Full transcript
0:00katanya jualan produk digital itu udah
0:01pasti bakalan sukses dan dapetin uang
0:03jutaan rupiah. Nyatanya udah buat
0:06produknya, kemudian udah buat konten
0:08promosi, ternyata enggak ada yang beli
0:10sampai sekarang. Gimana ya caranya
0:11supaya produk digital aku itu ada yang
0:13beli terus aku tuh dapat uang jutaan
0:16rupiah juga kayak orang-orang itu.
0:20Hai, welcome back to my channel. Kembali
0:22lagi bersama aku Fitri di sini. Video
0:24kali ini aku akan kasih tahu kalian cara
0:26promosi produk digital supaya ada yang
0:29beli dan tertarik dengan produk digital
0:32kalian. Jadi, buat kalian yang baru
0:34mulai jualan produk digital, tapi produk
0:36kalian gak ada yangelaku sama sekali
0:38atau enggak ada yang beli sama sekali
0:39sampai saat ini, padahal udah
0:41ngepromosiin produk digitalnya, tapi
0:42enggak ada yang beli sama sekali sampai
0:44saat ini. Coba deh cek beberapa
0:46kesalahan fatal berikut ini yang
0:48biasanya dilakukan oleh para pemula
0:51sampai akhirnya produk digital mereka
0:52itu enggak ada yang beli sama sekali.
0:54Yang pertama berdasarkan pengalaman
0:55temanku dan juga aku mengamati
0:58orang-orang yang baru mulai jualan
0:59produk digital, aku ngecek tuh mereka
1:02promosinya tuh gimana sih gitu kan.
1:04Setelah aku cek, ternyata cara promosi
1:07mereka itu cuma komen di konten orang
1:09lain. Udah gitu komentarnya itu enggak
1:11ada konteksnya sama sekali atau enggak
1:13ada apa ya, enggak ada pembahasannya
1:15sama sekali. Isi komentarnya itu cuma
1:18izin promosi, izin join ya, Bang.
1:20Kemudian aku baru mulai nih cek akun aku
1:23ya. aku jualan ini kayak gitu. Menurut
1:25aku komentar kayak gitu belum termasuk
1:27promosi karena bisa jadi komentar kalian
1:31di konten orang lain tersebut dianggap
1:33sebagai pengganggu. Mendingan kalian
1:36buat kolam kalian sendiri alias buat
1:38konten promosi kalian sendiri dengan
1:40cara membuat konten di akun kalian
1:42sendiri. Dengan buat konten di akun
1:43sendiri itu nantinya kalian membangun
1:46branding terus juga lebih leluasa untuk
1:49mengontrol konten promosinya. Dengan
1:51cara tersebut bisa jadi calon pembeli
1:53kalian itu memiliki trash atau
1:54kepercayaan terhadap kalian sehingga
1:57memutuskan untuk membeli produk digital
1:59kalian.
1:59Terus ada lagi nih komentar katanya udah
2:01buat konten promosi di akun sendiri tapi
2:03kontennya masih sepi, enggak ada yang
2:05beli juga. Hmm. Siapa tahu kalian
2:07ngelakuin kesalahan nomor dua ini. Udah
2:09benar sih kalian itu buat konten promosi
2:10di akun kalian sendiri, tapi ternyata
2:13konten promosinya itu kaku banget. alias
2:15yang sering aku temuin nih, mereka itu
2:17cuma screen record landing page,
2:19platform jualan digitalnya tanpa
2:21ngejelasin produknya itu apa, manfaatnya
2:23itu apa, terus target marketnya itu
2:25siapa. Atau kalau enggak mereka itu
2:27contohnya jualan worksheet anak. Mereka
2:29itu cuma upload beberapa worksheet-nya
2:31di akun mereka. Terus caption-nya itu
2:34cuma buku mewarnai, worksheet buku
2:36mewarnai gitu. Enggak ada keterangan
2:38kalau mereka itu lagi jualan produk
2:40digital, kemudian enggak ada yang jualan
2:42worksheet. ini manfaatnya apa untuk
2:44anak-anak. Terus juga enggak dijelasin
2:46worksheet ini untuk anak umur berapa
2:48sampai umur berapa sih. Karena worksheet
2:51anak itu kan enggak diperuntukkan untuk
2:53semua umur gitu ya. Maksudnya kalau
2:55misalkan umurnya udah 7 tahun ya kali
2:57mau dikasih worksheet untuk usia 1
2:59sampai 2 tahun kan enggak sesuai dengan
3:02tahapan perkembangan mereka gitu. Atau
3:04kalau enggak mereka itu udah benar buat
3:05konten promosinya gitu. Kemudian mereka
3:08itu upload satu sampai du konten
3:10promosi. Eh, ternyata dari dua konten
3:12promosi yang mereka upload itu belum ada
3:15yang beli sama sekali. Udah deh, habis
3:17upload dua konten promosi tersebut
3:19mereka ngilang karena enggak ada
3:20hasilnya gitu ya. Nah, mereka para
3:22pemula ini beberapa mungkin ada yang
3:25pengin dapat hasil yang cepat dan
3:27langsung banyak gitu ya. Padahal kan
3:29kalau misalkan mau dapat hasil yang
3:31banyak itu kan ada prosesnya enggak
3:33langsung ujuk-ujuk dalam semalam
3:35langsung banjir orderan gitu kan.
3:36kecuali kalau misalkan punya branding
3:39yang kuat, terus produk digitalnya tuh
3:41udah tepat sesuai brandingnya, itu
3:43memungkinkan sih bakalan dapat ee banjir
3:45orderan dalam satu malam. Nah, berikut
3:47ini cara promosi produk digital yang
3:49benar supaya pecah telur ada yang beli
3:52produk digital kalian. Cara yang pertama
3:54tentunya yaitu dengan cara iklan atau
3:57ads. Nah, tapi cara ini kan harus ada
3:59modalnya gitu ya. Kalau kamu belum punya
4:02budget atau modal untuk ngiklan, kamu
4:04bisa pakai cara promosi yang kedua,
4:06yaitu dengan cara membuat konten dan
4:09upload di sosial media. Yang pertama,
4:11untuk buat konten di sosial media dalam
4:13jualan produk digital, coba deh gunain
4:15struktur konten yang paling sering
4:17direkomendasikan dan dipakai oleh para
4:19kreator, yaitu strukturnya terdiri dari
4:22ho, kemudian problem, solution, dan call
4:24to action. Struktur konten ini paling
4:26ampuh menurut aku. Aku udah cobain
4:28sendiri. Karena dengan menggunakan
4:30struktur konten ini, kita itu nanti akan
4:33dapat para customer yang relate dengan
4:36konten kita sampai akhirnya mereka
4:38terpikirkan, oh iya ya kalau misalkan
4:40aku lagi gini mendingan gini aja. Nah,
4:43nanti solusinya itu adalah produk
4:45digital kalian. Aku kasih contoh ya.
4:47Contoh produk digitalnya adalah
4:48worksheet anak untuk usia 3 sampai 4
4:51tahun supaya mereka itu punya kegiatan
4:54dan enggak main HP. Terus punya anak
4:55susah banget lepas dari HP, maunya main
4:57game terus, mabar terus. Padahal kan
5:00lebih baik belajar gitu ya, tapi mau aku
5:02ajak belajar bukunya tuh tebal-tebal,
5:04buku pelajaran masa i sih enggak seru
5:06banget dan enggak menyenangkan buat
5:07anak-anak.
5:07Untung aja aku punya worksheet yang
5:09interaktif yang isinya itu penuh warna,
5:11gambarnya lucu-lucu, bikin anak itu
5:13enggak berasa lagi belajar. Kelihatannya
5:15sih lagi main-main, coret-coret. Padahal
5:17ya ini tuh belajar gitu loh. Belajar
5:19jadi lebih menyenangkan karena udah
5:20punya worksheet interaktif ini. Buat
5:22ibu-ibu nih yang anaknya main HP terus,
5:24mendingan ajak deh belajar jadi waktu
5:26bermain yang seru dengan menggunakan
5:28worksheet interaktif anak ini. Nah,
5:29storyline promosi tadi bisa kalian buat
5:32dalam bentuk voiceover atau dalam bentuk
5:34cerita teks gitu di dalam videonya.
5:37Storyline tersebut sangat bagus untuk
5:38promosi produk digital worksheet karena
5:40langsung menyasar masalah nyata yang
5:43sering dihadapi oleh orang tua yaitu
5:45anak-anak yang sering main HP. Terus
5:47solusinya itu apa? Solusinya itu adalah
5:50dengan belajar sambil bermain
5:52menggunakan worksheet interaktif itu.
5:54Terus udah ada call to action-nya atau
5:56arahannya yaitu para bunda-bunda yang
5:58mau anaknya enggak main HP terus, mau
6:01tetap belajar tapi menyenangkan pakai
6:03worksheet interaktif itu. Nah, itu
6:05merupakan contoh promosi produk digital
6:08yang sangat-sangat direkomendasikan.
6:10Biar lebih meyakinkan lagi di konten
6:13promosinya, cantumkan foto atau video
6:16anak yang lagi ee belajar sambil bermain
6:19menggunakan worksheet tersebut. Jadi,
6:21orang tua itu yakin gitu loh. Oh, iya
6:23kalau misalkan dikasih worksheet ini,
6:25anak tuh bisa lepas loh dari HP.
6:27Setidaknya mereka belajar sedikit demi
6:29sedikit tapi dengan cara yang
6:31menyenangkan bagi anak-anak tersebut.
6:33Nah, kalau misalkan buat konten
6:34promosinya udah benar, udah tepat
6:36sasaran, udah pakai struktur yang aku
6:38rekomendasikan, coba konsisten upload
6:41konten promosinya setidaknya dalam 30
6:43hari. Pasti deh ada yang beli produk
6:45digital kalian. Terus yang mau aku
6:47ingatkan lagi di beberapa konten promosi
6:50produk digital kalian, coba cantumkan
6:52beberapa isi dari produk digital kalian
6:55tersebut. Kalau misalkan jualan
6:57worksheet anak, coba sisipkan beberapa
6:59halaman dari worksheet anak tersebut
7:02untuk ditunjukkan. Nanti kalau misalkan
7:04kalian beli worksheet anak itu isinya
7:05kayak gini loh. Hal-hal kayak gini nanti
7:07akan lebih meyakinkan mereka kalau
7:09kalian itu beneran penjual produk
7:11digital yang profesional. Karena
7:14terlihat nih dari beberapa cuplikan
7:16produk digitalnya aja udah bagus gitu.
7:18Jadi mereka makin percaya untuk beli
7:21produk digital kalian. Atau kalian juga
7:23bisa sering-sering ngadain eh voucher
7:26atau diskon untuk para pembeli. Misalkan
7:29kalian kasih diskon untuk yang lagi
7:31nonton live ini dikasih diskon berapa
7:33persen dan lain sebagainya. Jadi promosi
7:36itu bukan tentang maksa orang lain beli
7:38produk kalian, tapi tentang ngasih
7:40solusi gimana dari permasalahan yang
7:43mereka alami itu solusinya adalah produk
7:46yang kalian jual tersebut. Dijamin kalau
7:48misalkan cara promosi kalian seperti
7:50itu, pasti ada aja yang beli produk
7:52digital kalian. Kalau alurnya benar,
7:54kamu juga enggak perlu ngejar pembeli.
7:57Pembeli yang akan cari-cari kalian.
7:59Pembeli yang akan ngejar-ngejar kalian
8:01karena mereka itu butuh produk kalian.
8:04Kalau kamu pengin tahu tips dan trik
8:05lainnya atau informasi lainnya seputar
8:07produk digital ini, langsung aja cek
8:10playlist YouTube aku yang bahas produk
8:11digital. Dan cukup sekian videoku kali
8:13ini. See you on my next video. Bye bye.
8:16[musik]