Full transcript
— Highlights: Hamba Tuhan vs Majelis: Perdebatan yang Tidak Pernah Selesai
0:00Oh, hamba Tuhan aja yang memimpin gereja dengan majelis nanti melenceng dan
0:04sebagainya. Biasanya orang bilang hamba Tuhan tuh
0:07kan lebih dekat sama Tuhan. Dan di satu sisi yang lain yang non teologi itu
0:11dianggap wah kurang kudus, kurang mengerti isi hati Tuhan.
0:17Yang hilang di gereja adalah spiritualitasnya belum baik, tapi dia
0:21rajin pelayanan, rajin aser, rajin datang doa pagi, langsung diambil jadi
0:25ketua. Kok sebaiknya ini gereja ini dipimpin
0:30oleh hamba Tuhan atau dipimpin oleh majelis? Perdebatannya tidak ada
0:35habis-habisnya. Kenapa?
— Intro: Kenapa Gereja 360 Membahas Isu Sensitif Ini?
0:45Selamat datang di channel Gereja 360. Sebuah channel yang saya rindukan
0:50menjadi titik awal pembicaraan. Di mana pembicaraan itu menyangkut dengan
0:55gereja. dan berbagai macam permasalahan,
0:59polemik, mungkin saja perdebatan yang terjadi di dalamnya. Kenapa ini butuh
1:05dibicarakan? Karena kita percaya bahwa kita harus punya mentalitas yang berani
1:10untuk membicarakan hal-hal yang masih menjadi kekurangan atau menjadi sebuah
1:15hal yang perlu untuk diperdebatkan. Tidak dengan tujuan untuk siapa menang
1:19debat tentu saja, tapi dengan tujuan untuk supaya kemajuan bersama itu
1:22terjadi, transformasi terjadi di dalam gereja. Transformasi terjadi di tempat
1:27di mana kita sama-sama rindu bisa bertumbuh, mengenal Tuhan, mengasihi
1:31Tuhan, mempraktikkan firman Tuhan di tengah komunitas orang-orang percaya. So
1:36that's why Gereja 360 hadir untuk memberikan perspektif layaknya 360
1:42derajat supaya kita bisa membicarakannya bersama-sama. Anda boleh tidak setuju
1:47dengan apa yang saya paparkan atau apa yang kami kontenkan? Silakan. Dan tidak
1:52masalah karena masing-masing gereja bisa punya keunikannya dan masing-masing
1:55gereja bisa punya jalan yang ditempuh olehnya. Tetapi setidaknya kita
1:59sama-sama dengan rendah hati mau membicarakannya. Dengan rendah hati mau
2:03mengoreksi jika memang ada yang perlu dikoreksi. Nah, ada komentar yang
— Gereja Dipimpin Teolog atau Non-Teolog?
2:08bertanya kok sebaiknya ini gereja ini dipimpin
2:12oleh hamba Tuhan atau dipimpin oleh majelis? Atau mungkin kalau saya refine
2:19lagi, gereja ini sebaiknya dipimpin oleh orang
2:21yang berlatar belakang teologi atau gereja ini dipimpin oleh orang-orang
2:25yang bukan berlatar belakang teologi? Ada pro and cons-nya. Pro and cons-nya
2:29begini. Latar belakang teologi dianggap memiliki pengetahuan teologi. Dianggap
2:36lebih dekat sama Tuhan. Nah, begitu kan biasanya orang bilang hamba Tuhan tuh
2:41kan lebih dekat sama Tuhan, lebih apa namanya? lebih kudus, lebih suci, lebih
2:45benar pikirannya dan sebagainya. Dan di satu sisi yang lain yang non teologi itu
2:49dianggap apa? Dianggap wah kurang kudus, dianggap masih enggak suci, dianggap
2:55masih kurang pintar teologinya, kurang mengerti isi hati Tuhan. Itu
3:00pemikirannya. Sehingga bagi orang yang pro,
— Asumsi Berbahaya tentang “Lebih Kudus” dan “Kurang Rohani”
3:03oh hamba Tuhan aja yang memimpin gereja, jangan majelis atau jangan yang non
3:07teologi atau jangan yang non full timer nanti ngelencen dan sebagainya.
3:12Itu asumsi. Bentar, saya tahu Anda sudah mau komentar ya. Bentar, itu baru
3:16asumsi. Sedangkan asumsi yang kedua adalah yang mengatakan bahwa yang ini
3:21dong yang non teologi aja karena mereka kan punya
3:23kualitas kepemimpinan dan sebagainya dan sebagainya. Sedangkan yang hamba Tuhan
3:27ini harus berfokus untuk hanya urusin yang spiritual dan sebagainya.
3:32Oke, Teman-teman. kita harus breakdown dulu apakah yang ideal itu bagaimana dan
3:38apakah prinsip firman Tuhannya itu seperti apa. Nah, Teman-teman
3:41membicarakan tentang organisasi gereja tentu saja firman Tuhan tidak secara
3:46khusus membicarakan tentang organisasi gereja secara spesifik. Tetapi
3:51organisasi yang kita temukan dalam gereja kita masing-masing adalah
3:54organisasi yang muncul karena punya background dan konteks. Konteks apa?
— Kenapa Setiap Gereja Punya Sistem Kepemimpinan Berbeda?
4:00Konteks perkembangannya. Misalnya dia tumbuh besar di kalangan segmen jemaat
4:04dengan etnis tertentu. Dia tumbuh besar di dalam kalangan e kultur budaya
4:09tertentu. Sehingga gereja itu kepemimpinannya kita kenal hari ini
4:13dengan presbiterian. ada yang kongregasional, ada yang sifatnya ee ada
4:19bishopnya, pemimpinnya dan sebagian terpusat pada pemimpin. Jadi, gereja
4:23masing-masing itu punya tradisi kepemimpinan yang berbeda-beda. Dan saya
4:27secara pribadi menempatkan diri dan merasa bahwa kita perlu menghargai
4:33tradisi-tradisi tersebut. Kita perlu menghargai bahwa kalau memang tradisinya
4:37demikian, oke kita hargai dan kita adalah kayaknya tidak bijaksana kalau
4:42kita kemudian seakan-akan mau melakukan yang namanya perombakan total dan
4:47sebagainya. Saya rasa itu juga bukan jalan yang cukup baik. Tetapi izinkan
4:51saya berbicara dalam perspektif orang yang lebih banyak tahu soal masalah
4:56presbiterian atau dalam kultur presbiterian. Presbiterian atau
— Mengenal Sistem Presbiterian & Peran Majelis
5:01presbiter adalah kelompok orang-orang yang dipilih untuk kemudian ee menjadi
5:06penat tua atau kita anggap pada hari ini kita dengar dengan istilah majelis atau
5:11pengurus begitu. Nah, jadi ada orang kelompok pemimpin jemaat orang-orang
5:15yang dianggap presbiter itu dan kemudian nanti akan ada hamba Tuhannya. Entahkah
5:20hamba Tuhan itu dianggap jadi diangkat langsung jadi ketuanya atau dia bukan
5:23ketuanya. Itu akan sedikit berbeda-beda pada konteks gereja di mana teman-teman
5:28bergereja hari ini. Cuman prinsip utamanya adalah presbiterian.
5:32Menurut saya secara pribadi saya merasa kultur ini lebih saya srek. Kenapa lebih
— Bahaya Kepemimpinan Tunggal di Gereja
5:40srek? Karena saya melihat bahwa ini memberikan keseimbangan yang baik.
5:44secara pribadi merasa bahwa kepemimpinan tunggal atau kepemimpinan satu orang itu
5:49adalah kepemimpinan yang bagi saya tidak preferable. Kenapa tidak preferable?
5:53Karena saya melihat bahwa satu orang itu memegang tanggung jawab terlalu besar
5:59untuk memimpin menjadi satu orang. Anda silakan compare misalnya, "Oh, tapi kan
6:05di perusahaan iya di negara iya dan sebagainya." Oh, iya. Tetapi menurut
6:09saya kepemimpinan satu orang itu dikelilingi oleh orang-orang banyak dan
6:13itu akan menolong dia menutupi segala celah-celah atau kekurangan Dia. Tapi
6:19kalau membicarakan gereja adalah rentan sekali untuk kemudian menjadikan satu
6:23orang menjadi pemimpin tunggal. Saya sendiri secara pribadi merasa bahwa ada
— Kepemimpinan Tim: Ideal Tapi Tidak Mudah
6:29banyak kekurangannya. Sehingga saya sepakat jika kepemimpinan itu adalah
6:33kepemimpinan yang sifatnya tim. kepemimpinan yang sifatnya beberapa
6:38orang yang saling melengkapi satu sama lain. Mungkin kita bisa sebut dengan
6:42komite. Lalu Anda bertanya sama saya, "Bagaimana dengan keputusan? Kalau
6:47banyak orang berarti banyak kepala dong."
6:49Justru itu pentingnya kekristenan itu berproses dalam kultur. Kultur apa?
6:55Kultur kekristenan sendiri. Jadi kelompok para pemimpin ini haruslah
— Kriteria Pemimpin Gereja Menurut Alkitab
7:00kelompok pemimpin yang takut akan Tuhan, yang bukan mau dengan spiritualitas,
7:08"Oh, saya yang paling besar, saya pemimpinnya, saya harus didengarkan."
7:12Bukan begitu. seharusnya menjadi orang-orang atau kelompok seperti yang
7:16Yesus ajarkan, yang jadi teladan, yang spiritualitasnya baik, yang humble, yang
7:23mau mendengar misalnya ada masukan, mau dikoreksi, tapi juga bisa memimpin
7:28orang, bisa kemudian menjadi berkat. Itu kan teman-teman bisa baca ketika Paulus
7:34menuliskan tentang syarat penilik jemaat, syarat para penatua jemaat dan
7:38sebagainya. Jadi kalau kita baca dari kisah para rasul, kita akan menemukan
7:43bahwa ada masa di mana organisasi gereja mulai terbentuk dan itu dimulai dari
7:49para rasul yang meminta para murid Yesus yang lain diangkat menjadi diaken
7:57menjadi orang-orang yang mengurus meja diangkat jadi orang-orang yang mengurus.
8:00Hari ini kita lihat diakonia gereja, misi operasional dan sebagainya itu ada
8:05diakennya, ada pengurusnya, ada mungkin kita sebut penatu lah begitu. Nah, itu
8:12adalah kepemimpinan di mana orang-orang ini betul-betul orang-orang yang punya
8:16syarat kepemimpinan rohani dan kualitas spiritualitas rohani yang baik. Nah, ini
— Masalah Nyata: Rajin Pelayanan Tapi Belum Dewasa Rohani
8:22yang menurut saya hari ini hilang di gereja. Yang hilang di gereja adalah
8:26spiritualitasnya belum baik, tapi dia rajin pelayanan,
8:31rajin aser misalnya, rajin datang doa pagi, langsung diambil jadi ketua,
8:37langsung diambil jadi pengurus, diambil jadi majelis. Dianggap wah ini ee maaf
8:43sekali lagi maaf dianggap wah ini punya duit diangkat jadi majelis. Saya mohon
8:48maaf sekali lagi tidak ada yang salah dengan punya duit. Tetapi kadang kala
8:53menurut saya justru kitanya yang keliru di dalam memilih orang-orang yang
8:58memimpin. Atau lagi misalnya ada yang dianggap, "Wah, ini sekolah lulus
9:02sekolah teologi langsung diangkat." Ya, lulus sekolah teologi pun belum tentu
9:08capable dan qualify belum tentu. Makanya gereja itu kadang-kadang cuma terjebak
9:15pada atribut ada ijazah teologi atau tidak
9:20atau sudah lama di gereja otomatis majelis.
9:26Nah, ini ini yang teman-teman sebenarnya mesti kita beresin. Mungkin Anda yang
9:31mendengar ini lalu Anda berkata begini, "Loh, kok jadi sebenarnya siapa yang
9:34layaknya memimpin hamba Tuhan atau majelis?"
— Siapa yang Harus Memimpin?
9:37Saya tuh sedang memaparkan bahkan kita tidak boleh sampai pada pertanyaan itu.
9:41Kita harus sampai dulu membereskan dulu masalah siapakah yang kemudian jadi
9:46profil orang-orang pemimpin ini, majelisnya, hamba Tuhannya ini
9:50bagaimana. Nah, yang kita dapati hari ini perdebatannya tidak ada
9:54habis-habisnya. antara hamba Tuhan kah atau majelis atau bersama-sama. Kenapa?
9:58Karena kita tidak punya sebuah kualifikasi yang baik di dalam para
— Masalah Utama: Tidak Ada Standar Pemimpin yang Sehat
10:03pemimpin tersebut. Akhirnya sebagian pemimpin yang
10:08bermasalah yang jadi pemimpin. Sebagian pemimpin yang insecure yang jadi
10:13pemimpin, yang tidak bisa terima kalau ada orang lain lebih baik dari dia.
10:18Tidak bisa terima kalau misalnya ada masukan yang ingin mengoreksi, dianggap
10:22jadi musuh. yang merasa bahwa dia yang lebih tahu. Akhirnya menuding yang hamba
10:29Tuhan menuding majelis punya niat jahat. Yang majelis menuding hamba Tuhan tidak
10:34capable dan sebagainya. Akhirnya kita berlarut-larut dalam polemik yang tidak
10:39ada habis-habisnya di dalam sebuah gereja. Kenapa? Karena kita kehilangan
10:43apa yang paling esensi. Kita akhirnya cuman mementingkan. Yang penting ada
10:48jabatan, ada kekosongan, kita cari siapa aja kita masukin. Buat saya itu
10:52permasalahan laten yang sebenarnya menjadi masalah utama dalam gereja. Jadi
10:57kalau Anda bertanya sama saya, kok jadi mana yang jadi pemimpin? Saya cuman
11:03memberikan di awal benahi dulu yang namanya kepemimpinan gereja. Bahkan saya
11:12mengatakan dalam satu kesempatan mungkin gereja itu akan terjadi pembaharuan.
11:17ketika para pemimpinnya dan hamba Tuhannya mau duduk bersama dan mengaku
11:22dosa bersama-sama. Karena bisa jadi sebenarnya transformasi itu terjadi,
11:28kemajuan terjadi kalau kitanya berani untuk ngaku salah, berani untuk ngaku
11:32bahwa kita tidak dan kita butuh benar-benar Tuhan dan orang lain untuk
11:40membangun dan memajukan gereja. Jadi, siapa sih sebenarnya yang paling layak
— Tidak Ada Rumus Pakem Kepemimpinan Gereja
11:43untuk memimpin gereja? Jawabannya adalah tidak ada rumus pakemnya. Dalam gereja
11:49tertentu saya melihat lebih pantas jika para majelisnya yang memimpin. Karena
11:55hamba-hamba Tuhannya harusnya berfokus pada hal yang lebih esensi dalam
11:59pemberitaan firman. Misalnya mempersiapkan diri dalam khotbah,
12:03mempersiapkan diri dalam apa. Saya melihat lebih baik begitu. Karena
12:07kadang-kadang hamba Tuhan akhirnya mengambil porsi yang tidak seharusnya
12:11dia ambil. dia ngurusin hal yang sifatnya manajemen pengembangan gereja.
12:17Padahal menurut saya lebih capable yang majelis ini yang handle begitu karena
12:21dia terbiasa dalam manajemen. Tapi di satu sisi yang lain saya melihat lebih
12:25pantas juga hamba Tuhan yang memimpin. Karena apa? Karena majelis-majelisnya di
12:29satu sisi secara karakter spiritualitas juga belum waktunya. tetapi udah terlalu
12:33cepat dijadiin majelis gara-gara maaf sekali lagi misalnya punya uang atau
12:38dijadiin majelis karena dia anak pendiri gereja atau dijadiin majelis karena dia
12:43adalah donatur terbesar whatsoever. Saya rasa itu adalah titik-titik buta yang
12:47seringkiali kita tidak sadari. Jadi saya lebih merekomendasikan jalan yang
12:52sifatnya jalan tengah. Jalan tengah itu apa? Kepemimpinan bersama, kepemimpinan
12:56komunal. kepemimpinan di mana para hamba Tuhan misalnya bersama-sama dengan yang
13:01disebut sebagai majelis atau aktivis itu sama-sama punya satu komite. Berapa
13:07orang yang benar-benar memikirkan tentang kemajuan gereja, bukan
13:12memikirkan tentang rutinitas-rutinitas gereja saja. Jadi, mohon maaf kalau
13:16misalnya Anda kemudian merasa bahwa saya tidak memberikan rumus pasti. Tapi yang
13:20saya bicarakan dari tadi adalah esensi dari kepemimpinan. Sebenarnya yang saya
— Masalah Besar: Pemimpin yang Tidak Pernah Jadi Murid
13:25temukan pada faktanya hari ini banyak pemimpin mungkin belum cocok memimpin.
13:32Dia harus jadi murid dulu baru dia bisa memimpin. Hari ini banyak orang loncat
13:37langsung jadi pemimpin tapi tidak pernah jadi murid Yesus Kristus yang
13:41sebenarnya. Kerendahan hati mau belajar, mau tunduk pada Kristus.
13:47Mungkin itu modal pertama bagi orang untuk memimpin. Bagaimana menurut
— Closing: Gereja Kita Perlu Belajar Apa?
13:51teman-teman? Sampaikan apa yang jadi komentar Anda
13:54atau pemikiran Anda. Siapa tahu ada hal yang saya kurang sampaikan, kurang
13:58lengkap. Silakan teman-teman juga boleh memperlengkapi. Bagikan video ini jadi
14:02supaya jadi berkat buat gereja Anda, buat teman-teman, buat ee komunitas,
14:07buat pengurus, bahkan mungkin buat majelis atau buat hamba Tuhan. Semoga
14:12ini menjadi satu hal yang baik buat kita sama-sama menumbuhkan dan dipakai Tuhan
14:18untuk mentransformasi gereja tempat di mana kita bertumbuh. Kita ketemu lagi di
14:23konten berikutnya, Teman-teman. Tuhan berkati.
14:35Yeah.