Free YouTube Transcribe

Video transcript

RISK AND RETURN (MANAJEMEN KEUANGAN)

Riska Ayu Setiawati · 5,557 words · 26 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

0:00Asalamualaikum warahmatullahi

0:02wabarakatuh. Pada pertemuan kali ini

0:05kita akan membahas tentang risk and

0:07return atau resiko dan imbal hasil.

0:10Pertemuan kali ini kita akan membahas

0:12tentang return dan komponen return,

0:15resiko dan komponennya juga jenis-jenis

0:17resiko dan juga bagaimana pengukuran

0:20return dan resiko.

0:23Ee dalam hal ini resiko dan imbal hasil

0:27yang kita bahas adalah terkait dengan

0:29investasi.

0:30bahwasannya

0:32penting untuk kita tahu berapa

0:35resikonya, berapa return-nya sehingga

0:37kita tahu kelayakan dari suatu investasi

0:40atau project. Jadi, apakah ini worthed

0:42kita ambil atau tidak.

0:45Return atau imbal hasil atau

0:48pengembalian adalah imbalan yang

0:51diperoleh dari investasi atau kompensasi

0:54dari ee investor ketika melakukan

0:57investasi.

0:59return dibedakan menjadi dua, yaitu

1:02actual return dan juga expected return.

1:06Namanya aja actual berarti eh return

1:10yang telah terjadi atau real-nya seperti

1:12apa. Ini biasanya dihitung berdasarkan

1:15data historical atau historis.

1:19Sedangkan kalau expected atau

1:22pengembalian yang diharapkan berarti

1:25return yang diekspektasikan akan dipol

1:28investor di masa yang akan datang. Jadi

1:31kalau

1:32em actual return itu misal seperti

1:35ketika kita eh mendapatkan IPK semester

1:39lalu 2,5. Nah, berarti itu adalah actual

1:42kita. Terus kemudian kita mau expected

1:45semester depan bisa empat misal itu

1:49berarti expected return.

1:55Oke, selanjutnya ini adalah komponen

1:58dari return untuk investasi. Yang

2:01pertama ada yang namanya yield. Yield

2:05atau pendapatan return pada surat

2:07berharga atau sekuritas atau project

2:10yang sifatnya rutin atau tetap.

2:13Contohnya kalau dalam saham ada namanya

2:16dividen. Dividen akan diberikan biasanya

2:19setiap periode bisa semesteran, bisa

2:23tahunan. Kalau perusahaan itu memperoleh

2:26keuntungan, maka ee perusahaan akan

2:29memberikan opsi memberikan dividen atau

2:32kayak membagikan hasil keuntungannya ke

2:35pemegang saham. Yang kedua ada kupon

2:38dari obligasi. Obligasi adalah surat

2:41utang. Nah, kupon itu seperti bunga ya.

2:46Jadi untuk perusahaan yang menerbitkan

2:49obligasi dia akan secara rutin

2:53memberikan kupon kepada pemegang

2:55obligasinya.

2:57Atau kalau kita investasinya berupa

3:00deposito di bank, maka biasanya bank

3:02akan memberikan bunga ee kepada pemegang

3:07depositonya.

3:09Terus periodenya sesuai dengan apa yang

3:12dijanjikan.

3:14Yang kedua ada komponen return yang

3:16lainnya adalah kapital gain. Kapital

3:19gain ini adalah jumlah yang diterima

3:21bila harga jual surat berharga di atas

3:25harga belinya.

3:28Bila terjadi sebaliknya maka disebut

3:31capital loss. Jadi kapital gain itu

3:33adalah ketika kita punya aset. Terus

3:36kemudian ketika kita jual itu harga

3:39jualnya lebih mahal daripada ketika kita

3:42beli. Sedangkan kalau sebaliknya ketika

3:45kita jual harganya jadi lebih murah

3:47daripada kita beli namanya capital loss

3:49atau adanya kerugian modal atau

3:52kehilangan modal. Nah, ee jadi yang

3:56sifatnya

3:58rutin itu disebut yield. yang sifatnya

4:02kita tuh dapat kalau kita harus

4:04melepaskan aset itu. Itu namanya capital

4:07gain atau capital loss. Eh, setiap aset

4:11investasi ada yang memiliki yield dan

4:13capital gain, ada yang hanya ada

4:16yield-nya aja, enggak ada kapital

4:18ga-nya. Dan atau sebaliknya

4:23misal kalau kita punya aset berupa rumah

4:26ee tanah gitu ya. Kalau tanahnya tadi

4:29kita tidak sewakan terus kita beli terus

4:34langsung kita jual terus kita untung

4:36berarti namanya capital game. Tapi kalau

4:38kita punya tanah terus kemudian kita

4:41sewakan ke orang setiap bulan kita dapat

4:44uang atau setiap tahun kita dapat ee

4:47uang sewa berarti kita dapat yil. Terus

4:50kemudian ee di ketika kita menjual kita

4:53akan dapat capital king.

4:56Nah, ini untuk mencari total return.

4:59Total return itu artinya yang jadi semua

5:02penghasilan dari aset tersebut gitu

5:05kira-kira. Nah, jadi total rent berarti

5:08apa yang rutin dan apa yang kapital gain

5:10yang kita dapatkan. Jadi kalau misal itu

5:14adalah saham berarti ee dividennya dapat

5:18berapa? ditambah kalau kita menjual kita

5:20dapat untung berapa

5:23atau sama dengan total range total

5:25return sama dengan y plus price change

5:28atau perubahan harga. Kalau di breakdown

5:31berarti ini kalau untuk yang dividen

5:34berarti dividennya berapa? Ditambah

5:37untuk mencari persentase perubahan

5:40harga. Berarti harga hari ini kurangi

5:42harga kemarin dibagi harga kemarin atau

5:45harga jual dikurangi harga beli dibagi

5:48harga beli.

5:50Nah, persamaan ini merupakan statement

5:54untuk total return bagi semua surat

5:56berharga atau sekuritas yang mempunyai

5:58kedua elemen tersebut.

6:01ya. Tapi kalau ee dia enggak punya

6:04dividen, Bu, ya udah berarti enggak

6:06perlu pakai dividen. Berarti salah

6:07satunya aja.

6:10Oke, ini ada beberapa contoh untuk

6:11menghitung total return. Mm kita kasih

6:14contoh satu dulu aja. Anggaplah

6:16pembelian obligasi pemerintah dengan

6:18kupon 10% dan harga 960 dimiliki selama

6:241 tahun dan dijual dengan harga 1020

6:27dengan face value senilai 1.000.

6:33Oke, berarti yang harus kita hitung

6:36adalah

6:37ee yang akan kita dapatkan secara rutin

6:41adalah 10%. 10% ini kita harus kalikan

6:45dengan 1.000 karena 10% dari nilai pokok

6:48utangnya. Berarti em 10%-nya adalah

6:55100 ya kan 100. Kemudian kita tambahkan

6:58dengan em 960

7:03itu harga kita

7:05beli ya. Berarti selisihnya berapa? 1020

7:09- 960 dibagi harga kemarin 960.

7:13Oke, berarti hasilnya adalah

7:17ini ya. Jadi kalau 100-nya dapat dari

7:19mana? 10% dari ee nilai pokoknya tadi,

7:23nilai pokok utangnya. Oke. Jadi

7:25didapatkan total

7:28return dari obligasi ini adalah 16,67%.

7:33[berdehem]

7:34Nah, begitu juga dengan saham

7:37soalnya tadi. Terus kemudian juga ini

7:41ada total dari waran. Nah, ini adalah

7:43contoh bahwa oh ternyata waran ini tidak

7:46memiliki yield ya. Jadi kalau enggak ada

7:49ya dikasih nol aja. Oke.

7:54Oke. Selanjutnya kita membahas resiko.

7:57Jadi resiko itu adalah kebalikan dari

8:00return. Ketika kita dijanjikan akan

8:02imbalan ini, imbalan itu karena apa?

8:05Imbalan ini karena setiap investasi itu

8:09terpapal oleh resiko. Makanya karena ada

8:11resikonya maka diberikan imbalan gitu

8:14ya. Nah, ee resiko sama return itu

8:17mereka memiliki hubungan yang positif.

8:21Artinya setiap dijanjikan, setiap return

8:25itu menjanjikan return yang tinggi, maka

8:28di balik itu ada resiko yang tinggi

8:30juga. Sebaliknya kalau return-nya itu

8:34cukup rendah sebenarnya resikonya rendah

8:36gitu karena dia aman makanya imbal

8:38hasilnya yang enggak akan sebesar itu.

8:40Nah, ini seperti misal kayak di ketika

8:44kita investasi di deposito bank.

8:48Deposito bank itu return-nya relatif

8:51rendah kalau dibandingkan dengan saham,

8:54obligasi,

8:56dan lain-lain

8:57ya. Kenapa? karena dia resikonya rendah,

9:00semuanya serba fix gitu. Kamu dipastikan

9:04pasti bakal dapat bunga setiap bulan dan

9:07relatif aman karena ee uangnya ya

9:11dikelola oleh bank, terus kemudian

9:14perjanjian resmi apa segala macam. Nah,

9:16makanya dibilang itu adalah investasi

9:20dengan resiko rendah. Beda lagi dengan

9:22kal ketika

9:25kita investasi di saham. Investasi di

9:28saham itu harganya relatif suka naik

9:31turun. Berarti return-nya juga bakal

9:33naik turun. Nah, tapi sekali untung bisa

9:36untung sekali, besar sekali selisih

9:38harganya. Tapi kalau rugi ketika pasar

9:42jelek juga bisa turun sekali. Berarti

9:44return yang tinggi juga di baliknya itu

9:46ada resiko yang tinggi. Jadi

9:48pintar-pintar kita untuk mengelola

9:50resiko dan juga e mengambil investasi

9:53yang sesuai dengan return yang kita

9:55harapkan.

9:57Oke, kita masuk ke bab resiko. Resiko

10:00adalah besarnya penyimpangan antara

10:03return ekspektasi dengan return aktual.

10:06Nah, sebelumnya kan tadi ada ee return

10:09dibagi dua, ekspektasi dan return

10:12aktual. Nah, selisih antara realita sama

10:16ekspektasi atau aktual dan ekspektasi

10:19itu namanya resiko. Semakin banyak

10:23gap-nya itu semakin tinggi resikonya.

10:26Artinya, nah ukuran besaran resiko dalam

10:30ilmu statistik kita biasanya menghitung

10:32menggunakan standar deviasi

10:35dan juga varian. Semakin besar

10:39penyimpangannya, jadi kayak eh

10:44penyimpangan atau gap

10:47antara ekspektasi dan aktual itu

10:49menunjukkan resiko yang semakin tinggi.

10:51Sumber resiko itu ada banyak. Ada resiko

10:55tingkat suku bunga.

10:58Ini artinya ee bagaimana perubahan

11:01tingkat suku bunga akan mempengaruhi

11:03return dari investasi. ada resiko pasar.

11:07Misal ketika harga saham tiba-tiba

11:10IHS-nya jelek gara-gara ada berita

11:12jelek. Misal itu resiko pasar, resiko

11:15bisnis, misal ee suplai

11:19bahan baku harganya mahal gitu. Itu itu

11:23resiko bisnis, resiko inflasi tiba-tiba

11:26harga melonjak tinggi. Terus resiko

11:29keuangan.

11:32Assiko keuangan ini bisa seperti em

11:36kemampuan membayar hutang, terus ee

11:39mungkin

11:41apa namanya suku eh bukan suku bunga ee

11:45nilai tukar yang sifatnya mempengaruhi

11:48keuangan perusahaan.

11:50Yang keenam, resiko likuiditas atau

11:52bagaimana kemampuan perusahaan untuk

11:54membayar utang jangka pendeknya atau

11:56bagaimana dia mengelola uang cashnya.

11:58Ini adalah sumber-sumber resiko. Ada

12:01yang sifatnya eksternal perusahaan yang

12:04tidak bisa dikelola, yang tidak bisa

12:06diatur oleh perusahaan sendiri. Ada yang

12:09masih bisa. Ya, jadi kalau resiko

12:12tingkat suku bunga itu kan di luar di

12:15luar kendali dari perusahaan. Tapi kalau

12:17misal resiko likuiditas itu masih bisa

12:19dikelola oleh perusahaan.

12:22Oke, selanjutnya preferensi investor

12:25terhadap resiko.

12:28Ee dalam melihat resiko, apakah kita

12:31bilang resiko itu tinggi, rendah,

12:34sedang, itu adalah tergantung

12:36preferensi. Jadi, itu sifatnya sangat

12:37subjektif ya. Emm, saya bilang itu

12:42berasiko tinggi, mungkin buat orang lain

12:44itu tidak berisiko. Nah, preferensi

12:47resiko itu dipengaruhi oleh banyak hal.

12:50ee dari yang sifatnya historical misal

12:53kayak dia punya pengalaman terdahulu

12:56tentang ee investasi di saham. Nah, ini

12:59membuat dia menjadi misal kayak trauma

13:01sehingga melihat resiko kecil aja dia

13:04sudah membesar-besarkan. Nah, ada juga

13:06yang karena usia misal biasanya semakin

13:09tua orang itu akan cenderung untuk ee

13:12apa? menghindari resiko. Bisa juga misal

13:15karena jenis kelamin mungkin beberapa

13:17penelitian mengatakan bahwa laki-laki

13:19lebih suka terhadap resiko dan banyak

13:21hal pendidikan. Jadi ee banyak hal bisa

13:26mempengaruhi preferensi investor.

13:28Makanya penggolongan ee resiko tinggi

13:31rendah itu sifatnya preferensi. Nah, ee

13:35biasanya kita mengelompokkannya

13:37berdasarkan tiga. Jadi, ada namanya risk

13:40indifference, yang kedua risk efforce,

13:42dan yang ketiga ris seeking. Yang

13:45pertama risk indifferent adalah kondisi

13:48di mana ketika resiko naik itu tidak

13:52membuat

13:56tidak membuat orang itu

13:59meminta

14:01return-nya dinaikkan.

14:04risk independent ini lebih kayak orang

14:06yang netral. Jadi kayak secara

14:09preferensi terhadap resiko dia tidak

14:11terlalu mempermasalahkan perbedaan

14:13resikonya. Jadi investor ini tidak

14:16menuntut tambahan return meski resikonya

14:19meningkat.

14:21Yang penting kayak oh ee return-nya

14:24tinggi, oh ya udah gitu. Jadi dia tidak

14:27terlalu memikirkan ee terhadap resiko

14:31atau biasa kita sebut sebagai risk

14:33natural.

14:35Ada yang namanya risk avers. Ini tipe

14:38yang menghindari resiko. Jadi kalau

14:40resikonya naik maka investor minta

14:44kompensasi berupa expected return yang

14:47lebih tinggi.

14:50Nah, biasanya secara umum itu orang

14:54secara

14:55rasional itu akan melakukan rise. Jadi,

14:59dia akan menghindari resiko. Jadi ketika

15:02harusnya ketika resiko tinggi dia minta

15:05return yang tinggi. Tapi dalam dunia

15:08nyata

15:09itu terkadang orang itu melakukan ini

15:12karena memang dia suka aja sama resiko

15:16yang ketiga dari seeking. Ini adalah

15:20tipe yang menyukai resiko.

15:23Jadi ketika resikonya naik dia akan

15:27menerima walaupun return-nya ternyata

15:30turun. Nah, jadi ee yang ini adalah

15:34netral. Yang kedua adalah ee menghindari

15:38resiko. Yang ketiga ini adalah tipe yang

15:41menyukai resiko. Jadi yang menyukai itu

15:44investor bersedia mengambil resiko yang

15:46lebih tinggi meskipun tidak memperoleh

15:48tambahan return.

15:53Dalam teori keuangan itu ee rasionalnya

15:57itu orang menghindari resiko. Jadi

15:58ketika ada resiko naik maka returnnya

16:01harusnya naik. Tapi dalam dunia

16:03kenyataan ada orang yang ris netral atau

16:06ris indifferent. ada orang yang justru

16:09suka adrenalin dengan mencari resiko

16:11atau rising.

16:14Oke, selanjutnya kita akan menghitung eh

16:17resiko of a single asset atau menghitung

16:19resiko dari aset investasi yang satu.

16:23Misal kayak kita punya saham perusahaan

16:26A, ya sudah kita menghitung resiko saham

16:28A itu berapa sih? Nah, rumusnya adalah

16:31yang pertama untuk mencari resiko.

16:35Karena resiko tadi adalah

16:37gap antara expected sama actual, maka

16:40kita nyari expected return-nya dulu.

16:42Expected return didapatkan dari R * PR.

16:47R ini adalah eh return aktual dikali

16:52dengan probabilitas kejadiannya.

16:56Probabilitas adalah suatu peluang

16:58terjadinya peristiwa. Semakin kita yakin

17:01itu kejadian, semakin kita ngasih

17:03probabilitas yang semakin tinggi.

17:06Oke. Oke. Ee misal kita di sini punya

17:11contoh, kita punya investasi yang

17:17ee

17:19actualnya kayak tahun lalu gitu ya.

17:21tahun lalu itu dia memberikan return

17:24sebesar 18%.

17:27Nah, kita mau tahu bahwa nanti next-nya

17:31expected-nya berapa ya kalau tahun lalu

17:3318%.

17:35Nah, expected itu kan kalau bisa jangan

17:37terlalu kita tinggi banget. Misal kayak

17:40kita bikin tiba-tiba 25%. Nah, ini kan

17:44agak-agak terlalu

17:47apa namanya? tidak realistis gitu.

17:50Supaya expected yang kita bikin ini

17:52menjadi realistis, maka biasanya kita

17:54bikin probabilitas. Ee probabilitas ini

17:58biasanya berdasarkan dengan kondisi

18:00ekonomi gitu. Misal oke tahun lalu itu

18:03kita anggap sebagai normal, tapi

18:05bagaimana kalau tahun ini tuh bakal

18:08kejadian bagus terus ee nanti

18:12ternyata ee return-nya akan tinggi? Nah,

18:15jadi kita bisa bikin tiga skenario.

18:18Oke, let's say 1 tahun ke depan ini

18:20bakal ada tiga kejadian baik, normal,

18:23dan buruk gitu. Kita tinggal ee bikin

18:27probabilitas kejadiannya aja. Kira-kira

18:29peluang kejadian yang paling banyak itu

18:30yang mana gitu. Jadi ketika kita bikin

18:33expected return itu bisa lebih emm

18:38apa namanya?

18:40Actual gitu. Jadi tidak terlalu tinggi,

18:42tidak terlalu rendah gitu. Ada orang

18:44juga yang dia bisa aja membuat

18:46kondisinya itu sampai lima, baik sekali,

18:48sangat buruk, dan seterusnya. Itu

18:50tergantung rincian setiap orang akan

18:53kondisi selama ee setahun gitu. Misal

18:56setahun atau tergantung periode mereka.

18:59Oke, ini kita contohkan

19:01bikin tiga skenario baik normal, buruk.

19:05Baiknya kita probabilitas

19:06probabilitasnya

19:08adalah 30% normal 40% buruk 30%.

19:11Probabilitas ini bagaimana cara

19:13menentukannya itu sifatnya subjektif.

19:16Setiap orang bisa beda-beda. Tapi

19:17biasanya yang normal akan lebih banyak

19:19karena kan ini kejadian yang oh mungkin

19:23minimal samalah kayak tahun sebelumnya

19:25berarti yang normal-normal aja gitu.

19:26Tapi terny tapi kalau misal kita yakin

19:30bahwa kayaknya nanti bakal lebih tinggi

19:34deh kejadiannya, nah kita bisa pakai

19:36misal baiknya lebih tinggi juga enggak

19:37apa-apa. Jadi ini tergantung preferensi

19:41setiap orang juga gitu dan juga em

19:43forecast dia akan kejadian seperti apa.

19:46Nah, misal kalau yang normal ini

19:49biasanya yang kita punya datanya 18% ini

19:51biasanya yang kejadian actual tahun

19:54sebelumnya atau periode sebelumnya.

19:57Kalau kejadian normal bakal dapat 18%.

20:00Terus oke kita asumsikan kalau baik

20:02mungkin dia akan naik 2% jadi 20% kalau

20:05buruk jadi 15%.

20:08Selanjutnya ee ini juga seperti yang

20:11tadi,

20:13cuma dia ini lebih rigid. Dia bikin lima

20:15skenario dari yang normal cukup resesi,

20:18resesi dan seterusnya. Seperti yang kita

20:20tahu kalau semakin kondisinya ekonomi

20:24semakin baik akan dia semakin tinggiin

20:26return-nya. Nah, tapi yang normal ya

20:29yang ini yang aktual dari tahun

20:32sebelumnya. Nah, di sini probabilitasnya

20:35ternyata kenapa sangat baiknya dia 30%

20:38ya karena dia yakin bahwa oh tahun depan

20:40pasti bakal

20:43sebagus itu gitu. Maka probabilitasnya

20:45paling tinggi. Ini berarti dia

20:48optimis gitu ya. Oke, kalau kayak gitu

20:51ya udah rumusnya tinggal kamu kaliin aja

20:54antara return kali probabilitas ditambah

20:57return kali probabilitas tambah return

20:59kali probabilitas dan seterusnya

21:01ditambahin semuanya.

21:04Ini salah kayaknya. Ini harusnya tambah

21:06ya. Tambah semua pokoknya.

21:09Hasilnya adalah 15,2%.

21:12Berarti ini adalah expected return ya.

21:17Actual return-nya yang mana? Actual

21:19return-nya ya yang normal tadi gitu ya.

21:23Oke, kita sudah punya actual return dan

21:26eh expected return. Sekarang kita

21:28menghitung standar deviasi.

21:32Standar deviasi dari namanya aja.

21:34Deviasi itu artinya penyimpangan.

21:36Sedangkan standar ya standar. Jadi

21:38penyimpangan dari standarnya.

21:41Standarnya A tapi dia melenceng ke B.

21:43Berarti itu ada penyimpangan.

21:45Nah, jadi menghitung seberapa banyak

21:47penyimpangan dari standar atau dari

21:50expected return. Kita punya ekspektasi

21:52segini tapi kok realitanya segini.

21:56Nah, rumus untuk menghitung varians dan

22:00standar deviasi ini sebenarnya sudah

22:02kalian dapatkan di matematika ekonomi

22:05atau standar atau di statistik

22:07sepertinya ya. Nah, ini adalah rumusnya

22:12yang atas ini adalah varians. Jadi ini

22:16kumpulan dari probabilitas dikali

22:20return dikurangi expected return. Jadi,

22:22ini actual return selisih ya. Jadi

22:24selisih antara return dan expected

22:28return dikalikan dengan probabilitas.

22:31Sedangkan untuk mencari standar deviasi

22:33kita akar [tertawa] dari varians. Ya,

22:36jadi ini tinggal di

22:39ee apa namanya? Dipinggirkan, di pindah

22:42ruas.

22:44Jadilah standar deviasi.

22:47Oke, terus selanjutnya rumus selanjutnya

22:49ada coefficient of variation adalah

22:53untuk mengukur dan menggambarkan

22:54hubungan resiko.

22:57Rumusnya adalah standar deviasi return

23:01dibagi dengan return ekspektasi.

23:05Ya, rumus ini tuh nanti bisa memberikan

23:08jawaban bahwa oh mendapatkan ekspektasi

23:12segini

23:13atau return segini kamu itu menerima

23:16standar deviasi segini relate enggak?

23:20Worthed apa enggak gitu ya.

23:23Oke, kita punya contoh untuk menghitung

23:25standar deviasi dari awal.

23:28ee ini adalah rumus yang harus kita

23:31ikutin. Oke. Terus kemudian kita punya

23:36return.

23:38Ini adalah return yang kita punya dengan

23:42probabilitas yang ada. Oke, seperti yang

23:45kita tahu tadi bahwa expected return

23:48adalah total dari return kali

23:51probabilitas.

23:52Oke, tugas kita yang pertama adalah kita

23:55harus mencari er dulu. expected return.

23:59Berarti untuk mencarinya adalah return

24:03kali probabilitas

24:060,07 * 0,2 = 0,014.

24:10Yang ini makanya ada 1 * 2 ini 1 * 2

24:13yang ini. Oke. 0,02 dari mana? 0,01 *

24:180,2 = 0,002 dan seterusnya. Terus

24:23kemudian kita total dapatlah 0,080.

24:27Berarti ini nilainya adalah 0,80.

24:32Selanjutnya kita ikutin lagi rumusnya.

24:35Kita butuh R - E er. Berarti kita butuh

24:40return ini kita kurangi dengan expected

24:42return-nya kan kita butuh selisih antara

24:45return sama ekspektasi kita. Oke,

24:49return-nya adalah 0,07.

24:52Ekspektasi kita 0,08. Selisihnya berapa?

24:55Berarti ini kurang ini sama dengan -0.

25:01Lanjut lagi. 0,01 - 0,08 - 0,07

25:070,08 - 0,080

25:10= 0,00 dan seterusnya. Oke, kita sudah

25:14dapat ini. Selanjutnya kita sesuaikan

25:17lagi dengan rumusnya. Kita butuh

25:21emm dipangkatkan dengan 2

25:26ya. Ini maka kita pangkatkan 2 ini kita

25:31butuh dipangkat 2 berarti -0,0

25:35-0,010

25:37dipang 2 = 0,001.

25:41ini juga pangkat 2^ 2^ 2^ 2 dapatlah

25:44ini.

25:47Setelah kita dapat ini, kita butuh ini

25:49sudah selesai berarti sampai di pangkat

25:51sini kita butuh dikalikan dengan P atau

25:54probabilitas masing-masing. Berarti ini

25:57kita kalikan dengan

25:590,2. 0,0049 dikalikan dengan 0,2 dan

26:04seterusnya

26:06kalikan dengan probabilitasnya.

26:08Setelah sudah

26:11kita tinggal sigma. Nah, sigma ini

26:13artinya total. Total dari apa? Total

26:15dari seluruh ini. Oke.

26:19Di total variansnya adalah 0,00202.

26:25Jadi, artinya

26:28variasi dari data ini sebesar 0,00202.

26:33varians ini belum mencerminkan standar

26:36deviasi atau resikonya karena tadi masih

26:39harus diakar. Nah, vari ee akarnya ini

26:430,02.

26:44Kalau rumus ee rumus dari akar itu

26:49biasanya kita tinggal tarik kita

26:50pangkatkan 1/2

26:54di 0,002

26:5802^ 1/2 = 0,0449

27:02atau 4,49%

27:05yang artinya resiko dari return ini,

27:09resiko dari

27:11investasi ini adalah 4,4 49% atau adanya

27:17penyimpangan antara return sama

27:20expected-nya itu sebesar 4,49%.

27:24Semakin tinggi standar deviasinya

27:26artinya semakin tinggi

27:29ee resikonya.

27:33Di sini juga ada coefficient

27:36variation.

27:38Jadi ini melihat seberapa besar resiko

27:41yang ditanggung untuk setiap 1 unit

27:44return. Nah, hasilnya adalah 0,56125

27:49didapatkan dari eh standar deviasi

27:53dibagi dengan expected return. Nah,

27:56kalau kita dapat angka 0,56 ini artinya

27:59setiap satu unit expected return, setiap

28:03satu expected return kita harus

28:07menanggung resiko sebesar 0,5.

28:13Semakin tinggi

28:15coefficient variation, maka resiko

28:18relatif juga semakin tinggi.

28:24Nah, ini beberapa

28:27apa? Konsep definisi dari setiap elemen

28:30yang ada di risk and return. Eh,

28:34selanjutnya di sini ada namanya CAPM

28:37atau capital asset pricing model.

28:41Ini adalah pendekatan lain untuk

28:42menghitung expected return. Jadi kalau

28:46yang sebelumnya tadi kita bahas expected

28:49return itu dapatnya dari data historical

28:53return sebelumnya. Kalau yang CAPM ini

28:57perhitungan return wajar atau expected

29:00return yang wajar itu sesuai dengan

29:02resiko sistematik atau resiko yang ada

29:05di pasar. Jadi disesuaikan dengan resiko

29:08yang ada di pasar.

29:11Nanti kita akan bahas setelah ini.

29:15Sebelumnya tadi kita sudah bahas tentang

29:17koefisien variasi atau koefisien

29:20variasi. Nah, ini biasanya akan lebih

29:22terpakai kalau kita

29:25menghadapi dua pilihan. Jadi, ada

29:27investasi A atau invasi investasi B.

29:31Terkadang

29:32ada investasi yang misal A itu return

29:36yang diharapkan atau expected return-nya

29:39lebih tinggi

29:41dan B itu standar deviasinya yang lebih

29:44rendah. Jadi kita memilih yang

29:45ekspektasinya apa? Return dijanjikannya

29:48tinggi atau nyari yang return-nya yang

29:51apa? Resikonya yang rendah.

29:54Nah, eh kalau kita menghitung koefisien

29:57variasi ini kita bisa tahu kan resiko

30:00per unit dari return itu berapa. 1

30:02return itu berapa sih resikonya? Nah,

30:05ini akan lebih bermakna kalau dipakai

30:07untuk pengambilan keputusan untuk dua

30:10alternatif

30:12em dari investasi

30:14atau dua alternatif yang memiliki

30:16ekspektasi tingkat pengembalian yang

30:19tidak sama.

30:21Contoh penggunaan koefisien variasi.

30:23Misal ketika ada dua project, terus

30:26kemudian

30:28project A itu menjanjikan setelah kita

30:31hitung return yang diharapkannya adalah

30:3360%. Sedangkan yang B expected returnnya

30:37adalah 10%. Kalau dari sini tentu kita

30:40akan milih return expected yang paling

30:42tinggi. Kita tentu akan milih yang A.

30:46Oke, karena dia 60% sendiri nih kalau

30:49standar deviasi.

30:52Mm kalau kita lihat tentu kita akan

30:54milih yang rendah ya. Kita akan milih ya

30:57kalau bisa resikonya yang rendah. Nah,

30:59ini kan berarti berlawanan. Kalau kita

31:02mau return tinggi kita butuh 60, kita

31:04butuh yang A. Kalau kita mau resiko yang

31:06rendah, kita butuh yang P. Nah, biar

31:09lebih fair, kita bisa pakai koefisien

31:11standar eh koefisien variasi ya.

31:15Rumusnya adalah standar deviasi dibagi

31:16dengan expected 0,25 dan 0,3.

31:21Nah, dari sini kita sudah tahu nih untuk

31:23dapat satu return di A kita tuh

31:26menghadapi 0,25

31:28resiko. Untuk mendapat 1 return di B,

31:31kita menghadapi 30%

31:34atau 0,3

31:38resiko. Nah,

31:41lebih tinggi yang proyek B. Berarti

31:44project B sebenarnya malah lebih

31:46berisiko daripada proyek A. Walaupun

31:48kelihatannya segini besar, tapi

31:51perhitungannya worthed-wartedannya

31:53antara A sama B dibandingkan dengan

31:55return-nya juga itu lebih bagus yang B

31:59karena return harus setiap satu return

32:02harus menghadapi resiko 0,3.

32:05Sedangkan setiap satu yang di sini

32:09setiap satu return menghadapi 0,25.

32:11Padahalnya gedean ini. Berarti kita

32:13mending pilih yang A.

32:17Oke. Eh, selanjutnya ini ada di buku

32:20kalian. Silakan kalian buka. Ada namanya

32:23Rus of Portofolio. Jadi tentu kalau tadi

32:28kan kita cuma ngomongin resiko single

32:30aset atau aset cuma satu. Tapi gimana

32:33kalau kita punya investasi aset yang

32:34lebih dari satu? kita sebutnya sebagai

32:37portofolio. Portofolio investasi adalah

32:40sekumpulan aset atau instrumen penanaman

32:44modal seperti saham, obligasi, reksta

32:47dana, emas, hingga properti yang

32:50dimiliki oleh individu untuk atau

32:52lembaga untuk mencapai tujuan keuangan

32:54tertentu. Jadi misal saya punya saham A,

32:59saya punya obligasi, saya punya

33:01reksadana, berarti dikatakan saya punya

33:03portofolio karena bukan cuma satu aset

33:05saja.

33:07Atau mungkin ketika saya punya saham A,

33:10saham B, saham C, itu berarti saya juga

33:13punya portofolio

33:15karena berbeda-beda kan. Nah, portofolio

33:17itu digunakan biasanya untuk mengurangi

33:22resiko. Resiko itu tidak bisa hilang,

33:24tapi resiko itu bisa dikurangi dengan

33:26portofolio. Kenapa? Karena kalau kita

33:29punya aset yang berbeda-beda di

33:32portofolio itu, maka uang kita itu tidak

33:36bergantung ke satu aset aja. Misal nih,

33:38kalau saya punya uang, saya beliin saham

33:41semuanya, terus tiba-tiba IHSG jelek,

33:45rontok semua.

33:46Terus kemudian saham-saham saya turun

33:49semua, rugi semua. Nah, itu itu akan

33:52membuat saya merugi. Nah, untuk

33:54mengurangi resiko, ada baiknya uang kita

33:56itu jangan ditaruh di saham semua.

33:59Misal, oh sahamnya 40%, saya taruh

34:02selanjutnya di obligasi 20%. Oh, ada

34:05yang aman juga taruh di emas berapa

34:07persen. Jadi ketika terjadi sesuatu di

34:10saham, emas dan yang lainnya kan enggak

34:13ikut gitu. Nah, itu adalah konsep dari

34:16perlunya membuat portofolio investasi.

34:19Nah, kalau aset sudah lebih dari satu

34:22dan jadi portofolio, cara menghitungnya

34:24juga akan berbeda.

34:27Nah, makanya di sini dikatakan

34:30portofolio itu

34:33tugasnya atau tujuannya itu tidak

34:35meningkatkan return. Jadi kalau kita

34:38punya kita punya uang Rp10 juta, terus

34:40kemudian kita alokasikan ke saham R

34:43juta, ke mana sih R juta dan seterusnya

34:45itu itu sebenarnya tujuan utamanya bukan

34:48untuk meningkatkan return. Tapi kalau

34:50emang nanti return-nya meningkat ya

34:52alhamdulillah. Tapi tujuannya bukan itu.

34:54Tujuannya hanya menetralkan resiko

34:58ya atau mengurangi resiko terutama untuk

35:02aset yang resikonya tinggi. Tadi yang

35:04seperti Ibu bilang kalau semuanya

35:06ditaruh di saham, saham itu resikonya

35:07tinggi. Kalau tidak apa-apa hilang uang

35:09kita. Jadi mending kita netralkan dengan

35:12uang kita. Ada yang kita taruh di aset

35:14yang lebih aman. Nah,

35:22nah walaupun itu secara umum tidak bisa

35:24meningkatkan return, tapi ada feedback

35:27atau ya ada karena kita menetralkan jadi

35:30ada pengurangan return biasanya tapi ya

35:33tidak sebanyak dengan ee pengurangan

35:36resikonya.

35:39Jadi risk and the outcome, risk dan

35:42return dari portofolio itu adalah

35:44kombinasi dari semua investment yang

35:47kita miliki dalam portofolio tersebut.

35:50Nah, dalam portofolio kita akan mengenal

35:54namanya correlation atau korelasi. Jadi

35:57menunjukkan

35:59seberapa korelasinya antara aset yang

36:02kita miliki dalam satu portofolio.

36:05Kalau kita punya aset yang sama dalam

36:08satu portofolio, ya buat apa kita buat

36:10portofolio? Itu tidak bisa mengurangi

36:13resiko.

36:15Ya, di sini ada tiga korelasi. Ada yang

36:18perfect positif, ada yang uncorrelated

36:21atau tidak terkorelasi sama sekali. Yang

36:23ketiga, perfect negatif.

36:26Yang pertama kalau perfect positif atau

36:28plus 1 itu one way investment. Berarti

36:32sebenarnya investasinya di lingkungan

36:34yang sama.

36:36Ketika kita punya misal dua A sama B.

36:40Kalau dia korelasinya positif berarti

36:42ketika aset A naik,

36:46aset B ikut naik. Berarti dia positif

36:48namanya. Kalau dia pos bulat nih,

36:51positif 1 berarti ketika yang satu naik

36:541.000, yang satunya juga ikut naik

36:551.000. Nah, tapi kalau dia positif 0,5.

37:00Nah, berarti ketika ini naik 1, ini naik

37:010,5.

37:03Jadi, ee perfect positif ini berarti dia

37:06sangat korelasinya sangat dekat ya.

37:11Kayak sama aja. Misal

37:13kamu punya kamu kamu punya portofolio,

37:17tapi portofolionu tuh di industri yang

37:19sama. Misal seperti

37:21emm kamu punya

37:25saham itu BCA sama Mandiri. Nah, mereka

37:29kan industri yang sama. Jadi kalau ada

37:31resiko kejadian misal ada

37:35suku bunga naik misal, nah resiko yang

37:38bakalan kedampak itu ya dua-duanya gitu.

37:40Jadi ini tugasnya berdua ini tidak

37:42mengurangi resiko karena sama mereka.

37:45Yang kedua uncorrelated atau nol ini

37:49direction of investment cannot be

37:51defined. Artinya mereka tidak

37:53terkorelasi.

37:55Ee

37:58biasanya misal ketika satunya naik,

38:00satunya bisa turun, bisa naik. Jadi

38:02mereka tidak terkorelasi. Biasanya

38:05nilainya kalau 0 banget sih susah, tapi

38:07biasanya 0,1 0,00 berapa? berarti mereka

38:10tidak ada korelasinya.

38:12Ini seperti misal kayak korelasi antara

38:21misal kita punya investasi saham dengan

38:24emas gitu ya, mungkin [berdehem]

38:27ee faktor penggeraknya itu berbeda.

38:31Jadi perubahan saham tidak selalu

38:34diikuti dengan perubahan emas gitu.

38:36Misal IHSG turun. Oh, Mas enggak ngaruh

38:38nih. Itu berarti dia uncorrelated.

38:41Sedangkan yang ketiga, perfect negatif

38:44atau artinya kontras. Ee ketika satunya

38:47naik, dia bisa turun, satunya turun dia

38:50naik gitu ya. Nah, kalau 1 itu berarti

38:53benar-benar perfect. Walaupun di dunia

38:54ini sebenarnya enggak ada yang perfect

38:56positif, perfect uncorrelated, dan

38:59perfect negatif.

39:02ee adanya ya biasanya

39:060 koma berapa plus berapa. Jadi dia

39:09enggak yang fly correlated on or

39:12uncorrelated.

39:14Nah, misal kalau yang perfect negatif

39:18misal antara saham sama obligasi

39:21pemerintah dalam kondisi tertentu itu

39:23bisa bergerak di lawanan karena investor

39:27bisa berpindah dari aset yang berisiko

39:30ke aset yang lebih dianggap tidak

39:34beresiko sama sekali gitu. Jadi ketika

39:37saham itu harganya turun

39:41bisa jadi em

39:46harga dari obligasi pemerintah itu malah

39:49semakin naik karena ada perpindahan

39:52investor.

39:54Nah, jadi ini adalah korelasi antara

39:58apa yang ada dalam portofolio.

40:00Idealnya yang kita pilih adalah yang

40:02negatif, tapi mungkin enggak yang

40:04perfect ya, tapi yang semakin negatif

40:06sebenarnya semakin bagus karena dia akan

40:09mengurangi dari resiko.

40:13Kalau yang uncorrelated ya jadinya efek

40:16dari menetralkan jadi enggak ada karena

40:18kan dia enggak terarah aja. Nah,

40:20sedangkan kalau yang perfect positif ini

40:23yang paling tidak bisa untuk portofolio.

40:28Oke, jadi ini contohnya ya. Portofolio

40:31with a negative correlation is a good

40:33portofolio. Jadi yang paling bagus yang

40:35negatif cuma ya jangan satu walaupun di

40:38dunia di dunia nyata juga biasanya

40:40enggak ada negatif [berdehem]

40:41sat. Terus yang paling bagus itu yang

40:43negatif because the loss of an asset can

40:46be covered by the profit of another

40:48asset. Jadi, adanya kerugian di aset A

40:51bisa meng-cover eh deep profit di aset

40:55yang lain. Tapi kalau korelasinya

40:58positif, the portofolio are not

41:00different with the single asset. Jadi

41:02enggak ada bedanya dengan single asset.

41:04Karena ketika satunya rugi ya ikut rugi

41:06juga. Jadi ngapain kita bikin

41:07portofolio?

41:09Padahal tujuan portofolio adalah

41:11menetralkan

41:13ee resiko atau mengurangi resiko.

41:19Selanjutnya ini adalah perhitungan dari

41:21riset dengan pendekatan yang lain yaitu

41:24capital aset pricing model atau APM.

41:27Kalau [berdehem] sebelumnya Ibu tadi

41:28sudah menjelaskan tentang bagaimana

41:31membuat expected return tapi dengan data

41:33histor historical. Kalau ini membuat

41:37expected return tapi dari sudut pandang

41:39pasar.

41:41Nah, em

41:44ini adalah sebuah model yang membuat

41:46expected return itu berdasarkan seberapa

41:49berisikonya aset tersebut.

41:52Nah, eh di capital aset pricing model

41:55itu mengenal bahwa resiko itu ada dua.

41:58Ada resiko sistematis dan tidak

42:01sistematis. di sini ada ya resiko

42:05unsystematic atau tidak tersistem

42:08adalah resiko yang diversifia

42:14risk atau resiko yang bisa

42:16diversifikasi.

42:18Artinya resiko yang bisa diversifikasi

42:20itu apa? Risiko yang dia itu bisa

42:23dikurangi dengan menggunakan

42:25diversifikasi aset. Diversifikasi aset

42:28itu maksudnya adalah portofolio. Jadi,

42:32ada resiko yang bisa dikurangi dengan

42:36portofolio, ada resiko yang tidak bisa

42:39dikurangi dengan portofolio.

42:42Yang unsystematik ini berarti yang bisa

42:46dikurangi dengan membuat portofolio.

42:51Makanya dibilang unsystematic, tidak

42:53sistematik. Berarti dia tidak

42:55sistematik.

42:56Kalau ada satu kejadian itu tidak

42:59kejadian ke perusahaan-perusahaan

43:01lainnya atau aset-aset lainnya.

43:04Misal seperti ee

43:08resiko

43:11resiko dari bea cukai rokok, resiko

43:15peningkatan

43:17ee taraf-tarif

43:19beacai rokok. Peningkatan tarif biaya

43:22cukai rokok itu hanya akan terdampak

43:25pada perusahaan-perusahaan di industri

43:28rokok aja, di sektor rokok aja. Berarti

43:31ini adalah unsystematic risk, resiko

43:34yang hanya terkena pada industri

43:36tertentu. Nah, ini itu bisa dikurangi

43:40enggak resikonya dengan portofolio?

43:42Bisa. Dengan cara ya kita jangan punya

43:45uang taruh di saham rokok semua. ada

43:48yang taruh di saham perbankan, ada yang

43:50di food and beverage dan seterusnya.

43:53Berarti itu adalah diversif, jadi resiko

43:56yang melekat pada perusahaan tertentu

43:59atau melekat pada industri tertentu.

44:02Oke. Sedangkan kalau yang nonversif risk

44:06atau tidak bisa diiversifikasikan

44:08resikonya, tidak. Walaupun kamu punya

44:11portofolio yang beragam isinya, dia

44:14tidak bisa berkurang. Kenapa di sini

44:17dibilang sistematik? Karena tersistem.

44:20Tersistem artinya kalau kejadian apa-apa

44:22ya kena aja semuanya. Misal ee kejadian

44:26kemarin COVID gitu. Covid itu yang

44:29melanda ke semuanya atau enggak em

44:34resiko politik gitu. Nah, kena kok

44:37semuanya inflasi gitu. Nah, itu

44:39sistematik semuanya pasti kena gitu.

44:42Nah, jadi eh di sini dikatakan asset is

44:47related to certain company. Jadi

44:49[berdehem] dia relate ke company ya

44:52tertentu aja, perusahaan tertentu.

44:54Random cause eh penyebabnya tergantung

44:58dari company tersebut dan bisa dikurangi

45:03dari diversifikasi. Sedangkan ini

45:05sebaliknya. Nah, ini adalah ee

45:10kurva dari

45:13pada diversif risk dan juga undiversif

45:16risk. Kalau kita sebut resiko itu ada

45:19dua,

45:21berarti total res berarti

45:24diversavable risk dan un dan nondable

45:27ris ini total resikonya.

45:30Nah, ini adalah yang naik ke atas. Ini

45:33adalah portofolio. Yang ini banyaknya

45:37aset atau sekuritas dalam portofolio

45:39tersebut.

45:41Kalau kita cuma punya satu ya, kalau

45:44kita cuma punya satu

45:47saham gitu misal kamu akan mendapatkan

45:50total resiko segini.

45:54kita akan menerima resiko yang tidak

45:56sistematis dan unsistematis. Rasiko

45:59tidak sistematis dan sistematis gini.

46:03Tapi kalau kita menambah aset yang lain

46:06misal kayak oh satu tadi saya punya bank

46:08aja. Oke saya nambah saya punya lima. 5

46:12ini ternyata beda-beda ee asetnya.

46:16Berarti kan

46:18saya sedang membuat portofolio

46:21diversifikasi. Ini akan membuat

46:25total resiko saya turun. Kenapa bisa

46:28turun? Karena diversifable ris-nya

46:31turun.

46:33Kenapa bisa turun? Karena tadi ada

46:35korelasi tadi yang sebelumnya kita sudah

46:38ee buat kan. Jadi korelasinya negatif.

46:41Jadi dia bisa menurunkan oh ada resiko

46:43di sini tapi dia turun kena ini dan

46:45seterusnya. Nah semakin banyak

46:48sebenarnya ee apa namanya aset yang kita

46:51miliki di portofolio tersebut

46:55ini akan mengurangi total resiko yang

46:57kita dapatkan. Oke,

47:00sampai di titik tertentu

47:03atau udah optimal biasanya

47:07ee

47:10resiko itu sudah tidak bisa turun lagi

47:13walaupun kita sudah punya banyak ee

47:15saham di portofolio kita. Karena yang

47:18tersisa itu adalah resiko

47:23tidak ee resiko sistematis aja atau

47:26tidak bisa diversifikasikan.

47:30Ya, jadi pada akhirnya kita bisa

47:32menghilangkan resiko diversifable, tapi

47:34yang namanya sistematik itu tetap tidak

47:37bisa. Tetap ada ee resiko inflasi,

47:41resiko yang sifatnya makro gitu ya. Tapi

47:45berarti ini menandakan bahwa adanya

47:48portofolio itu bisa mengurangi resiko

47:52khususnya pada resiko unsystematic atau

47:55diversifable ris gitu ya. Oke, jadi ini

48:00adalah figur 8.7 yang menunjukkan risk

48:03reduction atau pengurangan risiko

48:06dalam portofolio risk and

48:08diversification.

48:10Nah, di sini ada rumus dari CAPM

48:14atau capital asset pricing model. Nah,

48:16CAPM ini rumusnya adalah intinya

48:19expected return dihitung berdasarkan

48:22em ketika kita membuat ekspektasi return

48:27investasi itu adalah

48:31karena kita berinvestasi di aset yang

48:35lebih berisiko,

48:37maka kita juga

48:40ee berharap ada imbalan lebih dari ee

48:43daripada kita berinvestasi di aset yang

48:47tidak berisiko.

48:49Misal kalau kita berinvestasi di saham

48:52unilever,

48:54tentu expected return yang normal atau

48:58expected return yang logis adalah tentu

49:01kita maunya return-nya itu di atas

49:03ketika kita deposito ke bank. Tapi kalau

49:07sama aja yang mending kita deposito ke

49:09bank saja. Makanya rumus CM adalah eh

49:15risk free.

49:17Risk free ini anggapannya adalah return

49:20minimal. Jadi

49:23risk free itu bisa dibilang

49:26return

49:28yang diperoleh

49:30ketika kita ke ketika kita investasi ke

49:34aset yang free resikonya. Aset itu

49:37seperti apa? bisa seperti deposito atau

49:40surat utang yang dikeluarkan oleh

49:42pemerintah itu kan

49:44sifatnya itu lebih ke resikonya itu nol

49:49return-nya memang kecil gitu.

49:52Di sini kita bisa pakai

49:55RF atau R free rate atau return di

49:59aset yang ris free. Minimal kita dapat

50:02itu. Oke. Tapi tentu enggak mau sama

50:05dengan itu. Ada namanya

50:08ris premium. Nah, ini adalah risk

50:11premium

50:12ya. Yang kuning ini

50:23ya. Ini adalah ris premium atau

50:27return tambahan karena kita menghadapi

50:30resiko tambahan.

50:32Yang RF ini. Hm. Ini adalah kompensasi

50:36minimal ya. Kita maunya sama tapi enggak

50:39mau mau sama sama plus ke tambahan ini.

50:42Karena kan kita investasi di saham misal

50:45kita investasi di saham jadi harus ada

50:48tambahan kompensasinya. Nah, terus

50:51kemudian rumusnya itu adalah RF plus

50:55beta beta. Beta ini adalah em korelasi

51:00antara

51:02saham kita atau aset kita dengan pasar.

51:06Nah, ini biasanya kita bisa cari di

51:12internet ada gitu ya. Jadi misal kayak

51:14beta saham unilever. Nah, itu biasanya

51:17sudah ada perhitungannya. Kita enggak

51:19perlu repot-repot lagi menghitung.

51:23Biasanya kita bisa cari di Pvindo. Nah,

51:26mereka udah membuat e tabel beta. Terus

51:30selanjutnya

51:32KM ini adalah market return.

51:36Market return itu kalau di saham ada IHS

51:39misal. Jadi ini adalah selisih antara

51:44return pasar atau IHS dikurangi return

51:48free. Nah, kalau ada selisihnya kita

51:50kalikan dengan betanya. Oke.

51:57Oke. Selanjutnya ini adalah PR

52:01untuk teman-teman ada dua project ada

52:04run aset dan agasa aset. Tugas kalian

52:07adalah menghitung resiko masing-masing

52:09dari mereka. Berapa standar defikasinya,

52:12berapa expect return-nya, dan

52:14seterusnya. Terus kemudian antara kedua

52:16ini kamu pilih yang mana, mana yang less

52:19risky, mana yang kamu pilih dan

52:21seterusnya.

52:22Dan juga ada dua PR-nya. Yang ke dua

52:27adalah nomor 4 ini ada di handout kalian

52:31menghitung CAPM, hitunglah betanya,

52:34hitunglah require return dan seterusnya

52:36dengan ee setiap ABC ini ada

52:39ketentuannya.

52:40Oke. Baik. Emm untuk

52:44pertemuan hari ini selesai. Terima

52:46kasih. Jika ada pertanyaan silakan

52:48ditanyakan

52:50ee bisa lewat chat ataupun di Google

52:52Classroom atau kalau kita ketemu minggu

52:56depan di kelas bisa ditanyakan juga.

52:58Terima kasih. Wasalamualaikum

53:00warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Recently added transcripts

Browse the whole transcript library

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com, free, unlimited, no sign-up.