Full transcript
0:00[musik]
0:05[musik]
0:12[musik]
0:25[musik]
0:32Legenda batu menangis.
0:35Pada [musik] zaman dahulu di sebuah
0:38bukit yang jauh dari desa tinggallah
0:41seorang ibu petani bernama Ibu Enggang.
0:46Ia [musik] bekerja menanam sayuran untuk
0:48dijual di pasar.
0:50Syukurlah hari ini [musik] cukup banyak
0:53sayur yang bisa dijual.
0:58Hmm, cuacanya panas sekali. Aku butuh
1:01minum,
1:03Nak. Anakku, bisakah Ibu minta tolong
1:06ambilkan segelas [musik] air putih?
1:09Sang ibu mempunyai seorang anak gadis
1:12yang cantik bernama Putri Sorea.
1:15Hm.
1:16Namun sayang, putrinya mempunyai
1:19peringai yang tidak sama dengan
1:21kecantikannya. Nak, Nak, ibu kan bisa
1:25mengambilnya sendiri. Tidakkah Ibu lihat
1:28aku sedang sibuk? Baiklah, [musik]
1:30kuambil sendiri saja.
1:33Sang anak sungguh pemalas dan manja.
1:36Setiap hari ia hanya bersolek dan
1:39bersolek. Tak pernah sekalipun ia
1:42membantu ibunya bekerja.
1:45Hingga suatu hari,
1:47Ibu, Ibu cepat kemari.
1:52Cepat, Ibu.
1:55Ada apa, anakku? [musik]
1:57Ada apa, gerangan?
1:58Hah? Lihat ini, Bu. Sisirku patah.
2:02Aku jadi tidak bisa berdandan. Aku minta
2:05yang baru.
2:06Ih, iya, Nak. Nanti Ibu kalau ke pasar
2:09[musik] kita beli yang baru.
2:11Aku juga minta dibelikan perhiasan baru.
2:14Tapi Ibu tidak punya cukup uang, Nak.
2:18Pokoknya aku mau sisir dan perhiasan.
2:20Kalau tidak aku pergi dari rumah ini.
2:24Sang ibu menjadi sedih dan bingung
2:27karena ulah sang anak. Malam itu sang
2:31ibu nampak gelisah.
2:34Ia pun [musik] memutuskan untuk membuka
2:36celengan yang selama ini ia tabung.
2:40Tabungan itu sebenarnya untuk keperluan
2:42sehari-hari.
2:44Namun demi mengabulkan permintaan sang
2:47anak satu-satunya,
2:49ia rela memecahnya.
2:53Esoknya, sang ibu hendak pergi ke pasar
2:56untuk menjual sayur dan membelikan
2:58[musik] permintaan sang anak.
3:03Nak, ibu mempunyai sedikit uang untuk
3:05membeli sisir baru. Ayo, kita pergi
3:07[musik] ke pasar. Asik, sisir baru,
3:11perhiasan baru.
3:13Mereka pun [musik] pergi ke pasar.
3:15Selama perjalanan, sang anak tidak mau
3:18membantu membawakan sayur dagangan
3:21ibunya.
3:23Setelah perjalanan panjang menuruni
3:25bukit, mereka akhirnya hampir tiba di
3:28pasar. [musik]
3:30Ketika hendak memasuki pasar, sang anak
3:33tiba-tiba berpesan,
3:35"Ibu, sebaiknya Ibu berjalan agak jauh
3:38dariku."
3:39"Kenapa, Nak?"
3:40"Sudahlah, ikuti saja perkataanku. Mana
3:43uangnya? Biar aku beli sendiri."
3:46Sang anak rupanya merasa malu mempunyai
3:49ibu yang tidak secantik dirinya sehingga
3:53ia meminta untuk berjalan berjauhan.
3:56Adik, balik, balik, balik.
3:58Sesampainya di toko perhiasan, [musik]
4:02silakan dilihat perhiasannya, Nona
4:04cantik.
4:05Wah, bagus-bagus. [musik]
4:07Aku jadi bingung.
4:09Apakah kau sudah menemukan yang pas,
4:11[musik] Nak?
4:12Eh, apakah itu ibumu?
4:15Hah? Aku tak punya ibu seperti itu.
4:18Sang ibu terkejut mendengar perkataan
4:21anaknya itu. Namun, ia masih
4:24memaafkannya.
4:26Setelah membeli perhiasan dan sisir,
4:29mereka pulang ke rumah. [musik] Sama
4:32seperti waktu berangkat, sang anak
4:34enggan berjalan berdekatan dengan
4:37ibunya.
4:38Dalam perjalanan pulang, [musik] sang
4:40anak bertemu beberapa pemuda.
4:43Hai, Na, Anda terlihat nampak cantik
4:46[musik] sekali.
4:48Kecantikanmu membuat kami tertanah, nona
4:50cantik.
4:51Ah, terima kasih.
4:55Siapakah mereka [musik] ini, Nak?
4:57Eh, apakah itu ibumu?
5:00Ah, dengar ya, ibuku itu jauh lebih
5:04cantik daripada dia. Dia bukan
5:06siapa-siapaku.
5:07Hah.
5:08Kali ini sang ibu benar-benar tak
5:11sanggup lagi menghadapi perilaku anaknya
5:14itu.
5:16Terisak-isak,
5:17sang ibu bersimpuh dan berdoa memohon
5:21kepada Tuhan.
5:23Oh Tuhan, aku mohon keadilan-Mu Tuhan.
5:28Sepertinya Tuhan mengabulkan doa sang
5:31ibu. Seketika awan gelap menaungi langit
5:35yang cerah,
5:36sang anak terkejut.
5:38Tiba-tiba kakinya terasa kaku.
5:42Y, ada apa dengan kakiku? Kenapa tak
5:45bisa digerakkan?
5:47Ternyata kaki sang anak mulai membatu.
5:52Sekujur tubuh sang anak perlahan-lahan
5:54mulai membatu.
5:57Ibu,
5:58Ibu, maafkan aku, Ibu.
6:02Ia menangis tak henti-henti.
6:07Akhirnya seluruh tubuh sang anak
6:10terselubungi oleh batu.
6:12Sang ibu pun memeluk batu tersebut. Dari
6:16dalam batu terus mengalir air mata sang
6:19anak. Semua penyesalannya sudah
6:22terlambat. Ia telah menerima hukuman
6:25[musik]
6:26karena menjadi anak yang durhaka.
6:32Nasihat dari cerita [musik] ini adalah
6:35jangan pernah menyakiti orang tua karena
6:38keterbatasannya.
6:39Sayangi dan hormatilah kedua orang
6:42tuamu, terutama ibu yang telah [musik]
6:44melahirkan dan membesarkan kita dengan
6:47penuh kasih sayang.
6:52[musik]