
52:16kelainan bawaan, pertumbuhan,
52:17perkembangan anak. Ini kan pentingnya
52:19untuk ee apa namanya? Menilai stunting
52:21lebih awal gitu ya. Sting lebih awal.
52:24Kemudian usia sekolah dan remaja bisa
52:26dilihat status gizinya bagaimana di ania
52:28atau enggak. Ada kesehatan indra gigi,
52:31kesehatan jiwa. Ya tadi kan
52:33masalah-masalah kesehatan bisa ditemukan
52:35di usia sekolah remaja itu banyak
52:38terutama yang kesehatan jiwa kan.
52:39bahkaning rokok karena ee bisa dibilang
52:43rokok sudah mulai ada di seap usia
52:46remaja gitu ya. Dewasa lansia ini sudah
52:48lebih lebih kompleks lagi ya. Ada
52:50tekanan darah, gula darah, kolesterol,
52:52resiko jantung ya, ginjal, TBC dan eh
52:55deteksi dinikat ini yang ee lengkap.
52:58Jadi dari mulai bay lahir sampai
52:59langsung. Nah, ee keterkaitannya seperti
53:02apa? Jadi ee kita me apa namanya?
53:07membagi untuk e apa namanya? Untuk CKG
53:11itu dari mulai CKG umum, CKG sekolah,
53:13CKG khusus. Jadi, CKG, CKG itu
53:16sebetulnya untuk membantu mencapai
53:17memperkuat capaian program ee KIA,
53:22KIA, gizi dan imunisasi ya supaya
53:24menjaring kondisi-kondisinya mungkin
53:26belum terpantau. Nah, ya. Jadi kalau CKG
53:28khusus itu catin nih calon pengantin ya,
53:30calon pengantin itu juga sudah ada
53:32CKG-nya untuk bisa diperiksa apakah dia
53:35ada bakat ee apa bakat apa istilahnya ee
53:38ada risiko risiko talasemia ya kan. Nah,
53:40itu juga harus harus diperiksa atau
53:42mungkin risiko anemia dan sebagainya itu
53:43nanti diperiksa di chatin atau mungkin
53:46ee apa namanya dulu kan kalau catin itu
53:48ada imunisasi ee ini ya tentang stok ya
53:52itu juga
53:54ada ibu hamil dan sebagainya. Kemudian
53:55CKI sekolah dari mulai anak usia sekolah
53:58ya 7 sampai 17 tahun dari mulai anak SD
54:01sampai dengan SMA. Kemudian eh di CKG
54:04umum itu jelas dari mulai anak ee baru
54:06lahir ya sampai ke dewasa lansia ya. dan
54:10ini berlaku 1 tahun. Kalau dulu
54:12istilahnya ada CKG ulang tahun ya yang
54:14apa namanya bisa diklaim pada saat
54:17tanggal ulang tahun. Cuman setelah
54:18dievaluasi di akhir
54:212025 itu kemudian ee apa namanya? Banyak
54:24yang banyak yang komplain gitu ya
54:26istilahnya banyak yang komplain ketika
54:28hari ulang tahun ternyata ee di hari
54:30libur sehingga tidak bisa komplain ke ee
54:32tidak bisa ee apa mengklaim ke Puskesmas
54:34karena Puskesmas tutup gitu ya. Atau
54:37mungkin misalnya dia lahirnya di tanggal
54:3929 Februari. Nah, itu kan jadi tidak
54:41bisa diklaim. Kalau tanggal 2025 kan
54:44ganjil jadi apa munculnya lagi nanti
54:46kabisat ya. Jadi ee muncul 4 tahun
54:49sekali ya kasihan gitu ya. Nah, seperti
54:51itu kira-kira. Jadi akhirnya di tahun
54:532026 kita rubah menjadi CKG umum yang
54:56bisa diklaim kapanpun gitu ya. Diklaim
54:58kapanpun yang penting nanti diulang di
55:00ee setiap tahun ya seperti itu. Jadi
55:02tidak tidak terbatas di hari ulang
55:04tahun. Jadi nanti teman-teman kalau
55:05misalnya masih ada yang e dengar ee
55:07masyarakat ee kan saya belum ulang
55:09tahun. Nah, harus diluruskan dengan
55:11kalimat ini ya gitu ya seperti itu.
55:14Sekarang sudah ada eh Juknis-nya sesuai
55:16dengan Kepmen CAS nomor 84 tahun 2026
55:20itu sebutannya menjadi CKG umum ya bukan
55:23CKG ulang tahun. Oke berikutnya. Nah,
55:26peran mahasiswa ee Poltekes ya seperti
55:28apa itu teknik radiologi tentu mendukung
55:30pencitraan diagnostik ya untuk
55:31mendeteksi kelainan seperti SP TB ituu
55:34kan. Kemudian juga ada ee USG untuk
55:36kanker dan sebagainya. Kemudian
55:38keperawatan bagaimana? Nah itu ini
55:39keperawatan eh jauh lebih banyak ya dari
55:43screeningnya, pertanyaan-pertanyaan
55:45edukasi pendampingan peserta CKG dan
55:47sebagainya itu dilakukan lebih intensif
55:50gitu ya untuk yang keperawatan. Kalau
55:51RMIK sudah jelas datanya harus
55:54betul-betul tercatat dengan rapi ya
55:57catat dengan rapi di aplikasi yang
55:59memang sudah ditentukan baik di satu
56:01sehat maupun aplikasi Puskesmas itu
56:03harus betul-betul rapi. Nah, sekarang
56:05ini eh kebetulan saya di eh apa namanya?
56:08Di tim kerja metabolik dan surveilance
56:10CHK itu kita banyak mendapati
56:12data-datanya banyak yang kosong di e-pus
56:15gitu ya, di di Simpus di aplikasi
56:18Puskesmas itu banyak yang data yang
56:19kosong tidak bisa kita lancar bahkan di
56:22ee apa namanya pengisiannya enggak betul
56:24gitu ya. ini ini perlu perlu jadi
56:27perhatian juga ya ee teman-teman dari
56:29rekam di teknologi laboratorium medik
56:31juga sama ee kita membutuhkan apa
56:34namanya akurasi ya akurasi em
56:38pemeriksaan hasil laboratorium yang
56:39mungkin saat ini banyak yang yang
56:41terkendala. Kemarin kita menemukan ada
56:43beberapa ee alat alat pemeriksaan gula
56:46darah itu mengalami kendala gitu ya ee
56:49yang
56:51hasilnya itu lebih banyak hipoglikemia.
56:54Jadi orang yang dia punya riwayat DM
56:56gitu kan datang ke puskesmas diperiksa
56:58pakai alat itu ternyata dia hipo gitu ya
57:00hipogimia jadi masalah gitu ya. Nah ini
57:03tentu untuk yang teman-teman yang TLM
57:05itu menjadi harus aware gitu ya terhadap
57:07alat-alat yang ee apa namanya berisiko
57:10bermasalah gu ya. Jadi pada saat
57:12misalnya ee apa namanya? Ternyata ada
57:14hasil yang mungkin kurang kurang
57:18mencurigakan gitu katakanlah gitu ya,
57:19itu harus betul-betul aware harus
57:21dibandingkan dengan yang alat yang lain
57:23yang memang sudah terkalibrasi gitu ya.
57:25Nah, itu kira-kira seperti itu. Jadi
57:27awareness terhadap eh hasil-hasil
57:29laboratorium, hasil-hasil e kesehatan
57:32itu harus dibandingkan juga dengan
57:33klinisnya si pasien. Jadi harus
57:35betul-betul saling ee apa namanya?
57:37saling berbagi informasi supaya nanti
57:39hasil untuk ee penanganan pasien itu
57:42harus ee menjadi lebih akurat.
57:45Nah, sekarang kita singgung ke integrasi
57:46layanan primer. Nah, kan ee apa namanya?
57:49Saat ini Kementerian Kesehatan terus
57:52fokus ya untuk melakukan transformasi
57:54sistem kesehatan. Salah satunya fokusnya
57:56ke layanan primer. Di sini bisa dilihat
57:58teman-teman ee transformasi layanan
58:00primer ini sampai ada empat pilar coba
58:02ya. Jadi banyak ya, dari mulai edukasi
58:04kemudian juga pencegahan primer,
58:06pencegahan sekunder sampai meningkatkan
58:08kapasitas dan kapabilitas layanan primer
58:11ya. Jadi ini betul-betul lengkap gitu ya
58:13ee dari mulai hulu ke hilir gitu ya,
58:15dari mulai edukasi sampai ke
58:16meningkatkan kapasitas dan
58:18kapabilitasnya
58:20ya. Nah, ini perlu di ee perlu dukungan
58:23dari dari banyak pihak tentunya ya
58:25supaya nanti transformasi layanan
58:27terjadi ee apa namanya? menjadi pilar
58:30yang betul-betul kuat ee terutama bisa
58:33menopang ee meningkatkan kesehatan
58:36masyarakat ya ee secara ee apa namanya
58:40dari hulunya gitu ya. Nah, tiga fokus ee
58:43integrasi layanan kesehatan primer dalam
58:46ee transformasi kesehatan ini. Pertama
58:48dia siklus hidup sebagai fokus integrasi
58:50pelayanan. Jadi tadi ya kita sudah
58:53bicara dari awal pendekatannya adalah
58:55siklus hidup ya supaya bisa menjadi
58:58fokus penguatan promosi dan pencegahan.
59:00Jadi memang betul-betul ee apa ya
59:03layanan kesehatan itu dimulai dari bayi
59:06baru lahir gitu ya. Bahkan mungkin
59:08sebelum ee bayi lahir itu sudah sudah
59:11betul-betul sudah di diperhatikan gitu
59:13ya. Ee sudah diperhatikan untuk
59:15dikuatkan bagaimana promosinya,
59:17bagaimana pencegahannya baris sakit gitu
59:18ya. Kemudian juga mendekatkan layanan
59:20kesehatan tadi ee mendekatkan layanan
59:23kesehatan itu kan ee meningkatkan
59:25jejaringnya entah itu memperbanyak
59:27jumlah atau mungkin didekatkan atau
59:30mungkin misalnya menjadi home visit gitu
59:32ya. Jadi ini untuk memperkuat promosi
59:33dan pencegahan juga ya. Nah, terutama
59:36untuk masalah yang ee penyakit menular
59:38itu bisa ee apa membantu untuk bisa
59:42mengurangi risiko terjadinya pandemi.
59:44Karena memang sudah sudah bisa langsung
59:46diketahui orang-orang yang mungkin
59:48berpotensi tertular dan sebagainya gitu
59:50ya ee yang belum diimunisasi, imunisasi
59:53belum lengkap itu bisa langsung
59:54diingatkan, bisa langsung didekati, bisa
59:56langsung diberikan tindakan gitu
59:58intervensi. Kemudian juga memperkuat
1:00:00pemantauan wilayah setempat atau PWS ini
1:00:03ee melalui digitalisasi atau mungkin
1:00:05pemantauan ee situasi kesehatan perd
1:00:08desa ya, jjungan keluarga ini menjadi
1:00:11satu fokus juga ee di layanan ee primer
1:00:14gitu ya. Seperti itu.
1:00:18Nah, ini salah satu penguatannya ya.
1:00:20Dimulai dari ee apa namanya? dimulai
1:00:23dari yang saat ini Puskesmas ke unit
1:00:27pelayanan kesehatan gitu ya. Kemudian
1:00:28ada Posiandu, Posiandu ee dengan konsep
1:00:31siklus hidup ke seluruh keluarga gitu
1:00:34ya. Nah, ini juga menjadi ee fokus yang
1:00:38mau kita kuatkan gitu ya, dari mulai
1:00:39kondisi puskesmas sampai ke akhirnya dia
1:00:41kunjungan keluarga. Nah, jadi nanti ee
1:00:45teman-teman yang mungkin ee apa namanya
1:00:48di Puskesmas itu mungkin namednya ee
1:00:51namennya mungkin terbatas itu tidak ada
1:00:53masalah ya. Yang penting nanti
1:00:55jejaringnya dengan ee unit pelayanan
1:00:57kesehatan di desa kelurahan itu
1:00:58betul-betul kuat. Bahkan mungkin nanti
1:01:00ee ada konsep namanya pelimpahan
1:01:02wewenang. Nah, pelimpahan wewenang itu
1:01:04ee apa namanya? Ketika misalnya turun ke
1:01:06lapangan di situ tidak ada dokter itu
1:01:08nanti dokter bisa melimpahkan wewenang
1:01:10kepada ee nakesnya. salah satunya
1:01:12mungkin perawatnya untuk bisa memberikan
1:01:14diagnosis dan pemberian obat itu sudah
1:01:17ada mekanismenya. Nanti tinggal kalau
1:01:19misalnya ternyata si nakesnya itu
1:01:21ragu-ragu, nakesnya bisa tinggal ee
1:01:23telekonsultasi saja dengan dokternya
1:01:25gitu. Sekarang kan sudah berapa sudah
1:01:27modern ya, tinggal ee telepon WA saja
1:01:29gitu ya. Ee tidak tidak bayar paling
1:01:31potong potong apa kuota aja ya. Nah, itu
1:01:34kan sedikit kan kurang seperti itu. Jadi
1:01:36memperkuat struktur yang menjangkau
1:01:38masyarakat lebih tetap.
1:01:41Nah, ini ya. Ee jadi cara kerjanya
1:01:43kurang lebih seperti ini. Nah, sekarang
1:01:44ada kluster-kluster ya. Ada kluster ilu
1:01:46anak, kluster usia dewasa lansia,
1:01:49kluster penanggulhan penyakit mular dan
1:01:50kesehatan lingkungan. Nah, ini semuanya
1:01:52jadi terkompilasi lebih lebih apa
1:01:55namanya? Lebih komprehensif sesuai
1:01:57dengan ee siklus hidup ya. Siklus
1:01:59hidupnya. Jadi ada kluster manajemennya
1:02:01termasuk dia di dalamnya ada didukung
1:02:03oleh laboratorium, farmasi, gaurat,
1:02:04kordinar dan sebagainya. Nah, ini ya ini
1:02:06konsepnya mungkin nanti teman-teman bisa
1:02:08di dibaca lebih ee lebih detail karena
1:02:11nanti di dalamnya juga ada pemantauan
1:02:12wilayah setempatnya gitu ya untuk ee
1:02:15dashboard dari sampai ke tingkat desa
1:02:17itu nanti ee bisa disiapkan gitu ya ee
1:02:20puskesmas tingkat kelurahan gitu ya
1:02:22paling tidak gitu ya itu bisa di di apa
1:02:25namanya dibuat sehingga ee kontrolnya
1:02:27bisa langsung bisa dilihat mana saja sih
1:02:29orang-orang yang memang mungkin butuh
1:02:31butuh pemantauan
1:02:33gitu ya.
1:02:35Nah, berikutnya teman-teman. Nah, ini
1:02:37dari pengelolaan berbasis program ya.
1:02:39Jadi yang sebelum ILP itu jadi dia
1:02:41berbasis program ada P apa program apa
1:02:45gitu kan. E yang wajib wajib wajib tidak
1:02:47wajib. Sekarang enggak. Sekarang dirubah
1:02:49menjadi ee apa namanya? Konsepnya adalah
1:02:51kluster. Kenapa kok seperti ini? Jadi
1:02:53nanti eh PIC-nya adalah PIC cluster ee
1:02:57apa namanya? Bisa jadi si PIC ini dia
1:02:59bisa menguasai beberapa hal gitu ya,
1:03:03beberapa hal. Tapi bukan seperti itu
1:03:06maksudnya. Ee yang ada adalah dia saling
1:03:09terintegrasi ya kerja sama tim ya. Kerja
1:03:12sama tim. Jadi bisa jadi misalnya ee
1:03:14kelas kluster satu yang terkait dengan
1:03:16manajemen itu nanti akan berkoordinasi
1:03:17juga dengan kluster DU, kluster 3,
1:03:20kluster 4 gitu kan ee dengan e dokumen
1:03:22fungsi farmasi laboratorium eh dan
1:03:24sebagainya gitu ya. Nah, kemudian juga
1:03:26nanti yang orang ee apa namanya yang P
1:03:28kluster 3 juga nanti akan bekerja sama
1:03:30jadi tidak apa namanya tidak bekerja
1:03:32sendiri-sendiri sekarang. Jadi semuanya
1:03:34ee semuanya saling terhubung gitu ya.
1:03:36Semuanya saling terhubung. P itu cuman
1:03:38sebutan dia mengelola datanya itu secara
1:03:42ee apa secara detail. Tapi pada saat
1:03:44kerja di lapangan itu nanti akan saling
1:03:47eh apa namanya? berkoordinasi gitu ya,
1:03:49kerja sama tim. Jadi kerja sama tim
1:03:51multidisiplin, akuntabilitasnya bersama,
1:03:54pelayanan berbasis siklus hidup dan
1:03:56koordinasi pelayanan yang jadi lebih
1:03:57baik saat ini ya. Pelayanannya lebih e
1:04:00apa namanya? Lebih terintegrasi gitu ya.
1:04:05Nah, ini ee upaya standarisasinya aja
1:04:06nanti teman-teman bisa baca lebih
1:04:08lanjut. Jadi ee banyak hal ya yang di
1:04:10yang di ee apa namanya yang dibuat gitu
1:04:14kegiatan-kegiatannya
1:04:15secara standar gitu ya. Sudah
1:04:17distandarisasi seperti ini ya. Jadi ee
1:04:20disertai standarisasi paket plan
1:04:22kesehatannya dari mulai siklus hidup ya
1:04:24teman-teman. Dari mulai hamil sampai
1:04:26dengan e dewasa lansia dan juga
1:04:28penanggulangan penyakit menular danungan
1:04:31termasuk lintas klustter.
1:04:33ya dari mulai Puskesmas, Pusu, dan Pos
1:04:35Landu itu sudah ada standarnya kira-kira
1:04:38pelayanannya apa saja sih yang
1:04:39dikerjakan.
1:04:41Oke. Jadi ee kesehatan yang baik
1:04:43dibangun sejak awal kehidupan ya,
1:04:45Teman-teman. Ini yang penting ee kita
1:04:47pahami konsepnya bahwa ee kita bisa
1:04:51membangun kesehatan di di suatu wilayah
1:04:54itu konsepnya itu dilihat pada saat
1:04:57hamil itu bagaimana pelaksana apa
1:05:00pelayanannya gitu ya. Bagus enggak?
1:05:01AC-nya bagus itu nanti akan menghasilkan
1:05:04generasi yang lebih lebih baik lagi ke
1:05:06depannya gitu ya. Bisa terawasi soalnya
1:05:08gitu ya. Nah, ini bisa menyatukan semua
1:05:10layanan baik ee kesehatan ibu anak,
1:05:13gizi, ya. Kemudian juga deteksi dininya
1:05:15itu penting. Ini saya enggak tahu nih
1:05:17teman-teman di sini yang hadir di sini
1:05:19sudah pada ikut CKG belum gitu ya. Nah,
1:05:21ini penting ya ee untuk bisa melakukan
1:05:23deteksi dini dan diikuti dengan tata
1:05:25laksana. tata laksananya itu bisa
1:05:27melalui ULP supaya bisa terkoordinasi
1:05:29dan bisa terintegrasi lebih lebih bagus
1:05:32supaya upaya pencegahan dan pengendalan
1:05:33penyakitnya bisa di bisa dioptimalkan
1:05:36sepanjang siklus hidup. Nah, kemudian
1:05:39setiap profesi Poltekes punya peran
1:05:41strategis dan saling melengkapi ya. Jadi
1:05:43tidak tidak berjalan ee sendiri-sendiri
1:05:45ya. Itu harus saling ee apa? Saling
1:05:48melengkapi ya kolaborasi ya. Kolaborasi
1:05:50itu kuncian keberhasilan ya keberhasilan
1:05:53kesehatan ibu, anak, dan masyarakat. Ya,
1:05:56itu ya kira-kira teman-teman ini untuk
1:05:58yang materi pertama. Terima kasih. Ee
1:06:01mungkin teman-teman nanti bisa baca
1:06:02lebih lanjut ee daftar referensinya di
1:06:05sini saya sampaikan juga. Kemudian ee ya
1:06:08ini kira-kira ee yang bisa disampaikan
1:06:11untuk yang materi yang pertama. Ee
1:06:13sebelumnya
1:06:15apakah ada ee pertanyaan dulu?
1:06:17Barangkali boleh dipersilakan.
1:06:21Ee teman-teman ada yang mau ditanyakan?
1:06:28Atau mungkin lanjut lagi aja ya, Dok,
1:06:30untuk yang materi yang keduanya
1:06:35ya. Oke.
1:06:51Oke, Teman-teman ee kita lanjut ke yang
1:06:54materi yang kedua, ya.
1:07:10Ya, saya
1:07:28apakah sudah terlihat?
1:07:32Sudah, Dok? Sudah, ya. Ee nanti mohon
1:07:35maaf, Teman-teman, kalau misalnya ee
1:07:36penjelasan saya cepat ya, tidak
1:07:41slide gitu. Ee kita intinya saja yang
1:07:43kita dapat ee kita ambil gitu ya. Terus
1:07:46nanti teman-teman kalau misalnya ada
1:07:47yang penasaran dari slide tersebut bisa
1:07:49dicatat nanti bisa ditanya. Nah,
1:07:52sekarang kita masuk ke kebijakan. Nah,
1:07:53kalau kebijakan berarti nanti ee bawa
1:07:55nama pemerintah gitu kan. bawa nama
1:07:57perintah. Kalau tadi bawa nama ee
1:08:00istilahnya saya sebagai epidemiolog gitu
1:08:03ya menyampaikan informasi kurang lebih
1:08:05seperti itu yang yang highlight yang
1:08:07bisa di
1:08:08apa pesan untuk teman-teman di di ee di
1:08:12POTKes. Nah, ini terkait dengan
1:08:14kebijakan. Jadi, teman-teman ee di sini
1:08:16saya diminta untuk menyampaikan ee juga
1:08:18penyakit menular dan penyakit tidak
1:08:20menular ya yang prioritas tentunya. Wah,
1:08:22ini ee sayacoba coba sampaikan beberapa
1:08:26hal yang terkait dengan penyakit menular
1:08:27yang prioritas ya. Jadi, tapi saya tidak
1:08:30bisa ee apa tidak perlu dalam-dalam ya
1:08:33untuk bisa menjelaskan itu. Yang penting
1:08:35nanti teman-teman bisa tangkap apa yang
1:08:38jadi clueya gitu ya untuk penyakit
1:08:40tersebut.
1:08:42Oke, sekarang kita mulai dari penyakit
1:08:43tidak menular dulu. Eh, sor penyakit
1:08:45menular dulu. Jadi ee penyakit menular
1:08:48itu kegiatannya itu mulai dari
1:08:50pencegahan tadi ya. Ini ini
1:08:53sambil-sambil kaitkan dengan yang yang
1:08:55materi yang tadi pertama dimulai
1:08:57pencegahan kemudian deteksi dan respon.
1:08:59Nah, jadi ini yang penting revent detect
1:09:01respon ini yang perlu diingat ee untuk
1:09:04yang penyakit menular itu. Jadi
1:09:06kegiatannya itu dimulai dari
1:09:07kesiapsiagaan ya ee untuk mencegah gitu
1:09:10ya ee apa saja isinya itu ada promosi
1:09:13kesehatan, pengendalian faktor risiko ya
1:09:15baik kesehatan lingkungan dan perilaku,
1:09:16imunisasi ya tadi sudah di ini juga dan
1:09:19profilaksis ya. Kemudian untuk deteksi
1:09:23ya, deteksinya itu ya ee apa namanya?
1:09:26Melakukan deteksi dini faktor risiko dan
1:09:28penyakit, kemudian melakukan skrining
1:09:30masyarakat berisiko, melakukan
1:09:31penyelidikan epidemiologi ya untuk
1:09:33pelacakan kontak dan melakukan
1:09:35surveilance ya. Surveilance itu
1:09:36pencatatan pelaporan gitu ya. Ee dan apa
1:09:40namanya ee
1:09:43menyampaikan terkait dengan hasilnya,
1:09:45analisisnya dan sebagainya. Kemudian
1:09:46melakukan respon. Papuan respon itu ee
1:09:49terkait dengan penanganan kasus atau
1:09:51mungkin rehabilitatif dan valiaatif ya.
1:09:54Nah, ini kegiatan penanggulangan
1:09:55penyakit khususnya untuk penyakit
1:09:57menular dan ini ee apa namanya
1:10:00dipertimbangkan dengan berbagai risiko
1:10:01tadi. Risikonya adalah globalisasi,
1:10:03perubahan iklim, perilaku ya. Kemudian
1:10:06juga berbagai macam ancaman. Ancaman itu
1:10:08bisa penyakit nular yang lain ya yang
1:10:10baik yang new maupun reemerging atau
1:10:12mungkin penyakit-penyakit yang neglektif
1:10:14ya ee yang diabaikan gitu ya. dan dia
1:10:17bisnis. Tujuannya apa? Tujuannya adal
1:10:19mencegah mengendalikan KL wabah,
1:10:22melakukan reduksi, eliminasi, dan
1:10:24eradikasi. Ini yang tujuan tujuan ee
1:10:26pencegahan dan pengendalan itu kurang
1:10:29lebih ada empat ya untuk melakukan
1:10:31pencegahan dan melakukan pengendalian,
1:10:34kemudian melakukan reduksi, eliminasi,
1:10:36dan eradikasi. Ini tidak bisa berjalan
1:10:38sendiri. ini harus melalui komunikasi
1:10:41risiko dan sistem informasi dan
1:10:43koordinasi yang ee koordinasi bersama ee
1:10:46ee semua pihak dan partisipasi
1:10:47masyarakat.
1:10:49Nah, ini ada beberapa ya, ada enam ya
1:10:52kurang lebih yang dicatat di sini.
1:10:53Programnya itu ada program PI, HIV, ee
1:10:56infeksi seksual, kemudian PTVZ ya. PTVZ
1:10:59itu adalah penyakit tular vektor dan
1:11:01zonotik ya. Kemudian program hepatitis
1:11:04eh PISP ya, saluran cerna. Kemudian eh
1:11:08program antidis neglected tropical
1:11:10disease dan program ISP ya. Ee
1:11:13singkatan-singkatannya sudah paham ya
1:11:14teman-teman ya.
1:11:16ya ini ee di apa di Kemenkes umum. Tapi
1:11:20mudah-mudahan teman-teman bisa
1:11:22menyesuaikan ya. Nanti kalau misalnya
1:11:24ada yang bingung bisa ditanya.
1:11:27Oke, kita mulai dari program TB. Nah,
1:11:29catatannya adalah Indonesia menduduki
1:11:31peringkat kedua insidence eh
1:11:33tuberkulosis tertinggi di dunia. ini
1:11:35nomor dua loh, nomor dua. Nah, jadi ee
1:11:39di dunia itu ada 1 miliar kematian
1:11:41akibat tibi secara global dalam 200
1:11:43tahun terakhir ya totalnya itu. Nah, di
1:11:46tahun 2024 itu ada 10,6 juta orang sakit
1:11:49TIB dan 1,3 jutanya meninggal akibat
1:11:51TBI. Ini kan sangat tinggi ya di dunia.
1:11:54Nah, India menyumbang kasus TB sebesar
1:11:5725,8% dan Indonesia 10,1%. Nah, ini kan
1:12:01tinggi ya nomor dua gitu ya. ee tinggi.
1:12:04Bahkan Cina saja yang sama apa namanya
1:12:07ee kasus apa namanya penduduk yang ter
1:12:11tinggi di dunia itu ternyata TB-nya
1:12:13hanya 6,8% ya. Indonesia yang padahal
1:12:18Indonesia itu ee apa namanya? Penduduk
1:12:20nomor tiga kalau enggak salah ya, nomor
1:12:22tiga terbanyak di dunia itu ternyata ee
1:12:27jadi nomor dua-nya gitu ya. Dia nomor
1:12:29dua ya. Ee jadi nomor ee penduduk
1:12:32terbanyak itu teman-teman itu nomor satu
1:12:35Cina, nomor dua India, nomor tiga
1:12:37Indonesia kalau enggak salah gitu
1:12:39urutannya gitu ya. Nah eh kalau enggak
1:12:42salah ya saya lupa ingat nomor tiga ini
1:12:44kalau enggak salah apa dipegang sama
1:12:46Indonesia tapi di sini urutannya
1:12:47ternyata kebalik untuk ee menyumbang
1:12:49kasus TB-nya gitu ya. Nah, di Indonesia
1:12:53[berdehem] itu
1:12:55di tahun ee 2024 itu ada kurang lebih
1:12:581,8 juta ya dan ini naik ya naik sampai
1:13:027% dari sejak ee apa 2010. Jadi ee
1:13:08bahkan tercatat 126.000 orang meninggal
1:13:10akibat hidup. ini menjadi jadi PR buat
1:13:13kita semua ee apa namanya Indonesia
1:13:17betul-betul harus harus ee apa bisa
1:13:20dikatakan mungkin darurat tibi ya.
1:13:23Nah, jadi ini ee catatan notifikasinya
1:13:26dari kasus TIB yang ee dari kasus TBI
1:13:29dan kasus TIB yang diobati sejak 2020
1:13:31sampai 2026 dan ini capaiannya masih di
1:13:34bawah target ya, masih ee apa targetnya
1:13:37itu 90% itu masih rendah,
1:13:40masih cukup rendah. Ini estimasi
1:13:42kasusnya. Estimasi kasus ini ee
1:13:44berdasarkan data yang tadi ya. Data yang
1:13:46tadi kurang lebih ee bisa didapatkan,
1:13:49dilaporkan. Nah, ini apa namanya? Upaya
1:13:52temuannya ya, upaya temuannya itu
1:13:54ternyata masih rendah sekali ya. Masih
1:13:56rendah sekali kan tadi yang dikatakan ee
1:13:58Rp1.80 kan kurang lebih tadi di tahun
1:14:022024 ya SIM di sini. Nah, estimasi bisa
1:14:06lebih banyak. Nah, ternyata ee apa yang
1:14:09didapat itu masih kurang dari 90%. Kalau
1:14:11yang diobatinya kurang lebih sudah ada
1:14:13yang 90% tapi temuannya masih rendah.
1:14:17ini ini menjadi menjadi PR kita juga
1:14:19untuk bisa meningkatkan ee apa namanya
1:14:21tumbuhan temumuan kasus tibi di
1:14:23lapangan.
1:14:25Jadi menemukan danikasi itu yang
1:14:27penting.
1:14:29Menemukan dan notifikasi itu masih masih
1:14:31rendah. Nah, jadi ini ee apa konsep
1:14:34semestanya? Jadi indikatornya adalah ee
1:14:37ada indikator target 90% untuk penemuan
1:14:39kasus TB dan inisiasi pengobatan TIB-nya
1:14:42itu targetnya 95%. keberhasilan
1:14:44pengobatannya ee TBSO 90, TBRO 80% dan
1:14:48pemberian ee TPT-nya targetnya 80%. Nah,
1:14:51ini ee strateginya itu strateginya
1:14:54ngikutin yang tadi ya semestanya
1:14:56cegahan, deteksi, dan respon ya. Respon
1:14:59itu atau treatment gitu ya atau tata
1:15:01laksana itu kurang lebih seperti ini
1:15:02strateginya ya. dari mulai dari promosi
1:15:04dan sebagainya, kemudian deteksi itu
1:15:06penemuan kasusnya fit cas finding-nya
1:15:08seperti apa dari ee apa namanya
1:15:12investigasi di lapangan, skrining,
1:15:13kemudian diagnosis ya. Dia itu
1:15:15bakteriologis dan klinis. Nah, ini di
1:15:17dideteksi ini tentu apa namanya
1:15:20membutuhkan tenaga TLM itu yang penting.
1:15:22TLM dan juga ee apa namanya? Ahli
1:15:25radiologi ya. teknik radiologi ini yang
1:15:27penting ini teman-teman ee yang tadi
1:15:30saya sebutkan ya teknik radiologi maupun
1:15:32TLM ini sangat berperan penting ya di
1:15:34sini di di TB ini gitu ya. Sementara
1:15:37untuk yang ee apa namanya rawat mungkin
1:15:39ya perawatan itu untuk investigasi
1:15:42kontaknya tentu pencatatan pelaporannya
1:15:45itu nanti di harus didukung oleh
1:15:46teman-teman ee rekan medis.
1:15:50Pendampingan minum obatnya juga penting
1:15:51sekarang ya pting sekali. Kalau dulu kan
1:15:54memang ada ya PMO ya pendampingat ee
1:15:57yang melibatkan ee apa keluarga pasien
1:15:59kemudian juga fader dan sebagainya
1:16:02komunitas TBI ya itu juga penting sekali
1:16:05untuk bisa meningkatkan.
1:16:07Oke. Nah, selanjutnya ee penguatan
1:16:09programnya kurang lebih seperti ini.
1:16:10Jadi kita melakukan [mendengus] e
1:16:12percepatan ya dimulai dari tracing,
1:16:14tracing kontak erat, kemudian juga
1:16:16screening TB terintegrasi yang
1:16:18dimasukkan ke dalam CKG. Jadi di dalam
1:16:20CKG itu ada screening TB dan screening
1:16:23TB juga gitu ya ee dengan menggunakan eh
1:16:26apa namanya
1:16:28menggunakan ronsen ya menggunakan
1:16:29ronsen. Bahkan sekarang eh sudah
1:16:31diproduksi dan didistribusikan
1:16:34eh apa ronson portable ya yang
1:16:37menggunakan AI gitu ya dilengkapi dengan
1:16:39AI. Nah ini ini luar biasa. Jadi
1:16:41teknologinya sudah apa? Sudah merambah
1:16:44ke situ. Yang tadinya X-ray itu
1:16:46benar-benar murni hasil pembacaan ee
1:16:49manusia saja gitu ya yang kadang kala
1:16:52kadang kala salah gitu ya. Nah, sekarang
1:16:53sudah ada AI-nya. Jadi pada saat pada
1:16:56saat difoto itu sudah langsung bisa
1:16:58mencari hal-hal yang ee
1:16:59kelainan-kelainan di dalam paru ya yang
1:17:02sangat-sangat spesifik yang akan
1:17:03membantu ee tim dokter untuk bisa
1:17:06melakukan diagnosis dan memberikan
1:17:08treatmen. Inisiasi on stop ya. One stop
1:17:11service ini juga sama. Ini diberikan eh
1:17:14apa namanya?
1:17:16dikuatkan kapasitas Puskesmasnya untuk
1:17:18melakukan ee skring sampai ke
1:17:20pengobatan. Nah, ini ya alur-alurnya
1:17:23kurang lebih seperti itu ee di untuk ee
1:17:25melalui tracing.
1:17:28Nah, kemudian yang kedua itu program HIV
1:17:30ya, HIV IMS infeksi menuar seksual. Nah,
1:17:33di sini ee sampai Juni 2026 dari
1:17:37estimasi ee ODIF yang hidup ya ee itu
1:17:41557.000
1:17:43itu [mendengus] yang didapatkan datanya
1:17:46adalah 70%-nya ya 70%-nya. Jadi masih
1:17:49dicari nih yang sisanya gitu ya, masih
1:17:51mencari selisihnya bahkan targetnya 95%
1:17:56sesuai dengan ee apa target tadi di
1:17:58indikator ya. Jadi masih ada yang kurang
1:18:01sekitar 25% untuk bisa di dicari lagi
1:18:04dari estimasi tersebut. Nah, ditemukan
1:18:06kemudian eh BIP yang hidup dengan yang
1:18:10mengetahui statusnya dalam pengobatan
1:18:11dalam pengobatan itu dari
1:18:15apa namanya? dari yang dari yang ini ya,
1:18:17dari yang kiri itu ee ada sekitar
1:18:1971%-nya dari data ini. Kemudian
1:18:22[mendengus] yang apa namanya dia yang
1:18:26sudah pengobatan dan dites ee viral ya
1:18:29itu ada 47%.
1:18:31Nah, kemudian yang sudah ee pengobatan
1:18:34IRV dengan hasil viralnya tersupresi eh
1:18:39virusnya itu ada 45%. Jadi ini yang
1:18:41terselamatkanlah seperti itu ya.
1:18:44elamatkan betul-betul memang viralnya ee
1:18:46bisa ee tampak tersupresi ya. Nah, ini
1:18:50kan tujuan kita seperti ini kan tentu
1:18:51ini di sini masih datanya masih banyak
1:18:54banget tuh ya kan pelang banget gitu ya
1:18:55datanya ini e menjadi harus kita kejar
1:18:58ya harus kita kejar masih ada 60 ee 5%
1:19:02dari data yang sebelumnya yang belum
1:19:04belum betul-betul ee tercapai masih
1:19:07banyak gap-nya gitu ya. Ini tantangan
1:19:10buat kita semua. Nah, ini strateginya
1:19:12dari mulai pencegahan surveilance
1:19:14penanganan kasus dan promosi kesehatan
1:19:15gitu ya. Ini e teman-teman bisa di
1:19:18dibaca lebih lanjut. Jadi pencegahannya
1:19:19itu melalui ab C D ya. Kalau di apa
1:19:24namanya di tegat daruratan kan ABCD itu
1:19:26kan airway breeding. Nah, kalau ini gak
1:19:28abstinance ya, abstinance. Eh, kemudian
1:19:31beful ya sering setia gitu ya, kondom
1:19:35untuk ris populasi. Kemudian eh no drugs
1:19:38ya, jauhi narkoba dan edukasi edukasinya
1:19:41terus-menerus gitu ya. Ini pencegahan
1:19:43[mendengus]
1:19:44profilaksis kemudian juga ee pencegahan
1:19:47penularan ibu ke anak ya uji saring dana
1:19:49ee ee apa uji saring darah donor ee dan
1:19:53juga penerapan kaos badan standar. Ini
1:19:55apa untuk precaution ini untuk eh tenaga
1:19:58medis ya tenaga medis dan tenaga
1:19:59kesehatan. Kemudian surveilance-nya ya
1:20:01melakukan testing ya eh streaming
1:20:03mandiri dan sebagainya. nya. Kemudian
1:20:05juga bervobatan untuk bisa melihat ee
1:20:09resistensi terhadap obat ARV. Kemudian
1:20:12penanganan kasus ya, penanganan kasusnya
1:20:14seperti apa ya ini bisa dilakukan juga
1:20:16terkait dengan eh sesar eliminasi
1:20:19penular HIV dari ibu ke anak. Kemudian
1:20:21multiman dispensing ya. Jadi obatnya di
1:20:23di apa namanya? Dikasih banyak gitu ya,
1:20:26bisa beberapa bulan gitu ya, untuk bisa
1:20:29dikonsumsi terus-menerus supaya ee apa?
1:20:33Virus ini betul-betul bisa tersesi.
1:20:35Kemudian promosi kesehatan ya. Kesehatan
1:20:38juga sama terutama yang paling yang
1:20:40paling penting itu adalah mengatasi
1:20:41stigma dan diskriminasi. Ini orang-orang
1:20:44yang kayak IMS kan biasanya ee ada apa
1:20:47namanya? Ada stigma ya kena stigma dan
1:20:49juga mengalami diskriminasi. Nah, ini
1:20:51bagaimana caranya bisa ee terhindar dari
1:20:53itu kasih terus ya. Nah, ini ee
1:20:56upaya-upaya Kemen CAS ya untuk bisa
1:20:58mencapai target global 959595 HIV di
1:21:02tahun 2030. Nah, ini seperti ini. Jadi
1:21:05ee target pertama itu Odif itu paling
1:21:08enggak tahu dululah statusnya bahwa dia
1:21:09itu adalah audit. Nah, ini eh apa
1:21:12namanya caranya dengan menggunakan save
1:21:14test ya untuk daerah untuk orang-orang
1:21:16populasi kunci ya. Kemudian juga mobile
1:21:19testing ya. ada layanan ee RDT-nya untuk
1:21:22HIV ee untuk untuk orang-orang yang ee
1:21:25di populasi kunci. Kemudian juga ee
1:21:28pemberian ARV-nya gitu ya. Orang-orang
1:21:31yang sudah kena odif, orangorang yang
1:21:33kena odif itu diberikan ARV seperti apa
1:21:36gitu ya. Ee apa peributuhkan peranakes
1:21:39nih ya untuk memberikan motivasi dan
1:21:41pendampingan ya teman-teman. ee sebagai
1:21:43naks nantinya itu akan di apa akan punya
1:21:47peran untuk bisa melakukan pendampingan
1:21:49lebih intensif ke orang-orang Odif ini.
1:21:51Kemudian ODIF dengan eh ARP-nya dengan
1:21:54virus terupresi ini juga ee apa namanya
1:21:57menjadi penting karena ini terkait
1:21:59dengan kepatuhan dan obatnya juga
1:22:01pastinya kan dan juga rutin control eh
1:22:04untuk orang-orang yang ODIF yang
1:22:05ternyata memang ada yang dia tidak rutin
1:22:09ee apa minum-minum air-nya sehingga
1:22:12virusnya ini menjadi ee apa namanya
1:22:15menjadi muncul lagi gitu ya kan harus
1:22:18harus butuh pendampingan yang
1:22:20betul-betul itu intensif gitu ya.
1:22:23Nah, terus ee kita masuk ke program PTVZ
1:22:26ya. PTVZ ini kita bahas pertama malaria
1:22:30ya. Malaria ini ee 95% kasus malaria di
1:22:33Indonesia ee tahun 2025 berasal dari
1:22:35tanah Papua. Oh, luar biasa ya. Di sana
1:22:38saat ini masih endemis malaria ya,
1:22:39Teman-teman. Masih endemis malaria. Ee
1:22:42masih 94% itu di malaria apa di di Papua
1:22:48ya. Di di Papua. Papua dari seluruh ini
1:22:51ya, dari seluruh area di Papua gitu ya,
1:22:54provinsi di Papua. Nah, eh dari
1:22:58kabupaten kota yang ada di tanah Papua
1:23:00itu ada tiga yang sudah mencapai
1:23:01eliminasi. Tapi kan ee ini masih sangat
1:23:04berisiko karena wilayah sekitarnya masih
1:23:08masih merah gitu ya. Masih merah e masih
1:23:10masuk kategori endemis tinggi ya. yang
1:23:13lebih tinggi ini menjadi satu perhatian
1:23:15dan perlu dukungan ee apa namanya kita
1:23:18gitu ya supaya mereka bisa betul-betul
1:23:22ee apa berjuang untuk bisa bertahan ya
1:23:24supaya dan juga masalah masalah
1:23:27lingkungannya jadi memang harus di
1:23:29diperhatikan agak sulit sih di sana kan
1:23:31hutan belantara yang luar biasa luas ee
1:23:34sehingga ee apa namanya populasi nyamuk
1:23:37malario itu masih masih cukup tinggi di
1:23:39sana.
1:23:40Nah, di sini yang ditemukan temuan ee
1:23:43kasusnya ya, kasus positif, kasus
1:23:44diobati sesuai standar kurang lebih
1:23:46seperti ini. Jadi ee estimasi kasusnya
1:23:49di tahun 2026 itu sekitar 800-an. Yang
1:23:52kasus positifnya ee yang ditemukan ada
1:23:55346 yang yang sudah pengobatan
1:23:58standarnya segini. Ini ee masih belum
1:24:01semuanya gitu ya. Masih belum semuanya.
1:24:03Mungkin mungkin ada yang tidak ee patuh
1:24:06untuk minum obat.
1:24:08Oke, selanjutnya ee di tahun 2026 sudah
1:24:12414 kabupaten kota sudah eliminasi
1:24:14malaria di berapa provinsi ini ya
1:24:17hijau-hijau ini ini sudah cukup banyak
1:24:20ya yang ee sudah eliminasi malaria.
1:24:24Sisanya ini di wilayah timur nih.
1:24:27Wilayah timur yang masih merah-merah ya.
1:24:29Masih merah-merah tu.
1:24:32Oke. Nah, ini kebijakannya dimulai dari
1:24:34diagnostik ya. Dia. Nah, tentu ini
1:24:37teman-teman TLM nih ya ee yang perlu
1:24:39menguasai bagaimana cara mendiagnosis
1:24:41malaria gitu ya sebagai standarnya
1:24:43adalah mikroskopis ya. Kemudian
1:24:46pengobatan. Nah, pengobatannya seperti
1:24:48ini ee baik eh injeksi ya ACT plus
1:24:52primin personat insi yang malaria berat
1:24:57dan komplikasi. Kemudian ada
1:24:58surveilance-nya. Nah, tentu ini ee nanti
1:25:01dibantu teman-teman biasanya dibantu
1:25:02teman-teman PW ya untuk bisa melakukan
1:25:05penentuan kasus ya dan pengatan
1:25:07surveilance-nya, kemudian penanggulhan
1:25:09vektornya ya dan promosi kesehatan ini
1:25:12semuanya tentu tidak mungkin satu peran
1:25:15saja ini pasti harus berkontribusi
1:25:18semuanya ya.
1:25:20Oke. Nah, ini upaya eliminasinya dimulai
1:25:22dari pemetaan populasi ee ya kemudian
1:25:26strategi token di Papua ya. Kemudian
1:25:28toan itu temukan, obati dan kendalikan.
1:25:31Kemudian yang ketiga adalah peningkatan
1:25:33kegiatan malaria. Keempat penguatan
1:25:35pemberdan masyarakatnya. Kemudian kelima
1:25:37penyediaan kebutuhan logistik malarianya
1:25:39dan integrasi lintas programnya ya. Jadi
1:25:41ee tidak tadi tidak bisa sendiri ya,
1:25:44tidak bisa cuma satu program kesehatan
1:25:46saja yang ee betul-betul berperan dan
1:25:48terlibat di dalam eliminasi malaria ini.
1:25:50Jadi harus betul-betul terintegrasi
1:25:52semuanya. bahkan sini melibatkan Kem
1:25:55PNK, kemudian juga Kementerian Dalam
1:25:57Negeri dan sebagainya gitu ya untuk bisa
1:25:59ee apa namanya melakukan eliminasi
1:26:02malaria ini. Karena kan kayak tadi di
1:26:04Papua kan ee wilayahnya kan seperti itu
1:26:06ya. Jadi betul-betul ee
1:26:10sulit ya untuk mencapai itu. Kalau tidak
1:26:12karena ee koordinasi lintas sektor dan
1:26:16lintas program tentu akan sulit sekali.
1:26:19Nah, kita masuk ke denggi. Denggi ya,
1:26:21bukan dengue denggi ya. Denggi ee itu eh
1:26:26apa namanya yang disebabkan oleh nyamuk.
1:26:28Nyamuk juga tadi nyamuk malaria ini
1:26:29nyamuk dengki.
1:26:33Ee biasanya kalau nyamuk dengki itu
1:26:34berarti eh apa namanya? Ides ya. IT.
1:26:38Kalau yang tadi nanopelas ya biasanya
1:26:41yang paling banyak. Oh, yang paling ini
1:26:44[mendengus] sebaran kasusnya paling
1:26:45banyak ternyata di Jabar ini ee
1:26:47berkaitan dengan penduduk yang banyak
1:26:48ya. Jabar Jatim-jatim itu sudah
1:26:50langganan karenaang penduduknya banyak
1:26:51ya. Penduknya banyak jadi kasusnya juga
1:26:54bisa jadi banyak. Ini kalau dihitungnya
1:26:56ee apa namanya? Dihitungnya agregat ya
1:27:00agregat atau
1:27:02absolut ya. Tentu paling banyak di sana
1:27:04ya di Jabar J yang kematiannya juga
1:27:07sama. Kalau dihitung ee absolut ya
1:27:10kurang lebih gedenya juga pasti dijabat
1:27:12ya.
1:27:14Jadi insident rate-nya adalah
1:27:1520,3/100.000
1:27:17penduduk saat ini. Total kasusnya eh
1:27:20yang apa dilaporkan adalah 58.000 kasus
1:27:23yang untuk kematian CFR-nya 0,3%.
1:27:27ya sebarannya kurang lebih seperti itu.
1:27:29Paling banyak memang ee yang dilaporkan
1:27:32di di ini ya ee Jawa tentu.
1:27:37Oke. Nah, ini sebaran angka kematiannya
1:27:41ee dihasil
1:27:44hutan itu berarti di Sumatera Utara ya
1:27:46di Aceh. Kemudian di mana nih Melawi ini
1:27:49di Kalimantan ya Kalimantan Barat kalau
1:27:52enggak salah. Kemudian di Konawe Selatan
1:27:53di Sulawesi Tenggara. Berarti pemedian
1:27:55Kota Bukit ini di Sumatera Barat ini
1:27:57yang yang ee apa namanya? Yang CFR
1:28:00tertinggi ya. CFR tertinggi. Oke.
1:28:04Nah, kalau diilihat di sini yang memilih
1:28:08CFR kurang dari 0,4%. Nah, kalau tadi,
1:28:11nah ini sekarang CF-nya kan 0,3 ya
1:28:13secara nasional. Tapi ternyata masih
1:28:16banyak ya ee
1:28:19apa di atas 0,3 masih ada.
1:28:24Kemudian ee apa namanya? Upaya saat ini
1:28:28untuk mengendalikan demam tinggi gitu ya
1:28:30itu meliputi lingkungan, vektor, dan
1:28:32manusia. Ini kurang lebih hampir sama
1:28:33sih dengan malariat ya. Ee pengendalian
1:28:35modifikasi lingkungan ya, manipulasi
1:28:37lingkungan ya. Jadi ada modifikasi
1:28:39lingkungan, ada manipulasi lingkungan.
1:28:42Kemudian intervensi nyamuknya itu bahan
1:28:43kimia ya, melalui bahan kimia atau juga
1:28:47sekarang ada teknologi nyamuk e walkia
1:28:49gitu ya yang ee apa namanya ee denggi
1:28:54virus dengginya itu dimasukkan ke dalam
1:28:56nyamuk walbalkiah gitu ya untuk bisa di
1:28:59ee apa namanya bisa dimatikan melalui
1:29:02nyamuk bakia.
1:29:04Nah, kemudian perubahan perilaku dan
1:29:07tempat tinggal manusia dan juga
1:29:08memberikan vaksin denggi ya kepada
1:29:10manusianya. sekarang kan sudah ada ya
1:29:12vaksin tinggi ya. Ini beberapa
1:29:14kegiatannya banyak ya ee PSN tentunya
1:29:17gerakan satu rumah satu jumantik ya.
1:29:20Kemudian ada larpasida kemudian
1:29:23pengasapan tentunya ya yang tentu
1:29:24teman-teman sudah tahu ya foging itu
1:29:27untuk bisa menggunakan ee pengusir
1:29:29nyamuk juga semprotan gitu ya ee secara
1:29:31mandiri itu juga bisa dilakukan itu
1:29:33mungkin menggunakan kelaku itu juga bisa
1:29:35me apa namanya mengendalikan demam
1:29:38dengar.
1:29:40Terus ada intervensi manusia, ada
1:29:42komunikasi untuk dampak perilaku dan ee
1:29:45apa namanya? Vaksinasi demam berdarah
1:29:47yang dinani sendiri ya. Saat ini memang
1:29:49ee apa vaksinasi demam berdarahi itu
1:29:53belum belum ini ya belum jadi program
1:29:55pemerintah di dunia masih jadi ee dana
1:29:58sendiri di masing-masing ee kabupaten
1:29:59kota terutama yang endemis lah yang
1:30:03kasusnya banyak. Sekarang masuk di
1:30:05rabies. Nah, rabies ini ee apa namanya?
1:30:08akibat gigitan hewan penular ya, akibat
1:30:11hewan gigitan penular yang datanya itu
1:30:15saat ini ee trennya terus naik ya ee
1:30:17sejak 2021 trennya meningkat nih kalau
1:30:20lihat dari sini teman-teman ya walaupun
1:30:22sempat ada turun di 2024 tapi tetap naik
1:30:26trennya tetapus naik ini biasanya ee
1:30:30kematian akibat rabies ini karena
1:30:32terlambat datang ke vaskes atau mungkin
1:30:34pemberian PAR-nya tidak tuntas gitu ya.
1:30:37Se par itu kan harus diberikan ee kalau
1:30:38enggak salah ee itu tiga kali tiga kali
1:30:42suntik ya untuk bisa kita bisa apa
1:30:45namanya punya kekebalan tubuh dari rabia
1:30:48sih. Alhamdulillah saya juga sudah
1:30:49pernah dilakukan FAR sampai tiga kali
1:30:51ya. Ee saya sudah jup teman-teman
1:30:53sebelum waktu itu sebelum saya turun
1:30:56untuk melakukan penyelidikan
1:30:58epidemiologi rabes di Maluku waktu itu
1:31:01yang kasus kasusnya luar biasa, bahkan
1:31:04kasus ee apa namanya kematiannya itu ee
1:31:07sekitar 90% yaatiannya.
1:31:10Ee jadi dari
1:31:14beapa kasus ya gitu itu banyak sekali
1:31:16yang meninggal terutama anak-anak
1:31:18sekolah kecil yang yang tinggal. Ada
1:31:21juga anak apa namanya ee orang-orang
1:31:23dewasa yang juga meninggal gitu ya
1:31:25karena digigit oleh jing. Ee pada saat
1:31:30biasanya pada saat si anjing itu di
1:31:32dipangku gitu ya, digendong gitu ya,
1:31:33ternyata dia gigit kupingnyaah.
1:31:37Nah, ini saya alhamdulillah waktu itu
1:31:38sempat di FAR juga ya vaksinasi
1:31:43B juga waktu itu.
1:31:47Nah, kemudian ini upaya percepatan untuk
1:31:49pengendalian zonenosis ya itu ee
1:31:51meningkatkan pengetahuan bahaya dan cara
1:31:52pencegahan ee penyakit zonotik ya ee
1:31:56supaya apa namanya kasus yang terkena
1:31:59itu tidak datang terlambat gitu jadi
1:32:01cepat gitu ya. ee begitu digigit
1:32:04langsung langsung ee dibawa ke ini ke
1:32:07pasien langsung diberikan suntikan
1:32:11apa namanya suntikan ee bisa jadi ee
1:32:15serum radias atau eh par ya cepat. Oke.
1:32:21Kemudian eh pemenan logistik seperti
1:32:24bahan pemeriksaan, diagnosis ya ee
1:32:26vaksin, obat rasanya kan kalau kalau
1:32:29rabis ini kan dia ee apa namanya? agak
1:32:31sulit ya pemeriksaan laboratoriumnya ya.
1:32:33Biasanya dia kan pemeriksaannya itu ada
1:32:36nigel bodies di otak gitu kan. Yang
1:32:39paling mungkin itu bisa menegakkan
1:32:42diagnosis seseorang itu kena rabias atau
1:32:44enggak itu binatang apa hewan penular
1:32:47rabiasnya itu langsung diambil
1:32:50ee ya mau enggak mau dibunuh ya kemudian
1:32:52diambil otaknya diperiksa di bawah
1:32:54mikroskop. Kalau misalnya ada nigel
1:32:55badis nah itu positif kan ee yang
1:32:58digigitnya pun sudah pasti positif
1:33:00radius.
1:33:01seperti itu. Nah, ini saya belum belum
1:33:03tahu ya upload-nya apakah bisa lakukan
1:33:05diagnosis sebelum ee apa namanya e tanpa
1:33:09perlu membunuh membunuh si hewan penular
1:33:12penularnya atau yang gigitnya gitu.
1:33:14Kemudian pencatatan pelaporan yang saat
1:33:15ini terintegrasi ya. Jadi kita punya
1:33:19pelaporan yang terintegrasi antara
1:33:21Kemenkes kemudian eh Kementerian
1:33:23Pertanian yang ee apa namanya mengatasi
1:33:26terkait dengan eh hewan ya hewan hewan
1:33:29peliharaan terutama dan juga sehat sehat
1:33:32sat ya dengan Kementerian ee Perhutanan
1:33:34untuk eh hewan liarnya gitu.
1:33:38Jadi di Kemenkes punya SKDR, di Kementen
1:33:40punya IGNAS, di Kemen Hood ya,
1:33:43Kementerian Kehutanan itu punya Sehat
1:33:45Satle dan ini tergabung dalam satu
1:33:47aplikasi namanya CZ sistem informasi
1:33:49zonosis dan eh.
1:33:52Kemudian [mendengus] optimalisasi
1:33:53koordinasi komunikasi kolaborasi sektor
1:33:56dengan kerangka one health. Nah, ini ya
1:33:58sekarang ada namanya kerangka health.
1:34:00Jadi semua ee sektor terkait ya
1:34:04multidisiplin itu saling ee apa namanya?
1:34:07Saling berkolaborasi untuk bisa
1:34:09melakukan penanganan ee [mendengus]
1:34:11genosis ya, penyakit genosis. Bahkan
1:34:13sekarang ada tim koordinasi pencegahan
1:34:15zonosisnya dan PIB. PIB itu penyakit
1:34:17infeksi baru yang melibatkan kementerian
1:34:19dan lembaga interektor yang dipukuhkan
1:34:21dalam satu inpres gitu.
1:34:24Nah, kita masuk ke program hepatitis ya.
1:34:28E PISP atau infeksi saluran pencernaan.
1:34:31Sini
1:34:33ee apa namanya? Kita mulai dari Ibu ibu
1:34:38hamil ya. Ibu hamil yang dites ya. Ibu
1:34:40hamil yang dites di sasarannya dari ibu
1:34:42hamil kemudian yang dites HB eh
1:34:45HBSAg-nya gitu. HBSAgag-nya berapa yang
1:34:48reaktif? Ternyata dari ibu hamil yang
1:34:50dites itu ee yang reaktif itu ada 1,33%.
1:34:54Kemudian yang diperiksa ee HPDNA-nya itu
1:34:57ada ee apa 30% ya yang kemudian
1:35:01diberikan ee TDF ya itu untuk
1:35:05profilaksis yaitu ee ada 14%. Nah, jadi
1:35:09ada sekitar 98,87%
1:35:13yang diobati ya untuk ee dapatkan
1:35:18pengobatan hepatitis ketika misalnya
1:35:20pada saat hasilnya itu pada saat
1:35:23diperiksa itu hasilnya reaktif atau as
1:35:25HBE HBsgag HBS.
1:35:30[mendengus]
1:35:30Nah, kemudian tadi ibu hamilnya ya,
1:35:33sekarang bayi lahirnya nih, bayi lahir
1:35:35dari ibu hepatitisnya ee itu dipastikan
1:35:38harus mendapatkan tata laksana. Jadi ee
1:35:42bayi yang lahir dari ibu reaktif ee
1:35:45HBSAg itu 12.000. Nah, yang mendapatkan
1:35:49imunisasi HB0 ya HB0 itu kurang dari 24
1:35:52jam itu ada 98% hampir seluruhnya gitu
1:35:55kan. Kemudian ada yang ee mendapatkan
1:35:58HBIG, BIG kurang dari 24 jam itu 88%.
1:36:03Ada yang mendapatkan ee pemeriksaan ya
1:36:06tes HBSAg 9 sampai 12 bulan itu ada 70%
1:36:10dan yang ternyata yang ditemukan reaktif
1:36:12ada 3%
1:36:14ya. Jadi ini penting sekali diberikan HB
1:36:19apa imunisasi HB0 ya untuk bisa mencegah
1:36:22terjadinya reaktif eh HBSG.
1:36:25Ini penting ya. Seperti yang tadi di
1:36:26awal sudah saya sampaikan, imunisasi HP0
1:36:29itu penting dilakukan pada saat bayi
1:36:31baru lahir. Dan tentu ini harus
1:36:34dipastikan ibunya juga pada saat ee
1:36:37hamil itu ee dilakukan pemeriksaan HBS
1:36:41juga ya supaya bisa tidak supaya
1:36:44terhindar dari hepatitis.
1:36:47Oke, berikutnya. Nah, ini strateginya
1:36:49dimulai dari pencegahan penemuan kasus
1:36:51dan supervance dan sampai penanganan
1:36:52kasusnya ya. kurang lebih seperti ini ya
1:36:55ee apa namanya hampir hampir sama
1:36:58umumnya pencegahannya ada penerapan PHBS
1:37:01ya ee hidup bersih dan sehat ini yang
1:37:04betul-betul harus ee apa namanya
1:37:09bersih ya gitu ya ee dari kontak ee dari
1:37:13kontak yang berisiko ya seperti misalnya
1:37:17darah gitu ya darah yang terinfeksi itu
1:37:19harus betul-betul diterapkan gitu ya.
1:37:21kemudian pemberian kekebalan dengan
1:37:23vaksinasi eh hepatitis Bencegahan
1:37:26penularan dan sebagainya. Kemudian juga
1:37:27penemuan kasusnya juga eh lakukan
1:37:29screening ya dan ini sekarang sudah
1:37:32masuk ke dalam ee pemeriksaan eh apa
1:37:35namanya? Pemeriksaan CKG juga untuk
1:37:38pemeriksaan hepatitis ya. Di dalam CKG
1:37:40juga ada ya penanganan kasus ee untuk
1:37:44kasus-kasus hepatitis B sesuai dengan
1:37:45standar.
1:37:47Yang penting adalah promosi kesehatan ya
1:37:49e supaya bisa ee pendekatannya tidak
1:37:52cuman di sektor kesehatan saja tapi
1:37:54multisektor.
1:37:56Nah, selanjutnya kita masuk ke program
1:37:57eh entis ya atau neglected tropical
1:38:00disease.
1:38:06Nah, pertama kusta.
1:38:08J kusta itu kita melakukan eliminasi.
1:38:11Nah, ternyata eliminasinya itu pasti
1:38:15banyak tantangan.
1:38:17Nah, yang ee apa namanya? Yang sudah
1:38:19eliminasi aja baru 6 kabupaten kota dari
1:38:21514 kabupaten ya. Yang masih ada
1:38:24penularan itu masih banyak masih 406
1:38:26kabupaten kota yang masih ada ee apa
1:38:29fase transmisi. Jadi penularan ada aja
1:38:31gitu ya ee untuk.
1:38:34Nah, kalau misalnya yang baru berhenti
1:38:37ee baru berhenti sudah tidak ada
1:38:39penularan lagi. Ini kan masih masih
1:38:40dievaluasi ya. Nah, itu baru 102.
1:38:44J masih banyak teman-teman. masih apa
1:38:46namanya? PR-nya masih banyak. Apalagi
1:38:48kasusnya itu ada di kasus anak ya. Kasus
1:38:51anak itu sampai 487 kasus di 2025. 2026
1:38:55juga banyak 452 kasus. Belum yang
1:38:58disabilitas. Yang disabilitas juga
1:39:00ternyata ee lebih banyak lagi ya. Nah,
1:39:02ini dari disabilitas karena kustak ya.
1:39:06Ya. Ee kalau disabilitas kan misalnya
1:39:09dia kelemahan apa ya ini ee tidak terasa
1:39:12ya kalau di beberapa bagian tertentu ya
1:39:18akibat pustak.
1:39:20Kemudian ee notifikasinya itu juga masih
1:39:24ee apa namanya masih tidak belum terlalu
1:39:26banyak ya. Belum terlalu banyak di tahun
1:39:302026 apalagi masih masih rendah banget
1:39:32nih. Masih rendah banget sampai ke u
1:39:34masih jauh. Coba kalau misalnya di tahun
1:39:362026 setahun di Bengkulu contohnya ya
1:39:38itu notifikasi yang ee pusta itu ada 168
1:39:42tapi sampai ke TW2 saja di Bengkulu di
1:39:452026 itu ee masih 6,2.
1:39:50Ini tentu nanti ee apa namanya perlu
1:39:53dikonfirmasi ya, konfirmasi kembali
1:39:56apakah mungkin notifikasinya yang
1:39:57terlambat atau bagaimana.
1:40:00Nah, ini strateginya. Jadi strateginya
1:40:02ada ada empat. ada strategi satu itu ada
1:40:05penemuan kasus ya melalui active case
1:40:07finding dan juga integrasi dengan CKG.
1:40:09Nah, ini kan ee kusta juga ada di dalam
1:40:11CKG ya untuk ee terutama untuk
1:40:14wilayah-wilayah yang berisiko ee bernah
1:40:16kusta.
1:40:23N penatal pelaksanaan dari mulai
1:40:25pengobatan sampai rujukan bahkan di
1:40:27konseling psikologis itu merupakan tata
1:40:29laksana. Strategi tiga adalah pencegahan
1:40:31pemberian chemoprofilaksis pada kontak
1:40:34erat dan eh yang keempat adalah
1:40:37surveilance. Nah, ini penting. Makanya
1:40:39sekarang ee apa namanya? Untuk
1:40:40surveilance terkait dengan pencetatan
1:40:42pelaporan ini benar-benar benar-benar di
1:40:45apa namanya diprioritaskan ya di penting
1:40:49sekali karena memang untuk bisa
1:40:51melakukan ee apa pencegahan pengendalian
1:40:53ya tentu harus ada pencatatan yang valid
1:40:56ya dan akurat gitu ya. ini tentu
1:40:58teman-teman ee dari RK medis nih yang
1:41:01jadi tulang pelindungnya gitu ya untuk
1:41:04bisa memastikan pencatatan pelaporan
1:41:07dari setiap kasus yang ditemukan di
1:41:09pasianes itu ee
1:41:12menjadi satu apa ya menjadi satu tugas
1:41:15yang sangat penting gitu ya.
1:41:17Oke. Jadi ini ee untuk apa namanya untuk
1:41:21bisa melakukan eliminasi ya. Berikutnya
1:41:25di program ISPA. Nah, program ISPA juga
1:41:28ee yang pertama adalah pneumonia ya.
1:41:30penemuannya pada balita ini ternyata
1:41:32temuannya masih cukup banyak ya ee cukup
1:41:36banyak di
1:41:38apa namanya di masyarakat terutama di
1:41:40DKI Jakarta ini banyak banget nih ya ee
1:41:43yang di kasus pneemonianya pada balita
1:41:48ya di Jakarta kalau secara nasional
1:41:50sendiri itu ada 8,98%
1:41:53ee pemonia balita ya ke depan yang
1:41:56dilaporkan.
1:41:58Nah, berikutnya ee
1:42:00capaian pengobatannya ya sudah cukup
1:42:03baik ya, sudah cukup baik, sudah ee di
1:42:05atas 90% semua. Di atas 90% semua tapi
1:42:08memang ee kita inginnya itu adalah di
1:42:11atas 95% ya, 95%.
1:42:15Ternyata masih secara nasional pun masih
1:42:18ee hampir sedikit lagi ya, hampir
1:42:20sedikit lagi 94,91%.
1:42:23Ya, masih tantangan buat kita nih gitu
1:42:25ya. ee apa namanya untuk melakukan
1:42:28pengobatan pada kasus pneumonia pada
1:42:30balita. Ini strateginya promosi tentunya
1:42:34surveilance ya peningkatan kapasitas
1:42:37petugas medis dan kesehatan tentunya ya
1:42:39dan penibatan lintas produkas sektor dan
1:42:41pemanfaatan aplikasi ee apa aplikasi
1:42:45pencatatan pelaporan di sini NAR
1:42:46menggunakannya. Nah, ini juga menjadi
1:42:49satu apa namanya? satu strategi utama ya
1:42:53untuk bisa mempunyai sistem informasi
1:42:55pencatatan pelaporan rutin untuk program
1:42:58ISPA ini salah satunya pemonia kita juga
1:43:00sudah punya ini nih untuk surveilance
1:43:02itu banyak ya itu bisa ee dicatatkan di
1:43:05SKDR untuk bisa mengidentifikasi eh apa
1:43:08namanya kemungkinan potensi wabahnya
1:43:10gitu ya. Kemudian ada surveilance routin
1:43:12dan surveilance Sentinel ili Sari ya.
1:43:15Sentinel ili itu di Puskesmas, Sentinel
1:43:17Sari di rumah sakit ya yang tersebar di
1:43:2035 provinsi.
1:43:22Oke.
1:43:24Nah, ini terakhir ee di penyakit menular
1:43:28ini menjadi satu hal yang sangat penting
1:43:30karena perilaku cuci tangan ini saat ini
1:43:32masih ee cukup rendah gitu ya, cukup
1:43:34rendah di Indonesia. Ee kita bisa
1:43:37melihat di sini Indonesia masih apa
1:43:40namanya ee masih
1:43:44apa ya masih cukup rendah ya ee 79%
1:43:49harus harus bisa ee harus bisa
1:43:51ditingkatkan kembali ya. Jadi
1:43:54kenaikannya tuh ee tidak terlalu
1:43:56signifikan hanya naik sedikit saja gitu
1:43:58ya. Kita inginnya kan sampai meningkat
1:44:01yang cukup ee tajam seperti pada
1:44:03Thailand ini naikannya itu lambat
1:44:05banget. ee dari mulai 2024 itu ee lambat
1:44:09banget untuk bisa ee tercatat perilaku
1:44:11cuci tangan pakai satu.
1:44:14Nah, kemudian penurunan BAB
1:44:15sembarangannya juga masih ee apa namanya
1:44:17saat ini masih memang masih kontrak gitu
1:44:19ya, tapi harus betul ditingkatkan supaya
1:44:23sudah tidak ada lagi yang berak
1:44:25sembarang. Akses air minumnya juga sama
1:44:28ya ee masih ada masih ada saja yang
1:44:31rumah tangga yang ee tidak memiliki
1:44:33akses ke air minum yang layak.
1:44:35ee sekitar 8,3% ini ya. Ini tentu perlu
1:44:39PR buat kita ya untuk bisa melakukan
1:44:41edukasi ke masyarakat gitu ya. Ee supaya
1:44:45akses ke apa ke air minum, kemudian
1:44:49akses sanitasi dan juga melakukan
1:44:51perilaku higiennya itu betul-betul
1:44:52ditatan.
1:44:54Oke, ini di em apa namanya? Di penyakit
1:44:57menular. Nah, sekarang kita masuk ke
1:44:59PTM. Bagaimana kebijakan di PTM? Nah,
1:45:02kalau di PTM kita coba lihat dari fakta
1:45:04dan besaran masalahnya dulu. Ini
1:45:06sekilas-sekilas saja saya saya
1:45:08sampaikan. Jadi, Indonesia itu bukan
1:45:11cuman PT ee penyakit menular yang masih
1:45:13jadi masalah kesehatan seperti yang tadi
1:45:14disampaikan di atas, tapi juga penyakit
1:45:16tidak menular mulai mengalami
1:45:17peningkatan. Ee teman-teman bisa melihat
1:45:20di sini ee kita lihat eh di tahun 2020
1:45:24itu apa namanya? Diabetes militus itu
1:45:27masih nomor 9. Begitu di 2023 ini
1:45:29posisinya naik di nomor 4 ya. Ini
1:45:32naiknya luar biasa sekali ya. Kalau
1:45:34nomor satunya masih di stroke dan
1:45:37jantung ya. Masih stroke dan jantung ini
1:45:39ee penyebab kematiannya akibat PTM ya.
1:45:43Nah, kemudian di faktor risikonya
1:45:44ternyata eh apa namanya?
1:45:47Tembakau ya. Tembakau itu berarti ee
1:45:50dalam hal rokok itu yang tadinya di 2020
1:45:53itu nomor 3 sekarang jadi naik nomor du
1:45:55ya yang eh apa namanya? yang memiliki
1:45:58kontribusi terbesar gitu ya untuk
1:46:00kematian akibat PTM di Indonesia itu ada
1:46:03tekan darar tinggi kemudian tembakau
1:46:05gitu ya kemudian juga diet berisiko ya
1:46:07dietnya sembarangan gitu ya dietnya
1:46:09sembarangan itu ee apa namanya
1:46:11menimbulkan kematian akibat PTM yang
1:46:14cukup besar juga ya risiko juga. Nah ini
1:46:16ya teman-teman ini menjadi menjadi
1:46:18perhatian yang penting ya teman-teman eh
1:46:20untuk kita mengetahui faktor risiko dari
1:46:23PTM yang menyebabkan kematian di
1:46:26khususnya di Indonesia.
1:46:28Nah, ya ini ee [berdehem] jadi PTM ini
1:46:31menyebabkan ee
1:46:34kemudian kami koordinasi sama
1:46:39ya. Jadi ternyata PTM ini besar sekali
1:46:42ya ee apa namanya sumbangan ee kebaktian
1:46:46masyarakat ya ee seperti misalnya akibat
1:46:51kardiovaskuler ini ee penyumbang paling
1:46:53banyaknya, kemudian akibat kanker yang
1:46:55keduanya dan kemudian yang ketiganya itu
1:46:57akibat ee diabetes dan gangguan atau
1:47:00penyakit ee ginjal ya. ini ee akibat
1:47:05akibat PTM
1:47:06N ini sejalan sih dengan ee tren
1:47:08kenaikan ee dari penyakit-penyakit
1:47:10tertentu seperti obesitas, diabetes, dan
1:47:12penyakit jantung gitu. Itu dari tahun ke
1:47:15tahun itu ternyata semakin meningkat ya.
1:47:18ini kalau misalnya di sini obes ee
1:47:19hipertensi terlihat ee seperti angkanya
1:47:21lebih rendah di 2023 ini karena
1:47:24perbedaannya aja perbedaan apa namanya
1:47:25ee definisi operasional tapi trennya
1:47:28secara ee absolut itu tersebut ini
1:47:30meningkat teman-teman ee meningkat.
1:47:33Kemudian obesitas juga terjadi
1:47:34peningkatan, diabetes juga terjadi
1:47:36peningkatan ee stroke juga sama ini ee
1:47:39trennya meningkat sebetulnya ya kalau
1:47:41dari absolut itu sebetulnya meningkat.
1:47:42ini ee persentase ada perbedaan ee
1:47:46definisi operasional pada dibandingkan
1:47:47dengan denominatornya gitu ya, tapi
1:47:49prinsipnya mengalami peningkatan pada
1:47:52umumnya mengalami peningkatan apalagi
1:47:54ini obesitas. Obesitas itu kan eh kita
1:47:56sebutnya adalah mother of disease kan.
1:47:58Eh jadi orang yang obesitas itu bisa
1:48:00menimbulkan berpeluang terjadinya
1:48:02penyakit yang lainnya gitu ya. Ee
1:48:04kardiometabolik lainnya seperti
1:48:05hipertensi, diabetes dan sebagainya ya
1:48:08stroke gitu ya. Nah, ini menyebabkan
1:48:10beban biaya kesehatannya juga menjadi
1:48:12meningkat gitu ya. Menjadi meningkat zat
1:48:15jantung, gagal ginjal, kanker, stroke
1:48:17gitu ya. Ee beban kesehatannya menjadi
1:48:19sangat-sangat meningkat. Ini e
1:48:21penyakit-penyakit katastrofik ya. Ee
1:48:23kalau bisa di kita ini apa singkat ada
1:48:27namanya KJSU. KJSU itu ada kanker,
1:48:29jantung, ee kemudian stroke dan ada eh
1:48:32apa? Urone nah uronefro kan ada di gagah
1:48:35ginjal gitu ya.
1:48:36Jadi betul-betul KJSU ini ee penyakit
1:48:38yang ee katastrofik yang membutuhkan
1:48:42atau menarik biaya kesehatan yang cukup
1:48:45besat ya. Sangat signifikan ya teman-
1:48:48sampai 75,4%.
1:48:51Nah, ya ini ee di Indonesia itu ternyata
1:48:54kanker menduduki peringkat nomor ya ee
1:48:57jumlah kasus dari kematiannya di ee di
1:49:00regional Pasifik ya, Pasifik cukup
1:49:04tinggi ya teman-teman ya. Ini terjadi
1:49:06peningkatan terus gitu ya. Ee ini
1:49:09proyeksinya di tahun 2020 ya kurang
1:49:11lebih seperti ini nanti ee tinggi banget
1:49:13gitu ya. Jadi terus mengalami
1:49:15peningkatan dari tahun ke tahun ya.
1:49:19Nah, ini ee empat penyakit dengan
1:49:21fatalitas dan pembiayaan tertinggi yaitu
1:49:23KJSU, kanker, jantung, stroke, dan
1:49:25uronefrok.
1:49:27Ini ee makanya sekarang ada pengampuan
1:49:28KJSU, Teman-teman, ya. Ada pengampuan
1:49:30KJSU ee karena memang ini benar-benar
1:49:33harus jadi ee apa namanya? Harus jadi
1:49:37perhatian terpenting gitu ya saat ini
1:49:39penyebab kematian tertinggi soalnya.
1:49:42Terus berikutnya, nah berikutnya ke
1:49:44rokok nih. Wah, ini luar biasa. Rokok
1:49:45ini sebagai faktor risiko ya, penyakit
1:49:47tidak melular yang masih menjadi masalah
1:49:49kesehatan utama. Ee dewasa itu ee 70,2
1:49:53juta ya ee menggunakan produk tembakau
1:49:57ya dan naik 10 kali lipat untuk yang
1:50:00pengguna nervo elektronik. Nah, dari
1:50:03mulai 2011 sampai 2021 itu naik 10 kali
1:50:05lipat. Mungkin sekarang 2026 naik lagi
1:50:07gitu ya. Masih banyak ya. kita lihat
1:50:09kanan kiri ee orang banyak pakai rokok
1:50:12elek elektron elektronik kayaknya enak
1:50:14banget gitu ya rokok elektrik apa rokok
1:50:16elektronik sih sebutnya. Nah, ini eh apa
1:50:19nam menjadi satu satu hal yang apa
1:50:22menjadi perhatian kita juga dianggapnya
1:50:24rokok elektronik itu ee rokok elektrik
1:50:27itu lebih aman gitu ya. Padahal isinya
1:50:29sama. Isinya ee isi isinya sama
1:50:32dicairkan saja. Isinya sama. Ada
1:50:33nipotin, ada tar juga. Bahkan kalau
1:50:35namanya dicairkan itu akan lebih lebih
1:50:38efeknya akan lebih besar ee risikonya
1:50:40dibandingkan yang dia dalam bentuk padat
1:50:43seperti dalam rokok ee tembakau gitu ya.
1:50:46Kemudian di anak ee remaja itu terjadi
1:50:49peningkatan gitu ya. Peningkatan dari
1:50:50mulai usia 10 sampai 18 tahun itu
1:50:53ternyata mengalami peningkatan secara
1:50:54signifikan ee dalam absolutnya ya. unsur
1:50:58itu terjadi peningkatan secara
1:50:59signifikan. Ee kita enggak enggak usah
1:51:01lihat eh persennya ternyata dalam bentuk
1:51:03absolut terjadi tingkat yang sangat
1:51:05signifikan ditambah dengan tingginya
1:51:07paparan rasa rokoknya luar biasa dalamok
1:51:10e ruangan tertutup itu betul-betul
1:51:11tinggi banget gitu ya. Apalagi kalau dia
1:51:13orang tuanya merokok e merokok di depan
1:51:15anaknya itu luar biasa sekali banyak ya.
1:51:18Ini 6 sampai en dari 10 orang anak itu
1:51:21terpapar di dalam rumah ya. tujuh dari
1:51:2310 anak
1:51:25itu terpapar di tempat umum yang ee
1:51:27kemudian satu dari dua anak terpapar di
1:51:29sekolah. Wah, ini luar biasa di sekolah
1:51:33ee apa namanya kanan kiri merokok semua
1:51:35gitu ya. Ya, Indonesia itu nomor dua ya
1:51:39untuk ee penyebab akibat rokoknya di
1:51:42dunia di Indonesia dan secara global itu
1:51:45ternyata akibat ee apa namanya faktor
1:51:49sistem merokoknya ternyata secara
1:51:51global.
1:51:52ya. Oke. Nah, berikutnya ini pengeluaran
1:51:55keluarga aja ee untuk konsumsi rokok
1:51:57tiga kali lipat lebih tinggi daripada
1:51:59pengeluaran untuk protein. Luar biasa
1:52:01sekali, Teman-teman. Bisa dilihat
1:52:02seperti ini. Ini dari tahun ke tahun ya
1:52:05ee dari tahun ke tahun di perkotaan dan
1:52:07perdesaan itu ternyata sama saja
1:52:09tingginya gitu ya. Sama tingginya. Jadi
1:52:11ee untuk beli telur aja enggak enggak
1:52:15sebanyak itu. Untuk pemberian rokok
1:52:17kreatif kita itu luar biasa besar.
1:52:21untuk remaja aja sudah ee beli rokok
1:52:23eceran itu sudah banyak ya bahkan banyak
1:52:25yang tidak dicegah pada saat ee usia
1:52:28remaja itu eh apa namanya beli rokok ini
1:52:31mestinya peran dewasa ini untuk
1:52:34betul-betul bisa mencegah bagaimana
1:52:35caranya gitu harus ketat gitu tapi
1:52:37ternyata kan ya kalau enggak dibeli ya
1:52:41uang gitu ya seperti namanya jual-jualan
1:52:44ya kan.
1:52:46Nah, ini ya ini tantangan banget ee
1:52:48perubahan perilaku tidak merokok itu ee
1:52:51mestinya sudah dimulai dari umur 15
1:52:54tahun karena 57% perokok itu ee pertama
1:52:57kali merokok dimulai usia remaja.
1:53:01Mulai papalan paparan iklan rokok dan
1:53:03sebagainya ya.
1:53:06Oke, selanjutnya ee tadi rokok, sekarang
1:53:09ke minuman berpemanis dalam kemasan atau
1:53:11MBDK atau sent. Nah, ini ternyata
1:53:13penjualannya kan semakin meningkat dan
1:53:15ini sejalan dengan peningkatan kasus
1:53:17obesitas dan diabetes melitus ya.
1:53:19Teman-teman bisa melihat dari data eh
1:53:22apa namanya eh riskes DAS 2000
1:53:25ee apa 2018 itu 21,8 dan obesitasnya
1:53:29meningkat di tahun 2023 jadi 23,
1:53:32diabetes militusnya juga sama meningkat
1:53:34ya meningkat tajam gitu ya. Nah ini ini
1:53:38kita yang bisa kita hitung kan dari
1:53:39penjualannya aja. Nah penjualannya kan
1:53:41berarti otomatis masyarakat itu
1:53:43mengkonsumsi gitu ya. Mengkonsumsi. Nah,
1:53:46ini ternyata mengalami peningkatan yang
1:53:48sangat sangat signifikan.
1:53:51Nah, apalagi di sini anak-anak juga
1:53:53sudah mulai kurang makan buah dan sayur
1:53:56ya itu. Kemudian konsumsi manisnya itu
1:53:59juga tinggi, konsumsi asinnya juga
1:54:00tinggi. Konsumsi asin itu kan sebetulnya
1:54:03campuran di makanan ya. Mungkin orang
1:54:04tuanya memberikan ee apa namanya? Garam
1:54:07itu cukup tinggi pada pada masakan gitu
1:54:09ya. Padahal mungkin ada masakan tertentu
1:54:11yang sebetulnya tidak perlu diberikan.
1:54:12Garam pun itu sudah sebetulnya sudah
1:54:14mengeluarkan asinnya.
1:54:16Nah, tapi ini tambah lagi asin, tambah
1:54:18lagi garam gitu ya sampai garamnya 1
1:54:20sendok teh gitu ya itu cukup banyak
1:54:21teman-teman padahal itu sejemput aja
1:54:24soalnya kalimat secukupnya ini bias gitu
1:54:26ya secukupnya itu e bias rasa kurang
1:54:29asin lagi lagi lagi lagi akhirnya ya
1:54:31ujung-ujungnya lama-lama belum
1:54:33diperteksi gitu kan seperti itu. Nah,
1:54:36ini ya. Jadi ee ada kebiasaan minum
1:54:38konsumsi minuman manis ya lebih dari
1:54:40satu kali sehari. Ee kebiasaan konsumsi
1:54:43makanan manis, kemudian konsumsi makanan
1:54:45asin, konsumsi ee makanan berlemak,
1:54:48konsumsi makan ee kurang makan buah dan
1:54:50sayur. Itu tinggi sekali anak-anak ya
1:54:53seperti itu. Saya aja ini minum kopi,
1:54:55kopinya kopi pahit
1:54:58tidak tidak kasih gula ya. Nah,
1:55:01berikutnya ini ee nah ini yang penting
1:55:03sekali aktivitas fisiknya. aktivitas
1:55:05fisiknya ee di seluruh kelompok usia itu
1:55:07masih kurang. Nah, ini juga yang jadi
1:55:09masalah ya, masalah terbesar. Alasannya
1:55:11apa? Alasannya tidak ada waktulah,
1:55:13kemudian juga malaslah, mager gitu ya.
1:55:15Kemudian juga mungkin sudah lansi, tidak
1:55:17ada rekan. Kadang-kadang kadang-kadang
1:55:19orang mau gerak, mau lari, mau ikut CFDN
1:55:22itu kalau ada teman aja gitu ya. Ini ee
1:55:24menjadi alasan utama untuk melakukan
1:55:26aktivitas fisik ini kan ee apa namanya?
1:55:29Jadi masalah gitu. Padahal kan namanya
1:55:31aktivitas fisik banyak caranya gitu ya.
1:55:33Banyak caranya. setidaknya 5 sampai 10
1:55:36menit sehari itu ee sebetulnya sudah
1:55:38cukup ya. Nah, ini tadi sudah sudah
1:55:43disampaikan di slide yang ee di materi
1:55:45yang pertama gitu ya. Semuanya itu
1:55:47sebetulnya bisa dicegah. Salah satunya
1:55:48adalah upaya pencegahan sekunder melalui
1:55:50screening dan deteksi dini. Sekarang di
1:55:53yang digalakkan adalah melalui CKG.
1:55:56Nah, nah di CKG teman-teman itu ternyata
1:55:59kita temukan di tahun 2025 hipertensi
1:56:01dan diabetesnya ditemukan meningkat
1:56:03seiring berdasarkan usia. ya
1:56:04dibandingkan dengan ee apa namanya ee
1:56:08kalau bisa dilihat itu di tahun 2025
1:56:12sampai 2026 itu ternyata terjadi
1:56:13peningkatan yang cukup signifikan di
1:56:15masing-masing ee golongan usia ya
1:56:18golongan usia hipertensi, diabetes,
1:56:20kanker toibat ee jadi mengalami apa
1:56:23peningkatan yang cukup signifikan. Nah,
1:56:26sekarang kita masuk di upayanya ee
1:56:28kebijakannya. Jadi kebijakan ee apa
1:56:31namanya Kemenkes itu melakukan
1:56:33transformasi kesehatan. Kalau upaya
1:56:38PTM tentunya hampir semuaah ya mulai
1:56:42primer kemudian rujukan ee apa sistem
1:56:45ketahanannya kemudian juga sistem
1:56:47pembiayaan semuanya itu ya pilarnya itu
1:56:49jadi memang ee apa penting untuk bisa di
1:56:53diperhatikan di sem pilar kalau untuk
1:56:55yang PTN tentunya terutama ee di layanan
1:56:58primer ya di edukasi ya dan juga ada
1:57:01pencegahan sekunder tadi ya sekining
1:57:03tadi. Nah, jadi kalau di peraturan
1:57:06peniti kesehatan nomor nomor 3 ya tahun
1:57:092026 itu ee penanggulhan kebijakannya
1:57:12itu ada enam ada tujuh pilar ya. Dimulai
1:57:14dari promosi kesehatan, penan faktor
1:57:16risiko, minimum khusus, deteksi
1:57:18pemanini, tata laksana dan penanganan
1:57:20kasus. Ini butuh semua koordinasi dan
1:57:22kolaborasi lintas program lintas sektor
1:57:24ya. Nah, di sini pertama yang promosi
1:57:27kesehatan kita sudah ee melakukan
1:57:28kolaborasi strategis ya in sektor dari
1:57:31mulai namanya kenali nutri level ya ini
1:57:35ee pencantuman apa namanya pencantuman
1:57:37ee level nutrisi ya di dalam makanan
1:57:41makanan minuman gitu ya. Nah, ini sudah
1:57:43launching ya sudah launching kerja sama
1:57:45dengan eh apa? Lipomal Nusantara ee
1:57:48kerja sama dengan Kemenkes. Kemudian
1:57:50juga ee pencantuman apa nutry level di
1:57:5312 mall ya, 12 mall yang eh ada digital
1:57:56digital ini apa? Digital sig gitu ya,
1:57:59signage gitu ya. Eh itu di semua mall
1:58:02itu sudah dicantumkan
1:58:04promosi melalui sosial media ya. Nanti
1:58:06teman-teman bisa dibuka di apa namanya
1:58:09di IG-nya Kemenkes gitu ya. pertama
1:58:11banyak sekali eh IG-nya eh apa Pak
1:58:14Menteri ya Pak Menteri Gunadi itu eh apa
1:58:18namanya menyampaikan terkait dengan
1:58:20promosi terkait dengan level ini. Nah,
1:58:22terus ini ya sama dengan eh Direktorat
1:58:25Promkes kampanyenya terus ya kampanye
1:58:29perubahan gaya hidup itu dari berbagai
1:58:30macam cara GERMAS, Cerdik, Siti Ringgu,
1:58:33Janji hidup sehat dan empower ya ee
1:58:35terkait dengan rokok. Nah, ini sudah
1:58:37banyak. Nah, kemudian di Kementerian
1:58:39Kesehatan juga sudah meluncurkan e level
1:58:41untuk pengendalian faktor risikonya ya.
1:58:43Jadi seperti ini nutri levelnya. Jadi
1:58:45teman-teman mau pilih mana A, B, C atau
1:58:47D gitu ya. Kalau A itu dia gulanya lebih
1:58:50sedikit ya. Gulanya lebih sedikit atau
1:58:52lemaknya lebih sedikit bahkan mungkin
1:58:54nol gitu ya. Nol hampir nol gitu ya. Ee
1:58:58cuman apa namanya? Kurang dari 0,6%
1:59:01saja. Kalau nutri levelnya untuk yang B
1:59:03itu di atas itu berarti kurang dari
1:59:05satu. Multilevelnya C itu lebih tinggi
1:59:07lagi. Kalau yang D itu di atas di atas
1:59:105% ya. Jadi tinggi banget gitu. Tinggi
1:59:12banget untuk yang eh gulanya gitu ya. N
1:59:16nanti e teman-teman bisa dibaca juga di
1:59:18dalam ee apa namanya ini ya CM CAS nomor
1:59:20301 2026 terkait dengan eh multievel ini
1:59:24dan saat ini masih sifatnya masih apa
1:59:27edukasi ya masih edukasi kepada ee apa
1:59:30namanya pelaku pelaku usaha pelaku
1:59:32usaha. Nah, ini ee apa namanya?
1:59:36Pengendalian faktor risiko lagi.
1:59:37Indonesia terus berkomitmen untuk
1:59:39memperkuat pengendalian terbakar melalui
1:59:41adokasi, penetapan regulasi ee kawasan
1:59:44ee apa tidak merokok ya, pemberian ee
1:59:47layanan berhenti merokok atau IDM gitu
1:59:49ya. Ini juga terus dilakukan.
1:59:52Oke, selanjutnya
1:59:54ee apa namanya? kita juga lagi nyusun
1:59:57ini substansi pengamanan zat aduktif ya
2:00:00ee sebagai turunan dari PP nomor 28
2:00:02tahun 2024 ya ee kita bekerja sama
2:00:05dengan ee Menko PPMK ya tentang batas
2:00:08maksimal kadar nikotin dan TAR. Kemudian
2:00:10juga ee Kementerian apa namanya ee
2:00:14perdagangan ya
2:00:17PKM ya ee kemudian ee pencantuman
2:00:21pencantuman peringatan kesehatan dan
2:00:22informasi ee dan sebagainya ya. Ini
2:00:25banyak sekali memang pengawasan iklan
2:00:28iklan di media sosial juga itu kita
2:00:30bikin beberapa beberapa KMK. Terus ee
2:00:35deteksi dini ya. Kita juga ee
2:00:37revitalisasi struktur yang tadi sudah
2:00:39dijelaskan di di materi yang pertama
2:00:41terkait dengan ILP. Kemudian ini eh CKG
2:00:45ya ini dalam upaya deteksi dini faktor
2:00:47risiko dan perumahan dini kasus. Nah,
2:00:49jadi ada 14 skining PTM yang sudah
2:00:51terintegrasi ke dalam e program CKG ya
2:00:53dari mulai siklus hidupnya yaining
2:00:56balita anak sekolah sampai dewasa dan
2:00:58maksiat. Nah, ini ada yang yang memang
2:01:01benar-benar wajib ya di diperiksa yaitu
2:01:03status gizi, tekanan darah, dan ulat.
2:01:06Nah, kemudian di sini sekarang di tahun
2:01:082026 ini CKG-nya tidak cuman e screening
2:01:10saja, tapi juga harus tuntas tata
2:01:12laksana. Jadi, orang yang sudah lakukan
2:01:14CKG itu langsung diberikan obat kalau
2:01:16ternyata ee dia ditemukan kondisi pra
2:01:18penyakit atau penyakit ya. Jadi tidak
2:01:20tidak dibiarkan atau disuruh pulang tapi
2:01:22langsung diberikan obat di tempat.
2:01:25Kalau rapor kesehatannya ternyata
2:01:26menunjukkan kondisi penyakit misalnya
2:01:28pred diabetes atau mungkin ee pre
2:01:31hipertensi itu langsung dibertang.
2:01:33Nah, ini beberapa beberapa hasil data
2:01:36ya, hasil data padanannya. Ternyata
2:01:38memang masih banyak ya ee masyarakat
2:01:40yang ee sudah ditetapkan hipertensi tapi
2:01:43yang diberikan obatnya baru dikit gitu
2:01:44ya. Baru edukasi doang gitu tidak
2:01:47diberikan obat sehingga ee orang apa
2:01:49data terkendalinya juga masih dikit
2:01:51gitu.
2:01:53dilihat di sini yang terkendalinya dari
2:01:55hensi ini dikit banget ini sayang banget
2:01:57gitu ya orang ini ke mana gitu ya ee
2:01:59apakah malah meninggal atau gitu kan
2:02:01kita enggak tahu e ternyata terjadi
2:02:03komplikasi atau enggak kita enggak tahu.
2:02:05Nah, begitu pun yang diabetes juga sama.
2:02:08diabetes juga samanya masih
2:02:11ini yang kanker bayidara juga sama yang
2:02:13terdiagnosisnya masih sedikit gitu ya
2:02:16yang padahal di awal sudah diketahui
2:02:18abnormal tapi ternyata cuman edukasi
2:02:20barisa ulang tapi tidak tidak langsung
2:02:22dirujuk karena kan di puskesmas kan
2:02:24enggak bisa kan dia harus ke rumah sakit
2:02:26gitu ya harus ke rumah sakit supaya bisa
2:02:28betul-betul terdiagnosa kanker
2:02:29terdiagnosa tumor ini pentingnya
2:02:31teman-teman juga mengetahui cara-cara
2:02:33apa namanya ee cara penanganannya ee
2:02:36seperti apa gitu Ya, kalau sudah tahu
2:02:38abnormal ya sudah langsung rujuk aja.
2:02:39Jangan cuman edukasi, periksa ulang lagi
2:02:41nanti malah yang ada malah tambah parah
2:02:43gitu. Jadi harus langsung dirujuk aja
2:02:45supaya bisa langsung diketahui itu dia
2:02:47kanker atau enggak. Nah, ini beberapa
2:02:50algoritma ya supaya bisa menghindari
2:02:52waktu follow up dari yang CKG ini
2:02:54langsung diberikan inisial terapi. Jadi
2:02:58jangan ditunda lagi langsung di di
2:03:00tempat itu yang sama langsung diberikan
2:03:02ya. Baik untuk ini yang utama dulu yang
2:03:04hipertensi DM dan disiplinia ya.
2:03:07seperti itu. Ini saya cepat aja nanti
2:03:09kalau misalnya ada pertanyaan bisa kita
2:03:11diskusi lebih kalau ada kalau cukup
2:03:13waktunya ya. Nah, ini yang tadi saya
2:03:15bilang terkait dengan pelimpahan
2:03:17kewenangan ya teman-teman. Jadi
2:03:18[berdehem] pelimpahan kewenangan ini ee
2:03:20saat ini kalau misalnya di puskesmas itu
2:03:23pasti sudah ada dokternya. Tapi kalau
2:03:24misalnya ternyata dia keluar Puskesmas
2:03:26kan mungkin dokternya enggak ikut ya ee
2:03:27karena terbatas dokternya. Tapi nanti ee
2:03:30dengan adanya pelimpahan kewenangan ini
2:03:32itu eh ada apa namanya dokter boleh
2:03:36melakukan melimpahkan kewenangan kepada
2:03:39nakes yang turun ke lapangan untuk bisa
2:03:42memberikan diagnosis dan ee pengobatan
2:03:44gitu ya ee
2:03:47langsung di tempat gitu ya. Kalau
2:03:49misalnya ragu-ragu bisa langsung
2:03:51telonsultasi langsung tinggal telepon
2:03:52aja ya ke dokter gitu ya untuk bisa apa
2:03:57namanya berkonsultasi secara singkat
2:03:59gitu ya apakah ini diberikan obat atau
2:04:01tidak dengan kondisi seperti ini dan
2:04:03sebagainya. Nanti tentu ee arahannya
2:04:05bisa diberikan oleh dokter melalui
2:04:07telepon tadi ya. Tapi kalau yang
2:04:08ringan-ringan gitu kan, oh ini baru nih
2:04:11baru ee hipertensi nih ya sudah kasih
2:04:14aja karena memang obat hipertensi
2:04:16kemudian obat ee DM yang dipilihkan yain
2:04:19untuk hipertensi kemudian eh Mformin
2:04:21untuk eh diabetes metus itu sebetulnya
2:04:24relatif aman kalau diberikan eh di awal
2:04:26gitu ya ee penurunannya tidak sangat
2:04:28signifikan ya pelan-pelan dan itu sangat
2:04:30aman makanya kita [berdehem] ee apa
2:04:33namanya kebijakannya boleh diberikan
2:04:35penimahan kewenangan kepada nak selama
2:04:37sama dia memang si pasien tersebut tidak
2:04:40ada tidak ada penyulit yang lain. Oke,
2:04:43barangkali itu yang bisa di
2:04:46sampaikan. Ee mohon maaf ini cepat ya eh
2:04:49dalam dua materi yang e hampir 100.
2:04:53Mudah-mudahan teman-emil ini enggak
2:04:56ya.
2:05:02Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak
2:05:06I. Ee terima kasih Dr. Nasir untuk
2:05:09materinya yang sangat luar biasa
2:05:10tentunya padat sekali. Oke. Ee adik-adik
2:05:14ada yang ingin ditanyakan atau
2:05:15didiskusikan dengan dr.
2:05:18kami persilakan
2:05:22atau mau e di chat room chat kalau
2:05:25misalkan ini bertanya
2:05:31bisa ra terlebih dahulu sebelum
2:05:35bertanya.
2:05:40Ee oke.
2:05:43Ee sepertinya sudah paham semua, Dok,
2:05:46dengan materinya. atau bingung
2:05:48[tertawa]
2:05:49banget. Iya. Nah, dan ee untuk materinya
2:05:53sudah kami share di link ee koordinator
2:05:58ee mata kuliah. Mungkin nanti bisa
2:06:00dibagikan ke mahasiswa dan bisa dibaca
2:06:02lagi, dipelajari lagi dan bisa jadi
2:06:07pengetahuan juga dan juga tentunya ee
2:06:09nanti akan masuk ke materi UTS adik-adik
2:06:13semua seperti itu.
2:06:15Oke, karena waktunya mungkin sudah ee
2:06:19siang dan bentar lagi juga salat
2:06:21istirahat.
2:06:22Oh, bagaimana? Ada yang bertanya?
2:06:27Eh, kamu mau langsung diwarnain
2:06:29Beni mau bertanya. [tertawa]
2:06:33Ya udah.
2:06:35Oh, oke. Mungkin bocor. Oke, Bapak.
2:06:38Terima kasih, Dr. Nasir dan Bapak, Ibu
2:06:41semua koordinator untuk ee kegiatan
2:06:43perkuliahan pada hari ini dan juga
2:06:45adik-adik semua yang sudah memperhatikan
2:06:48juga ee dari awal sampai akhir. Ee kami
2:06:53cukupkan. Kami persilakan Bapak untuk
2:06:56melanjutkan aktivitas ee selanjutnya.
2:06:59Kami tutup. Wasalamualaikum
2:07:01warahmatullahi wabarakatuh.
2:07:05Waalaikumsalam warahmatullah. Bak sudah