Free YouTube Transcribe

Video transcript

Terjebak dalam Ritual Keagamaan I Agama Buddha I Bhikkhu Santacitto I STAB Kertarajasa Batu

BUDDHA DHAMMA INDONESIA · 10,900 words · 50 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

0:00Bagaimana kabarnya kabar Baik terima

0:02kasih

0:05yang lagi dijalani pantai Ya seperti

0:09biasa sebagai bikuk sibuk dalam

0:12kehidupan lebih

0:14juga karena berada di SD Ami juga ya

0:18sibuk dalam kegiatan stabi

0:22baik Nanti sebelum nanti kita lanjutkan

0:24ngobrol-ngobrolnya

0:26mungkin misterinya kita sapa dulu

0:29temen-temen di YouTube ya mungkin ada di

0:32sudah ada yang teman-teman Sahabat juga

0:34yang udah gabung di room

0:36mungkin nanti untuk menyiapkan

0:39pertanyaan silahkan nanti diketik di

0:41live chat atau mungkin nanti

0:44Zoom atau mungkin diketik di kolom

0:47chatnya seperti itu baik

0:51misalnya kita malam ini akan membahas

0:54topik tentang ritual ritual

0:58kalau misalkan ritual itu sebenarnya

1:00dalam agama Buddha itu seperti apa

1:03Iya sebenarnya kalau kita bicara ritual

1:07pertama kita harus tahu ritual secara

1:09umum karena ini dari bahasa Indonesia ya

1:13kalau kita perhatikan istilah ritual itu

1:16sendiri itu mengacu kepada praktik

1:20upacara yang biasanya berkenaan dengan

1:25keyakinan tertentu

1:27kepercayaan tertentu dan juga berkenaan

1:30dengan agama jadi

1:34upacara-upacara dari keagamaan inilah

1:36yang kemudian seringkali disebut sebagai

1:39ritual ini secara singkat ya saya yakin

1:42setiap agama Apakah itu agama Buddha

1:45agama yang lain pasti memiliki ritual

1:49ini secara singkat sebenarnya demikian

1:51kalau kita bicara tentang

1:55sebelum ke sana

1:57ritual di agama Buddha itu seperti apa

2:00pendek Apakah ada ya tentunya seperti

2:03yang tadi saya sampaikan ritual itu akan

2:05ada di dalam setiap agama termasuk di

2:08dalam komunitas Buddhis atau dalam agama

2:11Buddha yang mana sebenarnya ini kalau

2:14kita perhatikan dalam sejarah kehidupan

2:16manusia termasuk dalam sejarah

2:19perkembangan agama Buddha ritual itu

2:21juga sudah dipraktikkan dan banyak

2:23sekali ritual yang bisa kita lihat di

2:27dalam komunitas kudis sebagai contoh

2:29misalnya pada zaman Samudra sendiri

2:31ketika Sang Buddha telah mencapai

2:34kebudayaan mungkin pernah mendengar ada

2:38dimana Sang Buddha menghadiri upacara

2:40pernikahan dari Nanda ya kemudian dia

2:44menyelidigu itu artinya bahwa pada waktu

2:46itu juga saudara semacam ritual yang di

2:49sini ritual yang berkenaan dengan

2:51tradisi masyarakat India di mana ada

2:55ritual pernikahan

2:57upacara pernikahan itu bahan Samudra

3:00menghadiri dan termasuk adalah bahkan

3:03ketika Sang Buddha ketika baru lahir

3:05sebagai seorang pangeran Pangeran

3:07Siddharta ada juga yaitu ritual atau

3:10upacara untuk memberikan nama ya nama

3:13jadi ini juga ritual yang sudah ada pada

3:16zaman Sang Buddha nah kemudian dalam

3:19komunitas Budi sendiri juga banyak

3:21sekali dalam perkembangan selanjutnya

3:23ada banyak ritual yang dilakukan oleh

3:27masyarakat Bugis misalnya contohnya

3:29sekarang misalnya kita bisa yang paling

3:32sering dilakukan oleh masyarakat Bugis

3:34misalnya Puja Bakti ini juga sebenarnya

3:37bagian dari sebuah ritual melakukan Puja

3:40Bakti kemudian ketika misalnya tipu

3:44jabakti memberikan katakan

3:47mempersembahkan berbagai macam

3:49persembahan ke altar ya kan Di situ ada

3:53ada bunga ada pewangian termasuk Dubai

3:57dan sebagainya Itu juga sebenarnya

3:59bagian dari sebuah ritual dan termasuk

4:01misalnya

4:03ketika

4:05dikatakan seseorang dalam masyarakat

4:11menempatkan arca arca Budha yang

4:15kemudian dijadikan sebagai Arca Buddha

4:18yang sakral itu akan ada namanya

4:21abhiseka Nah jadi untuk Karena yang

4:25namanya Arca kan bisa berbagai macam kan

4:27kita bisa melihat kalau banyak sekali

4:29kan kalau kita misalnya pergi ke daerah

4:31Muntilan misalnya itu kan banyak sekali

4:34ada arca-arsa Buddha yang terlihat

4:36sebagai Arca Buddha di pinggir jalankan

4:39dan Apakah itu bisa dikatakan sebagai

4:43arsabur yang dijadikan sebagai Puja ya

4:45tidak untuk bisa dijadikan sebagai

4:48Pujaan Arca Buddha ini harus di Yang

4:51sekarang kita menggunakan istilah

4:53jadi artinya itu dikukuhkan dalam sebuah

4:56upacara untuk katakan menempatkan bahwa

5:00ini adalah Arca Buddha yang memang

5:02dijadikan sebagai objek yang sakral

5:04menyimbolkan sang Bunda sendiri nah

5:07upacara demikian juga dikatakan bisa

5:09dikategorikan yakin ritual juga Yang

5:11sekarang kita melakukan

5:14ya Jadi sebenarnya banyak sekali

5:16termasuk kalau di PDA sendiri kan sering

5:19kalau kita dalam sebuah acara di hari

5:21raya waisak itu kan kan ada upacara

5:24memandikan ya kalau kita mengatakan baby

5:27buday

5:28yang ada itu sebenarnya kan itu Pangeran

5:33sidha kan ketika lahir kemudian memang

5:36dalam ceritanya kan ketika beliau lahir

5:38sebelum mencapai kemudaan karena masih

5:41sebagai bayi itu kan di apa siram oleh

5:45para Dewa kan para dewa yang dari

5:48angkasa ya kemudian menyirami dengan air

5:51hangat dan air dinginkan Nah itu

5:53kemudian dijadikan sebagai

5:56upacara ritual tertentu yang sekarang

5:59kita lakukan

6:01ya kemudian dikenal sebagai memandikan

6:03baby Bunda padahal ya bukan baby Bunda

6:06nggak ada baby Bunda

6:08Lalu bagaimana nanti apakah ada

6:10perbedaan antara

6:13sebenarnya kalau kita bicara tentang

6:16ritual dan juga korelasikan dengan

6:18tradisi

6:20kalau saya pribadi melihat bahwa tradisi

6:23itu sifatnya lebih luas memang ritual

6:26ini juga bisa dikategorikan ke dalam

6:29tradisi tradisi itu adalah sebuah ya

6:34Apakah itu sebuah perilaku atau sesuatu

6:38yang itu dilakukan secara berulang-ulang

6:42dari satu zaman ke zaman lain dari satu

6:45generasi ke generasi lain turun temurun

6:48nah ketika itu dilakukan secara

6:49terus-menerus maka disebut sebagai

6:51tradisi dan tidak hanya berkaitan dengan

6:55seperti tradisi sekarang yang tadi

6:57disampaikan ya memandikan yaitu baby

7:01Buddha gitu kan itu kan sudah dilakukan

7:03Apa berulang-ulang hal sehingga menjadi

7:06sebuah tradisi juga ritual tetapi juga

7:09sebagai tradisi tetapi tradisi ini juga

7:12bisa mengacu kepada misalnya Oh di Jawa

7:15ini ada tradisi menggunakan pakaian yang

7:18khas sekali maka ada istilah yaitu baju

7:23pakaian tradisional kan gitu kan atau

7:25misalnya Oh di Jawa ini misalnya di Jawa

7:27Tengah atau di Saya dari Banjarnegara

7:30gitu kan itu kan ada satu makanan yang

7:33paling populer itu dapat ayu

7:36Banjarnegara maka menjadi apa menjadi

7:38menjadi makanan atau minuman tradisional

7:41kan karena sudah menjadi ciri khasnya

7:45turun temurun maka itu dikatakan sebagai

7:48tradisi maka di sini ritual itu termasuk

7:51biasanya termasuk bagian dari tradisi

7:54bahkan ada beberapa yang kemudian ketika

7:57bicara tradisi yaitu biasanya

8:00mengacu kepada ritual tertentu kan

8:02tetapi tradisi itu sifatnya sebenarnya

8:04lebih lebih luas ya baju bisa menjadi

8:07tradisi makanan bisa menjadi tradisi

8:10termasuk misalnya tata cara dalam

8:12keagamaan yang sebenarnya bukan upacara

8:14pun juga menjadi tradisi maka ada

8:17tradisi Budi tradisi muslim tradisi

8:20Hindu dan sebagainya kan

8:21tapi tidak kemudian semua tradisi harus

8:25dikatakan sebagai ritual

8:29hari raya

8:31termasuk tradisi

8:34tidak hanya karena ada ritual bahkan

8:36ketika tidak ada ritual pun juga

8:38sebenarnya tradisi juga Misalkan begini

8:40oh di dalam tradisi Buddhis ada hari

8:43raya waisak gitu kan Walaupun mungkin

8:45seseorang merayakan waisak tidak

8:47melakukan berbagai macam ritual tetapi

8:50ketika itu menjadi sebuah perilaku atau

8:54hal yang sudah turun temurun sudah

8:57dipraktekkan secara lama dari satu

9:01generasi ke generasi lain itu menjadi

9:03sebuah tradisi dan tentunya ketika di

9:06situ sudah ada ritualnya ya ritual

9:09sendiri juga menjadi bagian dari tradisi

9:13nanti kalau misalkan

9:16ritual

9:17itu tidak lepas yang namanya ibadah

9:20nanti ya ini bagaimana nanti kalau

9:22ibadah jadi itu seperti apa sih kalau

9:24misalkan dalam Budi semua ini sebenarnya

9:27ibadah itu kalau kita melihat dari makna

9:31ibadah itu adalah perbuatan yang

9:35dilakukan

9:37dimana di dalam perbuatan tersebut ada

9:39dua hal yang pertama adalah melakukan

9:43perbuatan yang memang diajarkan oleh

9:46agama

9:48dan yang kedua adalah menghindari

9:51hal-hal yang dilarang oleh agama

9:55jadi yang dianjurkan oleh agama itu

9:57dilakukan yang dilarang oleh agama itu

10:00dihindari nah perbuatan demikian itulah

10:03dalam melakukan dan menghindar itu itu

10:07disebut sebagai ibadah

10:08Sehingga dalam tidak hanya Sebenarnya

10:11agama Buddha dalam agama apapun

10:13keyakinan apapun ketika melakukan dua

10:16hal ini itu disebut ibadah

10:18kita sebagai Buddhis misalnya kita

10:21diajarkan oleh Sang Buddha untuk

10:23mempraktikkan meditasi ya kan jadi

10:27meditasi itu juga bagian dari ibadah

10:30atau kita diajarkan untuk mempraktikkan

10:33sila pelatihan gemoralan dengan cara

10:36menghindari pembunuhan pencurian

10:39perzinahan berbohong dan ketika

10:42melakukan demikian itu juga bagian dari

10:45ibadah dari ibadah Jadi ibadah di sini

10:48Sebenarnya ya juga sifatnya lebih luas

10:51bahkan ritual pun juga bisa menjadi

10:54sebuah ibadah kalau itu dilakukan memang

10:59atas anjuran dari agama yang diyakini

11:03oleh seseorang Ketika seseorang

11:05melakukan upacara tertentu dan itu

11:07memang tidak menyimpang dari agama

11:09tersebut yang diyakini dan itu membawa

11:12hal yang baik ya itu juga bagian dari

11:15ibadah

11:18ini Jadi mungkin bagi sahabat semua Ya

11:21silahkan kalau mungkin ada pertanyaan

11:23ini menarik sekali topik pada malam hari

11:25ini ya misalnya nanti dituliskan di

11:28kolom FF atau mungkin dari sahabat kepo

11:30yang gabung di zoom

11:33kalau ada pertanyaan nanti bisa resin

11:36juga atau mungkin ditulis di kolom

11:44saya Kan berasal dari orang Jawa begitu

11:47ya kemudian kan

11:49biasanya ada orang-orang Jawa itu kan

11:52membakar atau

11:54biasanya itu dilakukan pada

11:56ritual-ritual yang ada di depan Punden

11:58atau mungkin sumber-sumber ini biasanya

12:01sumber apa ya yang menghasilkan air mata

12:05air lah intinya

12:06itu bagaimana batik

12:08sendiri sebenarnya dalam ajaran Buddha

12:12itu lebih mengutamakan Apakah perbuatan

12:17tersebut itu bermanfaat atau tidak

12:20ketika itu bermanfaat Itu Baik

12:23Apapun itu itu dilakukan atau dianjurkan

12:28untuk dilakukan tidak dilarang ketika

12:31itu sifatnya adalah merugikan tidak

12:35bermanfaat maka itu hendaknya Jangan

12:38dilakukan Nah sekarang pertanyaannya

12:40adalah Apakah ketika di masyarakat

12:43terutama di Jawa ya itu melakukan

12:46ritual seperti

12:49akan sesajian mempersembahkan misalnya

12:53membakar kemenyan itu kan Apakah itu

12:56baik atau buruk tergantung dari niatnya

13:02hendaknya itu bagaimana Nah di sini

13:05adalah kalau orang Jawa sebagai contoh

13:07adalah pergi ke tempat yang sakral

13:10misalnya ke sumber mata air kemudian

13:12barangkali ke tempat tertentu yang yang

13:16sakral gitu kan dan kalau tujuannya di

13:19sana itu adalah untuk

13:21menjalin persahabatan dengan barangkali

13:25mereka percaya bahwa di situ ada

13:26makhluk-makhluk yang tidak kelihatan

13:28kemudian sebagai cara untuk menghormati

13:31mereka memberikan kepada mereka

13:35menjalin sebuah keharmonisan dengan

13:37mereka Ya tidak apa tidak masalah Bahkan

13:41dalam ajaran Buddha

13:43yaitu yang disebut sebagai Dewata Bali

13:48itu memberikan sesajen kepada para dewa

13:51boleh ada namanya Dewata Bali nah dalam

13:56hal ini seseorang bagaimana melakukan

13:59yaitu pemberian sesajian terhadap para

14:03dewa kan kita tidak bisa melihat Dewa

14:05kan diwaktu di mana gitu kan

14:08kita bisa melakukan sesajian demikian

14:11Nah itulah kemudian

14:13disampaikan di dalam Maha parini

14:17banasutta Jadi kalau misalnya Pak Ung

14:20pernah mendengar

14:22pertanyaan dari seorang menteri bernama

14:25osakara berkenaan dengan suku wajib yang

14:29mana Sang Buddha menyampaikan bahwa

14:30selama suku wajik ini masih melakukan 7

14:34hal

14:35maka

14:37mustahil bagi negara lain yang pada

14:40waktu itu adalah

14:42bisa menaklukan suhu wajib nah Tujuh hal

14:46ini salah satunya adalah selama

14:49masyarakat dari Waji ini masih melakukan

14:53persembahan sesajian

14:56di tempat-tempat yang sakral secara

15:00berkala maka kemakmuran yang masih bisa

15:04diharapkan

15:06nah tempat-tempat yang sakral di sini

15:08yang dalam bahasa Bali disebut cetia

15:11jadi cetia itu bukan Vihara kecil dulu

15:14kalau di masyarakat

15:21yang sakral termasuk tadi sumber mata

15:24air yang disakralkan Candi pohon besar

15:28mungkin ada gua tertentu yang memang di

15:31seakan-akan oleh masyarakat ya di

15:33sekitar nah ketika masyarakat masih

15:37memberikan sesajen secara berkala di

15:40tempat-tempat tersebut maka kemakmuran

15:42yang bisa diharapkan Nah kenapa bisa

15:45demikian karena memang itu diterangkan

15:48dalam kitab ulasan kitab ulas komentar

15:51kata-kata yang mana dikatakan bahwa

15:54tempat tersebut memang

15:56biasanya yang disakralkan itu biasanya

15:59itu adalah tempat di mana para dewa

16:01berdiam

16:03termasuk ya barangkali tapi yang jelas

16:05adalah para dewa yang rendah

16:10tetapi para dewa yang masih sangat dekat

16:14dengan manusia yaitu satu Maha jika

16:16termasuk tali ganda

16:22itu adalah para dewa yang masih

16:24tingkatan yang mereka memang terkadang

16:27berdiam di tempat-tempat yang sakral nah

16:30ketika masyarakat masih melakukan

16:32sesajian di situ mereka walaupun mereka

16:36tidak makan makanan sesajen kita dan

16:38mereka merasa dihormati

16:40mereka merasa keberadaannya itu kan

16:43memang ada gitu kan

16:47ya sekarang manusia ketika dihargai kan

16:51juga akan menjadi baik

16:55ya

16:57seseorang menghargai tetangganya

16:59tertangkap jadi baik kepada orang

17:00tersebut ya kan nah kita juga sama kalau

17:03kita menghargai para dewa dengan

17:06membersihkan tempat-tempat yang

17:08disakralkan memberikan sajian sebagai

17:11tanda kita menghormati mereka

17:14bagi tanda kita itu

17:16mengakui keberadaan mereka menghargai

17:18mereka yang mereka juga akan

17:21akan menghargai kita dan bahkan

17:23melindungi kita nah sehingga di dalam

17:26merata nasutan

17:28Sang Buddha menyampaikan bahkan meminta

17:30kepada para dewa untuk melindungi

17:34siapapun yang memberikan sesajian siang

17:37dan malam itu rata-rasutan jadi artinya

17:42bahwasanya kalau seseorang pergi ke

17:46tempat yang sakral membakar kemenyan

17:49Tujuannya adalah untuk memberikan

17:51penghargaan kepada mereka menghormati

17:54mereka karena mungkin mereka lebih tua

17:56dari kita ya kan para dewa kan umumnya

17:58panjang mungkin

18:02yaitu sebagai salah satu cara yaitu

18:05Puncak Pujaan Yang menghormati yang

18:08patut dihormati ya kalau tujuannya

18:10demikian itu sangat baik tapi bukan

18:13Kemudian datang ke sana

18:15meminta-minta-minta togel dan sebagainya

18:17lah itu sudah berpindah lagi

18:19Jadi tergantung niat kita jadi ini bisa

18:23kita bisa melakukan budaya

18:30saya juga pernah mendengar suatu kali

18:34bahwasanya umat Budha itu apalagi

18:36terhadap ya itu nggak boleh itu membakar

18:38kemenyan ya padahal kan itu tergantung

18:41niat kita kan karena kan kalau orang

18:44kadang-kadang berbicara itu kan biasanya

18:45identik dengan Dengan apa bisnis

18:48kemudian

18:50mengundang mungkin hantu siluman dan

18:54sebagainya sehingga ada yang berpikiran

18:56aku nggak boleh kalau ada itu membakar

19:00kemenyan ya tidak demikian tergantung

19:02dari niat kita bahkan kalau saya

19:05perhatikan istrinya disilangkan mereka

19:08itu membakar kemenyan itu luar biasa

19:11untuk Puja juga

19:13untuk ya itu semacam ritual juga

19:18Jadi biasanya menggunakan seperti

19:22kayak serok begitu terbuat dari besi

19:27atau aluminium kemudian dikasih apa Bara

19:30Api kemudian

19:32dikasih ini kemenyan kemudian

19:34mengelilingi udara untuk puja

19:38ya

19:42apa tempat Arca Buddha

19:45Tujuannya adalah untuk Puja Apakah tidak

19:48baik ya baik tidak ada masalah

19:50Kapan di sini agak aneh wanita

20:02ada gitu kan di Jawa di India itu ada

20:05sehingga tidak masalah ya Tergantung

20:08mindset kita niat kita bahkan kalau kita

20:10membakar dupa Apakah semua orang

20:12membakar dupa itu baik ya belum tentu

20:15membakar rumah misalnya

20:26seperti itu ya itulah makanya Sebenarnya

20:29kalau saya perhatikan ritual itu ada dua

20:32ini mungkin sangat

20:35berhubungan dengan sila pada masa ya

20:39Jadi kalau dalam agama

20:43masa jadi ini belum yang harus

20:47dilewapkan oleh seseorang yang ingin

20:51membersihkan batinnya dan itu harus

20:53disiapkan minimal adalah seorang

20:55sotabana nah sila batang pada masa

20:58adalah Belenggu yang muncul karena

21:01kemelekatan terhadap sila dan mata nah

21:05sila itu adalah aturan-aturan tertentu

21:07sedangkan watak adalah praktik-praktik

21:10tertentu termasuk ritual

21:12nah Tetapi apakah sila bata ini atau

21:17silawata ini itu pasti buruk tidak juga

21:22Sang Buddha pernah bertanya kepada

21:25muridnya pandai Ananda wahai Ananda

21:28Apakah semua Sila dan fakta itu baik

21:32jadi pertanyaannya bukan Apakah tidak

21:35baik tapi apakah semua sila watak itu

21:38atau sila Batak itu adalah baik

21:43ketika sila Batak ini dipraktikkan dan

21:48membawa kepada lenyapnya Atau paling

21:51tidak terkikisnya kotoran batin maka itu

21:54baik

21:55tapi ketika sila bata ini dilakukan

21:58ternyata membawa kepada

22:01bertambahnya kotoran batin maka itu

22:04tidak baik itu harus

22:07diperhatikan harus diperhatikan secara

22:10bijaksana kalau itu membawa kepada

22:13bertambahnya kotoran batin sekarang

22:16pertanyaannya adalah kalau seseorang

22:18memasang lupa

22:23Apakah itu baik atau tidak tergantung

22:27Apakah dia melakukan demikian dan itu

22:31membawa kotoran batin atau dia melakukan

22:34demikian justru memunculkan keyakinan

22:38kalau dia memasang dupa keyakinannya

22:41bertambah matinya menjadi tenang

22:43batinnya menjadi bahagia yaitu baik tapi

22:47kalau kemudian melakukan demikian

22:48kemudian itu muncul atas dasar

22:51kemlekatan kemudian kalau tidak disadari

22:54Ketika suatu saat tidak ada waktu

22:58kemudian dia tidak bisa memasang Dubai

23:02dia menjadi sedih Menjadi Kecewa menjadi

23:05marah tidak suka itulah yang harus

23:08diperhatikan disadari dan artinya itu

23:11membawa kepada bertambahnya kotoran

23:14batin

23:15maka tergantung pertama dari niatnya dan

23:18tergantung dari hasilnya apa membawa

23:21kepada sedikit demi sedikit kotoran

23:24batin berkurang yang baik-baik bertambah

23:27atau justru sebaliknya

23:36namun sebelumnya kita ingin menyapa

23:39teman-teman yang baru bergabung YouTube

23:43Apabila ada pertanyaan silahkan ditulis

23:46di kolom chat

23:49apakah sudah ada pertanyaan ya nanti

23:51mungkin ada sesinya ya itu ya nanti

23:56mungkin dari teman-teman yang di YouTube

23:57juga nanti

24:00apa ada sesinya juga oke kita lanjutkan

24:03dulu sebenarnya

24:14tetapi apa ya makna utama dari budaya

24:19Bakti adalah peningkatan ibadah tapi

24:22anda bergeser sekarang menjadi sebuah

24:24ritual saja itu seperti apa penting

24:27kalau misalkan seperti itu ya jadi itu

24:30hanya akan menjadi sebuah ritual kalau

24:34itu hanya dianggap sebagai upacara

24:36upacara keagamaan saja Jadi kalau itu

24:39hanya dianggap semata sebagai upacara

24:42saja atau ceremony saja itu artinya

24:45hanya sekedar ritual

24:48Tetapi kalau kemudian

24:50seseorang melakukan Puja Bakti dan

24:53dipahami dengan benar alasan mengapa

24:57melakukan Puja Bakti manfaat dari Puja

25:00bakti Apa dipahami dengan benar maka

25:03sebenarnya itu adalah ibadah

25:05itu praktik Walaupun mungkin Secara

25:08mengatakan sebagai upacara tetapi itu

25:11praktek yang membawa manfaat yang sangat

25:13besar

25:14Sesa mengatakan kepada ya ketika ada

25:18pertanyaan mengenai Apakah busa Bakti

25:20bermanfaat atau tidak saya sering

25:22mengatakan bahwasanya Oh ini sangat

25:23bermanfaat karena kadang-kadang orang

25:27berpikir berbuat kebajikan itu kan bisa

25:29di mana saja tidak harus dibiarkan

25:32begitu ya itu memang benar tetapi

25:36kemudian kalau ditambah berarti kita

25:39tidak perlu ke Wihara itu bahaya

25:43sebagai umat Buddha kalau sudah tidak

25:44kewira yang kemudian melupakan Puja

25:48bakti itu bahaya karena apa di dalam

25:51Puja Bakti banyak sekali manfaat yang

25:54kita peroleh

25:55dari awal pertama datang ke Vihara kita

26:00pasti akan melakukan penghormatan

26:03terhadap siapa Bude Adam dan sangka

26:06kalau itu

26:08dikenali diperhatikan dengan sangat baik

26:11disitu sudah memunculkan berbagai macam

26:14pikiran yang positif ketika kita

26:17melakukan nama sekarang atau

26:18penghormatan terhadap budaya

26:24mati dan kita melakukan nama Skala atau

26:28penghormatan baik dengan ucapan dengan

26:31jasmani dan juga dengan pinggiran dan

26:34ini sudah luar biasa baru pertama

26:37membuat kita menjadi tenang menjadi

26:39bahagia kita menjadi lebih humble ya kan

26:42ketimbang kalau kita misalnya tidak

26:44menghormati yang patuh dihormati belum

26:46lagi nanti kita membacakan di sarana

26:49menyatakan kembali berlindung pada

26:51Buddha dan Sangga yang itu mengingatkan

26:54seseorang

26:55untuk hidup sesuai dengan nama karena

26:59perlindungan yang sejati bukan sekedar

27:01kita itu menyembah misalnya Sang Buddha

27:05menyembah buku-buku damai menyembah

27:07parah Digo tidak tapi lebih kepada

27:10bagaimana kita itu mempraktikkan ajaran

27:13Sang Buddha itu perlindungan tidak

27:15mengatakan budang sarananggar Jami dan

27:17seterusnya itu mengingatkan kita bahwa

27:21kitab lindung pada Buddha dan Sangga

27:23dengan cara mempraktikkan Damainya belum

27:26lagi kita membacakan kalau berumah

27:28tangga ya membacakan Pancasila

27:30yang disitu diingatkan untuk menghindari

27:335 perbuatan yang tidak benar tidak baik

27:37itu memunculkan sebuah apa sebuah

27:39pemikiran yang baik niat yang baik belum

27:42bagi dalam Puja Bakti nanti akan ada

27:45pembahasan berbagai macam khotbah Sang

27:47Buddha yang kesemuanya ini kalau

27:50dipahami dengan benar itu akan

27:52memunculkan pikiran yang baik belum lagi

27:55kita diajarkan untuk bermeditasi balasan

27:58Puja Bakti yang di situ juga akan

28:01memunculkan pikiran yang tenang

28:03Nah kalau Puja batik ini dipahami dengan

28:06baik dengan benar dengan sesuai maka

28:09sebenarnya itu ibadah yang luar biasa

28:11tidak sekedar upacara semata tidak

28:15sekedar ritual semata Okelah setelah

28:18mengatakan itu upacara itu ritual tetapi

28:20terjadi pahami dengan baik dengan benar

28:22itu menjadi sebuah kebajikan yang sangat

28:25besar

28:26yang yang bisa kita peroleh berarti apa

28:30ya istilahnya Puja bakti itu

28:32kebajikannya itu berlipat

28:38berakhir itu semua dalam kebajikan nah

28:43termasuk kita berkumpul dengan

28:45teman-teman yang baik kita bisa

28:48berdiskusi Damai itu juga memberikan

28:50satu kebajikan yang luar biasa Begini

28:54masih ada apa ya orang yang menyampaikan

28:56Begini saya nggak perlu kau pelihara di

28:59rumah saya ada altar itu

29:04Harus begini harus kita juga melihat

29:06bahwa

29:08Wihara itu adalah tempat di mana

29:10orang-orang Yang sepaham

29:13sepaham dalam ajaran budaya ini berada

29:17Saya pribadi melihat bahwa orang-orang

29:20yang mengenal dhamma dan mulai

29:23memperhatikan dhamma biasanya tidak akan

29:25jauh dari dia

29:27mereka akan datang gear kenapa Karena di

29:31sanalah orang tersebut akan mendapatkan

29:34teman yang baik yang tadi disebut Kalian

29:36namita ada satu pernyataan dari Sang

29:39Buddha tapi tercatat dalam Tripitaka

29:41memang tidak dalam diri kita tapi

29:44ada dua jenis

29:47pengikut Sang Buddha

29:49yang satu adalah ya katakan pengikut

29:53tapi sebenarnya dia tidak betul-betul

29:57Kapan mempraktikkan ajaran Buddha yang

30:00satunya memperhatikan ajaran Buddha

30:02tentu yang baik adalah yang

30:04memperhatikan ajaran Buddha tapi ada

30:06juga dari orang dua orang ini ada

30:09pengikut yang yang satunya mau datang

30:11Wihara yang satunya tidak mau datang

30:13biar

30:15Mana lebih baik ya mau datang miara tapi

30:17setelah datang ke Wihara Wah ini juga

30:20dibagi menjadi dua datang ke Vihara

30:23tetapi tidak mau bertemu dengan yang

30:25berada di Wihara yaitu para Biku dan

30:28datang ke negara dan bertemu dengan para

30:31guru besar mana yang baik adalah yang

30:34bertemu dengan

30:35tapi setelah bertemu dengan para Bigo

30:37ada dua juga

30:39yang satu bagian pertama adalah

30:42orang-orang yang bertemu dengan para

30:43berikut tetapi ngobrolnya tidak

30:46berkenaan dengan dhamma

30:48yang satunya bertemu dengan para Begu

30:51dan berbincang dhamma ini yang terbaik

30:54adalah

30:58Waduh yang satu itu

31:01ibaratnya adalah mendengarkan masuk

31:04telinga kanan keluar telinga kiri tidak

31:06dicerna Nah yang satu adalah

31:08mendengarkan kemudian dicerna dengan

31:10baik maka yang baik adalah yang dicerna

31:12kemudian dipraktikkan dalam yaitu

31:15kehidupan sehari-hari artinya dari apa

31:18yang disampaikan sang Budha di sini

31:20seseorang yang memang mengenal dhamma

31:23pasti akan mencari temen-temen yang

31:26memang sepaham teman-teman yang suka

31:29bermeditasi teman-teman yang suka

31:31menjaga kemurralanya teman-teman yang

31:34suka menganalisa berbincang dan pasti

31:37akan mencari dan dimana mereka bisa

31:39mencari di vihara

31:42iya

31:49semangat

31:53hal yang bisa kita peroleh dibiara lalu

31:57kita mau datang Gebyar kembali ke Ridwan

32:01ada yang mengatakan bahwa ritual itu

32:03bisa menyuntikkan diri

32:05ini dalam agama itu seperti apa pendek

32:08ya sebenarnya

32:10ritual

32:12ketika itu adalah praktek yang

32:15membantu

32:17melenyapkan kotoran batin artinya ritual

32:20yang demikian memang membantu ya menjadi

32:24satu instrumen yang bisa digunakan untuk

32:27sedikit demi sedikit melenyapkan kotoran

32:30batin beri contoh tadi adalah seperti

32:32melakukan Puja Bakti gitu kan Ya Puja

32:36bakti di sini ketika itu dipraktikkan

32:38dengan benar dengan baik itu bisa paling

32:41tidak mengingatkan kita pentingnya

32:43memperhatikan dalam membantu Tetapi

32:46kalau ritual Di sini ternyata itu tidak

32:50membawa kepada lenyapnya kotoran batin

32:52yaitu tidak tidak membantu artinya itu

32:55harus ya kita hindari contoh misalnya

32:58begini suatu kali sang Bud DHA sedang

33:01mengajarkan damai beliau mengajarkan

33:04cara bagaimana membersihkan batin

33:08yang pertama adalah harus mengenali

33:11berbagai macam kotoran batin dikenali Oh

33:15kecelakaan itu adalah kotoran batin

33:20pada pinggiran buruk adalah kotoran

33:23batin

33:24kemudian kemarahan adalah kotoran batin

33:27arogansi kotoran batin kesombongan

33:29kotoran batin iri hati kekeran kotoran

33:31batin setelah mengenal demikian ia

33:34mengupayakan untuk menyiapkan kotoran

33:37badan tersebut

33:39ketika kotoran batin mulai terkikis

33:42mulai dilenyapkan batin menjadi bahagia

33:45dan dengan batin yang bahagia juga

33:48menjadi terkonsentrasi Dan ini menjadi

33:50alat untuk menyiapkan kotoran batin

33:53lantas ada seseorang seorang rumah

33:55tangga yang pada waktu itu ikut

33:58mendengarkan apa yang disabdakan Sang

34:00Buddha dan ia mengatakan tapi Bandai

34:04Bagaimana dengan pandangan masyarakat

34:07pada waktu itu yang umum di masyarakat

34:12itu bisa menjadi

34:15alat instrumen untuk membersihkan batin

34:20Nah karena di India pada waktu itu ada

34:23sebuah kepercayaan dengan mandi di

34:26sungai tertentu termasuk Sungai bahuka

34:28seseorang bisa menjadi bersih secara

34:31batiniah

34:33mengatakan Oh tidak demikian

34:37itu tidak membersihkan membersihkan

34:40kotoran batin dengan cara mandi di

34:42sungai Bahkan dalam kesempatan lain juga

34:45menyampaikan kalau memang dengan mandi

34:47di sungai tertentu kotoran batin bisa

34:50bersih berarti

34:51makhluk-makhluk yang ada di sungai

34:53seperti ikan penyu itu kotoran batinnya

34:57juga tidak ada bersih tetapi tidak

35:01demikian ya kan yang membersihkan

35:03kotoran batin tidak lain adalah praktik

35:06yaitu memperhatikan kemurahan dan juga

35:10bermeditasi nah itu yang membersihkan

35:13batin maka ketika ditanya Apakah ritual

35:17ini bisa membersihkan kotoran batin bisa

35:20menyucikan batin seseorang ada beberapa

35:23ritual yang membantu ya akan membantu

35:25tetapi ada beberapa ritual yang itu

35:29bahkan tidak ada tidak ada ya kontribusi

35:32untuk membersihkan batin ya tetapi tentu

35:36yang

35:37paling katakan membantu dalam

35:39pembersihan batin ya tidak akan kalau

35:41dalam ajaran Buddha ya praktik Jalan

35:43Mulia berunsur delapan yang

35:46mempraktikkan sila dengan baik

35:48mengembangkan sama di ketenangan dan

35:50juga mengembangkan kebijaksanaan Nah

35:52jadi demikian menarik sekali

36:02gimana kita kasih pertanyaan untuk dari

36:06sub hanya wandami yang mulia

36:10Bagaimana cara memberikan pemahaman

36:13kepada masyarakat yang melaksanakan

36:15ritual yang terkadang bertentangan

36:17dengan ajaran Buddha solusi untuk

36:20mengedukasi ke masyarakat Seperti apa

36:22yang pantas agar mudah diterima oleh

36:24mereka

36:33yang pertama harus kita pahami adalah

36:36bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan

36:40pasti memberikan dampak memberikan

36:44akibat

36:45perbuatan buruk memberikan penderitaan

36:49perbuatan yang baik memberikan

36:52kebahagiaan apa yang buruk perbuatan

36:56yang buruk adalah perbuatan yang

36:58merugikan baik diri sendiri maupun

37:01makhluk lain tidak hanya manusia

37:04termasuk makhluk lain ketika perbuatan

37:07tersebut merugikan diri sendiri dan juga

37:10makhluk lain artinya itu adalah

37:12perbuatan yang buruk misalnya apa

37:15membunuh melukai mencuri atau mengambil

37:19yang tidak diberikan berzinah berbohong

37:23itu adalah perbuatan-perbuatan yang

37:25buruk yang pasti memberikan penderitaan

37:27tapi ketika perbuatan tersebut adalah

37:31bermanfaat diri sendiri dan juga orang

37:34lain di sini Dan setelah kematian di

37:37sini dan juga mendatang ketika perbuatan

37:39itu memberikan manfaat itu adalah

37:42perbuatan yang baik dan pasti memberikan

37:44kebahagiaan ini satu hal yang harus kita

37:47kita berikan kepada masyarakat apalagi

37:50umat Buddha sekarang kita lihat

37:54ritual yang dilakukan oleh masyarakat

37:58tersebut yang katakan sebagai seorang

38:02budis Apakah itu merugikan atau

38:06bermanfaat

38:07kalau ternyata itu merugikan

38:10dan tidak sesuai dengan ajaran Buddha

38:12beri contoh Misalnya ini terkadang di

38:16masyarakat Ya ini sejak zaman Samudra

38:18ada ritual-ritual tertentu upacara

38:21keagamaan tertentu pada zaman Sang

38:23Buddha ya yang mereka itu melibatkan

38:25pembunuhan makhluk hidup

38:31salah satunya itu ya jadi membunuh

38:35makhluk hidup sebagai salah satu bagian

38:37upacara dan itu dilakukan bahkan di

38:41masyarakat zaman sekarang juga kan kita

38:43bisa melihat kan nah yang seperti itu

38:47sang Budha dengan tegas sekali

38:48menyampaikan bahwa itu merugikan

38:51tidaknya merugikan makhluk lain yang

38:54dilukai atau yang dibunuh bahkan

38:55merugikan diri kita kenapa kita

38:57melakukan hal yang merugikan menu lain

39:01sebagai dampaknya akhirnya kita pun juga

39:03menderita

39:06nah ketika perbuatan tersebut

39:09ternyata merugikan Ya kita harus

39:12memberitahukan kepada mereka bahwa ini

39:14berbahaya mungkin sekarang orang merasa

39:17tidak ada dampaknya tetapi ketika

39:20kejahatan tersebut dilakukan suatu saat

39:23cepat atau lambat pasti akan berbuah

39:25penderitaan Nah kita sampaikan kepada

39:27mereka

39:28lantas Apakah ada cara lain ya kita bisa

39:31mencari cara lain yang lebih safe yang

39:34lebih bermanfaat mungkin upacara

39:36silahkan masih dilakukan tetapi yang

39:40buruk-buru yang merugikan itu dihindari

39:43Jangan dilakukan

39:45sebagai contoh yang tadi saya sampaikan

39:47mengenai upacara di mana seseorang

39:50sampai melibatkan pembunuhan

39:53Sang Buddha menyampaikan begini dalam

39:55salah satu khutbahnya

40:01ketika dalam sebuah upacara

40:05ada melibatkan pembunuhan makhluk hidup

40:08para bijaksanaan itu tidak akan hadir

40:13tetapi ketika upacara tersebut tidak

40:16melibatkan pembunuhan makhluk hidup para

40:19bijaksanaan itu masih hadir

40:23artinya

40:25Sang Buddha para bikuban para arahanta

40:29kami-kami ini ketika dalam sebuah

40:31upacara di situ tidak melibatkan

40:34pembunuhan

40:36tetapi upacaranya diganti dengan

40:38sesajian misalnya tapi tidak ada

40:40pembunuhan diganti dengan bunga misalnya

40:43gitu kan Nah bahkan para bijak senapan

40:47itu masih masih menghadiri dan

40:50menurut khotbah tersebut justru para

40:53dewa itu turut berbahagia

40:56ia dengan dengan upacara yang tidak

40:59melibatkan pembunuhan

41:02artinya yang pertama tentunya yang

41:04paling penting adalah

41:06memberitahukan tentang kalau dalam

41:08Buddhis hukum karma

41:11kalau itu adalah yang tidak baik Apapun

41:14alasannya ketika itu tidak baik itu

41:16pasti memberikan dampak yang yang tidak

41:19baik penderitaan sehingga harus berani

41:23untuk menghindari

41:25itu yang harus kita tanamkan kepada

41:28masyarakat Bugis

41:36mengerti

41:40kita bisa menanamkan berarti itu dimulai

41:43dari diri kita sendiri

41:48teladan gitu kan Nah itu

41:53ya kita dan sebagai manusia terutama

41:57kepada keluarga kita kepada tetangga

41:59sekitar kita teman kita ya kita

42:02mengupayakan untuk memberikan yang

42:04terbaik kepada mereka tapi kalau

42:06ternyata kok sudah mengupayakan dengan

42:09berbagai macam hal kok tidak diterima ya

42:11sudah ya kita tidak bisa katakan

42:16memaksakan semua orang harus sesuai

42:19dengan keinginan kita jangankan kita

42:21sambil juga tidak bisa

42:23untuk memaksakan semua orang itu harus

42:26akan menghindari pembunuhan nggak bisa

42:29semua orang harus menghindari pencurian

42:32juga tidak bisa

42:34tetapi tentu kita sebagai manusia yang

42:37peduli dengan manusia lainnya kita

42:40mengupayakan kita berusaha

42:43beranggapan Kalau misalnya tidak

42:45melakukan

42:48itu nanti akan akan ada suatu kondisi

42:51yang buruk yang bakal menimpa itu

42:54kepercayaan itu keyakinan tapi cobalah

42:57karena saya pernah juga mendengar salah

43:00satu cerita itu juga terjadi di Lombok

43:02yang dulu juga juga sama ketika

43:05di tempat tersebut belum ada para Bigo

43:09yang memang dari Putra daerahnya

43:12kemudian para pemudanya juga belum

43:14mengenal nama dengan baik mereka masih

43:16melakukan upacara dengan melibatkan

43:19pembunuhan nah ketika mulai ada buku

43:22yang datang kemudian ada para pemuda

43:25yang sudah mulai mengenal dan mereka

43:26memberitahukan ini tidak sesuai cobalah

43:30untuk diganti dan mereka

43:32dengan berat hati dan ketakutan mereka

43:36mulai mengganti yang tadinya membunuh

43:39sekarang tidak membunuh Awalnya mereka

43:41takut nanti jangan-jangan akan terjadi

43:44kondisi yang buruk ada musibah begitu

43:47kan tapi setelah dilakukan nggak ada

43:50musibah tuh fine-fine saja dan Bahkan

43:54mereka lebih bahagia sebenarnya karena

43:56bahkan yang tadinya harus melakukan

43:59pembunuhan sekarang tidak melakukan

44:01lebih bahagia sementara musibah tidak

44:05datang kepada mereka

44:17kalau saya pribadi melihat walaupun

44:20tidak patah yang dilakukan itu masih

44:23dikatakan ditentukan harinya tempatnya

44:26di mana jamnya bagaimana saya pikir ini

44:29masih baik karena masing-masing dari

44:32yang yang katakan berhubungan di sana

44:36itu memiliki niat yang baik dan

44:39sebenarnya itu tidak hanya sekedar

44:41ceremony itu kan sebenarnya kalau itu

44:44hanya ritual hanya sekedar apa pura-pura

44:49begitu itu seperti ceremony tapi dalam

44:52hal ini sebenarnya Masih dalam konteks

44:53yang mana itu tujuannya baik

44:56tujuannya baik dalam artian memang

44:58memang walaupun berbeda dari zaman dulu

45:01yang mana Kalau zaman dulu pokoknya para

45:04pigu datang atau pergi keluar ke kampung

45:07kemudian mendapatkan makanan nah Tetapi

45:10walaupun di sini tidak demikian Tetapi

45:13semua yang yang berhubungan dalam dalam

45:17acara pindah pada tersebut semuanya

45:19memiliki niat yang baik yaitu seperti

45:22misalnya ya para Biku juga punya

45:25niat-niat yang baik memberikan

45:26kesempatan kepada mereka siapapun rumah

45:29tangga yang ingin berdana kemudian juga

45:32mereka yang datang juga tidak harus

45:34misalnya ya kalau tadi kan seperti

45:36seakan-akan apa banyak orang-orang

45:40tertentu saja tetapi sebenarnya dalam

45:42acara tersebut juga siapapun juga bisa

45:44datang mau memberi keberagaman budaya

45:47atau muslim atau siapapun bisa datang

45:49dan walaupun sebenarnya dalam video

45:52patah tersebut kemudian yang yang

45:54katakan diterima itu berlimpah tetapi

45:57tetap para bego juga akan makan

46:00secukupnya juga jadi tidak akan makan

46:02berlebihan secukupnya juga tetap masih

46:04menggunakan mata new Tata batas Ming

46:07jadi tetap menggunakan Bagaimana makan

46:10secukupnya tidak berlebihan juga tidak

46:12kurang nah selama niat-niatnya ini baik

46:15Saya kira tidak ada masalah Jadi kalau

46:17Pak Yusuf mungkin pernah mendengar satu

46:19cerita yang menjadi latar belakang Jadi

46:22kenapa party dana dilakukan

46:24ini sebenarnya Kan ceritanya kan pada

46:27zaman dulu Itu kan ada seorang Buddha

46:30yang sebenarnya anak dari seorang raja

46:33nah tetapi Raja ini punya anak tiga

46:36lainnya yang tidak diberi kesempatan

46:38untuk melakukan yaitu persembahan

46:42makanan kepada Sang Buddha yang pada

46:45akhirnya dengan cara mereka akhirnya

46:48diberi oleh sang raja selama tiga bulan

46:52tiga putranya Ini bisa memberikan dan

46:56makanan kepada para piku Sang Buddha dan

46:58para siswanya dan itu dilakukan sebagai

47:01besar-besaran Mungkin orang akan

47:03berpikir itu seperti ritual seperti

47:04upacara jadi memang betul-betul diadakan

47:07diadakan sanggar dana selama 3 bulan

47:10dilakukan oleh yaitu tiga putra raja

47:14tersebut

47:14dan apakah itu kemudian dilarang ya

47:18tidak juga

47:19artinya ketika pindah patah itu diadakan

47:23secara spesifik atau katakan sanggar

47:27dana dilakukan secara spesifik waktu

47:29tertentu jam tertentu itu dilakukan

47:33demikian selama niatnya itu baik tidak

47:36ada masalah

47:38dan yang tahu apakah itu menimbulkan

47:41kotoran batin atau tidak adalah

47:44masing-masing

47:45parabinya Apakah ketika mendapatkan

47:47pindah patah demikian kemudian pasti

47:50akan menjadi serakah belum tentu belum

47:53tentu karena barangkali ya malahan Ya

47:55sudah salam mendapatkan pendapatan makan

47:58secukupnya selebihnya dibiarkan untuk

48:00digunakan oleh yang lain dilepas

48:03sehingga sebenarnya tidak ada masalah

48:06selama tujuan dan niatnya itu adalah

48:08baik itu bermanfaat

48:10ya Demikian Ya pak Yusuf ya

48:14tapi kalau misalkan

48:16pendapatan yang terjadwal biasanya kan

48:19tidak ada pemberitahuan dan itu menurut

48:22saya lebih membuka kesempatan orang

48:24lebih banyak kan harus berbuat baik

48:26yaitu juga bisa menjadi satu hal yang

48:29baik juga dan saya pernah tinggal

48:31disilangkan itu di hutan di hutan itu

48:34terkadang kalau kita liburan pasti

48:35tinggal di hutan Nah model di sana juga

48:38sama kita pindah patah kita jadi kalau

48:42di hutan di sana itu kan tempatnya jauh

48:43dari kampung sehingga itu dijadwal dalam

48:47satu tahun itu sudah dijadwal jadi

48:49mereka memang misalnya satu kampung itu

48:52akan datang ke hutan tersebut di wilayah

48:55hutan tersebut kemudian mereka

48:58mengajukan bahwa hari ini kami dari

49:00kampung mau melakukan sama dana

49:03memberikan pindah patah kepada para Ibu

49:06makanan kepada para bihun itu dicatat

49:09kemudian nanti Kampung lain juga sama di

49:12hari ini kami akan

49:14memberikan sana dana kepada para ibu

49:16memberikan Bina bata jadi pindah patah

49:18artinya makanan kalau para bigonya

49:21namanya pindah cara jadi proses kita itu

49:24apa berpindah paten sekarang kita kenal

49:26berpindah patah itu pindah jarak pindah

49:28patah adalah makanannya Nah itu dicatat

49:31jadi dalam setiap hari itu akan berbeda

49:35berbeda Kampung datang ke Vihara

49:37tersebut namanya di sarana wanaya Tetapi

49:40kalau ada misalnya orang lain yang mau

49:44juga di hari itu memberikan pendapat

49:47memberikan makanan juga dipersilahkan

49:49hanya saja ada dalam satu tahun tersebut

49:52itu sudah terjadwal bahwa di hari ini

49:55dari kelompok ini ini kelompok ini Hari

49:59ini kelompok ini

50:00dan tidak masalah karena semua itu

50:03tujuannya semuanya baik semuanya baik

50:06bahkan harus diingat

50:09kadang-kadang kalau kita berada di

50:11Wihara misalnya biaya ini besar dengan

50:14para bighunnya 100 orang misalnya banyak

50:17itu di dalam satu ya kemudian

50:20di sekitar Wihara tersebut itu hanya ada

50:24kampung kecil

50:25dan Kampung tersebut tidak bisa

50:28menyokong setiap hari kampung kecil 100

50:31orang

50:32dan mau tidak mau adalah ada

50:35kampung-kampung lain yang jauh yang

50:37harus datang menggunakan mobil yang kita

50:39tidak bisa datang ke sana karena kalau

50:42kita berjalan bisa 45 jam dia kan dan

50:46dia dan mereka mengajukan mengajukan

50:49bahwa hari ini kami akan melakukan

50:52pindah bata

50:53dan itu di jadwal Nah itu terjadi

50:56disilangkan dan Walaupun terjadwal

50:58demikian ya tetap para bigonya tidak

51:01kemudian menjadi serakah

51:02dan ketika ada yang lain mungkin datang

51:05dari tempat lain sengaja tanpa

51:07memberitahu ingin berpindah patah

51:09memberikan pindah patah ya juga

51:11dipersilakan tidak ditolak juga ya jadi

51:14saya melihat selama itu niatnya baik itu

51:17tidak ada masalah karena ya Kita juga

51:21harus melihat kondisi yang berbeda-beda

51:23kita pun juga harus beradaptasi dan

51:25selama itu bukan pelanggaran wilayah

51:28itu tidak masalah

51:32luar biasa sekali pertanyaan dari

51:35Pak Yusuf mungkin kita balik ke live

51:38chat ya

51:40dari Iwan Setiawan nama budaya pantai

51:42Saya ingin bertanya Sejak kapan umat

51:45Budha menggunakan rumpang saat muda

51:48Bakti ya dan bagaimana asal-usul lubang

51:53Budha tersebut terima kasih

51:55mungkin

52:01jadi kalau kita bicara tentang rumpang

52:04budaya

52:05ada satu penelitian

52:08yang mengindikasikan bahwa lubang Budha

52:11ini muncul pada abad ke-1

52:14setelah Masehi

52:16abad ke-1 setelah Masehi

52:20jadi sekitar 600 tahun setelah Sang

52:23Buddha

52:24karena sebenarnya pada saat Sang Buddha

52:27masih hidup

52:29orang tidak berani untuk membuat Arca

52:33Buddha bahkan sebenarnya sendiri disebut

52:36sebagai

52:38nya tidak bisa di replika

52:42tidak bisa dibandingkan sekarang menjadi

52:44Fatimah

52:47ya kan nah kemudian setelah Sang Buddha

52:51ketika Sang Buddha hidup

52:53justru yang menjadi simbol

52:56merepresentasikan sang Bunda sendiri

52:58adalah bukan Arca Buddha tetapi apa

53:02pohon bodhi

53:05kemudian

53:06ada stupa kemudian Sela Sang Buddha

53:10parilibana relik itu juga menimbulkan

53:13Sang Buddha sendiri dan kalau kita

53:16melihat peninggalan-peninggalan yang ada

53:19pada zaman Raja Asoka itu abad ketiga

53:22sebelum masehi belum ada Arsa Budha jadi

53:25pada zaman zaman Raja Asuka ini itu

53:28stupa stupa yang dibangun bilal-pilar

53:31yang dibangun itu hanya menampilkan

53:34beberapa simbol yang merepresentasikan

53:37Sang Buddha misalnya pada rumah Cakra

53:39dijadikan sebagai simbol kemudian

53:41Madrasah

53:44itu adalah tempat duduk yang dianggap

53:48sebagai tempat duduk Sang Buddha jadi

53:50kalau kita ke mahabudi

53:53di India tempat di mana Samudra mencapai

53:56pencerahan buat gaya itu ada tiga ada

53:59tiga nama

54:00dinamai sebagai wadah sana

54:03atau Somebody atau mahabodi

54:08adalah

54:10simbol dari

54:12Sang Buddha sang body adalah

54:15pencerahannya sedangkan wajah sana

54:17adalah tempat duduk dimana Samudra

54:19mencapai pencerahan

54:21yang sekarang kita masih bisa menemukan

54:23adalah

54:24di bawah pohon body itu peninggalan raja

54:27Asoka dan pada zaman Raja suka belum ada

54:30sebutan

54:31kemudian

54:33itu diperkirakan pada abad ke-1 setelah

54:36masehi dimana ketika ajaran Sang Buddha

54:39mulai berkembang ke daerah Yunani

54:42yang sekarang Gandara ganda itu adalah

54:46Pakistan dan Afghanistan itu itu Gandara

54:48itu nah di sana itu kan orang Yunani itu

54:51kan memang suka membuat patung kan

54:53ketika mereka mulai mengenal ajaran

54:56Buddha mereka mulai untuk

54:59sambungan itu seperti apa sih

55:01ia menggambarkan Samudra seperti apa sih

55:03akhirnya mereka mulai membuat Arca budek

55:06kemudian membuat relief yang

55:08menggambarkan Sang Buddha yang secara

55:10bersamaan juga terjadi di daerah Madura

55:13Madura itu juga itu India India tetapi

55:17bagian Barat Utara yang mana Di situ

55:20sebenarnya Sang Buddha tidak ke sana

55:21Jadi itu jauh dari tempat Sang Buddha

55:24tempat dimana Sang Buddha membubarkan

55:26dhamma orang-orangnya masih takut masih

55:28nggak berani tidak berani untuk membuat

55:30anda tetapi yang jauh dari tempat sang

55:34Budha berada mereka mulai berani untuk

55:37membuat harga kemudian ketika dua

55:41tradisi ini berkembang yaitu tradisi

55:44Madura dan kendara jadi ganda itu adalah

55:47yang Yunani itu berkembang itu kemudian

55:49semakin berkembang kemana-mana

55:51termasuk Indonesia

55:53ya Indonesia juga termasuk Borobudur

55:56juga kan Nah jadi sejarah di mana Arca

56:00Buddha muncul sebenarnya

56:02diperkirakan mulai pada abad ke-1

56:04setelah Masehi dan sebelum itu sang Bule

56:08itu disimbolkan dengan berbagai macam

56:10benda pohon bodhi stupa relik dari Sang

56:15Buddha sendiri kemudian wajar sana

56:17kemudian juga ya Ada ciri pada Nah itu

56:21itu menyimpulkan sambura ya jadi

56:25demikian khusus untuk mulai di yang

56:27dipuja baking

56:32menggunakan alat terbuka Bagaimana

56:35yaitu tentu itu tentu terjadi Sejak

56:39sejak asap budaya itu muncul gitu kan Ya

56:42setelah menyebar itu setelah ya kalau

56:44kita bicara tentang Puja Bakti

56:46penghormatan

56:48yaitu terjadi sejak zaman Sang Buddha

56:50ada penghormatan kan hanya saja peng

56:53penghormatannya tentu tidak harus dengan

56:55apa membacakan berita membacakan Suta

56:59tetapi sekedar pada zaman Samudra kan

57:01orang-orang berdatangan ke Sang Buddha

57:04kan memberikan penghormatan dengan nama

57:06skara dengan beranjali dengan badak Cina

57:09bahkan dengan mempersembahkan bunga Maka

57:12kalau tempat gimana Sang Buddha tinggal

57:15disebut gandakuti Kenapa gandaku karena

57:18apa tempatnya wangi Kenapa wangi karena

57:20banyak orang datang ke sana memberikan

57:22persembahan wewangian bunga biasanya Nah

57:26itu sudah terjadi dan tetapi kemudian

57:29yang

57:31memunculkan seperti Puja bakti itu kan

57:34ya setelah katakan ya Sang Buddha tidak

57:39ada dan ketika Sang Buddha Adapun

57:41sebenarnya juga sudah ada pembacaan

57:43parita pembacaan Suta sudah ada hanya

57:47saja tidak seperti zaman sekarang yang

57:49kita itu ya karena kan kita mengatur

57:52gitu kan mengatur dulu supaya langsung

57:54dibacakan di siang di sore hari ini yang

57:57harus dibacakan di pagi hari ya pada

57:59zaman dulu tidak ada

58:02seperti misalnya kan ada cerita di dalam

58:05anggota ranika itu ada cerita mengenai

58:07seorang wanita Dia bernama belukandaki

58:10Nanda mata

58:11nah dia itu punya kebiasaan setiap pagi

58:14itu membacakan para yang awalnya

58:17itu adalah salah satu bagian dari sutani

58:20indah sekali itu syair-syair yang indah

58:24sekali yang isinya itu betul-betul

58:25ajaran budaya yang sangat dalam itu

58:27dibacakan setiap pagi

58:29itu kan seperti kalau zaman sekarang

58:34tetapi dengan cara membacakan para yang

58:36awalnya jadi mengulang kembali mengingat

58:39kembali ajaran Sang Buddha itu dibacakan

58:42oleh oleh belukan daki Nanda mata

58:46seorang upasika pada zaman Sang Buddha

58:49nah ketika Misalnya ini pohon body di

58:52apa di kan ada ceritakan mengenai pohon

58:55body ditanam oleh Bandai Ananda digital

58:57yang menyimbolkan Sang Buddha kan yang

59:01sekarang dikenal sebagai Ananda bully

59:03Tri pohon body Ananda dan sekarang

59:06diperkirakan yang di cerita wanawira

59:08yang di India mungkin itu Ananda body

59:11Tri itu kan sebenarnya Kenapa pohon body

59:14ditanam

59:15dan itu menimbulkan sang budakan sebagai

59:18tempat Puja juga ya mungkin pada zaman

59:21dulu tidak membacakan berita tapi datang

59:23ke sana mohon maaf pohon body kan bisa

59:26demikian kan tapi kemudian berkembang

59:28berkembang sekarang dengan menggunakan

59:31objeknya Arca budha

59:34jadi begitu penting sekali ya mungkin

59:38ada lagi pertanyaan dari mana

59:42saya pernah melihat di beberapa Wihara

59:45naungan STI saat

59:50dihubungkan dengan umat saat pembacaan

59:52Parit limpahan jasa apa hal ini

59:54bermanfaat dan apa jasa bisa mengalir

59:58lewat

1:00:03yang menggunakan benang seperti itu ya

1:00:07sebenarnya kan itu hanya sebagai simbol

1:00:10yang memberikan sugesti gitu kan Ya

1:00:13sebenarnya kebajikan tersebut tidak akan

1:00:14muncul

1:00:16tetapi itu menjadi sebuah sugesti Ya

1:00:19seperti sebenarnya pada zaman Sang

1:00:22Buddha seperti misalnya ini misalnya

1:00:23Sang Buddha dalam cerita mengenai kan

1:00:26ada cerita tentang

1:00:27ludifesali itu itu kan pernah terkena

1:00:30paceklik banyak orang meninggal kemudian

1:00:32semakin banyak orang meninggal karena

1:00:34ada makhluk-maluk yang jahat itu juga

1:00:37datang Lalu halus yang datang sambungan

1:00:40kan datang kan datang dia membacakan

1:00:42ratananya sekarang dikenal ratana Suta

1:00:44dan pada waktu itu bantai Ananda itu

1:00:47membawa air bersih

1:00:51yang di petinggian di sekitar di sekitar

1:00:54sekitar

1:00:58kekuatannya dari air ya tidak juga

1:01:00kekuatannya jadi kebenaran itu sendiri

1:01:03sedangkan air itu menjadi media itu

1:01:05memberikan sugesti gitu kan Nah seperti

1:01:08misalnya pada saat berbicara arti dana

1:01:13awal mula terjadinya

1:01:18nah sebenarnya pada saat pembicara ini

1:01:20memberikan katakan Pati dada juga

1:01:23menuangkan air juga merupakan air

1:01:26termasuk ketika memberikan juta warna

1:01:29bukan hitam warna

1:01:31kepada menuangkan air sebagai apa simbol

1:01:35saja ya kebajikannya tidak di air Tapi

1:01:38itu kan menimbulkan memberikan sugesti

1:01:40gitu kan Nah kemudian mengenai benang

1:01:43itu terjadi tidak hanya pada zaman

1:01:45sekarang pada zaman dulu kita tidak tahu

1:01:48kapan itu mulainya tetapi dalam kitab

1:01:52komentar dan Tika atau subkomentar itu

1:01:56ada dua istilah yaitu mari itu dzaka dan

1:02:01sutodaka

1:02:05Jadi

1:02:06bukan bukan bukan

1:02:17yang ini juga muncul bahkan sejak zaman

1:02:20Samudra kan yang tadi anda juga parita

1:02:24suka di sini bukan Sultan khotbah itu

1:02:27adalah benang

1:02:29benang parita

1:02:32nah artinya adalah memang itu sudah

1:02:34menjadi tradisi pada zaman dulu

1:02:36bahwasanya ya seseorang menggunakan

1:02:39pedang sebagai ya katakan parita yang

1:02:43kemudian

1:02:44medianya adalah benang itu sendiri

1:02:47Makanya kemudian sekarang ada Patih dana

1:02:50juga benang dililit apa dipegang sama

1:02:53para bhiknya kemudian para umatnya juga

1:02:56gitu kan itu sebenarnya sugesti untuk

1:02:59memberikan sugesti bahwasanya ya semoga

1:03:02dengan Dengan apa

1:03:05benang dililitkan ke misalnya foto-foto

1:03:08yang di apa yang dilimpah ijazah orang

1:03:12atau foto-foto diri orang yang dilimbain

1:03:14jasa kemudian dipegang oleh mereka yang

1:03:16melimpahkan jasa itu seakan-akan

1:03:18memberikan sugesti bahwa kebajikan saya

1:03:21itu mengalir gitu kan Ya kalau itu

1:03:24memang Memberikan manfaat bagi kita ya

1:03:27lakukan tapi kalau tidak menggunakan

1:03:29benang Apakah juga bisa ya Bisa saja di

1:03:33dalam masalah menang tidak dililitkan ke

1:03:35Arca budha atau Ke Apa Ke foto yang

1:03:40telah tiada kemudian dipegang oleh

1:03:43mereka yang membacakan cerita yang

1:03:45melakukan pardidana ia bisa juga tidak

1:03:47ada masalah karena intinya adalah

1:03:49sebenarnya kebajikan itu sendiri yang

1:03:52nantinya akan memberikan kebahagiaan

1:03:55bagi yang meninggal tanpa harus dengan

1:03:57adanya benang tetapi benang ini hanya

1:04:00sekedar memberikan sugesti saja seperti

1:04:03air yang memberikan sugesti saja jadi

1:04:06Silahkan mau menggunakan benang juga

1:04:09silakan kalau memang yakin di situ dan

1:04:12tidak merugikan juga tapi kalau tidak

1:04:15menggunakan benang juga tidak ada

1:04:17masalah ya tidak masalah

1:04:22itu dapat memungkinkan pencapaian

1:04:25kesucian Atau paling tidak mencapai

1:04:32tanpa memahami artinya ya tidak akan

1:04:37ya dan juga balitanya-parita yang mana

1:04:40dulu kan ya biar tapi kalau ketika

1:04:43membaca parita dan itu diresapi dengan

1:04:46baik

1:04:47memunculkan

1:04:48pikiran-pikiran yang positif yaitu akan

1:04:51membantu ya Seperti contohnya misalnya

1:04:54kan sekarang Salah satu

1:04:56bagian yang juga dianggap sebagai parita

1:05:00itu kan budaya pun panitia itu sendiri

1:05:03kan artinya perlindungan kan Tapi

1:05:05budanusati dhaman usati sanggausati itu

1:05:09menjadi bagian parita juga nah kalau

1:05:12seseorang itu menggunakan

1:05:14budaknusati dibaca kemudian direnungkan

1:05:17artinya satu persatu ya bisa membawa

1:05:20kepada konsentrasi pikiran bahkan

1:05:22kebutuhan nusati kan bagian dari salah

1:05:24satu objek meditasi sama tak keterangan

1:05:27kan walaupun tidak membawa kepada Jana

1:05:30itu bisa membawa kepada upacara samati

1:05:32ya mendekati zina Tapi tentu tidak hanya

1:05:35sekedar kaca lebih kepada memahami

1:05:38artinya

1:05:39meresapi artinya itu akan membawa kepada

1:05:43ketenangan batin membantu Tetapi kalau

1:05:46untuk mencapai kesulian ya memang di

1:05:49sana harus ada Sakti ada

1:05:52sama di ada bapaknya itu harus dalam

1:05:56dalam konteks yang yang memang kuat

1:05:59sekali sehingga membawa kepada mangga

1:06:01dan pala kalau hanya sekedar membaca

1:06:03berita ya tidak

1:06:07sapi dengan baik dimaknai dengan baik

1:06:10itu membantu sekali

1:06:16Oke baik

1:06:17mungkin bagi rekan-rekan yang

1:06:20silahkan untuk bertanya menggunakan Chat

1:06:23saja ya seperti itu karena ada gangguan

1:06:26teknis

1:06:32dengan membaca parita begitu ya Itu kan

1:06:35tadi udah Memberikan manfaat yang luar

1:06:37biasa Terus kalau misalkan membaca apa

1:06:41budaya nushati itu kan kalau dengan apa

1:06:43renungan yang sungguh-sungguh bisa

1:06:45mendekati Obat rasa mati

1:06:49kalau misalkan membaca

1:06:54mungkin kalau mungkin pak Um pernah

1:06:57mendengar ada satu juta namanya Bi

1:06:59mutayata nasuta itu adalah khotbah

1:07:02tentang landasan yang membawa kepada

1:07:05pembebasan

1:07:07nah di situ

1:07:10ada beberapa orang yang mencapai

1:07:12kesucian atau mencapai pembebasan ketika

1:07:14mendengarkan khotbah

1:07:18kubah Ya seperti kalau sekarang kita

1:07:21melihatkan Dalam sejarah perjalanan

1:07:24kehidupan samudra dan para siswanya

1:07:26misalnya

1:07:28pancawagi ya kan mendengarkan tentang

1:07:31pembabaran 4 kebenaran Mulia mencapai

1:07:35kesuksesan kota panah

1:07:37kemudian ketika mereka mendengarkan

1:07:40khotbah tentang Anata laksana

1:07:42karakteristik nonself mereka mencapai

1:07:45kesucian arahan itu ketika mendengarkan

1:07:47khotbah kenapa bisa demikian karena pada

1:07:51saat mendengarkan tidak hanya sekedar

1:07:52mendengarkan ada perenungan memahami

1:07:55meresapinya dan betul-betul dibawa ke

1:07:58dalam batin

1:08:00dan dipraktekkan di saat itu juga untuk

1:08:03pelepasan kotoran batin bisa terjadi Dan

1:08:06yang menarik adalah bahkan

1:08:08ada orang-orang yang bisa

1:08:12terbebaskan ketika sedang membabarkan

1:08:15dhamma

1:08:16ada juga itu dalam ilmu

1:08:22[Tertawa]

1:08:30kita pahami dibawa ke dalam batin ya

1:08:34memungkinkan sekali dengan kondisi batin

1:08:37yang memahami apa yang disampaikan dalam

1:08:40Sutta tersebut kita baca kita lengkapi

1:08:43dipahami dengan benar dibawa ke dalam

1:08:44batin itu bisa menjadi akhlak yang pada

1:08:47waktu itu membebaskan batin orang

1:08:49tersebut

1:08:51sehingga memungkinkan Dengan cara

1:08:53demikian

1:08:55hanya Farida

1:08:58sesuatu yang lebih-lebih ya lebih

1:09:01berfault lebih lebih

1:09:07kan badan menyampaikan bahwa kita harus

1:09:10meresapi artinya dan apa ya

1:09:14posisinya menerapkan dalam diri kita

1:09:17kalau keterbatasan bahasa Bagaimana yang

1:09:21paling tidak secara garis besar

1:09:23secara garis besar kita bisa memahami

1:09:26yaitu inti dari

1:09:30tapi kalau sultannya tidak panjang ya

1:09:32memang baik jadi per kalimatnya bisa

1:09:34dipahami artinya

1:09:39batasan bahasa Tetapi kan sebenarnya

1:09:42tidak harus kita membaca partai dalam

1:09:44bahasa Bali kalau memang kita tidak

1:09:47paham dalam bahasa pali ya kita bisa

1:09:50menggunakan bahasa Indonesia

1:09:52kita kita baca sutanya dalam bahasa

1:09:55Indonesia

1:09:56terjemahan yang bagus kita baca kita

1:09:59harus habis kita pahami itu membantu

1:10:00sekali

1:10:03jadi harus dalam bahasa Bali

1:10:07bahwa baca berita bisa mencapai tahapan

1:10:10upacara Samad

1:10:12kalau sudah bisa mencapai arus

1:10:20diikuti juga di acara waisak nanti ya

1:10:23Bantu

1:10:26sayanya banyak yang tidak paham bahasa

1:10:28Bali yang dibacakan bahasa Bali katanya

1:10:32bisa mengikuti

1:10:37mohon izin bertanya tante bagaimana umat

1:10:40Buddha dalam melakukan kebajikan dapat

1:10:42terhindar

1:10:44atau tidak terjebak dari ritual yang

1:10:46keliru

1:10:47ya jadi betul sekali bahwa ritual itu

1:10:50kan ada dua ya tidak ada yang sebenarnya

1:10:52keliru ada yang sebenarnya itu masih

1:10:55bermanfaat dan ketika itu bermanfaat

1:10:57yaitu bagian dari kebajikan dan ketika

1:11:01itu adalah keliru ya artinya ritual yang

1:11:03hanya sekedar membawa kepada kemelekatan

1:11:05membawa ketidakbermanfaatan itu yang

1:11:08harus memang kita hindari lantas

1:11:11bagaimana kita melakukan kebajikan agar

1:11:13tidak terhindar dari pandangan keliru ya

1:11:17kita harus selalu melihat ke dalam batin

1:11:20kita ketika kita melakukan sesuatu niat

1:11:24kita itu apa niat kita baik atau tidak

1:11:27baik membawa kepada

1:11:30bertambahnya kotoran batin atau

1:11:32memunculkan kotoran batin atau

1:11:34mengurangi kotoran batin bahkan

1:11:36melenyapkan kotoran batin kalau ternyata

1:11:39itu membawa pada kotoran batin harus

1:11:41dilihat Oh ini tidak ini sudah tidak

1:11:44baik ini pun juga harus disadari sebagai

1:11:48contoh adalah begini seseorang melakukan

1:11:50terbiasa dengan melakukan Sangga Dana

1:11:54Perdana kepada Sangga mungkin Setiap

1:11:57hari dia melakukan dana kepada para

1:12:00pikuk Apakah dengan cara mengundang

1:12:02parapiku atau datang ke negara

1:12:04memberikan rasa makanan atau dengan

1:12:07memberikan ketika partaiku berpindah

1:12:09mata

1:12:10dan dia melakukan setiap hari

1:12:13itu baik itu sangat baik itu sesuatu

1:12:16yang yang apa betul-betul kebajikan

1:12:19tetapi kemudian ternyata tanpa disadari

1:12:23misalnya tanpa disadari suatu saat dia

1:12:27tidak punya kesempatan karena halangan

1:12:30tertentu untuk datang ke Viara untuk

1:12:32bisa memberi dana kepada

1:12:35Sangga kepada para piku muncullah rasa

1:12:38kecewa muncullah kesedihan

1:12:41nah artinya disitu sudah ada pembekatan

1:12:46yang sebenarnya juga membelenggu dan itu

1:12:49juga harus segera disadari Oh ini tidak

1:12:52tidak benar ini tidak tidak bermanfaat

1:12:55kebajikan perdana itu baik tetapi begitu

1:12:59memunculkan kesedihan karena tidak bisa

1:13:02berdana kekecewaan karena tidak perdana

1:13:04atau mungkin marah dengan anak istri

1:13:06karena tidak punya kesempatan berdanah

1:13:10harus diperhatikan nah ini penting

1:13:14sekali ini tidak hanya berkenaan dengan

1:13:17misalnya bahkan pernah dengan pandangan

1:13:21ya kan misalnya apa

1:13:23ini yang seringkali seringkali saya

1:13:25contohkan

1:13:27ketika kita punya pandangan ini juga

1:13:30bagian dari kebajikan punya Pak Yang

1:13:31benar juga kebajikan kan ketika kita

1:13:34punya pandangan bahwa

1:13:35Mencuri itu tidak bermanfaat itu baik

1:13:39atau buruk

1:13:42pandangan bahwa Mencuri itu tidak baik

1:13:45itu kan baik kan

1:13:46Nah itu harus kita jadikan sebagai

1:13:49pedoman dalam hidup kita agar kita tidak

1:13:52mencuri tapi kalau kemudian tanpa

1:13:55disadari muncul sebuah kemekatan

1:13:57sehingga ketika melihat ada orang

1:13:59mencuri tidak sukaan muncul kemarahan

1:14:03muncul ikut menggebugi misalnya

1:14:07sudah berbahaya kan pandangannya baik

1:14:11tetapi ketika pendekatan itu muncul

1:14:12sehingga kemarahan bisa muncul itupun

1:14:15harus disadari Jadi pertanyaan tadi ya

1:14:20artinya adalah bahwa agar kita melakukan

1:14:23kebajikan kemudian tidak terjebak ke

1:14:26dalam ritual yang yang buruk atau hal

1:14:29yang buruk harus selalu melihat ke dalam

1:14:32batin selalu penuh perhatian penuh

1:14:35kesadaran melihat ke dalam batin apa

1:14:38yang saya lakukan ini menambah kotoran

1:14:40batin atau mengurangi kotoran batin

1:14:42kalau sudah menambah harus dievaluasi

1:14:45harus

1:14:47mengurangi ya Berbahagialah lanjutkan

1:14:50itu yang harus kita lakukan

1:14:52ya

1:14:55Bagaimana melihat muncul Kemukakan untuk

1:14:59tidak gitu kan kotoran batin itu harus

1:15:02dilihat dia

1:15:03karena agama Buddha itu kan selalu

1:15:06selalu melihat ke dalam batin ajaran

1:15:09Sang Buddha itu selalu melihat ke dalam

1:15:10batin Apakah kotoran batin bertambah

1:15:13atau berkurang itu yang harus menjadi

1:15:14indikator yang paling prinsipil yang

1:15:17paling penting dalam kita memperhatikan

1:15:19ajaran Sang Buddha

1:15:23Oke masih ada lagi

1:15:28saya tinggal di lingkungan yang sangat

1:15:30multi culture dan sering saya mendengar

1:15:33orang sering melakukan ritual agar

1:15:36dirinya Suci Bagaimana dalam agama

1:15:39Buddha Apakah ritual meditasi itu

1:15:40penting dan apakah apa Dan apakah itu 5

1:15:45faktor penghalang dalam untuk mencapai

1:15:48konsentrasi berarti hubungan dengan Iya

1:15:51jadi tadi juga sudah saya sampaikan juga

1:15:54ya bahwasanya

1:15:56yang membawa kepada lenyapnya kotoran

1:16:00batin atau kesucian yang sebenarnya yang

1:16:03dalam akan mudah kesucian itu adalah

1:16:05terindikasi ketika kotoran batin itu

1:16:07lenyap adalah dengan cara menyiapkan

1:16:10kotoran batin itu sendiri

1:16:13dengan praktek melatih kemurahan melatih

1:16:17meditasi mengembangkan batin itu cara

1:16:20untuk melenyapkan kotoran batin tidak

1:16:22dengan cara-cara lain

1:16:25tetapi Dengan cara demikian nah

1:16:28Apakah meditasi itu sebagai sebuah

1:16:30ritual sebenarnya meditasi lebih kepada

1:16:32ibadah ya kan ibadah Jadi kalau tadi ada

1:16:36ibadah kan ibadah itu kan melakukan

1:16:40sesuatu yang baik menghindari sesuatu

1:16:43yang buruk nah meditasi itu bukan

1:16:46sekedar ritual itu bukan sekedar upacara

1:16:50meditasi adalah sebuah aksi yang dalam

1:16:54prosesnya adalah membawa batin untuk

1:16:57menyiapkan kotoran batin

1:16:59ada upaya di sana bukan sekedar kita

1:17:02melakukan Misalnya ini misalnya pokoknya

1:17:04duduk tenang kemudian tidak tahu apa-apa

1:17:07penting nanti dengan demikian kotoran

1:17:09batin itu akan hanya tidak justru

1:17:12meditasi adalah bagaimana melihat batin

1:17:14ketika kotoran batin muncul lenyapkan

1:17:17pada waktu itu juga itu ada upaya itu

1:17:20adalah tindakan-tindakan batin

1:17:23yang mana ketika kotoran batin

1:17:25menyiapkan ketika kualitas kualitas

1:17:27batin yang baik yang bermanfaat itu

1:17:28muncul kembangkan yang belum muncul

1:17:31Munculkan itu meditasi nah sehingga

1:17:35meditasi ini bukan ritual Tetapi lebih

1:17:37kepada ibadah kalau kita menggunakan

1:17:38bahasa umum ya itu lebih kepada ibadah

1:17:41atau praktik-praktik yang nyata yang

1:17:45membawa kepada lenyapnya kotoran batin

1:17:47yang mana Dalam meditasi di sini memang

1:17:51seseorang harus melenyapkan 5 penghalang

1:17:55atau lima rintangan batin yang dikenal

1:17:58sebagai Nirwana atau pancani warna betul

1:18:01nah limbah di tangan batin ini adalah

1:18:04yang pertama adalah keinginan untuk

1:18:07menikmati kesenangan indrawi

1:18:11yang dalam dalam pandangan umum itu

1:18:14sesuatu yang biasa sesuatu yang wajar

1:18:16tapi Dalam meditasi keinginan untuk

1:18:19menikmati kesenian indrawi pun harus

1:18:21disadari karena ini menjadi sumber

1:18:24keserakahan ini sumber dari putaran

1:18:26batin termasuk kemelekatan itu harus

1:18:29diperhatikan dalam kita bermeditasi

1:18:31ketika muncul keinginan demikian harus

1:18:33disadari harus dilenyapkan yang kedua

1:18:37adalah pikiran-pikiran buruk yang

1:18:39berkenaan dengan kebencian

1:18:41nah tidak suka kebencian kemarahan nah

1:18:45ini juga harus dilenyapkan pada saat itu

1:18:48muncul ketika kita mengembangkan batin

1:18:50atau bermeditasi yang ketiga adalah

1:18:53tinamida atau malas dan ngantuk

1:18:59terbesar yaitu ketika bermeditasi ya

1:19:02ketika muncul rasa malas rasanya atau

1:19:06itu harus kita berjuang untuk

1:19:08melenyapkannya tapi bukan berarti kita

1:19:11tidak tidur prinsip kita pun juga butuh

1:19:13tidur istirahat tetapi ketika tidur Kita

1:19:15sudah cukup istirahat kita sudah cukup

1:19:18kok masih ngantuk-ngantuk artinya ada

1:19:20sesuatu yang memang ya artinya semangat

1:19:23kita itu tidak muncul di sana maka itu

1:19:25harus di menyiapkan nah yang keempat ada

1:19:29kegelisahan Fathir batin yang aktif

1:19:32batin yang tidak mau beristirahat tidak

1:19:35mau rileks tidak mau tenang itu juga

1:19:37harus di lenyapkan sebagai penghalang

1:19:39atau rintangan batin

1:19:41nah yang kelima adalah keragu-raguan

1:19:44Apakah meditasi yang saya lakukan ini

1:19:47bermanfaat atau tidak

1:19:48semuanya diam saja masa ini ada

1:19:51manfaatnya ya kalau hanya diam saja

1:19:53bermanfaat tapi kalau kita melakukan

1:19:56upaya untuk menjaga batin itulah

1:19:58meditasi dan itu pasti bermanfaat dan

1:20:01tidak perlu dilakukan

1:20:03nah 5 rintangan paten ini atau limbah

1:20:06penghalang ini memang menjadi hal yang

1:20:08harus

1:20:09dikenali dideteksi dalam iritasi dan

1:20:12harus dilenyapkan

1:20:15dan ketika melakukan demikian itu bukan

1:20:18sekadar ritual tapi lebih kepada

1:20:21kita beribadah

1:20:24melenyapkan kotoran batin

1:20:28juga di PDA juga akan ada

1:20:32itu mungkin teman-teman kalau yang

1:20:34pengen join nanti silahkan

1:20:44menghubungi sekretariat untuk kalau

1:20:46misalkan sahabat kepo pengen ikut

1:20:48retretnya itu nanti dipandu sama panda

1:20:52ya Iya jadi belum 4 ini jadi kita akan

1:20:56mengadakan weekend meditation di

1:20:59PDAM dimana

1:21:02kita akan melakukannya di hari sabtu

1:21:05mulai jam 1 siang nanti Berakhir Di Hari

1:21:08Minggu jam 1 siang jadi

1:21:12satu hari satu malam kita bermeditasi

1:21:15dan tempatnya di PDA di Batu tempat yang

1:21:19sangat luar biasa indahnya ya jadi

1:21:21sangat baik untuk dijadikan sebagai

1:21:23tempat meditasi dan

1:21:25ini yang nanti tanggal 24 ternyata sudah

1:21:29banyak yang mendaftar

1:21:31Oke sudah ada Kalau tidak salah 30 34 ya

1:21:36jadi memang menarik sekali untuk bisa

1:21:39bisa bermeditasi bersama di sini dan

1:21:42bagi teman-teman yang pengen ikut karena

1:21:45ini

1:21:47kepoin di websitenya PDA Nah itu daftar

1:21:51nanti kita akan rutin ya Ada ada

1:21:53jadwal-jadwal yang sudah disusun ya

1:21:56memang tidak tidak setiap Minggu kita

1:21:58mengadakan tetapi akan rutin diadakan

1:22:00bayi

1:22:06merasakan

1:22:09viewnya yang luar biasa

1:22:19Apakah tradisi cengbeng atau sapu

1:22:22kuburan adalah termasuk ritual apa

1:22:24nasihat dari Bante kepada umat Buddhis

1:22:27terutama pada aliran terawat

1:22:35pertama sudah kalau dalam tradisi

1:22:38tersebut misalnya menyapu kuburan kan

1:22:40banyak sekali kan membersihkan

1:22:42tempat-tempat yang memang sakral seperti

1:22:44yang tadi disampaikan kan Salah satu

1:22:46syarat kemakmuran bagi masyarakat

1:22:49tertentu adalah ketika tempat yang

1:22:52sakral itu itu dibersihkan diberi

1:22:55sesajian secara berkala kuburan juga

1:22:58sebagai tempat yang sakral sebenarnya

1:22:59Dan ketika seseorang dalam engbeng

1:23:03tersebut datang ke kuburan kuburan

1:23:05menyapu tempat di mana Barangkali

1:23:08keluarganya itu telah meninggal di situ

1:23:11kemudian itu juga memunculkan rasa rasa

1:23:14bahagia ingat kembali dengan kebajikan

1:23:16orang tua yang telah meninggal

1:23:19seringkali kemudian muncul rasa Bakti

1:23:22rasa hormat terhadap orang tua apalagi

1:23:24dalam tradisi sampingan juga ada

1:23:26pelimpahan jasa gitu kan melakukan

1:23:28kebajikan kemudian dilimpahkan kepada

1:23:31yang telah meninggal dunia Wah itu

1:23:33sangat baik dan baik bayangan kalau

1:23:36misalnya kuburan tidak ada tradisi

1:23:37jambang mulai dibiarkan jadi hutan Ya

1:23:40kan dilihat mata juga tidak enak kan ya

1:23:43Iya bahkan Iya di tradisi di Jawa itu

1:23:47tidak hanya tidak hanya ketika Champion

1:23:50saja Biasanya kalau di kampung-kampung

1:23:52minimal 1 bulan sekali Kan mereka

1:23:55masyarakat datang ke kuburan

1:23:56bersih-bersih kuburan hari-hari tertentu

1:23:59kuburan itu sebagai apa sebagai rasa

1:24:03hormat kita kembalian telah meninggal

1:24:05dunia nah ini akan membawa kita itu apa

1:24:08menjadi lebih humble lebih rendah hati

1:24:11kita tidak semena-mena dengan katakan

1:24:14yang telah meninggal dunia kalau kita

1:24:16belajar tidak semena-mena terhadap yang

1:24:18meninggal dunia nanti kepada yang masih

1:24:20hidup pun juga kita tidak akan

1:24:21semena-mena jadi ada hal-hal yang

1:24:24positif yang baik yang bisa kita peroleh

1:24:27dalam tradisi camping walaupun itu

1:24:29memang seperti ritual semata tetapi ada

1:24:32hal yang baik yang bisa kita peroleh

1:24:34jadi selama itu baik tidak merugikan

1:24:38masih bermanfaat yaitu masih sangat baik

1:24:41untuk dilakukan

1:24:44mungkin ada pertanyaan masih ada lagi

1:24:46pertanyaannya

1:24:48masih ada waktu Silahkan ini siapa

1:24:53Jodi Selamat malam bantuin

1:24:56Saya ingin bertanya terkait dengan umat

1:24:59Buddha yang tinggal di daerah pedesaan

1:25:01maupun di pelosok sering kali saya

1:25:03melihat bahwasanya mereka melakukan

1:25:06ritual atau Puja di tempat-tempat cakral

1:25:08misalnya di pepohonan batu-batu besar

1:25:11yang dianggap keramat Bagaimana menurut

1:25:14pandangan Buddhis Apakah hal demikian

1:25:16diperbolehkan dalam agama dan apakah hal

1:25:18demikian juga dapat dikatakan sebagai

1:25:20berkah tadi kayaknya udah sedikit

1:25:22Disinggung dan jadi memang ada

1:25:25tempat-tempat yang sakral yang dikatakan

1:25:28dianggap oleh masyarakat tertentu ya Ada

1:25:32pepohonan yang besar Mungkin batu-batu

1:25:34yang besar itu dianggap sebagai sakral

1:25:37ya tergantung dari niat kita

1:25:39artinya kalau kita datang ke sana

1:25:42kemudian kita katakan punya niat baik ya

1:25:46punya niat baik barangkali di sana ada

1:25:48makhluk yang berada tinggal di sana

1:25:51kemudian kita memberikan sesajian

1:25:52sebagai penghormatan kita sebagai sikap

1:25:56untuk memunculkan keharmonisan kita

1:25:58terhadap mereka sebagai sikap dimana

1:26:02kita itu ya katakan berbaik hati dengan

1:26:05mereka menghargai keberadaan mereka

1:26:06yaitu masih baik itu sangat baik tetapi

1:26:10kalau datang ke sana kemudian tujuannya

1:26:12sekedar minta-minta doang gitu ya Iya

1:26:15apalagi mencari kesaktian kan mencari

1:26:17kesaktian ilmu atau supaya bisa melet

1:26:20orang misalnya begitu kan yang tujuannya

1:26:22sudah tidak baik yaitu yang menjadi

1:26:24tidak baik tapi kalau Tujuannya adalah

1:26:28untuk menghargai keberadaan mereka

1:26:30menghormati mereka menjaga keharmonisan

1:26:33dengan mereka itu itu sangat baik bahkan

1:26:36tanpa disadari ritual-ritu

1:26:39Al demikian juga menjaga alam

1:26:42kenapa sekarang kan

1:26:45pohon-pohon besar kan sebenarnya yang

1:26:46yang bisa menampung air kan ketika pohon

1:26:49besar itu masih tumbuh di suatu tempat

1:26:51itu tempat sekitar tersebut biasanya

1:26:54masih ada sumber mata air karena mereka

1:26:56menampung air bayangkan kalau seseorang

1:26:59kemudian tidak menjaga pohon besar

1:27:01tersebut

1:27:02tidak Melihatnya sebagai tempat yang

1:27:04sakral atau

1:27:05objek yang sakral kemudian hanya karena

1:27:09keinginannya ditebang ya kan sudah tidak

1:27:12takut lagi kan menghancurkan tidak hanya

1:27:16apa alamnya tetapi juga apa

1:27:19menghancurkan mereka sendiri akhirnya

1:27:21menjadi tidak ada lagi kan begitu maka

1:27:25dengan kita masih menjaga tempat-tempat

1:27:27yang keramat apalagi yang berkenaan

1:27:29dengan sumber mata air pohon-pohon besar

1:27:31itu sebenarnya masih ada manfaatnya

1:27:34bahkan itu tidak ditentang oleh Sang

1:27:36Buddha yang tadi disampaikan Salah satu

1:27:39syarat kemakmuran adalah ketika

1:27:41tempat-tempat yang sakral Masih diberi

1:27:44sesajian secara berkala dan itu itu

1:27:47sesuatu yang baik memang tergantung

1:27:49niatnya niatnya itu apa untuk kebaikan

1:27:53atau itu untuk hal-hal yang sebenarnya

1:27:55tidak baik jadi demikian

1:28:04Kalau iya betul kalau memang dianya baik

1:28:07itu

1:28:09menggalang hutang menghormat yang

1:28:12kemarin patut dihormati adalah berkah

1:28:15itu tadi yang bertanya ya mungkin

1:28:19seperti itu

1:28:21bertanya saat ini di masyarakat

1:28:24berkembang sebuah fenomena di mana

1:28:26ritual agama menjadi komoditas bagi

1:28:28kegiatan wisata nah bagaimana pendapat

1:28:31Bhante terhadap fenomena ini

1:28:38tempat di mana yang dijadikan sebagai

1:28:41wisata itu itu tidak dihancurkan masih

1:28:45dijaga tidak masalah ya Sebagai contoh

1:28:49Misalnya ini kalau boleh kita bicara ya

1:28:51Misalnya Candi Borobudur

1:28:54Candi Borobudur kan tempat atau objek

1:28:57yang dipuja oleh umat Buddha dan juga

1:29:01dijadikan sebagai tempat untuk melakukan

1:29:03ritual ya kan berbagai macam upacara

1:29:06keagamaan Buddha dilakukan di Candi

1:29:09Borobudur seperti yang tadi disampaikan

1:29:11asal h mahapus aja

1:29:16itu juga ritual juga nah ketika

1:29:21tempat tersebut Candi Borobudur jadi

1:29:24sebagai tempat untuk melakukan ritual

1:29:26kemudian ritual tersebut juga dijadikan

1:29:29sebagai komoditas untuk atau menggaet

1:29:32banyak turis kalau saya pribadi

1:29:36selama Candi Borobudur tetap dijaga

1:29:40tetap diperhatikan tidak sugeno problem

1:29:43jadi artinya nggak papa ritual ekonomi

1:29:48itu berjalan seimbang

1:29:52jadi ini juga terjadi di mana-mana

1:30:01tempat-tempat yang masih ada hubungannya

1:30:04dengan Sang Buddha dimana umat Budha

1:30:07dari berbagai negara mancanegara itu

1:30:09datang untuk memberikan Puja melakukan

1:30:12berbagai macam ritual di samping-samping

1:30:15itu kan banyak ini banyak apa toko-tokoh

1:30:18yang menjual aksesoris penjual baju-baju

1:30:21termasuk kalau ada misalnya

1:30:24yang pergi ke India pulang-pulang bahwa

1:30:27pashmina

1:30:30sekitar tempat tersebut kan artinya

1:30:34tempat yang dijadikan sebagai tempat

1:30:36ritual ini juga itu menjadi tempat yang

1:30:41apa untuk apa

1:30:43mengembangkan menjadi komoditas ya ya

1:30:47nggak apa-apa asalkan asalkan tempat

1:30:50tersebut yang memang sakral itu tetap

1:30:53dijaga

1:30:54kalaupun seandainya kita melakukan ini

1:30:57ada asal hama Buja gitu kan ada upacara

1:31:01dari negara Mendut ada semacam apa

1:31:04namanya Iya kitab gitu kan Ambil ke

1:31:08Borobudur kemudian itu dijadikan sebagai

1:31:11komoditas untuk mengundang banyak turis

1:31:14yang datang nggak apa-apa

1:31:16asalkan Borobudur itu tidak ya tetap

1:31:20dijaga asalkan mereka yang melakukan

1:31:23ritual itu tidak diganggu

1:31:26kan demikian itu penting sekali jadi

1:31:29ritualnya juga berjalan

1:31:31ekonominya juga berjalan tempat yang

1:31:34dijadikan sebagai Puja atau ritual juga

1:31:37masih dijaga dengan baik itu terjadi di

1:31:41malam-malam mau di India mau di Thailand

1:31:44mau diisi langkah mau di Kamboja kalau

1:31:47kita pergi ke Watt Angkor Angkor Wat itu

1:31:50wah di sekitar

1:31:56fenomenanya

1:31:58kita apa berkunjung ke suatu Wihara

1:32:01terus kemudian kita keluar

1:32:05kalau ke Myanmar misalnya

1:32:10yang terkenal sekali yang itu banyak

1:32:12Permata itu bisa keruangan itu itu hanya

1:32:17beberapa artinya itu hanya satu ruangan

1:32:21begini memang besar juga sih orang Puja

1:32:24di situ melakukan PU

1:32:26ja Bali di situ nama sekali itu begitu

1:32:29keluar sedikit saja sudah tokoh-tokoh

1:32:36berjalan apa ya berbarengan ya

1:32:39asalkan itu tidak mengganggu itu masih

1:32:42oke Jangan sampai kemudian orang itu

1:32:45yang dikembangkan hanya ekonominya saja

1:32:48tanpa memperhatikan misalnya objeknya

1:32:51atau dengan kata misalnya demi untuk

1:32:54mendapatkan

1:32:55income sebanyak-banyaknya kemudian

1:32:57misalnya Candi Borobudur misalnya

1:32:59kemudian apa dirusak gitu kan Ya itu

1:33:03jangan sampai demikian tetap dijaga

1:33:06dengan baik itu yang harus kita lakukan

1:33:10obrolannya semakin menarik saja

1:33:13dari Andre

1:33:15andrenya saat orang menjalankan ritual

1:33:18itu hanya menuruti pemegang otoritas dan

1:33:20mengikuti mayoritas tanpa menggunakan

1:33:22alat Dan logikanya dalam memahami arti

1:33:25dan manfaat ritual itu bagi dirinya

1:33:27orang lain dan lingkungannya apakah yang

1:33:31seperti itu beresiko menimbulkan bahaya

1:33:33seperti fanatisme sempit sampai

1:33:36ekstremis radikal Bagaimana bijak

1:33:39menyikapi dan menghadapi hal yang

1:33:41demikian ya memang bisa demikian ya

1:33:45sehingga apa yang dianggap sebagai

1:33:49banyak orang itu belum tentu benar itu

1:33:52harus kita perhatikan juga kita harus

1:33:55punya prinsip yang betul-betul jernih

1:33:58betul-betul bijaksana sekali lagi

1:34:01bahwasanya kalau kita berbicara damai

1:34:04adalah

1:34:06apapun perbuatan termasuk ritual

1:34:09tertentu yang kalau itu membawa kepada

1:34:12manfaat terutama adalah batin kita itu

1:34:15semakin berkembang

1:34:17yang baik-baik kualitas batin semakin

1:34:20berkembang artinya itu baik

1:34:22dan ketika perbuatan tersebut termasuk

1:34:25ritual tertentu ternyata menimbulkan

1:34:29bertambahnya kotoran batin kesalahan

1:34:32kita bertambah kebencian kita juga

1:34:35bertambah itu artinya itu sebenarnya

1:34:37tidak baik dan sehingga kalaupun

1:34:40seandainya ada masyarakat ini ada 1000

1:34:43orang misalnya

1:34:44999 orang itu mengatakan itu baik tetapi

1:34:49kalau setelah diperhatikan dirasakan itu

1:34:52membawa pada kotoran batinnya berkembang

1:34:53Ya kita harus punya prinsip bahwa itu

1:34:56berbahaya itu tidak baik dan memang

1:34:59memang ya yang yang banyak belum tentu

1:35:03benar kalau kita berpegang pada prinsip

1:35:06yang tadi itu yang sedikit itu juga

1:35:09belum tentu salah selama itu berpegang

1:35:12pada prinsip yang tadi maka selalu

1:35:14melihat ke dalam itu

1:35:16kebermanfaatannya kerugiannya terhadap

1:35:18diri sendiri dan juga makhluk lain

1:35:21terhadap perkembangan batin kita sendiri

1:35:22itu menjadi ukuran atau ritual tersebut

1:35:25baik atau buruk Apakah dilakukan oleh

1:35:28banyak orang atau sedikit orang dia

1:35:32harus demikian

1:35:34mungkin kita fasilitasi satu

1:35:38lagi bantu satu pertanyaan lagi Oh ini

1:35:42dari

1:35:42wiriasanti wandame pantai ijin bertanya

1:35:45apakah

1:35:47Apakah manfaat pembacaan kata jina

1:35:50panjara karena banyak buku cetakan di

1:35:53Wihara beredar tetapi data ini juga

1:35:56jarang dilantunkan Terima kasih jadi

1:35:59Cina pancare ini salah satu parita yang

1:36:02sangat populer terutama di Sri langgar

1:36:05dan Thailand

1:36:06populer sebenarnya isi dari Cina

1:36:09pancaran ini sebenarnya hanya memberikan

1:36:11sugesti saja

1:36:12sugesti karena apa Karena di sana itu

1:36:15berisikan tentang tubuh kita ini ya

1:36:18jasmani kita ini ini dipenuhi oleh Sang

1:36:22Buddha dan para arahan

1:36:25itu hanya itu itu bukan bukan sebagai

1:36:29realita sebenarnya tapi hanya sugesti Oh

1:36:32misalnya

1:36:33bahu kanan saya itu misalnya Bani

1:36:35saributa bau kiri saya adalah

1:36:38sebetulnya sugesti saja yang itu

1:36:43mengindikasikan atau mengartikan

1:36:45bahwasanya kita harus hidup sesuai

1:36:48dengan apa yang diajarkan Sang Buddha

1:36:51dan juga para siswanya jangan disalah

1:36:54artikan jangan sampai berpikiran

1:36:56betul-betul sangat berada dalam tubuh

1:36:58saya kemudian bade sariputa pada itu

1:37:01berada dalam tubuh saya nanti kesurupan

1:37:06mereka sudah sudah tidak ada ya kan

1:37:09tetapi harus diartikan bahwasanya ketika

1:37:12membacakan berita tersebut Cina

1:37:14pancagatra itu kita itu diarahkan untuk

1:37:18bagaimana hidup sesuai dengan jalan

1:37:21hidup yang dipraktikkan oleh Sang Buddha

1:37:24dan juga para siswanya jangan kemudian

1:37:27mengandai berpersepsi bahwa tubuh saya

1:37:30ini sekarang itu ada Sang Buddha ada

1:37:32para arahanta oh nanti Wah ini ini

1:37:35berbahaya ini berbahaya kalau misalnya

1:37:38Artikan gitu kan Nah itu jadi demikian

1:37:40kalau di mengerikan malahan bisa

1:37:43berbahaya tapi kalau dimaknai secara

1:37:45benar menjadi semacam motivasi bagi kita

1:37:49untuk bisa mempraktikkan sesuai dengan

1:37:52praktik yang diajarkan Sang Buddha dan

1:37:54juga para siswanya karena sekali lagi

1:37:57para siswa itu kan punya kualitas yang

1:37:59berbeda-beda oh berarti sariputra adalah

1:38:01yang terunggul di dalam tanya

1:38:04kebijaksanaan Oh bantai mahogalanya

1:38:07terunggul di dalam apinya 6 Abinya Nah

1:38:10itu menjadi motivasi kita bahwasanya

1:38:13kita pun harus hidup sesuai dengan cara

1:38:15hidup mereka Oh saya harus mengembangkan

1:38:17kebijaksanaan seperti Bani saributan

1:38:19saya harus mengembangkan yaitu Abinya

1:38:22kalau bisa ini seperti batin

1:38:25yaitu bandara hula yang walaupun yang

1:38:29punya katakan humble sekali rendah hati

1:38:33sekali walaupun beliau adalah seorang

1:38:34anak Bahkan sang putri sendiri kan Ya

1:38:38itu tapi masih hambal sekali Nah kalau

1:38:41kemudian bisa berpikir demikian itu akan

1:38:44bermanfaat

1:38:46ya jadi demikian artinya demikian ya

1:38:48jadi jangan salah diartikan oleh

1:38:50siapapun membaca Cina pacaran nanti bisa

1:38:53salah paham

1:38:55Ya baik oke baik untuk q&a mungkin kita

1:39:00akhiri karena keterbatasan waktu Oke

1:39:02selanjutnya

1:39:04ya baik-baik untuk menyampaikan Open

1:39:08donasi ya Baik sahabat kepo Dimana anda

1:39:12berada kami STAD kertarajasa membuka

1:39:15lebar-lebar

1:39:18dukungan dari anda semua untuk dana

1:39:21pendidikan di SLB keterangan jasa nah

1:39:25dukungan dana tersebut

1:39:27dikirimkan langsung melalui rekening BCA

1:39:30atas nama

1:39:31Rajasa Malang dan dikonfirmasi kepada

1:39:34nomor yang sudah tertera di layar

1:39:37ini selanjutnya adalah apa

1:39:42tema kepo pada sesi kali ini Budi

1:39:46budisem in daylife ini ada 6 apa ya

1:39:50episode ya yang pertama hari ini Nusa

1:39:54kemudian nanti tanggal 14 April bersama

1:39:57Bhante media Cito terus kemudian tanggal

1:40:0028 April dengan Romo Slamet Rojali terus

1:40:04selanjutnya 9 Juni dengan pantai Santa

1:40:07lagi selanjutnya tanggal 23 Juni dengan

1:40:10ibu Kristin new dan yang akhir dari sesi

1:40:14pertama ini

1:40:16tanggal 7 Juli bersama yang mulia bantu

1:40:19utama mahadera nanti untuk jadwal

1:40:21selanjutnya bisa dikepoin di

1:40:23sosmed ke Rajasa

1:40:28kami juga masih menerima

1:40:31pendaftaran mahasiswa baru program studi

1:40:34pendidikan keagamaan Buddha Sekolah

1:40:36Tinggi Agama

1:40:37untuk gelombang 1 ini akan dibuka

1:40:43ya sampai tanggal 31 Iya jadi bisa

1:40:48mendaftar melalui scan carecord yang ada

1:40:52di bisa mengunjungi social media di

1:40:56website juga ada silahkan atau mungkin

1:40:58ke sososmed kita dan gelombang 2

1:41:01Pendaftaran mulai dari juni sampai 16

1:41:04juni Oke Baik pantai silahkan karena

1:41:07waktu juga ada keterbatasan mungkin

1:41:09bantai silakan menyampaikan closing

1:41:12statement dari tema pada malam hari ini

1:41:15silakan terima kasih kepada

1:41:19seluruh umat Buddha dan siapapun yang

1:41:22yang ikut dalam acara kepo pada malam

1:41:26hari ini

1:41:27ketika kita berbicara tentang ritual

1:41:31kita boleh menyimpulkan bahwa ritual itu

1:41:33ada dua

1:41:34yang pertama adalah ritual yang memang

1:41:37itu tidak baik ketika ritual tersebut

1:41:41justru membawa kepada bertambahnya

1:41:44kotoran batin dan itu tidak baik maka

1:41:47itu harus dihindari tapi ketika sebuah

1:41:50ritual dan dilakukan ternyata membawa

1:41:54kepada pengembangan batin yang baik-baik

1:41:57yang belum ada itu muncul yang sudah ada

1:42:00itu berkembang dan membantu bagi

1:42:03pengikisan kotoran batin maka ritual

1:42:06yang demikian itu patut untuk kita

1:42:08lakukan maka di sini ritual bisa

1:42:13menjebak ketika itu tidak baik itu tidak

1:42:17bermanfaat dan ritual bahkan bisa

1:42:20membebaskan paling tidak adalah membantu

1:42:23bagi pembebasan ketika itu membantu bagi

1:42:27sedikit demi sedikit lenyapnya kotoran

1:42:30batin ya demikian Terima kasih semoga

1:42:32kita semua berbahagia

1:42:35satu satu

1:42:39dengan ini berarti Berakhir Pula

1:42:42kepo pada malam hari ini ya terima kasih

1:42:46banyak pantai sudah hadir dan

1:42:51hal yang menarik tentang ritual Semoga

1:42:56perjalanan ini juga memberikan kebiasaan

1:42:58kepada kami kepada penonton yang ada di

1:43:01rumah dan kami juga mengucapkan terima

1:43:03kasih kepada para penonton yang sudah

1:43:05setia dari awal sampai akhir menyaksikan

1:43:08acara ini sampai bertemu di acara

1:43:10selanjutnya tetap semangat dalam berbuat

1:43:13kebajikan roti

Recently added transcripts

Browse the whole transcript library

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com, free, unlimited, no sign-up.