Free YouTube Transcribe

Video transcript

Upwork Buat Pemula: Bikin Portfolio Website Dulu, Baru Cari Project

Sawargy · 2,133 words · 10 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

Cara klien beneran nyaring proposal yang masuk

0:00Kalau kamu udah apply puluhan proposal

0:02di Upwork dan yang balas cuman satu atau

0:04dua, masalahnya mungkin kemungkinan

0:07besar bukan di skill kamu. Halo, gua

0:09Imam, gua 4 tahun di Upwork dan dari

0:14proposal atau lamaran yang gua kirim itu

0:17kebanyakan seperlima itu jadi kontrak.

0:21Dan yang paling ngubah angka itu bukan

0:23soal cover letter yang panjang. Sebelum

0:25klien baca proposal kamu sampai habis,

0:28ada satu hal yang klien lihat duluan dan

0:31itu bakal kita bahas di video ini.

0:33Sebelum kamu skip, ini bukan soal

0:36tutorial desain atau coding ya. Jadi

0:39bareng Faiz kita bakal bikin dua website

0:43dari kosong ya pakai prom tool-nya sama

0:46ya kan brief-nya sama prom-nya. Jadi

0:50teman-teman tinggal ikutin di akhir

0:53video kalian bakal tahu cara bikin

0:55personal website beneran live online dan

0:58pakai domain kalian sendiri

1:01dan cara nempelinnya di Upwork.

1:07Tapi kita sebelum bikin, gua mau

1:09tunjukin dulu hal yang dari POV kliennya

1:12lah yang hampir enggak pernah kita

1:15pikirin ya kan sebagai pelamar gitu.

1:19Jadi yang dilihat klien tuh apa sih?

1:21Coba kalian ingat-ingat.

1:24Proposal yang kalian kirim itu yang

1:28paling terakhir itu pakai Google Drive

1:30atau Behinds atau PDF. Nah, tahan dulu

1:34jawabannya ya. Jadi, gua mau kasih lihat

1:37dari sisi klien dan ini bukan tebakan

1:40ya, ini dari video Upwork Official di

1:43mana dua orang di video ini pernah ada

1:45di posisi klien ngobrolin gimana mereka

1:48baca proposal yang masuk. Yang pertama,

1:51mereka sendiri enggak sepakat soal

1:53jumlahnya. Satu bilang rata-rata klien

1:55cuma dapat sekitar 20 proposal. Yang

1:57satu lagi gampang banget dapat 150. Jadi

2:01angkanya emang beda-beda. Tergantung si

2:03job-nya.

2:04Tapi yang mereka sepakat dan ini bagian

2:07yang paling penting, bukan berapa

2:09banyaknya, tapi apa behavior mereka

2:11terhadap si proposal proposal tersebut

2:13gitu. Jadi dia itu buka bukan si

2:16proposalnya yang dia buka itu langsung

2:18si profil orangnya gitu. Satu-satu di

2:22tab baru gitu kan. Terus dia cek tuh

2:25JSS-nya,

2:27ratingnya, dan scroll ke bawah tuh lihat

2:29project-projject yang udah si profil

2:33atau si talent tersebut kerjain. Kalau

2:35beberapa hal tersebut enggak meyakinkan,

2:37biasanya langsung ke orang berikutnya.

2:39Dan alurnya kira-kira begini, sekitar 50

2:42yang masuk disaring cepat jadi 15 sampai

2:4520. Nah, dari situ ngerucut lagi jadi

2:48lima ya kan baru 5 itu diinterview.

2:52Jadi, Teman-teman coba pikirin ulang.

2:54Balik sekarang ke pertanyaan soal

2:55portfolio tadi. Kalau di Google Drive

2:58coba jadi di posisi si HR-nya atau si

3:01klien dia buka link ya kan terus minta

3:04akses, dia harus request. Tapi kalau

3:07enggak publik ya terus nunggu diapprove

3:10ya kalau dia mau nunggu gitu kan. Kalau

3:12misalnya nanti ada lagi kan isinya

3:14folder terus nebak file-nya yang mana

3:16gitu kan. Jadi memusingkan gitu. Kalau

3:21kita di POV client ya dan si Evan Fisher

3:24yang udah lama banget di UPW bilang

3:26klien itu cuman peduli dua hal, hasil

3:29dan apa untungnya buat mereka. Bukan

3:32riwayat karir, bukan seberapa panjang

3:35gitu si cover letternya. Ya, itu

3:37penting. Cuman tetap di atas itu

3:40hierarkinya mereka kalau nghir kita bisa

3:43dapat hasil apa dan untungnya apa buat

3:46mereka. Jadi yang nentuin nasib proposal

3:49kamu itu dia bisa tahu kamu itu expert

3:52secara cepat atau enggak gitu. Langsung

3:55ngerti tentang apa yang kamu kerjain apa

3:58enggak gitu. Jadi kadang tuh bukan

4:00karena skill kalian yang jelek, tapi

4:04butuh usaha gitu untuk si HR atau si

4:07klien ini buka gitu kan, buka hasil

4:10kerja kalian, buka portfolio kalian dan

4:12apalagi klien kan buka puluhan tab ya

4:14satu-satu ya dan beberapa faktor kecil

4:18pun itu kan bisa ngaruh ya ke ini skip

4:20apa enggak gitu.

Isi portfolio yang dibaca klien

4:24Nah, Teman-teman, begitu Teman-teman

4:26tahu ya cara klien menyaring talent itu

4:30pastikan yang di pikiran Teman-teman

4:31berubah. Bukan lagi website-nya tuh

4:34harus sebagus apa gitu, tapi isinya

4:36harus apa biar bisa dibaca cepat. Kabar

4:39baiknya jawabannya jauh lebih pendek

4:41dari yang kalian kira. Nah, jadi kata si

4:43Evan Fisher tadi, dia bilang porto yang

4:47minimum banget itu cuman butuh tiga

4:50contoh project yang di fitur ya apa is

4:55di bahasanya apa ya yang di pin mungkin

4:59ya

4:59dari banyak

5:01hasil kerja kita yang dulu-dulu gitu kan

5:03bukan semua dimasukin gitu tapi ada

5:06syaratnya tiap project yang dipasang itu

5:09harus nulisin juga tuh hasil hasilnya

5:12apa, impact-nya apa, bukan kita ngejual

5:15kita udah pernah di sini sebagai rol-nya

5:18apa gitu. Bedanya kayak gini, saya bikin

5:21landing page buat startup fintech itu ya

5:25udah gitu kan naruh doang. Nah,

5:26sementara yang nyampai ke klien tuh oh

5:28dia bisa bikin landing page gitu. Jadi

5:30klien nangkapnya cuman oh ya udah gitu.

5:32Maksudnya semua yang lamar juga bisa kan

5:34bikin landing page pastinya kan di

5:36lamaran tersebut. Nah, sekarang

5:37bandingin sama landing page yang saya

5:40rombak itu sign up-nya naik gitu dari

5:43sekian ke sekian.

5:45Itu baru namanya kita ngejual impact-nya

5:48atau si hasilnya gitu. dan klien akan

5:52langsung tek gitu kan apakah kalian yang

5:56cocok dan mulai mikirin apa aja sih yang

6:00bisa langsung ngebayangin tuh wah ini

6:02kalau kita kerja sama ini nanti

6:05kira-kira begini hasilnya gitu. Jadi

6:07buat ngerapihin tiap project atau works

6:10atau karya kita ya, ada satu pola yang

6:13kepakai banget. Dan gue ambil ini dari

6:16si Jos Burns dari cara dia nyusun

6:19halaman cash tadinya. Tiga bagian yaitu

6:22masalah, solusi, sama hasil. Masalahnya

6:26apa sih yang lagi dihadapin klien di job

6:29postingnya? Dan waktu itu dia nyari

6:32orang yang kayak gimana pengalamannya

6:34dan solusi apa yang bisa kita tawarin

6:37dan hasilnya apa yang akan berubah kalau

6:41kita dihire gitu. kita akan coba praktik

6:44ya untuk bikin si portfolio. Nanti kita

6:49bakal tunjukin bikin si portfolio

6:51website-nya. sekarang yang rada kurang

6:54enggak perlu kayak contohnya riwayat

6:56pendidikan dari SMA apalagi ya kan terus

7:00timeline karir per tahun

7:03ya itu edisional lah cuman itu kan bukan

7:04yang utama balik lagi terus ada foto

7:07timnya padahal ya bisa jadi kerjanya

7:09sendirian

7:10iya

7:11itu semua ya buat CV lah itu mah dan

7:14yang mereka cari juga bukan CV ya kan

7:17jadi isinya cuman tiga. kamu siapa dalam

7:20satu baris terus tiga fitur project atau

7:24tiga karya terbaik kamu dan cara

7:27nghubungin kamu tuh gimana? CTA tapi

7:29yang bikin beda itu bukan jumlahnya tapi

7:31kalimat pertama tiap si works-nya atau

7:34project-nya. Jangan buka pakai apa yang

7:36kamu bikin. Buka pakai masalah yang

7:39klien punya. satu kalimat pakai bahasa

7:42dia. Soalnya klien yang lagi baca

7:45halaman kamu itu

7:47lagi nyari masalahnya sendiri di situ.

7:49Begitu dia nemu sisanya baru dibaca. Dan

7:51begitu isinya udah jelas bikin

7:54halamannya justru di bagian yang paling

7:55cepat. Tapi ada satu hal isi yang tadi

7:59berlaku buat semua orang cuman bahannya

8:02tuh beda ya kan. yang udah punya klien

8:05tinggal ngangkat

8:07kerjaan yang udah pernah dikerjain. Yang

8:10belum, nah itu harus bikin kayak fake

8:14cash study itu sendiri. Mungkin kerja

8:16gratisan dulu ya atau tugas kampus atau

8:20projek mahasiswa itu beda cerita lah.

8:24Makanya gua bikinnya enggak sendirian.

8:27Ini Faiz gue bakal bikin versi yang

8:30pakai kerjaan klien. Briefnya sama.

8:33Terus tool-nya sama dan sama-sama dari

8:36mulai nge-prompting dari kosong.

8:38Teman-teman bisa lihat hasil dua-duanya.

Bikin website dari halaman kosong

8:43Jadi simpel aja kita bakal bikin mulai

8:45dari si

8:47halaman kosongnya. Tol-nya sama ya, kita

8:49pakai AI builder dari hostinger

8:53dan kita bikinnya sama waktunya

8:56sekarang. Itu

8:59yang beda mungkin si profil kita ya.

9:01nama ya itu pastilah beda nama dan

9:05projject-projek yang kita kerjain nanti

9:07promnya ada di komen ya atau di

9:09deskripsi jadi satu portfolio untuk

9:12apply upwork isinya satu baris tentang

9:15siapa kita terus karyanya atau

9:19projectnya ya tiga yang tadi dan cara

9:24ngontak kita gitu atau CTA-nya lah gitu

9:27kan. Jadi, setiap project itu punya

9:30masalah solusi sama hasil. Yang enggak

9:34ada di brief ini itu seperti desain

9:37direction-nya kayak warna, font atau

9:40style ya. Kita sengaja supaya

9:44kita lihat nih si Horizon ini kita

9:46ngetes juga dia ada test design apa

9:49enggak ya kan. Oke, ini kita coba prom

9:52ya, kita upload

9:55enter. Kita tugasnya finishing si

9:59EAI ini kan untuk kita starting dari 0

10:03ke 50%

10:04atau

10:05lebih gitu dan sisanya kita beresin

10:07benerin yang miss-misnya gitu.

10:10Yes.

10:12Nah, ini kira-kira gimana, Bro, punya El

10:14dan punya gue?

10:16Ya memang karena kita tadi enggak ada

10:18desain direction.

10:19Betul. Enggak ada visual direction,

10:21enggak ada

10:23apa ya hal-halnya dari desain, tapi kita

10:25bawanya pain problem yang dari tadi kan

10:27kita mau buat Upwork, mau nyonjolin

10:30apanya, CTA-nya, works-nya, dan lain

10:32sebagainya. Nah, jadi memang basically

10:35seperti ini gitu dan kita enggak bisa

10:38ngjust bahwa ini A jelek gitu. E jelek

10:40atau modelnya jelek atau platformnya

10:42jelek. Enggak juga karena ya balik lagi

10:44ke profesi masing-masing itu balik lagi

10:47ke ya skill issue aja gitu. Kalau kita

10:50nyalahin tools-nya ya itu enggak bisa

10:53kayak gitu gitu. Memang prom ini perlu

10:58juga apa ya AI itu enggak punya taste

11:00gitu. enggak punya taste tetap harus

11:02taste dari kita. Jadi judgement dari

11:04kita, test dari kita dan direction dari

11:06kita. Jadi tapi so far si ok lah ya

11:10misalnya nanti bukan desainer PA gitu

11:12jadi atau backend karena memang

11:14tujuannya itu kan ya orang kan isinya

11:16iya dia enggak perlu buka cursul

11:19enggak perlu buka download apa apa

11:20langsung bikin di browser gitu.

11:22Yang penting sih konten yang kita pasang

11:24gitu. Desain sebenarnya nomor dua.

11:26Iya.

11:27Kecuali desainer ya. Iya.

11:28Ya, nanti kita literasi lagiah ya. He.

11:30Ya, dibandingkan dengan kita upload di

11:33Google Drive gitu kan ya kan

11:34komparasinya kayak gitu. Ini kemudahan.

11:36Nah, ini lebih cepat gitu meskipun

11:38mungkin desainnya enggak sewah Google

11:40Drive

11:41tapi kalau diup itu klien langsung buka.

11:44Iya. Kelamaan kalau buka Google Drive

11:46PDF gitu ya. Langsung

Pasang domain sendiri

11:47gitu langsung dilihat gitu kan. Dan

11:49jadinya unik, Bro. Kalau misalnya kan

11:52nanti DCOM, oh berarti kita ibaratnya

11:54profesional profesional kita kelihatan

11:58ada effort-nya. Jadi secara enggak

12:00langsung kita improve siing

12:05failer. Betul

12:06gitu. Yang mana ya itu tadi yang di awal

12:08aku bilang ngaruh banget ke persif

12:11value-nya klien lah gitu kan yang klien

12:13lihat-nya gitu kan

12:14gitu.

12:18Nah, karena domainnya masih numpang ya,

12:21kita tetap kebaca kayak lagi coba-coba,

12:25Bro. Jadi, better kita pakai domain yang

12:29berbayar. Intinya yang lebih kelihatan

12:31profesional.

12:33DDF bisa ya. Kalau developer pertama

12:35milih namanya,

12:38pakai nama sendiri biasanya kalau beda

12:40kan rada maksa juga ya. Kedua, pasang

12:43domainnya ke yang kita bikin tadi

12:47site-nya pakai AI builder dari

12:49hostinger. Nah, Teman-teman jangan lupa

12:51juga dicek responsif-nya ya di mobile.

12:54Jadi pastiin enggak crash kalau di

12:56mobile tuh gitu. Jadi ini sebelum dan

13:00ini sesudah. Nah, kalau numpang kan ada

13:03angka acak ya dan setelahnya jadi lebih

13:05rapi, lebih singkat dan profesional. Dan

13:09isinya tentu saja sama persis si

13:11website-nya. Enggak ada satuun yang kita

13:13ubah di dalamnya. Yang beda cuman

13:16URL-nya atau domainnya atau alamat

13:19address-nya. Coba kalian jujur deh

13:22kira-kira mana yang lebih kelihatan niat

13:25kerja gitu kan yang lebih profesional.

13:27Yang mau pengin ikutan kita coba pakai

13:30hostinger AI builders itu boleh pakai

13:32kupon sawargi 10 atau di sini atau di

13:36deskripsi mungkin ya linknya kita taruh.

13:39Jadi ada potongan di situ untuk

13:40pembelian pertama. Nah, jadi sekarang

13:44semuanya udah milik kalian ya. Se

13:47alamatnya, URL-nya kita udah bikin pakai

13:50cara

13:52from zero to sampai domain ya. Jadi

13:55bukan subdomain, bukan link folder

13:58GDrive, satu alamat yang bisa ditulis di

14:03profile, proposal, bahkan kalau kita

14:07networking ya, Bro.

14:08Oh,

14:08kasih aja di bio. Benar, bio IG.

14:12Misal Faizintivada.com

14:14ya kan. Bukan cuman di proposal Upwork

14:16aja.

Nempelin linknya di profil dan proposal

14:21punya website doang itu sebenarnya

14:23enggak ngaruh kalau misalnya klien

14:25enggak lihat. Terakhir gua bakal

14:26tunjukin

14:28linknya tuh ditaruh di mana sih gitu.

14:30Sebenarnya ada beberapa tadi ya yang

14:32udah disebutin sebelumnya tapi yang

14:34utama itu kalau misalnya temanya kan

14:36Upwork ini portfolio itu bisa ditaruh di

14:40profil Upwork di bagian portfolio. Pas

14:44banget untuk pasang link di situ gitu.

14:47Jadi jangan diisi asal.

14:49Dan tiap portfolio itu sebenarnya bisa

14:50beda-beda project gitu. Jadi tiap

14:54portfolio 1, portfolio 2 linknya tuh

14:56bisa beda juga gitu. Yang kedua tentunya

14:59di cover letter atau proposal yang kita

15:02tulis itu bisa ya dipasti aja langsung

15:05di

15:07proposalnya

15:08dan taruh di posisi yang paling menarik

15:11gitu, paling disediain gitu untuk jadi

15:14enggak harus diklik expand. Kalau bisa

15:17di ya jangan atas banget tapi di

15:19tengah-tengah. Jadi gampang ngekliknya

15:21dan terfokuskan untuk diklik gitu. Itu

15:25dia perbedaannya ya kalau kita bikin

15:28website personal secara profesional.

15:32Bukan karena keren, tapi karena mudah

15:34gitu untuk nemuin kita dan bisa mastiin

15:38kita tuh bisa kerja gitu loh tanpa ya

15:40minta lagi mungkin

15:43link drive lagi, minta link

15:46ya mungkin Figma bisa kalau desainer ya,

15:48cuman di website itu pasti pertama kan

15:51gitu. Nah, itulah teman-teman yang gue

15:54sharingin hasil 4 tahun di Upwork dan

15:58satu dari lima itu tembus gitu dengan

16:01menggunakan personal portfolio tersebut.

16:03Nah, mungkin enggak bakal langsung dapat

16:05kerjaan, tapi

16:08ini ngilangin satu alasan klien untuk

16:10nge-skip kita. Dan di tempat yang

16:13pelamarnya tuh banyak ya, puluhan itu

16:16alasan ini

16:18pastinya sangat kuat banget. Kalau mau

16:20bikin tinggal klik link di bawah pakai

16:24kupon juga ya. Dan kalau misalnya mau

16:26nanya gitu, kita ada di grup ya, FDF ID

16:28sama Sawargi.

Recently added transcripts

Browse the whole transcript library

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com, free, unlimited, no sign-up.