Free YouTube Transcribe

Video transcript

Kenapa Gereja Ribut Soal Kepemimpinan?

Gereja 360 · 1,876 words · 9 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

— Highlights: Hamba Tuhan vs Majelis: Perdebatan yang Tidak Pernah Selesai

0:00Oh, hamba Tuhan aja yang memimpin gereja dengan majelis nanti melenceng dan

0:04sebagainya. Biasanya orang bilang hamba Tuhan tuh

0:07kan lebih dekat sama Tuhan. Dan di satu sisi yang lain yang non teologi itu

0:11dianggap wah kurang kudus, kurang mengerti isi hati Tuhan.

0:17Yang hilang di gereja adalah spiritualitasnya belum baik, tapi dia

0:21rajin pelayanan, rajin aser, rajin datang doa pagi, langsung diambil jadi

0:25ketua. Kok sebaiknya ini gereja ini dipimpin

0:30oleh hamba Tuhan atau dipimpin oleh majelis? Perdebatannya tidak ada

0:35habis-habisnya. Kenapa?

— Intro: Kenapa Gereja 360 Membahas Isu Sensitif Ini?

0:45Selamat datang di channel Gereja 360. Sebuah channel yang saya rindukan

0:50menjadi titik awal pembicaraan. Di mana pembicaraan itu menyangkut dengan

0:55gereja. dan berbagai macam permasalahan,

0:59polemik, mungkin saja perdebatan yang terjadi di dalamnya. Kenapa ini butuh

1:05dibicarakan? Karena kita percaya bahwa kita harus punya mentalitas yang berani

1:10untuk membicarakan hal-hal yang masih menjadi kekurangan atau menjadi sebuah

1:15hal yang perlu untuk diperdebatkan. Tidak dengan tujuan untuk siapa menang

1:19debat tentu saja, tapi dengan tujuan untuk supaya kemajuan bersama itu

1:22terjadi, transformasi terjadi di dalam gereja. Transformasi terjadi di tempat

1:27di mana kita sama-sama rindu bisa bertumbuh, mengenal Tuhan, mengasihi

1:31Tuhan, mempraktikkan firman Tuhan di tengah komunitas orang-orang percaya. So

1:36that's why Gereja 360 hadir untuk memberikan perspektif layaknya 360

1:42derajat supaya kita bisa membicarakannya bersama-sama. Anda boleh tidak setuju

1:47dengan apa yang saya paparkan atau apa yang kami kontenkan? Silakan. Dan tidak

1:52masalah karena masing-masing gereja bisa punya keunikannya dan masing-masing

1:55gereja bisa punya jalan yang ditempuh olehnya. Tetapi setidaknya kita

1:59sama-sama dengan rendah hati mau membicarakannya. Dengan rendah hati mau

2:03mengoreksi jika memang ada yang perlu dikoreksi. Nah, ada komentar yang

— Gereja Dipimpin Teolog atau Non-Teolog?

2:08bertanya kok sebaiknya ini gereja ini dipimpin

2:12oleh hamba Tuhan atau dipimpin oleh majelis? Atau mungkin kalau saya refine

2:19lagi, gereja ini sebaiknya dipimpin oleh orang

2:21yang berlatar belakang teologi atau gereja ini dipimpin oleh orang-orang

2:25yang bukan berlatar belakang teologi? Ada pro and cons-nya. Pro and cons-nya

2:29begini. Latar belakang teologi dianggap memiliki pengetahuan teologi. Dianggap

2:36lebih dekat sama Tuhan. Nah, begitu kan biasanya orang bilang hamba Tuhan tuh

2:41kan lebih dekat sama Tuhan, lebih apa namanya? lebih kudus, lebih suci, lebih

2:45benar pikirannya dan sebagainya. Dan di satu sisi yang lain yang non teologi itu

2:49dianggap apa? Dianggap wah kurang kudus, dianggap masih enggak suci, dianggap

2:55masih kurang pintar teologinya, kurang mengerti isi hati Tuhan. Itu

3:00pemikirannya. Sehingga bagi orang yang pro,

— Asumsi Berbahaya tentang “Lebih Kudus” dan “Kurang Rohani”

3:03oh hamba Tuhan aja yang memimpin gereja, jangan majelis atau jangan yang non

3:07teologi atau jangan yang non full timer nanti ngelencen dan sebagainya.

3:12Itu asumsi. Bentar, saya tahu Anda sudah mau komentar ya. Bentar, itu baru

3:16asumsi. Sedangkan asumsi yang kedua adalah yang mengatakan bahwa yang ini

3:21dong yang non teologi aja karena mereka kan punya

3:23kualitas kepemimpinan dan sebagainya dan sebagainya. Sedangkan yang hamba Tuhan

3:27ini harus berfokus untuk hanya urusin yang spiritual dan sebagainya.

3:32Oke, Teman-teman. kita harus breakdown dulu apakah yang ideal itu bagaimana dan

3:38apakah prinsip firman Tuhannya itu seperti apa. Nah, Teman-teman

3:41membicarakan tentang organisasi gereja tentu saja firman Tuhan tidak secara

3:46khusus membicarakan tentang organisasi gereja secara spesifik. Tetapi

3:51organisasi yang kita temukan dalam gereja kita masing-masing adalah

3:54organisasi yang muncul karena punya background dan konteks. Konteks apa?

— Kenapa Setiap Gereja Punya Sistem Kepemimpinan Berbeda?

4:00Konteks perkembangannya. Misalnya dia tumbuh besar di kalangan segmen jemaat

4:04dengan etnis tertentu. Dia tumbuh besar di dalam kalangan e kultur budaya

4:09tertentu. Sehingga gereja itu kepemimpinannya kita kenal hari ini

4:13dengan presbiterian. ada yang kongregasional, ada yang sifatnya ee ada

4:19bishopnya, pemimpinnya dan sebagian terpusat pada pemimpin. Jadi, gereja

4:23masing-masing itu punya tradisi kepemimpinan yang berbeda-beda. Dan saya

4:27secara pribadi menempatkan diri dan merasa bahwa kita perlu menghargai

4:33tradisi-tradisi tersebut. Kita perlu menghargai bahwa kalau memang tradisinya

4:37demikian, oke kita hargai dan kita adalah kayaknya tidak bijaksana kalau

4:42kita kemudian seakan-akan mau melakukan yang namanya perombakan total dan

4:47sebagainya. Saya rasa itu juga bukan jalan yang cukup baik. Tetapi izinkan

4:51saya berbicara dalam perspektif orang yang lebih banyak tahu soal masalah

4:56presbiterian atau dalam kultur presbiterian. Presbiterian atau

— Mengenal Sistem Presbiterian & Peran Majelis

5:01presbiter adalah kelompok orang-orang yang dipilih untuk kemudian ee menjadi

5:06penat tua atau kita anggap pada hari ini kita dengar dengan istilah majelis atau

5:11pengurus begitu. Nah, jadi ada orang kelompok pemimpin jemaat orang-orang

5:15yang dianggap presbiter itu dan kemudian nanti akan ada hamba Tuhannya. Entahkah

5:20hamba Tuhan itu dianggap jadi diangkat langsung jadi ketuanya atau dia bukan

5:23ketuanya. Itu akan sedikit berbeda-beda pada konteks gereja di mana teman-teman

5:28bergereja hari ini. Cuman prinsip utamanya adalah presbiterian.

5:32Menurut saya secara pribadi saya merasa kultur ini lebih saya srek. Kenapa lebih

— Bahaya Kepemimpinan Tunggal di Gereja

5:40srek? Karena saya melihat bahwa ini memberikan keseimbangan yang baik.

5:44secara pribadi merasa bahwa kepemimpinan tunggal atau kepemimpinan satu orang itu

5:49adalah kepemimpinan yang bagi saya tidak preferable. Kenapa tidak preferable?

5:53Karena saya melihat bahwa satu orang itu memegang tanggung jawab terlalu besar

5:59untuk memimpin menjadi satu orang. Anda silakan compare misalnya, "Oh, tapi kan

6:05di perusahaan iya di negara iya dan sebagainya." Oh, iya. Tetapi menurut

6:09saya kepemimpinan satu orang itu dikelilingi oleh orang-orang banyak dan

6:13itu akan menolong dia menutupi segala celah-celah atau kekurangan Dia. Tapi

6:19kalau membicarakan gereja adalah rentan sekali untuk kemudian menjadikan satu

6:23orang menjadi pemimpin tunggal. Saya sendiri secara pribadi merasa bahwa ada

— Kepemimpinan Tim: Ideal Tapi Tidak Mudah

6:29banyak kekurangannya. Sehingga saya sepakat jika kepemimpinan itu adalah

6:33kepemimpinan yang sifatnya tim. kepemimpinan yang sifatnya beberapa

6:38orang yang saling melengkapi satu sama lain. Mungkin kita bisa sebut dengan

6:42komite. Lalu Anda bertanya sama saya, "Bagaimana dengan keputusan? Kalau

6:47banyak orang berarti banyak kepala dong."

6:49Justru itu pentingnya kekristenan itu berproses dalam kultur. Kultur apa?

6:55Kultur kekristenan sendiri. Jadi kelompok para pemimpin ini haruslah

— Kriteria Pemimpin Gereja Menurut Alkitab

7:00kelompok pemimpin yang takut akan Tuhan, yang bukan mau dengan spiritualitas,

7:08"Oh, saya yang paling besar, saya pemimpinnya, saya harus didengarkan."

7:12Bukan begitu. seharusnya menjadi orang-orang atau kelompok seperti yang

7:16Yesus ajarkan, yang jadi teladan, yang spiritualitasnya baik, yang humble, yang

7:23mau mendengar misalnya ada masukan, mau dikoreksi, tapi juga bisa memimpin

7:28orang, bisa kemudian menjadi berkat. Itu kan teman-teman bisa baca ketika Paulus

7:34menuliskan tentang syarat penilik jemaat, syarat para penatua jemaat dan

7:38sebagainya. Jadi kalau kita baca dari kisah para rasul, kita akan menemukan

7:43bahwa ada masa di mana organisasi gereja mulai terbentuk dan itu dimulai dari

7:49para rasul yang meminta para murid Yesus yang lain diangkat menjadi diaken

7:57menjadi orang-orang yang mengurus meja diangkat jadi orang-orang yang mengurus.

8:00Hari ini kita lihat diakonia gereja, misi operasional dan sebagainya itu ada

8:05diakennya, ada pengurusnya, ada mungkin kita sebut penatu lah begitu. Nah, itu

8:12adalah kepemimpinan di mana orang-orang ini betul-betul orang-orang yang punya

8:16syarat kepemimpinan rohani dan kualitas spiritualitas rohani yang baik. Nah, ini

— Masalah Nyata: Rajin Pelayanan Tapi Belum Dewasa Rohani

8:22yang menurut saya hari ini hilang di gereja. Yang hilang di gereja adalah

8:26spiritualitasnya belum baik, tapi dia rajin pelayanan,

8:31rajin aser misalnya, rajin datang doa pagi, langsung diambil jadi ketua,

8:37langsung diambil jadi pengurus, diambil jadi majelis. Dianggap wah ini ee maaf

8:43sekali lagi maaf dianggap wah ini punya duit diangkat jadi majelis. Saya mohon

8:48maaf sekali lagi tidak ada yang salah dengan punya duit. Tetapi kadang kala

8:53menurut saya justru kitanya yang keliru di dalam memilih orang-orang yang

8:58memimpin. Atau lagi misalnya ada yang dianggap, "Wah, ini sekolah lulus

9:02sekolah teologi langsung diangkat." Ya, lulus sekolah teologi pun belum tentu

9:08capable dan qualify belum tentu. Makanya gereja itu kadang-kadang cuma terjebak

9:15pada atribut ada ijazah teologi atau tidak

9:20atau sudah lama di gereja otomatis majelis.

9:26Nah, ini ini yang teman-teman sebenarnya mesti kita beresin. Mungkin Anda yang

9:31mendengar ini lalu Anda berkata begini, "Loh, kok jadi sebenarnya siapa yang

9:34layaknya memimpin hamba Tuhan atau majelis?"

— Siapa yang Harus Memimpin?

9:37Saya tuh sedang memaparkan bahkan kita tidak boleh sampai pada pertanyaan itu.

9:41Kita harus sampai dulu membereskan dulu masalah siapakah yang kemudian jadi

9:46profil orang-orang pemimpin ini, majelisnya, hamba Tuhannya ini

9:50bagaimana. Nah, yang kita dapati hari ini perdebatannya tidak ada

9:54habis-habisnya. antara hamba Tuhan kah atau majelis atau bersama-sama. Kenapa?

9:58Karena kita tidak punya sebuah kualifikasi yang baik di dalam para

— Masalah Utama: Tidak Ada Standar Pemimpin yang Sehat

10:03pemimpin tersebut. Akhirnya sebagian pemimpin yang

10:08bermasalah yang jadi pemimpin. Sebagian pemimpin yang insecure yang jadi

10:13pemimpin, yang tidak bisa terima kalau ada orang lain lebih baik dari dia.

10:18Tidak bisa terima kalau misalnya ada masukan yang ingin mengoreksi, dianggap

10:22jadi musuh. yang merasa bahwa dia yang lebih tahu. Akhirnya menuding yang hamba

10:29Tuhan menuding majelis punya niat jahat. Yang majelis menuding hamba Tuhan tidak

10:34capable dan sebagainya. Akhirnya kita berlarut-larut dalam polemik yang tidak

10:39ada habis-habisnya di dalam sebuah gereja. Kenapa? Karena kita kehilangan

10:43apa yang paling esensi. Kita akhirnya cuman mementingkan. Yang penting ada

10:48jabatan, ada kekosongan, kita cari siapa aja kita masukin. Buat saya itu

10:52permasalahan laten yang sebenarnya menjadi masalah utama dalam gereja. Jadi

10:57kalau Anda bertanya sama saya, kok jadi mana yang jadi pemimpin? Saya cuman

11:03memberikan di awal benahi dulu yang namanya kepemimpinan gereja. Bahkan saya

11:12mengatakan dalam satu kesempatan mungkin gereja itu akan terjadi pembaharuan.

11:17ketika para pemimpinnya dan hamba Tuhannya mau duduk bersama dan mengaku

11:22dosa bersama-sama. Karena bisa jadi sebenarnya transformasi itu terjadi,

11:28kemajuan terjadi kalau kitanya berani untuk ngaku salah, berani untuk ngaku

11:32bahwa kita tidak dan kita butuh benar-benar Tuhan dan orang lain untuk

11:40membangun dan memajukan gereja. Jadi, siapa sih sebenarnya yang paling layak

— Tidak Ada Rumus Pakem Kepemimpinan Gereja

11:43untuk memimpin gereja? Jawabannya adalah tidak ada rumus pakemnya. Dalam gereja

11:49tertentu saya melihat lebih pantas jika para majelisnya yang memimpin. Karena

11:55hamba-hamba Tuhannya harusnya berfokus pada hal yang lebih esensi dalam

11:59pemberitaan firman. Misalnya mempersiapkan diri dalam khotbah,

12:03mempersiapkan diri dalam apa. Saya melihat lebih baik begitu. Karena

12:07kadang-kadang hamba Tuhan akhirnya mengambil porsi yang tidak seharusnya

12:11dia ambil. dia ngurusin hal yang sifatnya manajemen pengembangan gereja.

12:17Padahal menurut saya lebih capable yang majelis ini yang handle begitu karena

12:21dia terbiasa dalam manajemen. Tapi di satu sisi yang lain saya melihat lebih

12:25pantas juga hamba Tuhan yang memimpin. Karena apa? Karena majelis-majelisnya di

12:29satu sisi secara karakter spiritualitas juga belum waktunya. tetapi udah terlalu

12:33cepat dijadiin majelis gara-gara maaf sekali lagi misalnya punya uang atau

12:38dijadiin majelis karena dia anak pendiri gereja atau dijadiin majelis karena dia

12:43adalah donatur terbesar whatsoever. Saya rasa itu adalah titik-titik buta yang

12:47seringkiali kita tidak sadari. Jadi saya lebih merekomendasikan jalan yang

12:52sifatnya jalan tengah. Jalan tengah itu apa? Kepemimpinan bersama, kepemimpinan

12:56komunal. kepemimpinan di mana para hamba Tuhan misalnya bersama-sama dengan yang

13:01disebut sebagai majelis atau aktivis itu sama-sama punya satu komite. Berapa

13:07orang yang benar-benar memikirkan tentang kemajuan gereja, bukan

13:12memikirkan tentang rutinitas-rutinitas gereja saja. Jadi, mohon maaf kalau

13:16misalnya Anda kemudian merasa bahwa saya tidak memberikan rumus pasti. Tapi yang

13:20saya bicarakan dari tadi adalah esensi dari kepemimpinan. Sebenarnya yang saya

— Masalah Besar: Pemimpin yang Tidak Pernah Jadi Murid

13:25temukan pada faktanya hari ini banyak pemimpin mungkin belum cocok memimpin.

13:32Dia harus jadi murid dulu baru dia bisa memimpin. Hari ini banyak orang loncat

13:37langsung jadi pemimpin tapi tidak pernah jadi murid Yesus Kristus yang

13:41sebenarnya. Kerendahan hati mau belajar, mau tunduk pada Kristus.

13:47Mungkin itu modal pertama bagi orang untuk memimpin. Bagaimana menurut

— Closing: Gereja Kita Perlu Belajar Apa?

13:51teman-teman? Sampaikan apa yang jadi komentar Anda

13:54atau pemikiran Anda. Siapa tahu ada hal yang saya kurang sampaikan, kurang

13:58lengkap. Silakan teman-teman juga boleh memperlengkapi. Bagikan video ini jadi

14:02supaya jadi berkat buat gereja Anda, buat teman-teman, buat ee komunitas,

14:07buat pengurus, bahkan mungkin buat majelis atau buat hamba Tuhan. Semoga

14:12ini menjadi satu hal yang baik buat kita sama-sama menumbuhkan dan dipakai Tuhan

14:18untuk mentransformasi gereja tempat di mana kita bertumbuh. Kita ketemu lagi di

14:23konten berikutnya, Teman-teman. Tuhan berkati.

14:35Yeah.

Recently added transcripts

Browse the whole transcript library

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com, free, unlimited, no sign-up.