Free YouTube Transcribe

Video transcript

TEATER BONEKA - Batu Menangis || kelompok 5

soelas bee · 613 words · 3 min read

Want to search this transcript, jump the video from any line, or download it as TXT, SRT, or VTT?

Open in the transcript tool

Full transcript

0:00[musik]

0:05[musik]

0:12[musik]

0:25[musik]

0:32Legenda batu menangis.

0:35Pada [musik] zaman dahulu di sebuah

0:38bukit yang jauh dari desa tinggallah

0:41seorang ibu petani bernama Ibu Enggang.

0:46Ia [musik] bekerja menanam sayuran untuk

0:48dijual di pasar.

0:50Syukurlah hari ini [musik] cukup banyak

0:53sayur yang bisa dijual.

0:58Hmm, cuacanya panas sekali. Aku butuh

1:01minum,

1:03Nak. Anakku, bisakah Ibu minta tolong

1:06ambilkan segelas [musik] air putih?

1:09Sang ibu mempunyai seorang anak gadis

1:12yang cantik bernama Putri Sorea.

1:15Hm.

1:16Namun sayang, putrinya mempunyai

1:19peringai yang tidak sama dengan

1:21kecantikannya. Nak, Nak, ibu kan bisa

1:25mengambilnya sendiri. Tidakkah Ibu lihat

1:28aku sedang sibuk? Baiklah, [musik]

1:30kuambil sendiri saja.

1:33Sang anak sungguh pemalas dan manja.

1:36Setiap hari ia hanya bersolek dan

1:39bersolek. Tak pernah sekalipun ia

1:42membantu ibunya bekerja.

1:45Hingga suatu hari,

1:47Ibu, Ibu cepat kemari.

1:52Cepat, Ibu.

1:55Ada apa, anakku? [musik]

1:57Ada apa, gerangan?

1:58Hah? Lihat ini, Bu. Sisirku patah.

2:02Aku jadi tidak bisa berdandan. Aku minta

2:05yang baru.

2:06Ih, iya, Nak. Nanti Ibu kalau ke pasar

2:09[musik] kita beli yang baru.

2:11Aku juga minta dibelikan perhiasan baru.

2:14Tapi Ibu tidak punya cukup uang, Nak.

2:18Pokoknya aku mau sisir dan perhiasan.

2:20Kalau tidak aku pergi dari rumah ini.

2:24Sang ibu menjadi sedih dan bingung

2:27karena ulah sang anak. Malam itu sang

2:31ibu nampak gelisah.

2:34Ia pun [musik] memutuskan untuk membuka

2:36celengan yang selama ini ia tabung.

2:40Tabungan itu sebenarnya untuk keperluan

2:42sehari-hari.

2:44Namun demi mengabulkan permintaan sang

2:47anak satu-satunya,

2:49ia rela memecahnya.

2:53Esoknya, sang ibu hendak pergi ke pasar

2:56untuk menjual sayur dan membelikan

2:58[musik] permintaan sang anak.

3:03Nak, ibu mempunyai sedikit uang untuk

3:05membeli sisir baru. Ayo, kita pergi

3:07[musik] ke pasar. Asik, sisir baru,

3:11perhiasan baru.

3:13Mereka pun [musik] pergi ke pasar.

3:15Selama perjalanan, sang anak tidak mau

3:18membantu membawakan sayur dagangan

3:21ibunya.

3:23Setelah perjalanan panjang menuruni

3:25bukit, mereka akhirnya hampir tiba di

3:28pasar. [musik]

3:30Ketika hendak memasuki pasar, sang anak

3:33tiba-tiba berpesan,

3:35"Ibu, sebaiknya Ibu berjalan agak jauh

3:38dariku."

3:39"Kenapa, Nak?"

3:40"Sudahlah, ikuti saja perkataanku. Mana

3:43uangnya? Biar aku beli sendiri."

3:46Sang anak rupanya merasa malu mempunyai

3:49ibu yang tidak secantik dirinya sehingga

3:53ia meminta untuk berjalan berjauhan.

3:56Adik, balik, balik, balik.

3:58Sesampainya di toko perhiasan, [musik]

4:02silakan dilihat perhiasannya, Nona

4:04cantik.

4:05Wah, bagus-bagus. [musik]

4:07Aku jadi bingung.

4:09Apakah kau sudah menemukan yang pas,

4:11[musik] Nak?

4:12Eh, apakah itu ibumu?

4:15Hah? Aku tak punya ibu seperti itu.

4:18Sang ibu terkejut mendengar perkataan

4:21anaknya itu. Namun, ia masih

4:24memaafkannya.

4:26Setelah membeli perhiasan dan sisir,

4:29mereka pulang ke rumah. [musik] Sama

4:32seperti waktu berangkat, sang anak

4:34enggan berjalan berdekatan dengan

4:37ibunya.

4:38Dalam perjalanan pulang, [musik] sang

4:40anak bertemu beberapa pemuda.

4:43Hai, Na, Anda terlihat nampak cantik

4:46[musik] sekali.

4:48Kecantikanmu membuat kami tertanah, nona

4:50cantik.

4:51Ah, terima kasih.

4:55Siapakah mereka [musik] ini, Nak?

4:57Eh, apakah itu ibumu?

5:00Ah, dengar ya, ibuku itu jauh lebih

5:04cantik daripada dia. Dia bukan

5:06siapa-siapaku.

5:07Hah.

5:08Kali ini sang ibu benar-benar tak

5:11sanggup lagi menghadapi perilaku anaknya

5:14itu.

5:16Terisak-isak,

5:17sang ibu bersimpuh dan berdoa memohon

5:21kepada Tuhan.

5:23Oh Tuhan, aku mohon keadilan-Mu Tuhan.

5:28Sepertinya Tuhan mengabulkan doa sang

5:31ibu. Seketika awan gelap menaungi langit

5:35yang cerah,

5:36sang anak terkejut.

5:38Tiba-tiba kakinya terasa kaku.

5:42Y, ada apa dengan kakiku? Kenapa tak

5:45bisa digerakkan?

5:47Ternyata kaki sang anak mulai membatu.

5:52Sekujur tubuh sang anak perlahan-lahan

5:54mulai membatu.

5:57Ibu,

5:58Ibu, maafkan aku, Ibu.

6:02Ia menangis tak henti-henti.

6:07Akhirnya seluruh tubuh sang anak

6:10terselubungi oleh batu.

6:12Sang ibu pun memeluk batu tersebut. Dari

6:16dalam batu terus mengalir air mata sang

6:19anak. Semua penyesalannya sudah

6:22terlambat. Ia telah menerima hukuman

6:25[musik]

6:26karena menjadi anak yang durhaka.

6:32Nasihat dari cerita [musik] ini adalah

6:35jangan pernah menyakiti orang tua karena

6:38keterbatasannya.

6:39Sayangi dan hormatilah kedua orang

6:42tuamu, terutama ibu yang telah [musik]

6:44melahirkan dan membesarkan kita dengan

6:47penuh kasih sayang.

6:52[musik]

This transcript was generated from the captions YouTube publishes for this video. Get the transcript of any YouTube video atfreeyoutubetranscribe.com: free, unlimited, no sign-up.